TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & L 157


__ADS_3

...METODE HATI...


Bertemu dengan seseorang tidak selamanya karna kebetulan, ada beberapa pertemuan dengan seseorang karna perencanaan dalam mendekati target demi mencapai misi. tidak ada kata cinta saat memulai aksi, yang ada hanya kata fokus untuk membidik target hingga terbius dalam jebakan.


sama seperti yang dilakukan oleh Rico saat ini, dengan ketampanan dan paras bulenya. ia berhasil membuat dirinya sangat mudah mejalankan misi dalam melancarkan aksi pertamanya untuk mendakati dan meluluhkan target hingga terpesona saat pertama melihat dirinya seperti reaksi yang kini di perlihatkan oleh Li Qin ketika pertama melihat Rico.


"Sungguh aneh, wanita ini sangat lucu dan begitu cantik. auranya begitu memikat mata.! tingkahnya sangat menggemaskan dan kau pasti akan segera masuk dalam genggaman ku.!!" kata Rico dalam hatinya.


"sungguh lelaki bule yang begitu tampan dan menawan, aku bahkan tidak pernah segila ini melihat laki - laki seperti mu dipertemuan pertama" kata Li Qin lagi dengan mematung


"hmmm.??" kata Rico hanya mampu berdehmm meresa dirinya menang satu nol.


"dokter Li Qin, kurasa anda salah makan dan mungkin anda makan bubur basi tadi pagi sampai anda bersikap kurang profesional" kata Direktur benar - benar bingung dengan ekspresi tidak biasa dari Li Qin.


"pak Direktur bisakah bapak diam dan tidak mengganggu pemandangan ku saat ini.? ini bagaikan lukisan dewa seribu bayangan dialam surga mimpiku" jawab Li Qin tanpa menoleh ke arah direktur, matanya dengan berani menatap mata bule Rico tanpa berkedip sedangkan yang lain kaget tidak menyangka Li Qin bisa secentil sekarang ini.


"kalau begitu ku rasa saat ini nona sangat tidak sabar untuk pergi makan siang bersama dengan ku bukan.?" tanya Rico


"hmm.. hmmm" jawab Li Qin mengangguk


"tapi, ini bahkan belum jam makan siang pak" kata Direktur


"bersama nona Li Qin yang begitu pintar dalam mengagumi pria kurasa semua waktu akan menjadi terang." jawab Rico


"benar, benar - benar betul.!" sambung Li Qin


kini mereka sudah sampai di restoran Tradisional yang menyediakan makanan khas Nias tanpa campuran makanan zaman sekarang, Rico, Li Qin dan Direktur sedang menikmati makan siang diwaktu yang belum mengarah ke siang hari.


"ini sebuah kehormatan bisa makan siang bersama mu dokter Li Qin" kata Rico


"jangan terlalu sungkan tuan, anda bisa memanggilku Li Qin saja. maaf anda terlalu tampan hingga aku lupa memperkenalkan diri dihadapan mu tuan Rico" jawab Li Qin


"anda juga terlalu sungkan nona, panggil saja saya dengan nama tidak usah ada embel - embel tuan nya" kata Rico

__ADS_1


"apa akan ada cinta setelah perkenalan disini.?" tanya Direktur dan hal itu membuat mata Rico berbinar - binar begitu juga dengan Li Qin ia tersipu malu dan semakin salah tingkah.


"aku tidak peduli misi apa yang sedang ku jalankan saat ini untuk mendekati mu, tetapi saat ini yang ku mau adalah mendapatkan kamu melebihi dari sekedar target misi yang telah ditetapkan." kata Rico dalam hatinya sambil mengepalkan tangan nya


"pak Direktur sepertinya anda makan dengan cara meminum tidak mengunyah" kata Li Qin


"itu bergantung Li Qin sendiri pak Direktur, ruangan disini (menunjuk hatinya) banyak kaku dan terlalu lama kosong hingga dia terasa mati dan seketika terasa hidup kembali saat melihat nona cantik didepan mata" jawab Rico mencoba menggoda.


"apa sekarang anda sedang menggoda dokter Li Qin.?" tanya Direktur


"anggap saja saya sedang menang satu nol dari Li Qin, pak Direktur" jawab Rico


"Model permainan apa kira - kira yang tuan Rico mainkan untuk mendapatkan dokter Li Qin" tanya Direktur


"saya cukup memakai mode hati, untuk meluluhkan hati Li Qin, pak Direktur" jawab Rico


"apa perusahaan tuan Rico menyediakan model hati yang bisa dipakai untuk meluluhkan hati.?" tanya Direktur dengan polosnya


"ayolah pak Direktur, ku rasa anda lebih berpengalaman dalam hal ini ketimbang saya" jawab Rico


"ku rasa makan siang yang begitu istimewa ini cukup sampai disini karna, saya punya jadwal ditempat lain yang tidak bisa lagi ditunda walau hanya sedetik saja" kata Rico yang merasa cukup untuk langkah pertamanya dalam melumpuhkan target agar selalu dekat dengannya.


"baiklah, ini memang makan siang yang menyenangkan sekali. terimakasih untuk jamuan nya Rico" jawab Li Qin.


"terimakasih tuan, sampai bertemu kembali" jawab Direktur


"saya mohon diri untuk pamit, semoga ini awal pertemuan bukan akhir perjumpaan dan saya harap kedepan selalu ada pertemuan dengan mu dan hari berikutnya Li Qin" kata Rico dan segera pergi tanpa menunggu jawaban Li Qin.


Setelah Rico pergi meninggalkan ruangan itu, tanpa di sadari oleh nya ia melewati Valdi di koridor sedangkan Valdi melangkah masuk kedalam untuk menjumpai Direktur rumah sakit setelah dirinya baru mendapatkan kabar bahwa ia dan Li Qin sedang makan siang bersama seseorang yang baru dikenal namun terasa tidak asing untuk Direktur.


Sedangkan Rico pergi ke kantor milik nya dengan semangat kemenangan dan melihat beberapa file yang harus ia bawa untuk melaksanakan meting diperusahaan lain. di perjalanan menuju perusahaan paman nya Rico tertidur sambil memegang selembar foto kecil yang sudah usang dan buram di letakkan di dadanya.


.

__ADS_1


.


.


"woww sitampan aike (aike atau aku disebut oleh Direktur dengan gaya banci nya) yang tampan membahana badai" kata Direktur setelah melihat Valdi yang tiba - tiba duduk disamping Li Qin dan dia meletakkan ponsel yang ada di tangannya di atas meja sedangkan Li Qin perlahan tersadar dari drama nya ketika menghadapi Rico, yang hampir membuatnya ingin segera memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Akting yang sangat bagus" puji Valdi


"semua ini karna rencana konyol mu" ketus Li Qin


"bukan kah rencana dari sitampan aike yang sangat menggoda hingga jantung aike serasa copot ini sangatlah bagus." jawab Direktur


"banci tetaplah banci sekalipun jabatannya macho, hal itu ternyata tidak menjamin kelakian pemilik" sindir Li Qin yang ditujukan pada Direktur


"kamu berbicaralah yang sopan dan jangan menyindiri, wanita penyindir kadang lebih kejam dari seorang banci" jawab Valdi dengan aura dingin dan ia berbicara dengan Li Qin tidak seperti biasanya.


Hari ini Valdi berbicara cukup tegas dengan nada khasnya yang mampu membuat jantung copot, ia sama sekali tidak lembut seperti biasanya saat bicara dengan Li Qin. melihat hal itu Li Qin sedikit heran dan hanya menatap Valdi tanpa berani bertanya.


"apa kalian seperti ini dirumah.?" tanya Direktur


"iya.!" jawab Valdi


"tidak.!" jawab Li Qin bersamaan dengan Valdi


"kalian berdua ternyata sangat kompak dan aike anggap barusan kalian mengatakan bahwa di rumah hubungan yei dan yei baik-baik saja. kalau begindang kalian terus hidup seatap, tapi syaratnya jangan menghasilkan anak cacing" kata Direktur dengan gaya banci nya yang membahana


"ck.! keturunan banci tetaplah keturunan banci" kata Valdi sambil menepok Jidatnya


SIAPAKAH SOSOK DIREKTUR YANG SEBENARNYA.?


BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?


BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?

__ADS_1


IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKE🙏


__ADS_2