
...KEKHAWATIRAN LI QIN...
Banyak kata mutiara bercerita tentang arti dari melepaskan kepergian seseorang dengan beberbagai ungkapan penuh pilu dan sebagian ungkapan penuh semangat, dimana setiap yang pergi harus di lepaskan, setiap yang hilang harus di relakan dan kalau pergi dam hilang itu sakit maka jangan di tahan untuk bersedih.
Jangan melawan karena itu akan memunculkan kesedihan bagi mu, semua harus sadar dengan kalimat yang sering terdengar tentang sebuah pertemuan yang akan ada perpisahan bagaikan datang dan lalu pergi namun, berbeda cerita dengan kepergian dan perpisahan yang tengah di rasakan oleh Li Qin terhadap tunangan nya Tanaka..
Tanaka pergi bukan untuk meninggal kan dan memutuskan hubungan serta ikatan pertunangan di antara mereka melainkan pergi untuk menunaikan janji dan sumpah untuk negara dan kedaulatan NKRI dalam sebuah misi perang akan tetapi, respon Li Qin terlalu berlebihan hingga diri nya seolah merasakan sebuah rasa akan kehilangan sosok Tanaka selama lama nya.
Seperti pagi ini, Li Qin berulang kali berkata dan memaksa Tanaka untuk berjanji akan kembali dengan selamat "Berjanjilah, kamu pasti kembali dengan selamat" kata Li Qin sesegukan dan pelukan nya semakin erat di tubuh Tanaka dan tentu saja Tanaka balas memeluk tubuh Li Qin yang punggung nya bergetar karena isak tangis.
"Aku janji, jangan bersedih hati karena aku pasti kembali dalam keadaan baik baik saja" ucap Tanaka dan hal itu seolah tidak di percayai oleh Li Qin
"Semalam aku bermimpi sangat buruk tentang mu dan aku tidak ingin lagi itu terjadi nyata pada mu sekalipun itu hanya mimpi" kata Li Qin dan akhir nya Tanaka paham kenapa saat tidur tadi malam, Li Qin menangis sesegukan hingga mengigau meneriaki nama nya.
Beberapa menit berlalu, Tanaka sudah merasa cukup untuk menghibur Li Qin dan menenangkan tunangan yang semalam ia peluk, raba dan sesekali ia cumbu dalam keadaan tidur itu harus ia tinggalkan demi sebuah pengabdian untuk negara tercinta.
"Aku pergi, jaga diri baik baik dan tetaplah berada di rumah ini jika kamu ingin aku kembali" kata Tanaka..
"Aku janji akan tinggal disini mulai sekarang sampai selama nya" kata Li Qin sembari menangis.
__ADS_1
"Baiklah, buktikan" kata Tanaka dan lelaki gagah itupun berpamitan kepada semua orang yang menjadi penghuni rumah mewah nya.
*
*
*
Satu hari dua malam di lalui Li Qin bersama dengan Laura dan sejauh ini tidak ada kabar dari Tanaka hingga Li Qin pun tidak tau apakah tunangan nya sudah tiba dengan selamat atau masih dalam perjalanan.
"Berhentilah mengecek ponsel mu, Tanaka pasti mengabari mu jika ia sudah sampai dan mendapatkan sinyal" tegur Laura yang begitu bosan melihat Li Qin khawatir hingga bicara sendiri, ngamuk sendiri dan menangis sendiri bagaikan orang gila sejak tadi.
"Kalau kamu begini terus yang ada kekhawatiran mu itu berubah menjadi doa yang mendatangkan malapetaka untuk kematian dan kesusahan nya" ucap Laura dengan begitu kasar, tentu semua ia lakukan agar Li Qin bisa tenang dan menurut Laura wanita di samping nya ini terlalu memberi respon yang berlebihan.
Dan bagaikan di siram dengan air es, Li Qin langsung tenang hingga merubah ekspresi wajah nya menjadi sangat tenang, setenang air mengalir dalam waktu yang singkat. Sungguh ucapan Laura barusan benar benar sangat manjur dan tepat menghunus jantung nya, ia tidak lagi bisa melakukan hal hal berlebihan seperti yang sejak tadi ia lakukan dan sekarang iapun melipat tangan dan menutup mata lalu menundukkan kepala, kemudian berdoa untuk keselamat Tanaka tanpa mengajak Laura.
Setelah berdoa, tidak lama kemudian ponsel Li Qin berdering dan ia langsung mengangkat nya dan ternyata itu bukan Tanaka melainkan Valdis yang langsung saja jempol nya menggeser layar ke atas tepat pada tombol hijau "Ya, hallo" kata Li Qin..
"Li Qin, kenapa kamu tidak mengabari ku kalau Tanaka akan pergi dalam sebuah misi negara.?" tanya Valdis dengan suara yang terlihat jelas penuh amarah yang bercampur dengan ke khawatiran
__ADS_1
"Haa...?? aku saja baru tau tenrang hal ini dan bagaimana bisa aku mengabari mu sementara, aku tidak suka berkomunikasi dengan mu" jawab Li Qin ketus dan hal itu sukses membuat Valdis emosi
"Kau.!!" ingin rasa nya Valdis mengumpat hingga ke jantung Li Qin namun, ia segera tersadar bahwa Li Qin adalah sosok pribadi yang cuek dan tidak mau tau juga tidak suka berbagi cerita apa lagi informasi jadi, tidak ada alasan bagi Valdis untuk menyalahkan Li Qin karena memang wanita itu sudah berada di garis batasan nya sebagai seorang tunangan.
"Ck.." decih Li Qin dan tidak lama kemudian Valdis mengubah panggilan menjadi video call, Li Qin tanpa bertanya langsung saja menyetujui dengan menekan tombol hingga terpampang jelas wajah nyonya Valensia, tuan Hul, Valeria, Valdis dan Eleanor yang membuat Li Qin kaget bukan main.
"Se.. se.. se se.. selamat malam momy dan papi" sapa Li Qin dengan terbata bata karena kegugupan nya.
"Selamat malam" jawab Tuan Hul dengan nada dingin dan Nyonya Valensia dengan nada yang lembut tapi dengan ekspresi ke dua nya yang penuh ke khawatiran.
Ingin rasa nya Li Qin menyapa Valeria namun tuan Hul sudah bicara lebih dulu "Lain kali, kalau Tanaka melakukan tugas sebagai alat negara dalam sebuah misi kabari momy, mu.! misi yang di lakukan Tanaka bukanlah sebuah misi yang bisa di hadapi oleh tentara, ini sama saja dengan sebuah misi nenyerahkan nyawa secaea cuma cuma" ucap tuan Hul dengan amarah yang bercampur rasa khawatir..
"A.. aa.. aapa.!!" kata Li Qin dengan sukses air mata nya berderai..
"Li Qin, misi itu sangat berbahaya dan dalang nya adalah orang yang pernah membunuh saudara kandung papi lalu beberapa bulan kemudian ada sebuah misi yang mengharuskan papi ikut berperang dan hasil nya papi hampir mati dan hilang beberapa bulan hingga akhir nya di temukan saat kami sedang tunangan dan itu adalah sebuah klan yang sama." jelas Valensia dan hal itu sukses membuat Li Qin bergetar dengan semburat ketakutan di hati nya.
"Klan yang sekarang akan di serang oleh pasukan TNI dan klan yang mereka targetkan tidak takut dengan senjata tempur apa lagi dengan alat penghancur lain nya" jelas Valensia lagi dan kali ini dengan nada lembut yang jelas ada banyak kekhawatiran, yang semakin membuat Li Qin frustrasi.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye
__ADS_1