TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 243


__ADS_3

...KEMARAHAN...


Vano mulai mengkhawatirkan apa yang akan terjadi selanjut nya kepada Valdis setelah pintu kamar Tanaka terbuka, karena diri nya tau betul kalau Tanaka bukan lah orang yang mudah terprovokasi emosi nya pada hal-hal rumit sekalipun. kecuali, seseorang tengah mengganggu keluarga nya dan sesuatu yang ia cap sebagai milik nya dan situasi saat ini adalah seseorang telah berani menghancurkan milik nya dengan memperlalukan wanita masa kecil nya secara tidak manusiawi.


Ada sesuatu dalam diri Tanaka yang tidak boleh di bangunkan dan semua orang tau akan hal ini, dimana tingkat emosional yang di miliki Tanaka berbeda dari yang di miliki oleh Valr, Valdis dan termasuk Vano.


Tingkat emosional yang di miliki oleh Tanaka akan terlihat ketika sedang berhadapan dengan musuh, ia akan berubah melebihi dari seorang spikopat yang bisa menghabisi nyawa seseorang yang tanpa perasaan, tanpa amarah, dan tidak memiliki hati nurani, sesuatu itu keluar dengan buas dalam diri nya dan mampu membantai siapapun tanpa sadar bahwa itu adalah keluarga, semua dimata nya berubah menjadi musuh dan akan sangat sulit meredam amarah nya.


Sama seperti Valensia saat ini yang mulai di hantui ketakutan akan sesuatu hal yang mungkin segera kelusr dari dalam diri Tanaka setelah mendengar perkataan dari abang sepupu nya Vano.


"Tidak, ini tidak boleh terjadi.! Tanaka tidak boleh kembali seperti dulu" kata Valensia dalam hati nya


Belum sempat Valensia menenangkan diri ia malah mendengar jawaban dari Tanaka "Aku akan memikirkan nya sebagai takdir yang seharus nya terjadi atau tidak ketika aku sudah melihat siapa yang berada di dalam kamar ku, Paman" kata Tanaka dengan tegas, hal itu membuat Valensia semakin gemetaran. Sebagai ibu, ia sudah bisa merasakan apa yang selanjut nya akan terjadi hingga pintu terbuka secara perlahan.

__ADS_1


Valensia menggelengkan kepala dengan sangat kuat.! seluruh badan nya bergetar serasa semua tenaga nya lari terbirit "TIDAK.!! Pintu tidak boleh terbuka.!" kata Valensia dalam hati "Tanaka adalah anak yang melebihi dari seorang psikopat, ia dapat memiliki sikap yang bertentangan dengan norma-norma sosial, ia bisa kurang bertanggung jawab bahkan tidak akan bertanggung jawab, juga ketika mengamuk ia akan sangat kesulitan membedakan perilaku yang baik dan buruk ketika amarah nya sudah di puncak, serta kurang memiliki rasa empati pada musuh yang sudah di targetkan nya." kata Valensia dalam hati nya tanpa ada yang tau kata hati seorang Valensia yang seperti tertindas malam ini.


Bibir Valensia benar-benar keluh tidak mampu berkata-kata lagi, sebagai seorang ibu ia bisa merasakan bencana keluarga apa yang akan segera terjadi.


CE..EEEEE.....


EEEEEEE....KLEEEK...


Pintu terbuka dengan sempurna, menampakkan dua dokter dan satu orang perawat berdiri di samping ranjang milik Tanaka yang telah di sulap menjadi ranjang pasien, ketiga nya seperti sedang mengamati perkembangan pasien hingga pintu terbuka dokter dan perawat itu menoleh ke arah pintu.


Dokter dan perawat yang bingung mau menjelaskan seperti apa hanya bisa terdiam dengan lidah nya yang keluh, karena mereka bertiga sudah di rundung ketakutan melihat eksperi dan tatapan mata yang merah dari Tanaka dan seperti nya sudah berhasil berubah menjadi monster. Para dokter dan perawat itu hanya mampu bergeser menampakkan sosok gadis kurus yang lemah dengan banyak alat bantu kehidupan menempel di seluruh tubuh serta kepala nya yang botak sebagian, dan sebagian lagi memiliki rambut panjang yang tidak rapi seperti potongan rambut tikus.


Tanaka perlahan maju, selangkah demi selangkah ia berjalan dengan tubuh atletis yang begitu gagah. kedua tangan ia kepalkan erat di dalam saku celana nya dengan bola mata nya yang telah berubah warna menjadi merah, pandangan nya juga berubah menjadi begitu gelap dan suram.

__ADS_1


Semakin mendekat pada ranjang yang di atas nya ada wanita terbaring tidak berdaya, seorang wanita berwujud seperti monster karna siksa yang terima dengan kulit tangan nya yang terkelupas, warna kulit nya yang telah menguning, kulit kepala nya yang di penuhi dengan kudis dan luka-luka sayatan juga di penuhi dengan bekas jahitan sedang terbaring lemah, berjuang antara hidup dan mati dengan berbagai alat bantu kehidupan di seluruh tubuh nya.


Dari kedekatan Tanaka telah memastikan kalau tubuh yang terbaring lemah hampir tidak terkenali dengan banyak luka di wajah dan sekujur tubuh serta tangan hingga kaki adalah wanita yang ia kenal, wanita yang ia cari sejak lebih dari tiga tahun lama nya.


"Li Qin.!" kata Tanaka dan Valensia yang tidak salah dengar menjadi shock, ia berjalan di smaping Tanaka dengan langkah gontai dan gemetaran. Ia kembali memastikan apakah ini benar Li Qin wanita yang menjadi rebutan ke dua putra nya atau bukan.


Tanaka benar-benar sudah di batas pertahanan nya, hati nya hancur luruh melihat kondisi Li Qin gadis pujaan hati nya yang pernah tidur seranjang dengan nya walaupun tidak sampai ketahap bercinta, Dunia nya serasa berhenti sementara melihat tubuh yang tidak bisa dikatakan layak sebagai tubuh manusia lagi.


Melihat Tanaka yang seperti nya hancur, Valensia pun memperhatikan dengan seksama dan.. "Ya Tuhan.. ya Tuhan.. Ya, Tuhan.!" kata Valensia yang akhir nya tersungkur jatuh ke lantai, ia benar-benar tidak memiliki tenaga lagi untuk berdiri dengan menggunakan kaki nya sendiri dan Pandangan nya gelap karena ditutupi oleh air mata yang sudah membanjiri pipih.


Reaksi Valensia yang tersungkur kaget dan histeris dengan air mata dan isak tangis nya yang pecah melihat kondisi Li Qin saat ini, Loren dan Sofia juga memiliki reaksi yang sama ketika melihat seorang wanita yang menakutkan sedang berbaring tak sadarkan diri "AAAAAAAAAAAH" teriak Loren dan Sofia yang histeris dengan kondisi perempuan yang tidak mereka kenali berbaring di ranjang pasien dengan tubuh mengenaskan dan mengerikan.


Penasaran Laura dan orang tua nya yang kaget dengan reaksi Loren dan Sofia memberanikan diri menembus ke dua nya untuk masuk melihat dan betapa kaget nya mereka hingga menutup mata dan mulut melihat apa yang ada di depan mata.

__ADS_1


"MANUSIA BIADAAAAAAAAAABB" teriak Tanaka sekencang -kencang nya dan di saat itu juga Valdis ysng di ikuti oleh Vano sang paman, berusaha berlari menarik kaki nya yang tertembak hingga bisa berada di dalam kamar sang kakak menjadi kaget, takut dan gemetar.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2