TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 237


__ADS_3

...DAUN KELOR...


Sementara pagi ini di tempat gubernur, ditempat dimana Tanaka, Ucok dan Bambang di tugaskan secara tiba-tiba beberapa hari yang lalu. tiba-tiba di berikan perintah untuk kembali ke barak tanpa mereka duga dengan alasan yang tiba-tiba dari sang gubernur yang mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan bodyguard pilihan dari Vano ysng seharus nya mereka ada jadwal hingga besok untuk berjaga. Dan tanpa menunggu lagi, ketiga nya melapor dan pergi menuju barak dengan menggunakan kendaraan dinas yang dimiliki oleh ke tiga nya.


Sedangkan di dalam pesawat Valensia di penuhi dengan kegundahan, seluruh hati dan pikiran nya serasa berada di neraka. ia merasakan emosi yang meluap-luap, merasakan kekecewaan yang tidak biasa juga merasakan ke gagalan yang begitu besar akan tetapi ia tidak tau dengan perasaan nya, karena sampai saat ini Valr belum memberikan atau menceritakan apapun pada nya.


*


*


*


Beberapa jam berlalu hingga sore pesawat nendarat dengan sempurna di bandara, seluruh penumpang turun termasuk Valr, Valensia, Vano dan beberapa orang lain nya. Begitu juga dengan Tanaka yang baru saja mandi dan memutuskan untuk istrahat sebelum kembali kerumah, harus mengurungkan niat nya untuk mengistrahatkan tubuh karena menerima pesan dari orang tua nya agar diri nya segera pergi menuju bandara untuk menjemput kedua orang tua nya dengan menggunakan dua mobil.


Tentu ini hal paling mengagetkan bagi nya, tidak biasa ayah dan ibu nya datang ke nias tanpa memberikan informasi apapun dan apa tujuan kedua nya datang dengan tiba-tiba.


"Ada apa orang tua mu datang dengan tiba-tiba.?" tanya Ucok yang menerima pesan dari Tanaka untuk membantu nya menjemput ke dua orang tua nya dan harus menggunakan dua mobil


"Aku tidak tau tapi, seperti nya ini benar-benar mendadak. jelas, ada hal urgent yang aku tidak ketahui" kata Tanaka, ia merasa bodoh karena pikiran nya yang semakin di bingungkan.


"kalau ku pikir-pikir, ini terlalu buru-buru" kata Bambang


"Apa maksudmu" tanya Ucok sedangkan Tanaka masih diam dengan beberapa pemikiran.


"Kita tiba-tiba mendapatkan tugas untuk menjaga gubernur dua puluh empat jam selama dua hari, sedangkan gubernur tidak memiliki masalah dan terror. sebelum nya saya sudah memeriksa semua dan hasil nya kosong." kata Bambang dan Tanaka mulai melirik penuh selidik.

__ADS_1


"Dan aneh nya gubernur tidak punya agenda di tempat lain yang memungkinkan ia terancam, bahkan belum sampai dua puluh empat jam kita melaksanakan tugas jaga. gubernur tiba-tiba meminta kita kembali ke barak dengan alasan sudah menemukan bodyguard pilihan paman mu Vano." Ucok ikut menambahkan dan berfikir bahwa benar sedang terjadi keanehan.


"Dan lagi kita tidak bertemu dengan bodyguard yang di maksud di tambah dengan ke dua orang tua mu tiba-tiba meminta menjemput setelah mereka tiba di bandara dan kamu harus membawa dua mobil untuk menjemput" kata Bambang


"Mungkin kah ada sesuatu di balik semua ini" kata Ucok


"Seperti.??" Akhir nya Tanaka tertarik dengan pembahasan kedua rekan nya


"Seperti sedang terjadi misi besar, dan misi itu telah selesai." kata Ucok.


"Dan kita tidak di perbolehkan ada dalam misi tersebut karena itu kita diberikan tugas yang sebetulnya bisa di kerjakan oleh anggota lain. tapi, gubernur menginginkan kita yang harus berjaga dan setelah tiba kita hanya jalan mondar mandir seperti orang linglung." jelas Bambang


"Jelas disini orang tua mu dan paman mu tengah merencanakan dan melakukan sebuah misi yang besar hingga melibatkan kerja sama gubernur dengan alasan untuk menugaskan menjaga beliau, disini mereka berniat membuat kita jauh" sambung Ucok.


"Lalu setelah misi besar selesai kita tiba-tiba di suruh kembali kebarak dengan alasan ada bodyguard baru" kata Bambang berkali-kali


Seolah termakan dengan omongan Ucok dan Bambang, Tanaka pun mulai mendatangkan emosi nya. karena tidak tau meluapkan pada siapa saja, ia terpaksa memilih pergi menuju bandara.


Ucok membawa mobil dinas dan Tanaka membawa mobil pribadi nya, di dalam mobil milik Tanaka hanya ada Bambang dan diri nya keduanya membahas misi besar apa yang tengah dilakukan oleh orang tua dan paman nya. sedangkan di mobil dinas hanya ada Ucok yang menggoyangkan kepala mendengar music rege yang ia sukai..


*


*


*

__ADS_1


*Bandara*


"Aku sampai sore ini benar-benar tidak tau kenapa kita bisa berada di nias.!" kata Valensia, tidak bisa di pungkiri wajah nya telah menjelaskan bagaimana kegelisahan yang ia rasakan.


"Tenanglah nyonya, nanti kita semua akan mengetahui nya" jawab Sofia yang sampai saat ini masih memanggil nya dengan sebutan nyonya.


Sedangkan Valr hanya diam seribu bahasa tanpa mau merespon dan melihat wajah Valensia, tatapan nya begitu dingin, raut wajah nya seperti menjelaskan bahwa ia sedang mencari-cari mangsa yang akan ia lenyapkan detik ini juga untuk melampiaskan emosi dan keinginan membunuh yang mengalir dalam darah nya saat ini.


Dan, Vano.. memilih diam dengan aura khas nya yang mampu membuat siapapun bergidik ngeri.! berkali-kali para wanita ini memaksa nya untuk bercerita namun, Vano adalah Vano si irit bicara dan si paling benci dengan banyak pertanyaan.


Vano memilih untuk mendiami semua orang, tidak bisa di pungkiri raut wajah dan tatapan nya sama mematikan seperti Valr. kedua tangan nya mengepal erat hingga memerah, rahang nya menegas sama seperti Valr tidak ada beda nya.


Melihat aura dingin yang semakin mencekam, di tengah terik matahari yang menuju senja dan semua yang berada di sekeliling laki-laki tua yang gagah ini merasakan kengerian dari tatapan ke duanya. karena semakin di rundung rasa khawatir dan takut akhir nya dengan keberanian penuh.. "Sayang" kata Valensia mendekati sang suami yang tengah duduk sambil menunggu kedatangan Tanaka, ia memeluk erat lengan tangan sebelah kanan Valr dengan kedua tangan nya yang gemetaran dan telapak tangan nya yang dingin.


Melihat ketakutan sang istri, Valr mulai melirik dan memegang tangan Valensia seolah memberikan kekuatan disana. "Semua akan baik-baik saja" kata Valr dan hal itu justru membuat Valensia semakin takut.


"apakah sesuatu hal buruk telah terjadi.?" tanya Valensi yang akhir nya berani menatap suami nya.


Valr diam sejenak dengan pertanyaan Valensia lalu ia kembali mengelus punggung tangan sang istri dan menjawab "hmm.. sesuatu yang sangat besar telah terjadi" kata Valr dan saat itu juga Valensia bergetar kuat, tangan nya dingin dan kaku, bibir nya keluh tidak mampu bicara, dan mata nya tidak lagi bisa untuk berkedip.


DEG..


DEG..


DEG..

__ADS_1


Jantung Valensia dan beberapa pengasuh baby kembar nya dulu ikut berdetak kencang, mereka merasakan atmosfer yang berbeda setelah mendengar kebenaran bahwa telah terjadi sesuatu yang besar tapi, apa.? semua tidak bisa menebak nya kecuali Valr dan Vano, Valensia dengan cepat meminta jawaban dari Vano namun hasil nya nihil.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2