
...BUKAN PENOLONG...
Cuti Tanaka telah berakhir dan ia harus kembali bertugas dan memutuskan untuk kembali ke daerah dimana dirinya ditugaskan dua hari sebelum cuti berakhir, dengan banyak drama yang tidak ada habis nya dari Valensia yang meminta agar sang putra kembali tepat di hari terakhir cuti. namun pada akhirnya Tanaka berhasil melewati drama dari sang cinta pertama nya hingga bisa tiba di daerah tempat ia ditugas kan sekaligus tanah kelahiran orang tua nya.
Saat ini dua orang lelaki tampan ciptaan Tuhan yang maha sempurna, paras yang sama dengan pahatan wajah yang luar biasa dari sang pencipta, kedua nya memiliki tinggi yang sedikit berbeda, postur tubuh yang gagah dan tegap, kulit yang putih bersih, tatapan mata elang yang tajam serta bisa mematikan. kini ke dua pria idaman tersebut berada di dalam satu mobil "Kau terlalu rajin, untuk menjemput ku" kata Tanaka kepada Valdis yang menjemput nya di bandara.
"Harus nya kau berterimakasih pada ku" ketus Valdis.
"Kenapa kau tidak mau balik ke lombok bersama ku.?" tanya Tanaka, tanpa menggubris Valdis dan malah balik bertanya
"Aku baru beberapa bulan kembali, kini giliran mu yang harus kembali dan jangan libat kan aku." jawab Valdis
"Kau memang kepala batu.!" ketus Tanaka
"kepala batu dari mana, aku menjawab semua yang kau tanyakan" kata Valdis protes.
"Momy merindukan mu, kau banyak waktu luang dan bisa berkeliling ke banyak negara sesuka hati mu. Tapi, untuk momy kau pelit sekali dengan waktu mu.!" kini Tanaka lah yang protes "maka, berikan juga waktu mu untuk papa dan momy, bawalah juga mereka untuk berkeliling kebanyak negara seperti yang kau lakukan" kata Tanaka melanjutkan
"Kenapa harus aku.?" tanya Valdis
"Karena kau memiliki banyak uang dan kekayaan, sedangkan aku hanya seorang abdi negara yang mempunyai pendapatan yang sangat terbatas dan benar-benar tidak mampu untuk membawa momy dan papa berkeliling dunia" jawab Tanaka dan hal itu membuat luka kecil dihati Valdis, entah kenapa jika berbicara mengenai ekonomi dan harta. ia akan selalu merasa ada luka di hati kecil, untuk saudara kembar nya.
"kau terlalu jujur untuk lelaki robot seperti mu, tenang saja kau bisa meminjam uang ku atau ku berikan pada mu secara cuma-cuma berapapun yang kau inginkan dan kau bisa gunakan untuk membawa orang tua kita berkeliling dunia" hanya itu yang bisa Valdis jawab untuk menutupi luka kecil di hatinya, sebetul nya Valdis tidak bahagia karena sang kakak kembaran nya tidak bisa menikmati kehidupan yang bebas seperti diri nya. ia juga tau kalau Tanaka tidak mau menikmati kekayaan yang di miliki oleh kedua orang tua mereka, hanya saja Tanaka seperti nya benar-benar ingin menikmati hidup sebagai abdi negara yang sejati tanpa mau memakai harta kekayaan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"aku tidak mau meminjam uang mu karena aku tidak mampu membayar nya" kata Tanaka yang lagi-lagi membuat Valdis sedih di dalam hati "Ku harap kau bisa menolong ku, aku benar-benar ingin melihat kedua orang tua kita berkeliling dunia dengan raut wajah merah merona dan bahagia, itulah adalah keinginan ku" kata Tanaka yang melanjutkan ucapan nya.
"kau saja yang bawa mereka, aku bukan seorang penolong yang mampu memuwujudkan mimpi seorang tentara yang susah seperti mu.!" ketus Valdis dan mereka tertawa bersama.
Perjalanan yang sangat jauh untuk bisa sampai di rumah, banyak cerita dan pembahasan yang selalu saja membuat si kembar tertawa sekaligus termenung.
"apa kau masih menyukai nya.?" tanya Valdis dan Tanaka langsung paham dengan pertanyaan sang adik..
"aku lebih menyukai mu dari pada dia" jawab Tanaka dengan acak
"Tentu, kau menyukai ku karena kita sedarah.! yang ku maksud tentang cinta" jelas Valdis.
"Aku sudah di tolak berkali-kali oleh nya, karena ia masih menunggu cinta pertama nya yang ternyata banyak bermain wanita diluar sana" sindir Tanaka dengan tawa nya, dibalik tawa nya ia menyimpan segudang kecurigaan pada Valdis yang berusaha ia tutupi hingga dipastikan Valdis tidak mampu melihat hal itu, dan diri nya juga menyimpan sejuta kekecewaan tentang Li Qin yang selalu saja menolak diri nya.
"Sialan kau.!!" kata Valdis "apakah dia benar menolak mu.?" tanya Valdis
"Bagaimana bisa kau di tolak berkali - kali.?" tanya Valdis, merasa heran.
"Karena dia masih menunggu mu" jawab singgkat "apa kau tau kalau Li Qin sempat kehilangan ingatan nya sebelum ke nias dan aku lupa entah apa penyebab ia hilang ingatan, hingga semua tentang masa lalu nya tidak ada dalam memori ingatan nya sama sekali" jelas Tanaka
Valdis benar-benar di kejutkan dengan apa yang baru saja ia ketahui dari Tanaka tentang kecelakaan Li Qin, pikiran nya seolah membawa nya pada kejafiaan 5 tahun silam dan segera ia melupakan hal itu dari pikiran nya. "Lalu, kenapa kau bisa tau ?" tanya Tanaka.
"Ada insiden yang membuat ia harus mengalami cedera dan itu di bagian kepala, lalu dokter mengatakan kalau Li Qin pernah mengalami kecelakaan dan itu fatal hingga membuat ingatan nya hilang." Jelas Tanaka
__ADS_1
"Kau mengetahui nya dari situ.?" tanya Valdis yang di angguki oleh kembaran nya.
"Kau tau pertama dia siuman, yang pertama ia sebut dalam mimpi yang membawa diri nya sadar adalah nama mu.! aku berusaha menekan rasa cemburu ku mendengar nama mu karena aku tau tau dia sangat membutuhkan waktu itu, aku terpaksa harus mengalah dan menahan semua rasa yang berkecamuk" kata Tanaka, ia tidak berhenti disitu saja. Tanaka, terus membuat dialog drama nya hingga benar-benar terdengar seperti sebuah kemirisan.
DEG..
DEG..
DEG..
Jantung Valdis berdetak lebih kencang dari seharus nya saat mendengar semua penuturan Tanaka, seperti nya Tanaka memang benar-benar menggunakan semua kejadian dimana Li Qin perlahan mendapatkan ingatan nya saat siuman dan nama yang pertama di sebut Li Qin adalah Valdis.
"Kenapa kau baru memberitahukan hal itu pada ku" kesal Valdis, ia sebetulnya ingin sekali memutar stir mobil untuk pergi ketempat dimana Li Qin disekap. namun, karena ada Tanaka di dalam mobil hal itu harus ia tahan dan tekan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"karena kita baru ada waktu berbicara" santai Tanaka
"Sialan.!!" Umpat Valdis
"lama-lama mulut mu itu tidak terdidik lagi.! apa karena kau menempelkan bibir mu kepada banyak wanita malam.?" ejek Tanaka dan tidak di gubris oleh Valdis, yang ada ia semakin dongkol kepada kembaran nya itu
Melihat Valdis dengan wajah memerah menahan gejolak amarah dalam diri nya, Tanaka memilih untuk kembali bertanya lagi "Bagaimana perasaan mu ketika Li Qin menghilang di hari pertama kau datang.?" tanya Tanaka.
"Sial.!! kalau aku tau dia akan di culik pada hari itu, mungkin aku akan lebih dulu memilih menemuinya.!!" tegas Valdis dan hal itu membuat Tanaka memicingkan mata iblis nya dengan sangat sempurna.
__ADS_1
"Sial.!! bagaimana bisa raut wajah nya tidak menggambarkan kebohongan" gumam Tanaka dalam hati nya
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye