TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 263


__ADS_3

...MALAS...


Usai sudah kisah hidup seorang wanita simpanan, kini kisah asmara para tokoh akan di mulai kembali. Tentu nya semua kebahagiaan yang di raih nanti nya akan mengorbankan satu dan beberapa hati yang harus tersakiti karena tidak bisa menjadi bagian dari kebahagiaan, itu lah pilihan.! dimana setiap pilihan akan ada suka, setelah mereka melawan dan melewati duka.


"Minggu pagi yang begitu cerah" ucap Li Qin yang bangun dari tidur nya, kemudian ia beranjak dari ranjang hendak membuka jendela lamar.


Udara segar di pagi hari tanpa polusi menyeruak masuk kedalam jendela yang telah terbuka, dengan suara kicauan burung di luar jendela. Matahari mulai malu-malu tapi berani menampakkan cahaya nya yang semakin lama semakin terik, dengan udara yang tidak kalah dingin memberikan sebuah kesejukan pada pagi ini.


"Aakkh.. aku harus melakukan apa pagi ini" kata Li Qin yang kembali merebahkan diri nya secara kasar di atas kasur empuk yang telah di sediakan oleh Tanaka di kamar yang ia tempati.


Kring.. kring.. kring.. suara dari benda kecil sebesar telapak tangan dari nakas yang terletak di sisi kiri ranjang Li Qin berbunyi, dengan malas Li Qin merayap menggunakan punggung nya dan menggeser tombol hijau lalu meletakkan benda itu di pipi kiri nya..


"Ya, halo" kata Li Qin dengan suara malas


"Halo.. kamu sedang apa" kata Laura dari sebarang telepon dengan suara yang serak dan malas juga.


"Aakkh.... apa yang bisa ku lakukan selain bermalas-malasan sekarang.?" kata Li Qin yang setengah dari ucapan nya adalah bertanya.


"Hahahaha.. ka sebentar lagi akan menjadi babi gemuk" ledek Laura yang masih sama dengan suara serak penuh sinyal kemalasan.


"Kau ada perlu apa menelpon ku, bukan nya kamu tinggal menaiki tangga lalu melangkah ke arah kamar ku ketimbang kau menelpon ku seperti ini.? ucap Li Qin.

__ADS_1


"Pipis saja di toilet yang ada dalam kamar ku, aku malas hingga menahan nya dengan sekuat tenaga. apa lagi datang manaiki tangga lalu menuju kamar mu seperti yang kau katakan, AAAHKKKKKKK... sungguh membosankan dan merepotkan sekali" keluh Laura yang saat ini telah mempoutkan bibir nya yang seksi.


"Hahaha" Li Qin tertawa malas mendengarkan ucapan Laura "biasanya kamu akan membantu mami di dapur bukan.?" tanya Li Qin


"Nah.. itu dia, mami baru saja memasak dan aku sangat malas untuk membantu nya" keluh Laura lagi dan hal itu membuat mereka tertawa bersama.


"Hari ini mami, masak apa ya di dapur.?" tanya Li Qin pada Laura.


"Aku belum tau, kalau kau penasaran datang saja temui ibu mu itu di dapur" ketus Laura dengan nada bercanda tentu nya.


"Aaaaahkkk...." teriak frustrasi Li Qin "Haha, aku malas sekali dan melihat kemalasan ku yang sekarang membuatku semakin frustrasi sendiri" kata Li Qin dan itu membuat tawa ke dua nya semakin terbahak-bahak.


"Sudalah, aku tadi nya mengira ketika menelpon mu akan membuatku semangat. tapi, ternyata suara jelek mu yang begitu cempreng itu membuat ku semakin malas dan mengantuk saja" ejek Laura pada Li Qin dan itu sama sekali tidak menjadi tali pancingan bagi Li Qin untuk membalas ucapan Laura, ia malah semakin tertawa terbahak-bahak.


Pembicaraan Li Qin dan Laura benar tidak berfaedah sama sekali, ke dua nya hanya ingin melepas rasa malas yang tidak mau pergi dari tubuh nya. tapi, seperti nya hari ini memang hari yang mengharuskan mereka untuk semakin malas malas dan malas.


Hingga suara ketokan pintu terdengar, Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar Li Qin terdengar nyaring hingga kedalam gendang telinga nya, tapi si wanita pemilik wajah cantik dengan kulit putih susu yang begitu mulus seolah malas untuk membuka pintu tersebut.


"Ahkkk.. aku malas sekali membuka pintu itu, siapa yang mengganggu kemalasan ku kali ini" kata Li Qin bertanya tapi dengan tetap malas membuka pintu.


Tok.. tok.. tok.. ketukan kamar kembali terdengar semakin kuat dan nyaring, seperti nya orang yang mengetuk telah siap untuk mendobrak pintu kamar Li Qin dan bukan nya risih dengan ketokan yang sudah naik ketahap gedoran malah membuat Li Qin semakin ingin bermalas-malasan di atas kasur nya.

__ADS_1


Seseorang seperti nya sudah lelah mengetok pintu hingga sesuatu yang buruk hingga di pikiran nya dan BRAKK.....!!!!! Akhir nya pintu tersebut di buka secara paksa oleh si pemilik rumah yang sebenar nya, beruntung pintu tidak rusak karena memang belum di kunci oleh Li Qin dari dalam. Sedikitpun Li Qin tidak kaget dengan hal itu, ia malah semakin memejam kan mata nya dengan raut wajah malas seoalah menikmati gebrakan pintu dengan tubuh nya yang sedang ia rebahkan.


"Hah.!! ku kira kau kenapa-kenapa di dalam kamar ini" kata Tanaka dengan raut wajah panik nya setelah mrlihat Li Qin tertidur terlentang di atas kasur dan Li Qin malah seolah tidak mau mengubris ke khawatian Tanaka, ia terkesan menyueki pria tampan di samping nya.


"Hei.. kenapa kamu seperti nya malas sekali pagi ini" tanya Tanaka sambil mendekatkan diri disisi ranjang dimana Li Qin tidur terlentang tanpa dosa dan beban sama sekali.


"Aku malas sekali hari ini" jawab Li Qin dengan nada yang benar-benar membosankan dan nada bicara yang di paksakan.


"Benarkah.?" kata Tanaka dan kini ia telah duduk disisi ranjang. "apa kau ingin keluar.?" tanya Tanaka lagi, mencoba membantu mengusir rasa malas pada Li Qin.


"Waaah.. Daebak.! Aku sangat malas hari ini, dan kamu malah mengajak ku untuk keluar. Apakah kamu tau.? kalau ajakan mu itu semakin membuat ku bertambah malas" protes Li Qin dengan mempoutkan bibir tipis nya yang mungil, dan masih dengan mata nya yang terpejam rapat.


Tanaka terkekeh kecil mendengar keluhan kemalasan Li Qin, dan sekaligus merasakan gemass melihat wajah Li Qin yang begitu imut setelah mempoutkan bibir nya kedepan. Menurut nya Tanala saat melihat Li Qin, kali ini wanita di hadapan nya tidak sedang main-main dengan rasa malas yang ia rasakan.


"Kalau begitu apa kamu ada rencana melakukan sesuatu di dalam kamar ini.?" tanya Tanaka dan hal itu membuat Li Qin menoleh ke arah si pemilik suara.


"Apa yang bisa kita lakukan di dalam kamar ini ?" tanya Li Qin dengan kepolosan yang hakiki, sambil mata nya menelusuri seluruh ruangan dalam kamar besar yang menjadi tempat ternyaman untuk merebahkan tubuh nya yang lelah


"Apa kau sungguh bertanya pada ku tentang ini.?" tanya Tanaka kembali dengan isi otak nya yang sudah menyalakan lampu remang-remang dan di penuhi oleh ide-ide kreatif yang sangat cemerlang.


APA RENCANA NYA TEMAN-TEMAN..

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2