TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 44


__ADS_3

TUKANG PIJIT GADUNGAN


Setiap hal baru yang di lakukan pasti ada efek tersendiri untuk kita seperti hal nya Valensia sejak mereka duduk lama ditepi pantai dengan hembusan angin malam yang kencang membuat ia merasakan pusing, demam, meriang ditambah lagi perjalanan yang jauh membuatnya semakin lemah hingga saat mereka menuju asrama militer lombok ia benar-benar tidak kuat lagi.


"aku gak tahan mau muntah" keluh Valen untuk kedua kalinya dan berhasil membuat Valr khawatir


"kamu mabuk perjalanan.? kenapa pucat sekali.? tanya Valr namun tidak kunjung mendapat jawaban dari Valen


"wuuuueeeekkkkkkkk😖😖" Valen mulai terpancing dengan rasa mualnya yang masih belum keluar


"dek, ayo kita ketoilet dulu" Valr langsung menarik tangan Valen menuju le toilet umum dan benar saja Valen memuntahkan semua isi didalam perutnya tanpa sisa sedikitpun didalam, suara Valen yang sedang muntah terdengar pada ibu-ibu jalasenastri yang tinggal bersama suami mereka diasrama militer ikut berlari membantu Valensia..


"kenapa dia dek.?" tanya salah satu ibu-ibu yang juga bisa berbahasa indonesia bukan lombok😁


"mabuk perjalanan bu" jawab Valr cemas


"Lo, diurut dong dek kenapa dilihatin terus gadisnya.?" sambung ibu lain


"belum muhrim jenk masih tunangan" saut ibu lainnya sambil mengurut-urut punggung Valen dan ibu lain juga memberikan Valen teh hangat dicampur jahe tidak lupa minyak angin digosok kepunggung nya.


"hueeeeeeeekkkkllll" Valen kembali memuntahkan semua namun kali ini yang ia muntahkan berupa cairann teh yang baru saja dia minum.


"dek, abang bawa ke RS ya.?" ucap Valr yang hanya berdiri mematung karna bingung harus bagaimana jika ia menyentuh pundak Valen sekedar mengurut punggung rasanya terlalu lancang.


"iya kita bawa aja ya neng.? kasihan kamu sudah pucat begini" namun Valen tetaplah Valen tidak menjawab apapun dari ibu-ibu yang sudah membantunya


"maaf ya bu dia orangnya susah berkomunikasih selama ini dia diasrama terus tanpa berbaur sama orang luar" ucap Valr yang tau jiwa ibu-ibu yang tidak suka didiemmi


"ooh gitu, gapapa neng nanti bareng sama ibu ya biar bisa akrab" dan mendapatkan anggukan dari Valen


"gimana sudah baikan belum dek" Valen mengangguk lagi😊


"sudah bawa dia dikamar kamu biar istrahat" sahut salah satu dari ibu itu😂


"jenk sembarangan kalau dibawa dikamar nya bisa gak dites kesehatan besok"


"hahahahaha aduh jenk aku lupa😁"


"dia tidur di dalam asrama bu, berhadapan dengan ruangan ku tidak akan terjadi apa-apa" ucap Valr tegas


"baiklah kami pergi dulu ya dek" ucap ibu-ibu itu setelah memastikan Valen tidak muntah lagi


"Makasih ya bu bantuannya" ucap Valr

__ADS_1


"sama-sama nanti kami berkunjung ya neng."


"iya bu, saya tunggu" jawab Valen yang akhirnya mau bicara😁 setelah mendapat tatapan tajam dari Valr


15 menit berlalu Valr dan Valen dikamar yang sama eittts bukan tidur bersama ya😁😁😁😁😁😁 tapi menunjukkan kamar saja.


"ini kamar mu untuk beberapa hari dan ini selimut" ucap Valr


"bang Valen tidak biasa pake selimut tipis" ucap nya sambil menundukkan kepala takut Valr marah karna memang kondisinya yang meriang tidak akan bisa membuatnya hangat dengan selimut tipis.


"kamu mau pake yang tebal.?" tanya Valr lembut namun sangat menggelikan dan mendapat anggukan dari Valen


"abang beli dulu ya dek tunggu disini" Valr berniat membeli selimut tebal untuk tunangan nya namun belum sempat ia melangkah keluar Valen malah menahan tangan nya.


"ada apa.?" tanya Valr


"aku takut ditinggal" ucap nya manja namun dalam mode takut


"baiklah abang tunggu sampai kamu nyaman disini" entah kenapa saat itu Valr menurut saja padahal biasanya aturannya lah yang berlaku😁.


30 menit mereka dikamar tanpa pembahasan Valen duduk ditepi ranjang sambil nyengir membuka ponselnya (apa lagi yang bisa membuat dia tertawa selain novel😁😁) Valr yang tau tunangannya seperti kesambet setan yang sebentar diam dan sebentar tertawa secara tiba-tiba sampai menahan perutnya saking ngakakkk menarik paksa ponsel dari tangan Valensia kemudian menukar dengan ponselnya.


"bang kenapa diambil.?" tanya Valen heran


"hmmm ada-ada saja" ucap Valen namun kembali lagi rasa mual ingin muntah ia rasakan, Valr yang tau hal itu secepat kilat membawa Valen kembali ketoilet umum setelahnya mereka kekamar lagi namun kali ini Valr memberanikan diri mengurut tunangannya


"dek abang pijit aja ya.?" izin Valr dan mendapat anggukan dari Valen yang sudah tidak mampu lagi dan ingin sekali rasanya dikeroki😂😂


ya Valr memijit mulai dari bahu dan punggung 5 menit berlalu mulai terdengar jeritan kecil dari Valen


"aoooowwww" pekik Valen


"aduuuhhh" jeritt Valen lagi


"aaaaahhhhhw" meringiss


"bang sakit tau.!" protes Valen


"kenapa lagi sih dek dari tadi aooee aah aduhh sakit.!! orang dengarr dikira kita lagi main smack down " kesal Valr


"astaga abang mijit apa mau matahin tulang tulang Valen.?"


"aaahhhhhh hahahahahhaa gelliiiii😁😁😁😁😁" Valen ngakak setelah pinggang nya ditusuk telunjukkk

__ADS_1


"diamm.!!" tegas Valr dengan nada tinggi tentu saja hal itu membuat Valen diam dan tunduk, tidak lama setelahnya Valr keluar tanpa izin ke Valen mungkin membeli selimut tebal sedangkan Valen mengganti pakaian betapa terkejut ia melihat punggungnya merah hingga ada 10 jari menempel dari bahu sampai punggung.


"astaga siappp grakkk kau.!!!!!!!!" kesal Valen "gila ya dasar tukang pijit gadungan tidak bermartabat jadi tukang pijitt awass ajaaa kalau kau sakiit.!!!" gerutu Valen tanpa ada yang mendengar.


setelah dipijit oleh Valr ia terus aja buang angin dan merasa tubuhnya segar, Sore ini ia lalui tanpa keluar dari kamar dan hanya memainkan ponselnya sambil tertawa ngakak bagaikan orang gila hingga tidak menyadari pintu terbuka


"Valen.!!!" tegas Valr dengan tatapan yang tajam


"abang.??" ucap Valen terkejut karna posisinya Valen masih belum memakai bajunya hanya celana dan tank top bewarna dongker😁


"kamu.!!!!!!!" tegas Valr lagi


"maaf bang tadi Valen merasa gerahh" ucap nya namun tanpa sengaja Valr melihat bekas tangan yang memerah dibahu Valen yang tidak tertutup tank top segera iya mendekat dengan wajah yang siap menerkam musuh.!


"kenapa ini, apa kamu korban kekerasan.!!!!" tegasnya "siapa yang berani melakukan nya.!!! Valen jawab.!!!" bentak Valr sungguh hal itu membuat nyali Valen menciut seluruh tubuhnya gemetaran karna takut hingga tidak berani menatap Valr.


"VALENSIA.!!!!!!!!!! teriak Valr beruntung tidak ada prajurid lainnya disitu


"a.a.aaku b..belum eeec b.bb..bukan korban kekerasan." jawab Valen menunduk


"sudah berapa kali kukatakan aku didepan mu bukan diselangkangan mu Valensia.!!!!!!" tegas Valr kesal karna melihat Valensia menatap kelantai


"maaf bang, ini tadi bekas pijitan mu." ucap nya sambil menatap wajah Valr


"apa.!!!! sebegitu lembeknya kulit mu.??" tanya Valr tidak percaya


"tapi tadi itu seperti bukan pijitan" ucap Valen


"haiiisss bekas ini bisa jadi perkara besok jika kamu diperiksa tubuhnya.!!" ucap Valr panik


"emang diperiksa semua bang.?" tanya Valen


"iya tentu semua tanpa terkecuali" jawab Valr yang panik


"ini pasti gak bakal nampak kok bang" jawab Valen


"kamu yakin.?"


"yakin nanti Valen oles salep" jawab Valen berbohong


"yasudah kamu istrahat abang kekamar dulu"


Valr berlalu mengunci pintu dari depan sedangkan Valen diam melongoo melihat Valr yang tidak tau melayani orang baru

__ADS_1


"gilaa kali yakkk siapp grakkk masa dia gak britau mana jalan ke kamar mandi, mana tampat minum.!!" gerutu Valen karna ia merasa haus dan kebelet..


__ADS_2