TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 218


__ADS_3

...PENYELIDIKAN...


"Beberapa mengatakan telah melihat nona Li Qin berjalan dari arah utara tidak jauh setelah ia keluar dari rumah sakit dengan berjalan kaki" Bambang sedang melaporkan beberapa penemuan dan informasi baru yang ia dapat dapat dari para petugas rumah sakit dan juga pemilik rumah makan disekitar gedung dan semua nya mengaku telah melihat Li Qin.


"Bagaimana dengan raut wajah Li Qin saat itu ?" tanya Tanaka, yang teringat kalau biasanya ketika Li Qin ada masalah maka raut wajah dan mata nya lah yang menjelaskan tentang suasana hati nya yang sedang buruk.


"Nona Li Qin berjalan seolah beban nya telah lepas, mungkin di karenakan ia telah menyelesaikan tugas nya di rumah sakit seharian. wajah dan langkah kaki nya tidak menunjukkan ekspresi takut atau berbagai hal lain nya yang dapat kita di curigai dan semua orang yang memberikan kesaksian nya jelas mengingat dengan sangat baik kali terakhir mereka melihat nona Li Qin dengan wajah yang tersenyum, bahkan ada yang sempat menyapa dan berjabat tangan dengan nona" sambung Bambang


"artinya nona Li Qin, tidak memiliki tanda-tanda bahaya" sejenak Ucok berfikir dengan hasil yang mungkin mustahil "apakah mungkin nona Li Qin menghilang karena ke inginan diri sendiri.? seperti, memang sengaja menyembunyikan diri dari umum.? tapi, apa alasan ia berbuat seperti itu.?" perkataan Ucok yang juga tengah menimbang - nimbang dalam otak nya membuat dua mata elang menatap nya dengan tajam.


"aku mengenal nya, dia bukan type wanita yang suka keluyuran apa lagi pergi ketempat lain setelah selesai dinas. ia justru selalu buru-buru pulang kerumah dan merebahkan diri" kata Tanaka dengan tegas tidak terbantah, ia dengan cepat meluruskan sebuah persepsi yang salah dari bawahan nya Ucok.


Bambang berfikir sejenak, ia baru teringat dengan hal paling penting yang seharus nya ia laporkan "tapi, ada satu hal yang janggal dan benar - benar membuatku merasa bersalah" kata Bambang


"Apa itu" serempak Tanaka dan Ucok bertanya


"semua orang yang ku tanyai mengenai Li Qin, di temukan mati keracunan dan tidak ada bukti bahwa mereka di racuni setelah memeriksa seluruh tempat kejadian. dan setelah memeriksa semua cctv, tidak ada yang salah dan semua aktivitas para korban keracunan nampak jelas. sama sekali tidak ada satu ekor semut pun yang bisa di curigai." jelas Bambang dengan raut wajah sedih, mungkin merasa bersalah dan mengira kematian lima belas orang itu di karenakan diri nya yang menanyakan mengenai Li Qin. walau sebetul nya memang betul, kematian ke lima belas orang itu berhubungan dengan pertanyaan nya mengenai Li Qi.


Mendengar penjelasan Bambang, Tanaka dan Ucok spontan menganga dan sangat terkejut. bagaimana bisa ada manusia yang tega membunuh lima belas nyawa sekaligus dalam waktu bersamaan "artinya, musuh sesungguh nya yang menjadi dalang dari hilang nya Li Qin berada disini. Dia berada tidak jauh, masih disekitar kita dan sedang memantau setiap pergerakan kita, sepertinya kita semua yang ikut dalam penyelidikan ini harus berhati - hati karena lawan kali ini tidak sesederhana yang di perkirakan" jelas Ucok yang sudah mengepalkan kedua tangan nya dan selalu pintar membaca situasi dari pergerakan musuh.

__ADS_1


"Mulai sekarang penyelidikan cukup dilakukan oleh kita bertiga dan jangan ada lagi yang mengetahui nya termasuk orang terdekat ku ataupun kerabat dekat Li Qin. Semua nya harus kita jadikan sebagai musuh, biarkan semua seolah kita sedang berhenti dan jangan lagi bertanya mengenai Li Qin kepada siapapun" jelas Tanaka


"Kurasa untuk saat ini lebih baik seperti itu, untuk sementara waktu" kata Ucok


"Musuh sedang memberikan kita sebuah peringatan, agar berhenti menyelidiki kasus yang tidak terpecahkan ini" kata Tanaka dengan tatapan dingin nya.


"sekaligus sebuah ancaman jika berani maju meneruskan penyelidikan maka, jelas taruhan nya adalah nyawa" tambah Ucok yang sekarang bisa membaca keinginan hati musuh.


"Tapi ketahuilah, siapapun yang telah menebar racun untuk membunuh ke lima belas manusia yang tidak memiliki konflik dengan nya adalah sebuah permainan yang terlalu terburu-buru. dengan terang-terangan ia membuktikan kecurigaan kita bahwa orang sekitarlah dalang nya, yang tentu saja tidak jauh dari kita" jelas Tanaka dan sangat yakin.


"Dan kita juga akan terancam, ck.. aku benci permainan anak kecil yang seperti ini" kata Bambang, disaat nyawa nya ikut terancam ia masih mampu mengatakan kalau ini permainan anak kecil.


"Satu persatu bukti kalau Li Qin diculik ditambah lagi dengan pergerakan musuh telah menjawab semua kecurigaan kita dengan sangat pasti, bahwa Li Qin murni di culik dan bukan sengaja menyembunyikan diri" sambung Ucok yang sempat berfikir kalau Li Qin sengaja menghilang


"Hanya kau saja yang berfikir kalau nona Li Qin sengaja menghilang dari bumi ini" ketus Bambang pada Ucok


"dan saksi mata yang terakhir juga melihat Li Qin masuk ke rumah, sudah sangat jelas membuktikan kalau Li Qin tidak di culik dalam perjalanan melainkan di dalam rumah" sambung Bambang


semua bukti ini baru mereka dapatkan setelah mengumpulkan kembali rekaman cctv tiga tahun lalu yang masih mereka simpan dan rekaman cctv yang sempat rusak di waktu Li Qin di nyatakan hilang.

__ADS_1


*


*


*


"SIAL.! harus nya aku tidak gegabah dalam bertindak, sekarang mereka pasti membaca kalau aku memberi sinyal ancaman dan seolah sedang mengirim peringatan" geram Valdis pada diri nya sendiri.


"AHKKKKKKK.. SIAL! SIAL!" Valdis terus berteriak histeris dengan emosi yang tidak bisa ia kendali kan lagi.


"dasar brengsek.!! mereka pasti semakin yakin kalau wanita sialan ini diculik bukan menyembunyikan diri" kesal Valdis pada diri nya yang selalu gegabah.


ya, selama ini Valdis selalu saja berhasil dalam memandu sebuah permainan yang diri nya ciptakan hingga, melahirkan persepsi bahwa Li Qin sengaja menyembunyikan diri dan bukan hilang karena diculik. tapi, sepertinya semua itu musnah sudah karena tindakan nya meracuni orang melalui gas beracun yang ia semprotkan melalui jalur udara dengan gegabah.


"Aku seolah memberi jawaban suka rela, bahwa benar orang yang mereka curigai ada di sekitar dan tidak pernah jauh" kata Valdis lagi tanpa ada yang merespon semua ucapan nya.


Li Qin, hanya mampu menatap Valdis dengan kesedihan dan ekspresi yang benar - benar tidak bisa dibaca. sisi gelap Valdis yang ia ketahui selama tiga tahun disekap begitu sangat menakutkan bagi nya, sosok lelaki yang lemah lembut dan begitu tulus yang ia kenal di masa kecil nya dulu, kini telah menjelma sebagai monter buas yang membuat dan memaksa malaikat maut tunduk pada ke kejaman diri nya.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye

__ADS_1


__ADS_2