TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 135


__ADS_3

PELANGI SEHABIS HUJAN


Berusaha dan bersabar tanpa terus mengeluh, melewati semua pergantian waktu dengan segala kejadian yang ada meyakinkan diri akan satu hal bahwa segalanya yang indah akan selalu datang tepat pada waktu yang sudah Tuhan tetapkan


sama dengan keluarga Valr dan Valen yang kini penuh dengan romansa tanpa guncangan dari luar dan juga gangguan dari orang ke tiga, membuat Valen tidak pernah berhenti berdoa dan selalu mengucap syukur akan setiap kebahagiaan yang Tuhan sempurnakan dalam keluarga nya, ia mempercayai bahwa dalam hidup ini akan selalu ada pelangi sehabis hujan yang akan mewarnai keluarga nya saat goncangan datang membasahi pipi dikala perkara datang menguji seperti rintik hujan yang deras.


Selain merawat ke tiga anak - anak nya yang dibantu oleh tiga pengasuh, serta ke dua mertuanya. Kini Valen mulai aktif bekerja sesuai dengan tugasnya sebagai pegawai negeri sipil yang bertugas di Rumah sakit AL dekat dengan rumah nya, begitu juga dengan Valr selalu bekerja kadang sesekali ia pergi menyelesaikan misi kemudian kembali dengan selamat tanpa cacat.


MOHON UNTUK DI PAHAMI LEADER


Author harus mempercepat pertambahan usia anak kembar Valr dan Valen sampai episode 137 nanti mungkin umur anak kembar Valr dan Valen sudah 25 tahun. kemudian, thor baru bisa menentukan cerita cinta anak kembar mana yang wajib dijadikan cerita.


11 TAHUN USIA VALARIA, VALDI DAN VALDIS KEMUDIAN.


"Valen belum pulang.?" tanya Valr pada Ita.


"belum pak, harusnya jam segini sudah sampai di rumah sih" jawab Ita sambil melihat jam menunjukkan pukul 15:30 WITA dimana seharusnya Valen sudah sampai di rumah.


"papa .. " teriak Valaria yang dekat sekali dengan papa nya Valr


"ooo, anak gadis papa yang masih kecil. baru bangun.?" tanya Valr pada Valaria


"iya pa, Laria baru bangun ketika mendengar suara papa" goda Valaria yang mau di panggil Laria


"kemana adik - adik mu.?" tanya Valr


"maaf pak, Valdi dan Valdis keukeh mau pergi main bola bersama teman - teman nya" ucap Loren dan Sofia menyela, yang masih setia mengasuh anak kembar Valen dan Valr sekalipun mereka sudah berkeluarga dan tidak lagi tinggal seatap dengan anak kembar


"apa kalian tau mereka main dimana.?" tanya Valr dengan wajahnya yang mulai ke mode suram


"tau pak, di belakang rumah" ucap Sonya.


"apa mereka sudah belajar.?" tanya Valr


"Valdis sudah belajar pak, tapi kalau Valdi seperti biasa" ucap Sofia menunduk


Ya.! di antara anak kembar Valdi lah yang paling malas belajar dan banyak gombalan layaknya Vano, dia selalu punya 1001 cara untuk menghindar dari para pengasuh dan guru les nya baik di rumah maupun di sekolah. Valdi cenderung melakukan semua tindakan sesukanya dan sesuai moody nya.

__ADS_1


"anak itu.! usahakan Valdi dan Valdis sudah kembali tepat pukul 17:00 WITA" tegas Valr pada Sofia dan Loren


"baik pak" kompak Loren dan Sofia


Tidak lama kemudian Valen sampai di rumah dengan satu tangan sedang menjewer kuping kiri Valdi.


"momy, sakit mom" ringis Valdi, mendengar teriakan Valdi semua mata tertuju di gerbang raksasa dimana Valen tengah menjewer Valdi sedangkan Valdis memohon kepada Valen mamanya agar berhenti menjewer telinga saudara kembarnya.


"dasar anak nakal, kamu akan momy hukum lebih sakit dari ini" geram Valen


"momy, stop it mom please" ucap Valdis memohon pada Valen


"diam kamu.!" kesal Valen pada Valdis


"ada apa.!" terdengar suara bariton yang menggelegar dan mematikan dari Valr, membuat Valdis, Valdi dan Valen diam.


"papa, maafin kami" ucap Valdis dengan penuh penyesalan


"jelaskan.!!" tegas Valr tidak main - main dan Valdis masih saja di jewer oleh Valen


"tadi abang tidak sengaja menyepak bola hingga mengenai kepala anak gadis sampai kepalanya sopek papa" jelas Valdis yang selalu jujur dan menjadi garda terdepan untuk selalu melindungi sang kakak kembaran nya itu.


"Valdi tidak sengaja papa, lagi pula Valdi bertanggung jawab" elak Valdi mencoba membela diri


"pertanggung jawaban yang seperti apa, yang sudah kamu lakukan dan berikan" tanya Valr


"abang berlari menuju tempat kerja momy di bantu dengan dedek dan bergantian menggendong anak gadis itu" jelas Valdi


"lalu.?" tanya Valr


"lalu abang bawa anak gadis itu ketempat momy bekerja agar mendapatkan pengobatan sebelum anak gadis itu mati" ucap Valdi


"lalu.?" tanya Valr lagi


"setelah anak gadis itu mendapatkan pengobatan hingga kepalanya di jahit sampai empat jahitan kami di bantu oleh momy mengantarkan nya kerumah" ucap Valdi


"lalu.?" tanya Valr lagi

__ADS_1


"lalu, momy memberikan uang untuk pengobatan kepada keluarga itu. tapi, mereka bilang tidak masalah bersyukur kami segera bawa dia berobat" ucap Valdi yang terus menunduk


"lalu.!" tegas Valr lagi


"lalu kami pulang dan di sepanjang jalan momy terus menjewer telinga ku yang sempurna ini dan meneriaki ku sebagai lelaki tampan yang nakal" ucap Valdi yang sengaja bertingkah untuk menggoda momy Valen.


"apa.! telinga sempurna.? lelaki tampan.? masih bau acem sudah sok bilang keren" ketus Valen


"mom, bukan kah seharusnya momy bersyukur mendapatkan kami yang tampan ini.?" tanya Valdi dengan lirikan mata bulenya


"haah, momy bersyukur kamu ada tapi momy merasa di rugikan dengan tingkah mu setiap hari" ucap Valen yang langsung masuk di dalam rumah


"papa, momy sepertinya sayang dengan uang satu juta yang sudah dia berikan pada keluarga korban sepak bola" ucap Valdis


"papa, sebaiknya papa ganti uang momy nanti, ketika Valdi bisa bekerja dan menghasilkan uang. Valdi janji akan membayarkan semuanya" ucap Valdi memohon pada papa Valr agar mengganti uang momy Valen


Valr masih terdiam menatap kedua putra nya yang selalu saja bertingkah setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah.


"apa papa kecewa.?" tanya Valdis kepada papa Valr


"Valdi, papa menghargai jiwa bertanggung jawab mu.! tapi papa, tidak suka jika kamu setiap hari membuat ulah yang mempermalukan nama papa dan momy" tegur Valr segera berlalu meninggalkan Valdi dan membawa masuk Valdis.


"Aunty, apa Abang sudah membuat malu orang tua.?" tanya Valdi pada Sofia


"bukan abang yang membuat malu orang tua tapi, tingkah laku abang yang buat malu orang tua" ucap Sofia dengan pelan agar tidak melukai hati Valdi


"apa anak gadis yang jadi korban mu itu cantik.?" tanya Ita yang muncul tiba - tiba


"cantik tante tapi, berat badan nya bikin abang tidak jatuh cinta pada pandangan perdana" ucap Valdi mulai semangat


"perdana.! PERTAMA, malah perdana" ucap Ita


HALLOO READERS..


Aku datang, maaf🙏 baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku🙏. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf🙏🙏


dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb😉😉

__ADS_1


Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul PENGORBANAN KU.👇



__ADS_2