TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
BLT 406


__ADS_3

...PEMBELAAN TERHADAP LI QIN...


Pada umum nya kebanyakan calon mertua akan menggunakan berbagai cara untuk mengetahui bagaimana sikap dan tingkah laku calon menantu nya tanpa harus terlihat akrab, tanpa harus terlibat komunikasi. Calon mertua sering kali berubah menjadi seorang detektif profesional dalam menyelidiki dan mengetahui seluruh nya tentang sang calon menantu mulai dari kandungan hingga menjadi tunangan sang anak bahkan lebih hebat nya lagi, sekali nya calon mertua menyelidiki tentang sang calon menantu maka saat itu juga ia mendapatkan banyak informasi tentang calon menantu hingga ke akar akar nya.


Tidak peduli hasil penyelidikan benar atau salah, yang pasti ketika emak emak sudah berubah profesi menjadi detektif yang profesional maka hasil nya sudah di anggap lebih akurat dari hasil penyelidikan KPK. Begitulah cara tuan Hul terutama istri nya dalam mencari tau bagaimana sikap dan perilaku seorang Li Qin yang menjadi tunangan putra pertama nya hingga mereka pada akhir nya mendukung, merestui dan membuka pintu lebar lebar untuk menerima kehadiran Li Qin sebagai calon menantu dalam keluarga.


Akan tetapi seperti nya sebuah ketidak beruntungan dari Valeria berpihak kepada Li Qin karena ketidak sukaan Valeria atas sikap Li Qin yang seperti jual mahal, angkuh, sombong dan sok sok-an terhadap keluarga nya dan itulah penyebab kenapa Valeria bersikap ketus terhadap Li Qin hingga terkesan tidak menyukai, tidak menerima dan tidak menghargai Li Qin sebagai tunangan saudara laki laki nya.


Namun hal tidak terduga seperti sekarang ini terjadi pada Li Qin, dimana setelah ia di seperti di pojokkan oleh Valeria. Ke dua calon mertua nya dan calon adik ipar laki laki nya berbalik membela Li Qin dan menegur Valeria atas ketidak sopanan nya.


"Belajarlah menghargai Li Qin sebagai tunangan dan calon istri Tanaka mulai sekarang Valeria.!! Sebelum berkomentar, kamu harus pahami bagaimana pribadi dan sikap Li Qin karena tidak semua orang mengikuti sesuai alur yang kamu pikirkan" kata nyonya Valensia dengan sangat lembut menegur putri pertama nya.

__ADS_1


"tapi mom, aku sungguh telah memperhatikan Li Qin dalam bersikap. Ia terlalu sok dan sangat angkuh juga sombong.! Coba hal seperti ini dan sepenting ini masa iya Li Qin tidak bertanya apakah Tanaka sudah izin kepada papi dan momy atau belum, atau mungkin ia bisa berbagi informasi dengan cara yang lain.! bagaimana jika ada sesuatu hal buruk terjadi pada Tanaka, apakah kamu siap menerima amukan ku.!" kata Valeria pada Li Qin dengan sangat tegas dan penuh dengan emosi.


Li Qin masih memilih diam karena diri nya mencerna secara perlahan walau menyakitkan dan terpojok dengan setiap ucapan Valeria hingga, Valeria kembali berbicara "Kau tau, banyak tentara yang gugur dalam peperangan dan mereka adalah pasukan ke sepuluh yang di kirimkan dalam dua tahun belakangan ini untuk menjalankan misi berbahaya" jelas Valeria dan Li Qin akhir nya mengerti kenapa ia begitu khawatir saat Tanaka pergi.


"Setidak nya papi bisa menahan Tanaka bagaimana pun cara nya jika saja kamu mau berbagi pada kami nak" kata Valensia menimpali sekaligus membatasi perkataan Valeria dengan cara yang lembut. "Papi mu yang terkenal dengan banyak keberhasil dalam perang saja, tetap gagal pada misi itu sejak puluhan tahun yang lalu" jelas Valensia dan kali ini ia menangis dan terus mengucapkan doa keselamatan bagi Tanaka di dalam hati nya.


"Apapun itu, semua sudah terjadi dan kau Valeria suatu saat kelak ketika kau menjadi tunangan seseorang maka, kau akan mengerti bagaimana posisi Li Qin saat ini yang terkesan sok, angkuh dan sombong seperti yang kau katakan itu" jelas Valdis


Hal itu membuat Valeria segera menjawab namun, Valdis kembali berbicara "Sejati nya wanita yang punya harga diri tentu sangat pantang bersikap berlebihan yang mungkin di nilai sok akrab dan menjilat, Baik dulu maupun sekarang sikap Li Qin tetap seperti itu dan belum berubah sedikitpun." jelas Valdis dan itu membuat Valeria merasa tidak di bela oleh saudara kembar nya.


"Betul sayang kuh, kata Valdis.! momy juga dulu tidak pernah berniat dekat dengan opa dan oma mu karena momy persis seperti Li Qin yang selalu memilih bekerja dan diam tanpa berniat mendekat atau mencuri perhatian keluarga papi." kata Valensia yang kembali meneruskan ucapan nya.

__ADS_1


"Kamu tau sayang kuh, di Nias seluruh perempuan di ajarkan untuk menjadi anak gadis yang penuh dengan kehormatan, harga diri yang tinggi dan tatakrama serta sopan santun yang tinggi juga dalam memperlakukan orang lain termasuk calon menantu pertama di keluarga Hul. Semua wajib tunduk pada setiap norma dan aturan adat dan pantang bagi wanita yang belum bersuami atau status bertunangan mendekati dan keluar masuk rumah calon mertua nya sebelum menikah dan berkomentar pada calon menantu dengan kalimat yang tidak terdidik seolah kamu sedang menyatakan beginilah sikap dan tatakrama dari keluarga Hul." jelas Valensia pada Valeria dengan perlahan..


"Terlebih lebih lagi, sangat pantang dan bukan ranar mu mengkritisi dicara berbicara seolah kamu belum sekolah terhadap Li Qin karena kamu adalah anak perempuan" sambung tuan Hul.


"Kamu harus memaklumi Li Qin, dia bukan orang Nias melainkan Lombok jadi jangan sesekali mengkritik nya seolah kalian berdiri di adat yang sama jika kamu masih mau Tanaka menyayangi mu" tegas Valdis.


Mendengar semua teguran dari ke dua orang tua dan saudara nya membuat Valeria merasa amat terpojok dan ia juga merasa sangat malu di tengah tengah Eleanor dan Li Qin, sebelum nya ia sangat yakin bahwa pikiran dan penilaian nya terhadap Li Qin yang tidak mau berbagi informasi terhadap keluarga nya hingga Tanaka sudah pergi memenuhi panggilan negara.


Itulah hal yang membuat Valeria begitu marah dan bagi nya tindakan itu adalah sebuah kebenaran bukan kesalahan namun, siapa sangka pikiran nya terlalu jauh dan berbalik menjadi semua pembelaan terhadap Li Qin.


Laura yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan kecil tanpa ikut campur serta ia juga memperhatikan ekspresi kesal dari seorang gadis cantik di depan mata nya kala pandangan nya tertuju pada layar ponsel milik Li Qin "Cantik sekali tapi, sayang tidak beradab" umpat Laura dalam hati nya terhadap Valeria setelah lama terdiam menyaksikan dan mendengar semua nya.

__ADS_1


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye


__ADS_2