
...SANGAT BANGGA...
Kalau dulu buku yang tidak di baca sering di katakan sebagai salah satu bentuk perilaku manusia yang lebih kejam dari pada membakar buku, lalu di katakan apa perilaku Valensia yang lebih dulu memutuskan hubungan dengan sang anak tanpa mengetahui sebuah kebenaran terlebih dahulu.? haruskah ia di nyatakan sepenuh nya bersalah.? atau justru ia bersalah sebagian.? tapi, Tanaka sang putra sulung sedang tidak ingin menoleh pada sang ibu, hal itu merupakan bentuk kekecewaan sebagai seorang anak kepada ibu nya yang bisa di aplikasi kan nya melalui tatapan kekecawaan.
Sama seperti perkataan orang tua zaman dahulu yang tidak semua orang tau, yang mengatakan bahwa. Kalau makin awal kamu mengetahui sebuah kebenaran maka, akan semakin awal pula kamu melihat kebenaran sebagai hasil dari pekerjaan mulia mu. Dan kalau makin lama kamu mengetahui sebuah kebenaran maka, akan semakin lama pula kamu belajar tentang sebuah penyesalan sebagai bukti ke gagalan mu dalam belajar tentang apa artinya mempelajari sebuah kebenaran lebih awal.
Valensia yang telat mempelajari kebenaran sebagai ke gagalan nya dalam mengatasi suatu masalah kini tersungkur mendengar ucapan dingin penuh kesakitan dari mulut putra sulung nya, putra yang di nanti-nantikan nya dulu selama sembilan bulan lama nya dalam kandungan hingga besar terus menyayangi nya namun apa.? apa yang terjadi saat ini.?
Yang terjadi saat ini justru lebih buruk dari kata salah paham dan semua itu berawal karena sikap gegebah nya dan ketidak sabaran nya dalam memperlajari apa yang terjadi, hal ini membuat ia harus mengonsumsi pil pahit bahwa mulut nya sendiri yang memutuskan hubungan dengan Tanaka dan sekarang suami nya ikut membenci diri nya.
"Apa yang telah ku lakukan" kata Valensia menangis histeris.
"Apa yang nyonya lakukan.?? Heeeeeh.. masih bisa nyonya bertanya tentang apa yang telah anda lakukan.?" ketus perawat yang belum diberi nama nya oleh Author , seketika enam bola mata elang tertuju pada nya dengan lirikan mau.
"Iya, betul.! ini semua karena perkataan ku yang kejam terhadap putra sulung ku. harus nya aku tidak boleh buru-buru dan gegabah dalam berucap" Kata Valensia yang tidak keberatan mendengar ucapan perawat itu.
"Ini semua memang murni karena nyonya terlalu gegabah dan tidak pintar membaca situasi saat ini, hingga menyakiti ke dua nya dan seakan-akan melindungi anak nyonya yang bersalah itu" ketus perawat dengan sinis pada Valensia, entah dari mana datang dan berasal nya mulut ketus dengan kalimat-kalimat yang sedikit pedas itu hingga berani berbicara begitu pada sang nyonya.
"Kau seperti nya tidak sayang dengan lidah dan bibir bawah mu.!" tegur dokter setengah berbisik pada sang perawat, si perawat yang keras kepala malah berbalik menatap sang dokter dengan mata besar nya pertanda bahwa ia tidak merasa bersalah sama sekali dan apa yang di katakan oleh nya adalah sebuah fakta yang benar.
__ADS_1
Valensia yang mendengar bisikan sang dokter dan melihat ke angkuhan sang perawat hanya bisa memandangi tubuh mengerikan Li Qin "Apakah dia selamat.?" tanya Valensia pada dokter setelah memperhatikan tubuh Li Qin tanpa berniat merespon omongan perawat barusan.
"Sejauh ini kondisi nya masih sangat memprihatinkan nyonya, akan tetapi kami akan berusaha sebisa dan semampu kami untuk terus memantau dan memberikan pengobatan paling terbaik " kata dokter dengan sangat baik, setelah ini ia berharap nyawa mereka bertiga terus aman sentosa setelah apa yang di lalukan oleh perawat sialan ini..
"Lalukan sebaik mungkin, aku percaya pada tangan Tuhan yang melekat pada telapak tangan kalian" kata Valensia dan ia pun memilih duduk di sofa dan terus melihat kondisi Li Qin yang baru ia sadari dengan sangat jelas.
"Baik nyonya, saat ini tubuh nya merespon semua bentuk tindakan pengobatan yang kami lalukan dan itu adalah hal yang menggembirakan bagi kami dan tentu bagi tuan muda Tanaka juga" kata dokter
"Ya.. lakukan semua yang terbaik tidak peduli semahal apapun pengobatan nya, kalian harus memulihkan nya hingga kembali sempurna" kata Valensia yang masih betah menatap Li Qin
"Baik nyonya, semua pengobatan yang kami gunakan adalah berasal dari korea yang kami bisa jamin kalau nona Li Qin akan kembali lebih baik dari semula" jawab dokter
"BONUSS" teriak perawat dan spontan mengagetkan Valensia juga dokter. "Aaahkk, aku tidak sabar untuk mengirimkan nya kepada orang tua ku" sambung perawat itu dengan bahagia.
Valensia yang awal nya mulai tidak suka dengan sikap tidak sopan perawat ini, malah kembali luluh karena mendengar kalau bonus yang ia dapatkan nanti nya di berikan kepada kedua orang tua nya.
"Maafkan anak ku ini nyonya, kata dokter Ganda.. dokter yang setia selama puluhan tahun disisi keluarga Hul, mendengar permintaan maaf dokter pribadi keluarga nya membuat Valensia mengernyitka dahi seolah menuntut penjelasan.
"Ooh.. anak mu.?" kata Sofia seolah mewakili pertanyaan Valensia "anak kandung.?" tanya Sofia lagi dan di angguki berkali-kali oleh Dokter Ganda dan juga sang perawat.
__ADS_1
"Tidak ku sangka kalau kau mempunyai anak gadis yang sangat cantik dan bemulut pedas" kata Sofia dan perkataan itu malah membuat Valensia, dokter dan perawat tertawa.
"Dia hanya terbawa suasana saja nyonya Sofia, sebetul nya dia adalah anak yang sangat berbakti dan tidak mau mencari pekerjaan di Rumah sakit lain nya demi bisa menemaniku bekerja sebagai dolter pribadi disini" jelas dokter Ganda
"Oh.. ya.? kenapa begitu" tanya Valensia akhir nya tertarik dengan hal ini sambil mata terus menatap Li Qin
"Karna saya harus menjaga orang tua saya kemanapun seperti dulu mereka menjaga saya kemana pun.!" kata perawat dengan riang
"Kau anak yang baik, siapa nama mu.?" tanya Valensia barulah ia memalingkan pandangan dari Li Qin ke perawat.
"Perkenalkan nama saya Clois Ganda, nyonya. Yang juga putri satu-satu nya dari dokter Ganda yang hebat" jawab Clois dengan sangat bangga..
"Kau seperti nya sangat bangga dengan ayah mu" tebak Valensia
"Karena dulu ayah ku sangat bangga pada ku" kata Clois dengan senyuman mengembang yang memancarkan kecantikan alami nya.
Mendengar alasan kenapa Clois begitu ingin berada terus disisi sang ayah untuk bekerja membuat ia kembali terluka mengingat perlakuan putra bungsa nya itu. "Valdis.. Valdis.! Kenapa dia sebagai anak ku bisa seburuk ini Tuhan" kata Valensia dalam hati nya, hanya dia sendiri yang bisa mendengar.
Sofia yang bisa menebak isi hati Valensia mengelus pungung Valensia dengan sangat lembut, ia sedang memberikan kekuatan san semangat kepada mantan majikan nya itu.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye