TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 283


__ADS_3

...PERUBAHAN...


Berakhir sudah perkara tentang Niel, ia sudah di pindahkan ke tempat pelatihan dengan hukuman yang tidak ringan tentu nya. Ia tidak akan lagi bisa masuk ke dalam tim merpati dan betul-betul pergerakan nya diawasi, semua bertujuan untuk kebaikan nya agar diri nya tidak terus di peralat oleh orang luar dalam menyukseskan sebuah misi demi kepentingan pribadi.


Niel mau tidak mau, harus menerima mimpi buruk nya karena di keluarkan secara tidak hormat dari tim Merpati. Tim yang selalu menjadi target seluruh anggota TNI-AD, tim yang selalu di banggakan, yang di dapatkan dengan susah payah dan penuh perjuangan. Hancur sudah perjuangan nya kali ini dalam membanggakan diri dan membahagiakan orang tua nya, dan sejauh ini motif Niel melakukan hal itu adalah karena suruhan dari seseorang yang ingin mengusik Tanaka melalui hp rekan nya Ucok.


Walaupun dengan hukuman yang berat, Niel tetap tidak mengakui kesalahan dan memilih bermulut besar. Niel tetaplah di cap dan di ketahui sebagai seorang pencuri hp atasan, kepercayaan yang dulu utuh pada nya telah berubah menjadi ejekan dan cemooh para rekan-rekan seperjuangan nya. Bahkan ada sinyal kemungkinan bahwa Niel akan sulit untuk mendapatkan kenaikan pangkat juga gaji, dan hal itu masih tidak menjadi efek jerah bagi diri nya.


*


*


*


Pagi ini di rumah Tanaka, Laura tengah sibuk berdandan tipis-tipis karena ia akan keluar bersama Li Qin. Hari ini ia berniat menemani Li Qin sehari penuh sesuai dengan tawaran Li Qin beberapa hari yang lalu untuk mengajak nya keluar. Tentu nya ini adalah hal yang menghebohkan bagi Laura di karenakan ia jarang sekali keluar, ohh.. bukan jarang tapi memang tidak keluar demi keamanan nya dan keluarga nya.


"Mami, apa kah dandanan ku sudah bagus.?" tanya Laura heboh saat semua sedang sarapan di meja makan, sedangkan Laura lebih fokus pada style dan riasan di wajah nya.


"Kau seperti mau ke pesta nenek-nenek saja, harus berdandan seperti itu" ledek Li Qin yang hanya bercanda sambil mengunyah makanan nya.


"Tentu bagus sayang, dandanan mu sudah sangat bagus dan juga tidak terlihat mencolok." jawab nyonya Alex dan Li Qin mencibir, hal itu membuat nyonya Alex tersenyum sambil geleng kepala.


"Ck.. kau begitu sirik padaku, lihat saja dengan kecantikan ku ini. Akan ku buat seluruh rekan mu beralih memandang ku dengan pujian dan melupakan kecantikan mu" balas Laura tidak mau kalah dan tentu nya dengan bercanda.

__ADS_1


"Sudah-sudah, Li Qin sudah ada yang punya dan dia tidak bisa lepas dari hal itu" jawab Prof menengahi, karena ia tau setiap kali putri nya berdebat tidak akan ada kelar nya.


"Papa, sejak kapan Li Qin sold Out.?" tanya Laura dengan mata melotot sedangkan Li Qin diam saja, pikiran nya melalang buana kesana kemari mencoba memahami perkataan sang ayah.


"Kau masih belum mengerti" jawab prof sekena nya karena enggan mencampuri hubungan Li Qin dan Tanaka yang tidak jelas, dan hal itu membuat Laura mengerucutkan bibir nya kedepan.


Karena tau, tidak akan ada hasil dari pertanyaan nya. Laura kembali bertanya untuk memastikan dandan nya "Pa, vagaimana dandanan ku dan Li Qin.?" tanya Laura dan seperti biasa, ia bertanya sambil merapikan rambut nya yang panjang dan sangat indah.


"Kau dan Li Qin sama-sama cantik dan berada di kedudukan nomor satu untuk ku dan istri ku" jawab prof tanpa bisa di perdebatkan lagi, ia kemudian melanjutkan sarapan nya setelah melihat dua jempol Li Qin terarah untuk nya.


"Sudalah, Laura segera habiskan sarapan mu. Kecantikan mu tidak ada gunanya tanpa makanan dalam perut mu" kata Nyonya Alex dan Laura semakin mengerucutkan bibir nya kedepan.


"Apakah kalian sudah selesai.?" tanya Tanaka dengan suara datar nya yang dingin, ia tiba-tiba muncul dengan seragam lengkap dan tatapan nya yang mematikan.


"Wow.. kau tampan sekali saudara" puji Laura dan Tanaka hanya merespon dengan anggukan kepala saja.


"Tidak usah, aku sudah kenyang" jawab Tanaka.


"Haa.?? bagaimana bisa kau kenyang sementara kau saja belum menyentuh piring" ucap Laura dan Li Qin hanya memperhatikan saja.


"Ibu sudah membawa sarapan ku sejak tadi di dalam kamar" ucap Tanaka dan hal itu membuat senyum tulus terukir dibibir prof terhadap istri nya.


"Mami, sepertinya mulai berkhianat dalam memperhatikan kita" kata Laura mencari sekutu.

__ADS_1


"Mami, hanya mau Tanaka makan dengan teratur karena tau belakangan ini dia sibuk dan tidak sempat makan. Jadi, tadi mami membawakan sarapan dan susu di dalam kamar nya yang kebetulan ia berada di ruangan kerja nya dan mami di izinkan masuk lalu menyuapi nya sambil Tanaka melanjutkan untuk bekerja dengan berkutat pada layar laptop" jelas nyonya Alex dan hal itu membuat semua paham.


"Sepertinya papa, mempunyai saingan yang berat kali ini" ledek Laura dan hal itu membuat tawa prof pecah.


"Tanaka sangat buru-buru, berhetilah berbicara dan selesaikan sarapan mu" kata prof dan Laura berpacu menghabiskan sarapan nya, begitu juga dengan Li Qin.


"Aku selesai" ucap Li Qin yang berdiri mencium dan menyalim prof dan istri nya, begitu juga dengan Laura.


"Kau jangan lepas dari pandangan mata Li Qin, ingat musuh ada dimana-mana" ucap Prof dan diangguki dengan mantap oleh Laura.


Tanaka juga melakukan hal yang sama terhadap prof dan istrinya, dari dekat begitu terasa kehangatan dalam keluarga ini, padahal mereka bukan terlahir dari rahim nyonya Alex kecuali Laura.


Di dalam mobil, Laura asik memainkan ponsel nya tanpa mau memulai percakapan dengan dua orang di depan nya yang hubungan nya tidak jelas dan ia duduk di kursi bagian belakang sedangkan Li Qin berada di depan tepat nya di sebelah Tanaka.


"Hari ini pulang jam berapa.?" tanya Tanaka pada Li Qin, yang akhir nya membuka percakapan. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menatap Li Qin justru pandangan Tanaka terus lurus kedepan.


"Hari ini aku pulang malam karena banyak jadwal operasi yang harus ku selesaikan" jawab Li Qin dan di angguki oleh Tanaka dengan aura dingin tanpa berniat menoleh sedikitpun.


"Ada apa dengan Tanaka, kenapa ia seperti bunglon saja yang berubah wujud dalam waktu singkat" batin Li Qin, ia merasa ada yang aneh pada lelaki ini. Karena Tanaka dalam beberapa hari ini menujukkan perubahan besar seperti mendiami dan bersikap dingin pada nya.


Berusaha senormal mungkin dan menghapuskan rasa yang penuh tanya tentang Tanaka, Li Qin kembali bertanya "Apakah nanti, kamu akan menjemput kami.?" tanya Li Qin dengan pelan pada Tanaka.


"Nanti aku akan kembali mengabari nya pada mu" jawab Tanaka dengan cuek, masih dengan aura yang dingin. Menurut Li Qin, kali ini tebakan nya tidak salah.! Tanaka benar-benar telah berubah.

__ADS_1


"Kenapa suasana di mobil ini begitu dingin mencekam" batin Laura, ia juga merasa ada yang aneh pada dua orang yang hubungan nya gak jelas ini.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye


__ADS_2