
...MULAI BERSIKAP MANIS...
Kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain adalah salah satu hal yang paling indah di dunia yang sedang kasmaran, semua insan pasti memiliki kemampuan dalam jatuh cinta untuk bisa saling merasakan getaran satu dengan yang lain di dalam hati. Apa lagi Kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain adalah kualitas yang sangat dihargai dalam sebuah hubungan.
Ketika seorang perempuan menunjukkan empati yang tulus, dia bisa membuat seorang pria merasa didengar dan diperhatikan. Seperti Li Qin pagi ini yang mulai menunjukkan tanda tanda cinta untuk merespon Tanaka, semaksimal mungkin ia menjadi wanita yang mau memahami dan merasakan apa yang tengah di rasakan oleh Tanaka terhadap nya.
"Baiklah, aku akan mengambil nya terlebih dahulu" ucap Tanaka, kemudian ia membuka koper dengan membongkar satu persatu isi koper beserta anakkan nya dan di akhir bongkaran barulah ia menemukan pembalut wanita yang bersayap dan langsung mengantarkan nya pada Li Qin di tambah dengan ****** ***** Li Qin "Ini" kata Tanaka menyodorkan pembalut "Dan kurasa kamu pasti membutuhkan ini" kata Tanaka lagi yang memberikan dalaman Li Qin.
"Terimakasih" ucap Li Qin dengan semburat malu yang di angguki oleh Tanaka tanpa mempedulikan ekspresi malu dari Li Qin, dan lelaki itu kembali merapikan koper Li Qin dengan mengeluarkan isi koper hingga kosong dan memindahkan semua pakaian dan keperluan Li Qin ke dalam lemari besar milik nya yang besebelahan dengan pakaian nya seolah mereka akan tinggal lama disana.
Sementara di dalam kamar mandi setelah membersihkan kembali area bawah nya, Li Qin masih merasakan malu yang tidak terhingga "Oh.. astaga, ini memalukan kerajaan sang putri" ucap Li Qin sambil tangan nya membenarkan posisi pembalut agar tidak terlalu maju dan tidak terlalu mundur, peletakkan nya harus tepat pada sasaran dengan posisi yang seharus nya.
__ADS_1
"Apakah sudah selesai.?" tanya Tanaka yang sedang duduk di ranjang, setelah melihat Li Qin keluar dengan wajah nya yang sedikit pucat namun, memerah.
"Iya, sudah" jawab Li Qin "Bisakah kamu keluar lebih dulu.? aku mau mengganti pakaian" jelas Li Qin dengan takut dan malu malu.
"Kamu bisa mengganti nya tanpa aku harus keluar, aku tidak akan melihat mu berganti pakaian" jelas Tanaka lalu ia bangkit berdiri dari ranjang membalikkan badan nya berjalan maju kedepan ke arah balkon dengan pandangan yang berubah tajam dan dingin, mata elang nya menelusuri seluruh keindahan alam yang terpampang luas dari balkon.
Li Qin memperhatikan bagaimana punggung kokoh itu tegap kala berdiri membelakangi nya sambil membuka koper dan melihat pakaian dan keperluan nya tidak ada disana "Tanaka, apakah kamu sudah memindahkan seluruh pakaian dan keperluan ku dari koper.." tanya Li Qin dan Tanaka mengangguk dengan posisi membelakangi diri nya.
"Terimakasih, sungguh aku terkejut dengan kode lemari raksasa ini" ucap Li Qin dan di senyumi oleh Tanaka "Bahkan mansion mu saja kode nya ulang tahun ku dan tahun lahir mu" ucap Li Qin lagi dengan sedikit heran "Kamu tau, Aku jadi berfikir terlalu jauh mengira kalau mansion ini seolah olah adalah milik ku yang di bangun oleh mu dan di khusus kan untuk ku" jelas Li Qin sambil mengenakan pakaian casual dengan celana hitam pendek yang memancarkan putih mulus warna kulit paha nya dan ucapan Li Qin barusan sukses membuat Tanaka tersenyum dengan pandangan yang masih lurus kedepan.
"Ini aku bangun dari hasil menjadi seorang detektif handal kala itu" ucap Tanaka sambil mengarahkan pikiran nya pada kejadian puluhan tahun silam "Lalu tidak lama kemudian Ele datang dengan penuh luka dan aku berjanji untuk memcukupi dan menafkahi nya demi nama adik ku" jelas Tanaka seolah kepingan ingatan itu telah siap di ceritakan kembali "Hingga pembangunan ini terhenti selama satu tahun karena aku harus mengurus seluruh keperluan dan rumah Ele di Inggris" ucap Tanaka yang di dengarkan oleh Li Qin hingga perempuan itu selesai memoles wajah nya.
__ADS_1
"Lalu aku nekad menjadi ketua mafia dengan hasil fantastis yang ku dapat dan perlahan tapi pasti aku adalah yang terkuat dengan membawa Valdis masuk dan setelah nya ia membangun klan mafia nya sendiri di balik kekuatan Valdis, ada aku yang seolah sedang di selimuti agar tidak terendus" kata Tanaka dengan singkat dan membingungkan.
"Sebetul nya aku bingung dengan alur ini tapi, apapapun itu aku yakin ada cerita tersusun rapi yang menuliskan sejarah perjuangan mu menjadi mafia berkedok tentara jadi, ini seolah olah Valdis lah yang paling di takuti.?" tanya Li Qin dan Tanaka mengangguk "Seolah kamu menjadi tentara biasa dan klan Valdis menjadi di takuti padahal yang terkuat di dalam nya adalah milik mu.?" tanya Li Qin
"Iya dan itu di akui oleh Valdis" ucap Tanaka "Dan mansion ini tidak ada satupun yang tau kecuali aku dan kamu" ucap Tanaka lagi dan Li Qin berjalan ke arah Tanaka yang masih membelakangi nya.
"Kamu sudah menyediakan segala nya sejak awal untuk ku.?" tanya Li Qin yang dengan inisiatif sendiri memeluk Tanaka dari belakang, tentu saja Tanaka kaget dengan gerakan Li Qin yang tiba tiba melingkarkan dua tangan nya ke pinggang Tanaka dan mendekap punggung Tanaka dengan wajah nya yang ia sandarkan di punggung.
"Ini perdana kamu memiliki inisiatif untuk memeluk ku, entah itu efek dari datang bulan mu atau karena memang aku berhak mendapatkan nya hari ini, Tapi apapun itu aku bahagia dengan cara yang seperti ini dari mu Li Qin." ucap Tanaka dengan kepala yang ia sandarkan kebelakang pada puncak kepala Li Qin.
NOTE : SEBETUL NYA SAYA MAU BAGI HADIAH UNTUK BEBERAPA AKUN YANG PALING AKTIF MEMBACA KARYA INI, KARENA SETIAP MINGGU SELALU ADA LAPORAN SIAPA AKUN PALING AKTIF MEMBACA KARYA. AKAN TETAPI, SANGAT DI SAYANGKAN AKUN AKUN TERSEBUT HANYA RAJIN MEMBACA TAPI TIDAK RAJIN MEMBERI LIKE+VOTE+BINTANG 5 JADI, SAYA PUTUSKAN UNTUK MEMBATALKAN MEMBERI HADIAH DAN BERHARAP SEMOGA MINGGU DEPAN BERGANTI.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye