
...SATU BULAN BERLALU...
Klan dari Iblis rimba baru memulai aksinya dalam menyelediki kasus pencurian Li Qin yang sebelum nya sudah melibatkan banyak klan dan anggota kepolisian dan hasilnya tidak kunjung membuahkan berita bahagia.
Klan baru memulai penyelidikan kasus dikarenakan Tanaka sempat menunda, maklum tugas negara memang harus dinomor satukan dari tugas pribadi. sembari mengumpulkan semua hasil rekaman cctv dan memulihkan beberapa rekaman yang dinyatakan rusak saat detik-detik akhir Li Qin tidak ditemukan.
"ini semua rekaman, dan saya sudah berhasil memulihkan semuanya" kata Tanaka melalui chat kepada salah satu anggota iblis rimba dan bisa dipastikan chat tersebut tidak bisa dibaca oleh orang lain.
Sebelumnya, Tanaka sedikit heran dengan ponselnya dan beberapa alat komunikasi lain miliknya yang seperti tengah dihacker oleh oknum tidak dikenali hingga apapun chatt yang masuk di ponselnya pasti akan masuk juga diponsel penghacker. tapi, Tanaka yakin ini ulah oknum yang terlibat dekat dengan nya. hingga, ia memutuskan untuk diam-diam memiliki handphone pribadi yang hanya dirinya dan tuan Hul yang tau.
Beruntung ketika Tanaka meminta bantuan kepada tuan Hul, satu bulan yang lalu. Ia menggunakan telepon kantor jadi sudah dipastikan keamanan informasinya. Dan semua terasa sangat janggal dipikiran tuan Hul dan juga Tanaka, saat kepingan demi kepingan penyelidikan mulai terkumpul hingga 40% dan entah kenapa semua mengarah pada orang dalam yang tidak jauh dari mereka.
"papa pikir, kamu harus menyisir habis seluruh anggota yang ada disekitar Li Qin tanpa terkecuali baik yang hidup dan yang mati" kata tuan Hul melalui panggilan telepon.
"saya menarget keseluruhan orang yang ada dirumah dan rumah sakit tempat Li Qin bekerja. pa" jawab Tanaka yang juga sudah memulai penyisiran semuanya dari nol.
"Termasuk, Valdis adik kembarmu.!" tegas tuan Hul dan Tanaka juga tidak memberi komentar atau sikap keterkejutannya, ia justru semakin dingin dan mengangguk seolah Valdis juga masuk dalam penyisiran.
Ya, dalam sebuah misi.! tentunya jangan ada pengecualian untuk penyelidikan. semua harus diseleidiki dan dipukul habis, begitulah sistem kerja dalam proses ini agar keadilan bisa ditegakkan.
*
*
*
Li Qin tengah merenungi perasaan nya yang bodoh "Seharusnya sejak dulu, aku cukup memberimu kopi saja.! bukan hati.!" ketus Li Qin ketika melihat langkah Valdis dari kejauhan dan perlahan menghilang.
__ADS_1
Hampir satu jam Li Qin termenung dengan pikiran yang sedang mengingat semua ucapan Valdis dulu ketika ia akan meninggalkan Indonesia.
"baiklah, sekarang pergilah gapai semua yang kamu inginkan. ingat belikan aku seribu mawar merah jika kamu berhasil dengan apa yang sudah kamu capai" jawab Li Qin tanpa mau mengerti maksud dari ucapan Valdis
"aku pasti akan membelikan mu seribu mawar merah tapi, bukankah seribu mawar merah petanda lamaran di Korea.?" tanya Valdis
"anggap saja begitu" jawab Li Qin
"Li Qin.! aku akan benar - benar pergi, aku punya satu permintaan pada mu" kata Valdis
"katakan apa permintaan mu Valdis" kata Li Qin
"Bisakah kamu memberikan seluruh perhatian yang kamu punya pada abang ku.? aku juga mau seluruh pandangan mata dan juga hati mu berikan itu pada abang ku." kata Valdis memohon
"apa ini nama nya negosiasi.?" tanya Li Qin
"bukan, ini bukan negosiasi. tapi, ini permintaan" jawab Valdis
"permintaan seorang adik untuk sosok wanita yang di sukai nya dan juga yang di sukai oleh abang nya" jawab Valdis
"haruskah.! bagaimana kalau hati ku tidak bisa melirik nya dan hanya memilih untuk menantikan kamu.?" tanya Li Qin
"maka jika itu terjadi, saat kamu menantikan ku. aku akan turun tangan untuk mempersatukan kamu dengan abang ku" jawab Valdis
"mustahil.!" kata Li Qin
"Li Qin.?" Valdis
__ADS_1
"Valdis" kata Li Qin
"Li Qin, aku mungkin tidak kembali ke Indonesia. sebenarnya aku sedang mencari tempat ternyaman di Dunia untuk ku tinggali dan melupakan ke nyataan bahwa di Indonesia aku pernah merasakan gilanya jatuh cinta pada orang yang sama dengan yang di sukai oleh abang ku sendiri" kata Valdis penuh dengan nada kecewa.
Seketika Li Qin tersadar dari lamunan nya dan ucapan Valdis masih terngiang-ngiang ditelinganya, sungguh kisah yang tidak begitu sulit sebenarnya tapi entah kenapa, seolah harus berakhir seperti ini.
"kau yang memintaku untuk menyukai abang mu, dan kau juga yang melukaiku karena aku dekat dengan Tanaka yang juga adalah saudara kembarmu." kata Li Qin yang didengar oleh Valdis dari layar monitor.
Dari kantor tempat Valdis memutar otak bisnisnya, ia memicingkan mata melihat Li Qin.! "aku memang yang memintamu tapi, aku juga berhak untuk menentukan sikap. kau dan abang ku saja yang terlalu bodoh untuk memainkan permainan ini" kata Valdis dengan smirk misterius nya.
Jelas sudah, kalau Valdis bukan golongan lelaki sejati yang bisa dipegang janjinya dan dipercayai setiap ucapannya. ia juga bukan seperti Je** Go***da yang mau berbagi peluh dan kasih sayang wanitanya kepada pria lain.
Sejauh ini, memang tindakan Valdis yang terlalu jauh dan kejam.! jikapun ada yang ingin menyelamatkan Li Qin, mustahil bisa berhasil dikarenakan semua ruangan telah disadap dan seluruh pergerakan sekitar area tersebut sudah dipantau nya. lebih sialnya lagi, semua penyusup bahkan kucing sekalipun tidak menggunakan waktu 5 menit untuk Valdis mengetahuinya.
"dasar psikopat.!" gerutu Li Qin dalam kelemahan nya.
"benar-benar Psikopat umpatan itu cocok untuk mu karena kamu adalah satu-satu nya lelaki yang tanpa perasaan, suka emosi, dan tidak punya hati nurani. kau benar-benar memiliki gangguan kepribadian antisosial dan main hakim sendiri dan hanya berani pada wanita lemah sepertiku" Li Qin mengumpat sesuka dan sebebasnya sekalipun dalam keadaan yang lemah dan mengenaskan, ia merasa bebas mengatakan apapun selama Valdis tidak ada didepan matanya.
Sedangkan Valdis yang mendengar semua umpatan dari mulut lemah Li Qin hanya tertawa dengan tawa dan rahang keras yang mengerikan.
"Mengumpatlah sepuasmu, ini pertama kali kau menggunakan mulut dan lidahmu dengan benar" kata Valdis tanpa bisa didengar oleh Li Qin.
Dari kantor Valdis, pintunya diketok tanpa menunggu persetujuan darinya. pintu tersebut dengan sopan terbuka lebar, ia melihat siapa yang masuk dan lalu tidak mengubrisnya sama sekali. dengan santai ia menutup layar monitor tanpa mengalihkan pandangan, seolah yang datang bukan siapa-siapa.
"apakah aku mengganggu.?" tanya Tanaka dengan seragam militer lengkap.
"tentu tidak, apakah kau ingin menembak kepalaku.?" tanya Valdis dengan santai
__ADS_1
"bantu aku untuk menemukan Li Qin" tegas Tanaka tanpa berbasa-basi lagi.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye