
...KELUARGA KURANG MAMPU...
"Aku sungguh tidak mengambil nya dan tidak tau siapa yang menjebakku hingga hp dan carger ini ada di kantong celanaku" Niel masih menyanggah, ia masih tidak sadar dengan kesalahan nya.
"Apakah kau sedang mengatakan kalau saat ini kau telah di jebak oleh rekan mu dalam tim merpati.?" tanya Ucok yang masih menekan aura iblis nya untuk tidak keluar.
"Siap.! bukan" jawab Niel mencoba sok bersikap sebagai tentara dan itu membuat semua tim merpati kesal.
"Tidak usah menjawab dengan cara itu, karena dari sikap mu saja sudah menunjukkan. Sikap yang tidak mencerminkan bahwa kau adalah pembela NKRI." Jelas Ucok dengan pedas.
"Sungguh bukan saya yang melakukan nya, ini jebakan agar saya kehilangan nama serta kepercayaan dalam tim ini" sanggah Niel lagi
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu, seolah kami adalah salah satu yang menjebak mu" ucap rekan Niel.
"Maaf komandan, mustahil bagi kami untuk masuk kedalam ruangan atasan. Bahkan melewati depan pintu saja kami tidak berani, lalu bagaimana bisa kami berniat mencuri hp dan carger komandan untuk menjebak Niel.? bukan kah sama saja kami melakukan aksi bunuh diri.?" kata salah satu dari tim merpati dan hal itu diangguki oleh Ucok serta ke dua rekan nya.
__ADS_1
"Dan lagi, kami tentu nya tidak bodoh komandan. Bagaimana bisa kami mencuri hp milik komandan yang jelas bisa di lacak melalui gps lokasi hp.?" ucap salah satu dari tim merpati lagi dan benar saja, ucapan nya itu sukses membungkam mulut besar Niel hingga ia tidak lagi mampu mencari alasan untuk di ucapkan.
"Sial, aku melupakan hal penting sekecil itu.! Pantas saja mereka langsung mengetahui nya" kata Niel dalam batin nya dengan merutuki kebodohan nya yang hakiki.
"Apakah kau masih mengelak ? haruskah ku tunjukkan kearah mana saja hp ku sejak satu jam yang lalu.?" tanya Ucok.
"Aku harus pergi, jika kuman ini tidak mengaku segera bawa dia keruangan ku" kata Tanaka dan tanpa menunggu jawaban dari Ucok dan Bambang ia sudah keluar dari ruangan.
Satu kelegaan bagi seluruh tim Merpati hingga semua menghela nafas panjang termasuk Niel, melihat Tanaka keluar dari ruangan itu. Sungguh Tanaka adalah jelmaan Raja iblis dari neraka, yang hanya melihat nya berdiri saja sudah mampu membunuh tepat ke jantung. Apa lagi jika medengar suara bariton nya yang begitu dingin dan datar, sudah pasti rasanya akan lebih menakutkan lagi.
"Apakah kau masih mengelak.? haruskah ku tunjukkan kearah mana saja hp ku sejak satu jam yang lalu.?" tanya Ucok, kembali karena tidak kunjung mendapatkan jawaban dari anak tikus di depan nya ini.
Blesssss.... Jawaban Niel membuat lemas kaki Dani dan seluruh tim, sekalipun Tanaka sudah keluar dari ruangan ini. Masih ada dua siluman iblis lagi yang juga sangat menakutkan bagi mereka. Yang mana emosi ke dua nya bisa saja meledak dengan cepat ketika mendegar mulut besar Niel yang penuh penyanggahan.
Sungguh sekarang sanggahan Niel benar-benar membuat batas kesabaran Ucok sudah di ujung garis pertahanan nya, Hal itu tidak luput dari penglihatan rekan dan bawahan dari tim merpati. Hal bodoh kedua dan terbesar yang telah di lakukan oleh Niel malam ini adalah, Keengganan nya dalam mengakui kesalahan yang membuat diri nya semakin berada dalam situasi sulit ketika seluruh bukti mengarah jelas kepada nya.
__ADS_1
Seperti nya alat negara yang satu ini tidak belajar memahami sikap para atasan nya yang tidak mungkin datang tanpa sebab dan tujuan yang pasti, diri nya juga seperti lupa dengan kejadian pada pengalaman sebelum nya, yang tidak ia jadikan sebagai acuan untuk tidak mengganggu para atasan.
Melihat raut wajah Ucok yang tidak bisa lagi diajak untuk berdebat, ternyata berhasil membuat sekujur tubuh Niel menjadi kaku. Seperti nya ia mulai sadar dengan pilihan nya yang enggan mengaku salah terhadap atasan nya Ucok adalah sebuah pilihan buruk dan kesalahan besar yang merugikan banyak orang bahkan mengancam jiwa orang khusus nya dalam satu tim Merpati.
"Niel" panggil Dani yang menepuk pundak Niel "tolong jangan egois.! Bersikaplah layaknya seorang tentara pembela kebenaran bagi nusa dan bangsa, Akuilah salah bila benar kamu telah melakukan kesalahan. Karena sesuatu yang kamu akui itu tidak akan membuat kamu menjadi lebih rendah. Akan tetapi, jika benar kamu sudah betul-betul melakukan kesalahan dalam keadaan tidak sengaja. maka, tolong jangan korbankan kami karena sebuah misi ke egoisan mu." ucap Dani, ia mencoba bernegosiasi dalam menasehati rekan nya Niel. Agar kelompok mereka dalam tim merpati tidak mendapatkan hukuman dari tiga atasan yang di takuti dalam barak ini, hanya karena ulah satu orang.
Mendengar ucapan Dani seperti nya membuat Ucok, bersimpati pada semua kecuali Niel. Ucok yang enggan membuang waktu lebih banyak lagi dengan sikap Niel yang tidak merasa bersalah sama sekali membuat Ucok memutuskan untuk mengeluarkan Niel dari tim merpati serta memindahkan ia untuk kembali ke pusat agar diperbaiki lagi ahklak dan etika nya.
"Kemasi barang mu.! mulai sekarang kau bukan lagi tim merpati dan malam ini kau harus pergi dari kompleks ini, Kau di pindahkan kembali kepusat" Kata Bambang dan itu membuat Ucok smirk karena Bambang mampu menebak ke inginan hati nya.
Niel tersungkur begitu saja mendengar ucapan dari atasan nya Bambang, awal nya ia berfikir kalau hukuman yang ia terima adalah berupa pukulan dan hukuman permohonan maaf. Hingga ia memberikan suntikan kekebalan tubuh agar tahan saat di banting oleh senior karena tidak mau mengaku salah, akan tetapi kenyataan dengan ekspetasi Niel tidak sesuai dengan yang di harapkan sama sekali.
"Kami tidak akan menghukum mu dengan kekerasan berhubung kau sudah melakukan suntikk untuk kekebalan tubuh mu" Ucap Bambang smirk dan hal itu semakin membuat Niel takut, begitu juga rekan nya dalam satu tim merpati yang kaget dengan Niel. Ternyata Niel, sudah menyiapkan segala nya dalam menghadapi atasan nya ini.
"Ternyata mereka bukanlah orang yang bisa ku singgung sama sekali, sial.! kenapa orang gila itu malah menganggap remeh komandan seolah semua yang ia lihat berada jauh di bawah nya" batin Niel, ia benar-benar merasakan efek dari kebodohan nya. Betapa hati nya merasakan penyesalahan atas kebodohan yang ia lakukan.
__ADS_1
"Kau akan menerima pelatihan dan hukuman di pusat atas kebodohan mu, semoga kau masih bertahan untuk tidak mengakui kesalahan mu disana. Agar kau kembali tinggal nama kepada orang tua mu, yang masih bekerja sebagai petani dengan banting tulang berada di terik matahari dan deras nya hujan ketika memperjuangakan anak nya Niel yang seorang pencuri masuk sebagai Tentara." Ucap Ucok yang berhasil melukai hati Niel dan ia baru mrngingat kalau ia berasal dari keluarga kurang mampu.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye