TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
KISAH DIMULAI 191


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


Malam ini Tanaka dan anak buahnya kembali dengan selamat tanpa ada satupun yang dicurigai menemukan keberadaan rumahnya, sesampainya dirumah Ucok langsung kembali ketempat pribadinya yaitu asrama sedangkan Bambang menonton tom & jerry kesukaannya dan Tanaka masuk kekamarnya dimana Vini sudah lebih dulu disitu


"Bila kamu disisiku hati rasa syahdu,


satu hari tak bertemu hati rasa rindu


ku yakin ini semua perasaan cinta,


tetapi hatiku malu untuk mengatakannya." goda Vini tengah malam dikamar Tanaka, ketika melihat pintu kamar terbuka entah suasana seperti apa yang membuat dirinya berdangdut tengah malam dikamar seorang pria.


"apa kau baru saja ketahuan selingkuh" kata Tanaka pada Vini yang membuka sepetunya dan duduk


"iya, aku selingkuh karna kamu jarang kasih perhatian apa lagi ciuman, emooh." jawab Vini dengan sekali lirik


"bapak mu.!" jawab Tanaka yang menyentil kepala Vini


"bapakmu itu bapak ku sayang" goda Vini dan merebahkan tubuhnya diranjang sempit Tanaka sedangkan diluar kamar Tanaka situasinya cukup berbeda.


"haiss, Bambang kamu kenapasih menahan langkahku terus" kata Alana atau yang dulu dikenal dengan Li Qin


"kalau ibu dokter masuk, maka perang demi perang akan terjadi.! lalu hawa dingin dari kutup timur mencair begitu saja setelah ia mengeras beberapa waktu" kata Bangbang yang sedang berusaha menahan Alana untuk tidak masuk kekamar Tanaka karna ia merasa sangat tidak baik jika dua wanita bertemu dengan satu pria dalam satu kamar.


"kamu gila apa.! sejak kapan bagian timur itu menjadi es" kesal Alana


"sejak malam ini dan berakhir malam ini, makanya kamu jangan masuk dikamar komandan nona cantik" kata Bambang dan kini dua tangannya melebar dipintu


"dasar gila, siapa yang mau masuk kekamar Tanaka.! aku mau kedapur ambil minum bodoh" ketus Alana


"iya juga ya, inikan bukan jalan kekamar komandan saja" Bambang kembali berfikir, iya juga ini jalan umum untuk kedapur dan halaman belakang juga disampingnya menuju kamar Tanaka

__ADS_1


"dasar gila kamu, aku sudah mati kepedasan gara - gara kamu tahan disini hampir setengah jam" Alana benar - benar kesal karna dirinya harus menahan rasa pedas dilidah dan tidak bisa segera meminum air karena kelakuan Bambang


"silahkan masuk kedapur nona, semua slfasilitas dari mangkok, dispenser, air panas dan dingin sudah kami sediakan. jika, mau air hangat jangan lupa untuk mencampur air dingin dengan air panas dan semoga malam mu rabu terus dokter cantik" kata Bambang panjang lebar dan Alana sudah pergi kedapur untuk meminum air.


"hah.! pedas sekali astaga, mana aku mules lagi saking pedasnya nasi goreng itu" kata Alana sendiri tanpa ada orang didapur sambil meneguk minumannya.


"kenapa juga sigila itu menahanku dipintu depan padahal aku tidak kekamar Tanaka" pikir Alana, ia heran dan juga penasaran ada apa dikamar Tanaka karna berapa lama ini Bambang selalu saja menahan Alana tepat didepan pintu itu dan juga dirinya sudah lama tidak bertemu dengan Tanaka walau mereka tinggal dalam satu atap yang sama. sempat ia berfikir mungkin karna Bambang suka melucu tapi kalau setiap malam ia menahan Alana dengan tujuan melucu sangat tidak masuk akal dan Alanapun menjadi curiga ada siapa dikamar Tanaka.


"kepo, aahh" kata Alana yang keluar dari dapur sambil diam - diam bergerak agar tidak ada suara langkah kakinya terdengar pergi menuju kamar Tanaka, sesampainya dipintu ia tidak langsung masuk melainkan pakai jurus pertama dulu yaitu menguping dari luar.


"aaaahh, aduh sakit" teriak Vini dengan penuh ******* dan godaan seakan ia benar - benar mengeluhkan sakit dibagian perutnya setelah melihat ada bayangan dikaki pintu kamar Tanaka yang tertutup


"ada apa Vin" tanya Tanaka yang refleks berdiri menghampiri Vini diatas ranjang kecil dan mengelus helaian rambut Vini tanpa tau kalau itu adalah sandiwara yang dibuat Vini


"aaaah, sakit sekali pelan - pelan dong sayang" kata Vini saat Valdi mengurut kepala Vini


"iya ini suda pelan" jawa Tanaka polos


"yang sakit dibawah loo sayang bukan diatas, kamu aaah maunya diatas terus" kata Vini lagi dan lagi - lagi dengan bodoh Tanaka kembali mengurut perut Vini


diluar kamar Alana masih menguping dan dibelakangnya terlihat Bambang ikut menguping mereka sama - sama dalam posisi jongkok dengan kuping menempel penuh didinding pintu kamar, Bambang segera mengikuti Alana setelah mengetahui Alana berada didepan kamar Tanaka


"aaaah, sakit pelan sedikit dong aaah" teriak Vini dari dalam kamar dan suara ******* itu berhasil membuat kedua penguping merinding


"ini sudah pelan Vini, kamu mau dipelanin seperti apa lagi.! kalau pelan terus kapan ini berakhir" keluh Tanaka dan semua ucapan Tanaka benar - benar mendukung sandiwara yang dibuat Vini


"sepertinya mereka sedang mengadon Tanaka muda, dokter cantik" jawab Bambang dengan berbisik dari belakang sambil menyatukan dua tangannya membentuk moncong dua orang yang sedang bercumbu.


"Astaga.! Bambang kau mengagetkan ku saja" teriak Alana dan hal itu berhasil mengagetkan dua orang yang berada didalam kamar


"ada apa diluar" tanya Tanaka dari dalam yang segera berdiri membuka pintu


"hussssst, dokter jangan kencang - kencang nanti komandan tau kalau dokter sedang menguping dari luar" tegur Bambang dengan berbisik pada Alana dengan posisi masih jongkok


cekrekk..... pintu terbuka dan


"Aahhhhhhhhhhhhh.. sakit.!" keluh Alana yang terjatuh saat pintu terbuka karna tadinya ia masih menempelkan kupingnya dengan lekat dipintu sedangkan Bambang sudah lebih dulu berdiri dan menjauh dari pintu sebelum pintu itu terbuka

__ADS_1


"apa yang sedang kau lakukan tengah malam ini didepan pintu kamar ku.?" tanya Tanaka pada Alana


"aku.. aku.. haiss Bambang jelaskan pada robot ini" kata Alana yang mengiri Bambang ada dibelakangnya sambil merapikan pakaian serta rambutnya


"siap, saya tidak terlibat komandan" jawab Bambang dengan tegap dan hormat, mendengar pengakuan dari Bambang. Alana segera menoleh kebelakang namun tidak menemukan sosok Bambang lalu menoleh kesamping dan jelas terlihat Bambang berdiri tegap jauh dari pintu kamar.


"Bambang.!" kata Alana dan senyum pepsodent dari bocah tengik itu muncul dipermukaan dengan susunan gigi rapinya.


"kamu sedang berusaha menguping kami dari dalam.?" tanya Tanaka hal itu membuat Alana bingung mau jawab apa


"siapa juga yang mau menguping" ketus Alana dan hendak pergi tapi, ia sadar kalau misi pertama belum selesai jadi harus berusaha untuk melihat siapa disalam.


"kamu sedang apa.?" tanya Tanaka, karna Alana berusaha menggeser badannya untuk melihat kedalam.


"kak Alana, apa kau sedang berusaha melihat tubuhku yang tanpa pakaian ini.?" tanya Vini dari dalam dan hal itu berhasil membuat Alana juga Bambang kaget bukan main termasuk Tanaka


"bu.. bu.. bukan Vini, maafkan aku. aku akan segera pergi" jawab Alana dan langsung berlari pergi


"apaa.. bugil.?? tidak ada pakaian.?? huaaaaaah didalam ternyata benar sedang terjadi proses pembuatan Tanaka kecil" rengek Bambang pada dirinya sendiri


"dasar gila" ucap Alana dengan kesal


"kau sungguh mau mati.?" kata Tanaka pada Vini yang keluar dengan tawanya


"hahahahaha, haduh aku jadi gerah didalam selimut" kata Vini yang tidak merasa berdosa sedangkan Tanaka hanya geleng kepala


"jadi kak Vini belum jadi kikuk kikuk sama komandan" tanya Bambang


"ckk, itunya mati rasa bagaimana bisa hidup.!" kata Vini dan segera lari


"kak Vini, apa kau sudah pernah dihukum karna ketahuan mencuri.?" tanya Bambang dengan sedikit berteriak


"aku bahkan ketahuan membunuh" jawab Vini enteng dan berlalu


Bagaimana dengan Alana.? apa dia akan cemburu melihat Vini berada didalam kamar Tanaka.?? tapi mereka belum memiliki status khusus.!


Hallo pembaca novel kesayanganku😘😘

__ADS_1


Masih bingung bukan.?


saya paham itu jadi tolong kasih saya waktu agar bisa Up banyak, saya rasa dengan Up banyak akan membantu mengurangi kebingungan dan alur yang terlupakan.


__ADS_2