
INGAT YA.!
👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.
👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.
👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!
Gelora cinta yang menggebu - gebu, Api asmara yang terlanjur membara, membuat raga terbakar cemburu.! hati yang diam tidak mampu lagi bicara karena pilu, jiwa sudah tergores luka menganga dan pikiran yang tertuju hanya untuknya seketika sirna.
Waktunya telah terbuang untuk mencinta, keteguhan cinta telah membuat ia menyia - nyiakan kesabarannya yang luas melebihi samudera, penantian cinta yang tidak berujung membuat Tanaka tidak lagi bisa tunduk dengan kesabarannya dalam menanti cinta Alana termasuk mendengar semua penuturan Alana sungguh membuat Tanaka tidak lagi bisa menahan diri dari amarah kecemburuan.
hingga, malam ini tanpa terkontrol aura dingin yang mematikan bagaikan seorang monster es batu dengan kekuatan kecemburuan yang melebihi badai stunami membuat Tanaka tanpa sadar membentak Alana hingga mengusirnya dari kamar pribadinya Vini berusaha menjadi obat penenang bagi Tanaka yang belum tentu manjur untuknya.
"KELUARRRRR.!!!" teriak Tanaka pada Alana, dia sepertinya tidak bisa lagi menahan gejolak emosi kecemburuan dalam dirinya
"Kakak.!" tegur Vini pada Tanaka yang langsung memeluk tanaka memberikan ketenangan disana
"Tanaka kau membentakku.? kau marah padaku.?" tanya Alana tidak menyangka malam ini ia akan dibentak oleh seorang Tanaka, yang bahkan tidak pernah ia ketahui bagaimana caranya marah dan Tanaka membiarkan Vini memeluknya dengan sangat erat.
"keluarlah kak Alana, jangan lagi bertanya.!" tegas Vini yang masih memeluk Tanaka dan mengelus punggung Tanaka dengan tangannya yang gemetaran, setiap kali Tanaka seperti ini karna kecemburuannya terhadap Alana maka Vinilah yang berusaha menenangkan Tanaka.
"tapi, Vini" kata Alana masih bertahan untuk tidak keluar dari kamar Tanaka
"berhenti keras kepala dan pura - pura bodoh dengan menyiksa kak Tanaka lebih dalam lagi kak Alana.! kamu keterlaluan, mengharapkan cinta laki - laki yang tidak mencintaimu sama sekali.! apa kamu mau jadi perusak dalam hubungan mereka.?" tegas Vini dengan gemetaran
"apa maksudmu Vini, aku belum merusak hubungan siapa - siapa" kata Alana dan seketika ia tersadar ketika tubuh Tanaka ia biarkan menempel ditubuh Vini..
"KELUARRRRRRR.!!!!!!" teriak Tanaka dan hal itu membuat Laura keluar dari persembunyian bawah tanah langsung menuju kamar Tanaka
__ADS_1
"tenanglah kak, kau menakutiku" kata Vini
"Berhentilah kau bodoh.!! kau menakuti wanitaku, jangan mengharapkan wanita yang terlalu naif untuk kau cintai" terdengar suara yang lebih bariton dari suara Tanaka dan itu terdengar sangat menyeramkan sampai Laura dan Alana merinding
"Ada apa ini.?" tanya Laura dengan kelembutan dan perlahan menghampiri Tanaka yang sudah ia anggap adiknya sendiri
"hiks.. hiks.. hiks.." Vini mulai menangis ketakutan didada polos Tanaka dan hal itu membuat seseorang geram
"apa gadisku sedang menangis karna ulahmu.?" tanya laki - laki itu
"siih bodoh ini.! kenapa juga dia geram, aku sedang bersandiwa bodoh. kau tau kakakmu ini saat stres dia akan membantai banyak musuh dengan membabibuta dan itu akan membuatku banyak kerjaan untuk menutupi dirinya yang seorang alat negara" kata Vini dalam hatinya
"AKU TIDAK INGIN MELIHAT WAJAHMU UNTUK SEMENTARA WAKTU.! DAN INGAT UNTUK TIDAK KELUAR DARI RUMAH INI, APA BILA KAU KELUAR MAKA KAU TIDAK AKAN MELIHAT UTUH SETIAP TUBUH YANG MEMBERIMU TUMPANGAN" Teriak Tanaka dan semua ucapannya tidak main - main dan lagi - lagi Vini berusaha menenangkan Alana
"keluarlah sayang, biarkan dia tenang dan kamu berhenti untuk keras kepala dengan menyakiti Tanaka. kurasa sejauh ini kamu cukup keterlaluan" kata Laura pada Alana namun, sebelum ia mengucapkan hal itu. Laura sudah lebih dulu memberi kode pada Alana dan dianggukkan oleh Alana.
Sebetulnya ucapan Laura itu berasal dari hatinya dan benar isi hati untuk menegur Alana, hanya saja ia tau kalau sejak Alana kehilangan kedua orang tuanya secara sadis dan tragis, Alana bukan lagi wanita lembut justru ia menjadi berubah dan bukan lagi type yang cepat mendengarkan orang lain.
"berhentilah untuk menyiksa diri dalam kecemburuan untuknya kak, semua yang kamu lakukan akan sia - sia" kata Vini dengan tegas dan banyak nada ketakutan didalam perkataanya mana kala ia akan ikut dibentak juga.
"Tanaka, buka hatimu untuk yang lain saja" kata Laura dan hal itu justru membuat tatapan Tanaka semakin dingin saja.
"Aku sudah tidak bisa lagi untuk mencintai yang lain" jawab Tanaka dengan nada pasrah
"ia terlalu menantikan Valdis, sudah bertahun - tahun penantiannya tidak kunjung datang. lalu kamu datang dan dia tinggal bersamamu diatap yang sama.! setiap melihatmu tentu saja seperti melihat Valdis, proses moveon itu semakin sulit dilalukannya" tutur Laura
Perlahan Tanaka tenang dipelukan Vini sedangkan Vini yang tadinya menenangkan Tanaka kini malah berbalik jadi menidurkan Vini, karena ia sudah tertidur didada bidang Tanaka.
"pffft.. dasar anak ingusan.!" ledek Laura pada Vini yang sudah tertidur kemudian Tanaka membaringkannya diranjang kecil itu.
__ADS_1
"kau benar - benar memperlakukannya seperti seorang adik perempuan Tanaka" kata Laura yang ikut menyelimuti Vini
"hanya dua bulan setelah aku sampai dipulau ini, aku menganggapnya sebagai saudara" jawab Tanaka yang mulai meredam emosinya dengan teratur
"baiklah, kau juga butuh istrahat tidurlah dikamar yang lain dan aku pergi menemui Alana dulu" kata Laura dan Tanaka menyetujuinya.
tok.. tok.. suara ketukan pintu kamar Alana dan tanpa menunggu, Laura langsung masuk kedalam.
"Laura" kata Alana
"Alana, kamu belum tidur.?" tanya Laura dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang Alana
"bagaimana dengan Tanaka.?" tanya Laura pelan
"dia masih emosi dan memecahkan semua barangnya" kata Laura mengarang
"astaga, kenapa dia kekanak - kanakan sekali" kata Alana
"Alana, apa kamu pernah berfikir bagaimana kalau suatu saat kamu berada diposisi Tanaka" tanya Laura
"tidak" jawab Alana menggelengkan kepalanya.
"kalau begitu cobalah bayangkan sejenak berada diposisinya" kata Laura
"aku tidak bisa Laura" jawab Alana
"apa alasannya.?" kata Laura
"karna aku tidak suka dia" tegas Alana dan Laura menghela nafas sesaat.
__ADS_1
"Alana, dalam mencintai seseorang.! cinta itu bisa menjadi sumber kekuatan dan juga kelemahan dari seseorang yang memberikan cinta seperti Tanaka, ia memberikan cinta untukmu dan cinta yang dia berikan untukmu adalah sebagai kekuatan baginya, bukankah saat ini harusnya kamu jadi wanita paling beruntung dicintai dengan sungguh luar biasa oleh seorang Tanaka dengan ketampanan dan kesetiaannya memberi rasa suka padamu.? coba kamu hitung seberapa lama lagi dia bisa bersabar dan menahan diri dari kerasnya hati batumu itu" kata Laura dengan sangat lembut
Haduh.. ceritanya sudah mulai bikin puyeng pemersiaa dan belum juga ada jawaban pasti tentang siapa laki - laki yang sedang dihubungi oleh Tanaka.!