
...MENGAGUMI, AKU MEMANG GILA...
Terkadang ketampanan seseorang membuat kita tanpa sadar memiliki rasa takjub, ekspresi yang tercengang, pandangan mata dan tatapan yang berpadu dengan pikiran secara terheran heran dengan perasaan memuji akan ketampanan seseorang seperti Laura yang memuji dan terlalu mengagumi ketampanan Leo dengan respon nya yang terlalu berlebihan.
Ketakjupan nya melihat lelaki tampan yang terlalu paripurna kesempurnaan nya, membuat ia tidak mampu lagi untuk berkata-kata hingga seluruh pergerakan nya terkunci. Ia meninggalkan harga diri dengan gaya elegan nya sebagai seorang wanita cantik bak bidadari di langit ke sembilan, demi memandangi mahakarya di depan nya.
"Kali ini aku memang gila, kalau pun aku sadar.! sungguh aku tidak akan menyesali hal itu" ucap Laura dan hal itu membuat Leo tertawa dengan semakin tampan.
"Ha ha ha ha.. apakah kamu memuji ku sebegitu tinggi nya nona.?" ucap Leo dengan semakin tampan.
"Iya, kau sangat tampan dan sempurna" jawab Laura tanpa berniat memalingkan pandangan mata nya, ia menatap dengan sangat rakus.
"Semoga, kau tidak berubah nona" ucap Leo dan pandangan mata nya begitu berbeda dari sebelum nya, penuh minat, penuh keiginan, penuh kerinduan, penuh tekat yang kuat.
Laura yang sudah merasa telah bisa menetralkan suasana hati nya dengan rasa malu dan kegugupan nya, Laura akhir nya memberanikan diri menjawab beberapa pertanyaan ringan dari dokter Leo tentang nama nya, dia tinggal dimana, kerja nya apa, umur nya berapa dan pernah jalan ke negara mana saja.
__ADS_1
Akan tetapi, semua jawaban dari Laura ada satu jawaban yang berhasil membuat Leo sedikit kasihan dan bertanya tanya dalam hati nya. Rasa kasihan itu ia tujukan kepada Laura karena diri nya harus terus berdiam diri di dalam rumah dan baru keluar melihat dunia hari ini, sekalipun dia sudah menyelesaikan perkuliahan nya di inggris dan menjadi salah satu mahasiwa lulusan terbaik tahun itu.
Menjadi lulusan terbaik di negara maju, tentu bagi Laura. Hal itu tidak menjadi alasan bagi nya untuk bisa berkarya di dunia luar dan justru memilih untuk berdiam mengurung diri di dalam rumah nya, sebetul nya Leo sudah semakin penasaran saja dengan kehidupan Laura. Namun, ini adalah pertemuan ke dua nya dengan Laura dan bagi Laura ini adalah pertemuan pertama nya dengan Leo. Jadi, akan sangat berkesan tidak sopan jika Leo bertanya lebih dalam tentang kenapa Laura memilih berdiam di dalam rumah nya ketimbang berkarya seperti Li Qin dan gadis lulusan terbaik lain nya..
*
*
*
Dan Laura yang tadi nya sedanf asik berbincang kepada Leo, akhir nya menyadari kedatangan Li Qin setelah menoleh kesamping. Ia melihat ekspresi dari saudari nya itu dengan heran dan juga tertawa karena ia merasa, ternyata bukan hanya dia yang bersikap bodoh di hadapan Leo. Ketika melihat sosok dokter Leo yang tampan dengan kulir maskulin ini.
Laura akhir nya memilih untuk bangkit berdiri dan menghampiri Li Qin, ia kemudian berbisik di telinga Li Qin "Apakah kau, seterpanah itu melihat dokter Leo.? sampai mata mu tidak bisa di kedipkan lagi.?" tanya Laura. "Jangan-jangan ini penyebab Tanaka, bersikap dingin pada mu, ternyata kau telah berulah dan seperti liar.! Lihat saja pandangan mu ketika menatap lekat dokter Leo" ucap Laura dengan berbisik dan di pastikan tidak bisa di dengar oleh Leo, ia berbisik sambil tertawa dengan elegan dan hal itu tidak luput dari pandangan mata Leo.
Mendengar itu tentu saja Li Qin wajib protes, karena bukan itu isi pikiran nya saat ini. Melainkan ada sesuatu yang lebih aneh dari tatapan dokter Leo pada saudari nya Laura. "ck.. kau berisik, aku tidak sedang memandangi nya karena kagum.! Bukan seperti kebodohan mu itu.!" ketus Li Qin sambil berbisik juga pada Laura, dan Laura mencibirkan bibir nya hingga maju delapan centi.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana kau menjelaskan ekspresi mu ini" tanya Laura masih betah dengan berbisik.
"Kau tau.? dokter Leo, sudah sangat bosan untuk ku pandang dengan kagum. Mungkin efek setiap hari bertemua jadi pendangan ku pada dokter Leo biasa saja, semakin di pandang semakin biasa saja." ucap Li Qin yang terus mengikuti gaya berbisik Laura dan ucapan nya itu membuat Laura menggeleng tidak percaya.
"Wanita juga memang buaya, kalau wanita tidak buaya mustahil ada yang janda lalu merusak suami orang lain" ketus Laura, ia benar benar kesal dengan jawaban Li Qin.
"Tapi, ada satu hal yang membuat aku heran.!" ucap Li Qin yang juga sambil berbisik di telinga Laura dan hal itu berhasil memulihkan bibir Laura yang sempat monyong delapan centi.
"katakan pada ku segera, apa hal yang membuat mu menjadi heran. Hingga ekspresi mu terhadap lelaki tampan itu menjadi seperti itu.?" tanya Laura dengan menggebu menggebu dan masih dengan berbisik dan terlihat dari ekspresi nya, Laura seperti nya butuh jawaban cepat dari Li Qin.
"Lihatlah, kenapa pandangan nya terhadap mu seperti pandangan orang yang lama ia cari dan baru di temukan" jelas Li Qin dan hal itu membuat Laura tertawa terbahak-bahak memecahkan aksi bisik-bisik mereka.
Li Qin yang kesal terus memicingkan mata nya, beserta bibir nya hingga tertarik tujuh centi kebelakang. Diri nya sudah menduga kalau Laura akan tertawa terbahak-bahak dengan ucapan nya, sedangkan Leo malah ikutan tersenyum melihat Laura yang sedang tertawa lepas, dan hal itu jelas tidak luput dari pandangan dan penyelidikan mata Li Qin.
Li Qin sebetul nya tidak perlu bersikap berlebihan akan tetapi, felling seorang Li Qin terkadang tidak bisa di abaikan begitu saja. Ia ingin sekali melarang Laura untuk tidak terlalu dekat dengan Leo, akan tetapi ini adalah pertemuan pertama nya dengan lelaki itu. Apa yang harus ia khawatir kan.? Lagi pula, Leo adalah lelaki yang normal jadi wajar saja ia bersikap seperti itu ketika melihat Laura yang begitu cantik dan seksi.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye