
MERESAHKAN
Orang tua, tidak pernah merancangkan sesuatu hal yang buruk untuk masa depan anak - anaknya, sama ketika pak Charlie dan bu Nurs menyetujui perjodohan Valr dan Valen tanpa meminta persetujuan Valen lebih dulu. karna menurut keduanya pilihan mereka adalah tepat dan lelaki yang mereka percayai pasti akan membahagiakan putri bungsunya.
Orang tua, adalah adalah jalan menuju pintu surga diakhirat nanti, yang bisa menelan keinginan dengan seribu jurus sakti didepan sang anak. mereka mampu menyembunyikan betapa hati menginginkan anak - anak nya berada dekat terus dan terus disamping orang tua.
seperti saat ini pak Hul yang sedang berusaha menyembunyikan rasa ingin memohon dan meminta Valr putra satu - satunya untuk kembali dan bersamanya disaat - saat paling sulit dalam kehidupannya melawan penyakit yang sudah menggerogoti seluruh tubuhnya. namun, hal itu tidak bisa ia tutupi dari dua bola matanya yang lelah.
Rasa bersalah dan tidak berguna hadir dan menyelimuti Valr, ingin rasanya ia marah dan menyalahkan seseorang melihat kondisi pak Hul yang kini tidak berdaya. namun, ia harus marah pada siapa dan harus menyalahkan siapa.? ia bingung dan terhanyut dalam pikiran serta emosinya sendiri hingga panggilan telepon terputus karna paketan Valen yang habis.
Memang saat usia senja dengan keterbatasan fisik orang tua akan sangat mengharapkan kehadiran anak - anak untuk merawat dan menjaganya serta selalu berada disisinya. hanya saja orang tua terkadang menahan keinginannya dan mengurungkan permintaannya hanya karna tidak ingin merepotkan anak - anaknya. itulah pengorbanan orang tua, saat azal mendekatipun mereka masih berkorban menahan keinginannya walau sesungguhnya ada kerinduan dan keinginan untuk bersama anak - anak di usianya yang sudah tidak memungkinkan untuk sendiri.
"Sayang, kamu kepikiran sama papa ya.?" tanya Valen dengan pelan dan lembut sambil mengusap lembut punggung suaminya
"iya" jawab Valr tegas dan ketus
"sabar ya sayang, papa pasti sembuh kok" ucap Valen mencoba menenangkan suaminya
"Valen.!" tegas Valr dengan suara baryton yang siap mengejutkan mayat dikuburan.
"iya sayang, ada apa.?" tanya Valen masih lembut
"apa selama ini kamu tidak pernah komunikasih dengan mama dan papa, ku.?" tanya Valr menyelidik dengan emosi dan rasa yang ingin menyalahkan.
deg .. deg .. deg ..!
Seketika Valen diam dan tertegun tidak menyangka pertanyaan ini akan ditanyakan oleh sang suami padanya, jantungnya berdegup sangat kencang dan mulai takut dengan sikap suaminya. Valen terus menatap Valr mencari tau maksud dari pertanyaan suaminya sekarang namun, yang ia dapat adalah sorotan mata kebencian terhadap dirinya.
__ADS_1
"belum bang, aku belum berkomunikasih pada siapapun, baik pada orang tua ku dan orang tua mu" ucap Valen menundukkan kepala karna ia tau, tatapan mata Valr saat ini adalah tatapan mata membunuh
"kenapa.? kenapa kamu sampai tidak bisa terfikir untuk menghubungi mereka.?" tanya Valr tegas penuh penekanan dan tentu saja hal ini membuat Valen syock karna cara Valr seakan sedang menyalahkan nya.
"maaf bang, saat aku hamil kerja ku hanya tidur dan malas memegang ponsel dan sama sekali tidak ingat untuk menghubungi siapapun termasuk kamu" ucap Valen gemetaran karna ini akan jadi awal dan perdana setelah ia melahirkan anak kembarnya mendengar Valr marah.
"apa itu cukup untuk dijadikan alasan.? bahkan saat anak kita lahir dan kamu keluar dari rumah sakit, kamu juga tidak kunjung menghubungi mereka, sekedar memberitaukan bahwa cucu mereka lahir dengan selamat..!" tegas Valr pada istrinya
"maaf bang, aku salah karna tidak mengingat dan kefikiran tentang apapun" ucap Valen semakin gemetaran karna pada situasi ini Valen jelas salah karna tidak membangun komunikasih yang baik terhadap orang tua dan mertuanya.
"Maaf.? katamu maaf.? orang tuaku terkena stroke dan aku sebagai anak kandung nya baru tau setelah penyakit yang dideritanya hampir satu tahun dan kamu sebagai istri yang hanya dirumah tidak tau sama sekali tentang hal ini.!" tegas Valr dengan suaranya yang meninggi dan sorotan matanya yang tajam..
"maaf bang, aku salah" ucap Valen lagi yang kini tangannya sudah gemetaran bukan main dan air mata kembali menetes dipipinya.
"aku kecewa pada wanita yang tidak bisa memperhatikan orang tua, setidaknya aku tidak mengingat hal itu, ada kamu yang akan menyempurnakan ingatanku tentang orang tuaku dan orang tua mu. tapi, aku terlalu berharap.! kamu asik disini dan lupa dengan yang dikampung" tegas Valr penuh dengan kekecewaan pada sang istri
"maaf bang, maaf" ucap Valen yang juga ikutan sakit hati mendengar ungkapan Valr..
Rasa bersalah yang berasal dari hati kecil Valr sepertinya membuat ia dan Valen harus melewati proses menyalahkan dan disalahkan, seperti saat ini dengan penuh emosi serta kekecewaan Valr terhadap sang istri karna menurutnya Valen tidak perhatian kepada orang tua. ia memilih pergi meninggalkan Valen ditaman belakang begitu saja
Ya.. ketika kita dicintai oleh seseorang dengan memberikan segalanya yang kita butuhkan untuk dimiliki dan kemudian merawat dengan penuh cinta hingga menjadi sosok yang berguna. pasti akan terasa sangat terluka saat kita mengetahui mereka jatuh sakit dan tidak berdaya. begitulah kini hati Valr, sedih dan teramat sakit. rasanya ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kini ayahnya berada dikursi roda dengan setengah badan yang tidak bisa bergerak.!
"apa aku salah.?" tanya Valen yang terduduk lemas dikursi
"tidak salah nyonya ini minum dulu nangisnya lanjutin setelah minum teh hangat" seloroh Ita dan menyodorkan teh hangat yang dibuatnya kepada Valen.
"apa kamu yakin.? kamu tau dari mana aku tidak salah.?" tanya Valen pada Ita
__ADS_1
"saya yakin nyonya.! saya sangat yakin nyonya tidak pernah bersalah karna, sebelumnya saya tidak tau apa - apa nyonya, makanya jawabnya singkat dan yakin kalau nyonya tidak bersalah" jawab Ita tersenyum bangga pada dirinya sedangkan Valen serasa geram dengan jawaban Ita..
"hais.! kamu selalu bicara tidak tepat pada waktunya" ketus Valen dan meneguk habis teh hangat buatan Ita
"penyesalan saja selalu datang terlambat nyonya, apa lagi aku yang bicara tidak tepat pada waktunya. kalau tepat pada waktunya itu pembawa acara namanya berbicara tepat waktu" jawab Ita tanpa sadar dengan situasi yang siap menerkamnya
"kamu kenapa bisa bawa teh hangat" tanya Valen mengalihkan pembahasan serta menurunkan emosinya yang akan segera tersalurkan ke Ita
"Sebenarnya teh hangat itu untuk saya nyonya tapi, karna nyonya terlihat lebih haus dari saya. maka demi keadilan dan kesejahteraan bersama.! saya, berikan teh special ini buat nyonya seorang" jawab Ita sambil menunduk, dirinya sedang memperagakan cara hormat ala wanita pelayan kerajaan
"makasih Otak" ucap Valen
"otak.?" tanya Ita
"iya Otak, otak mu Ita" ketus Valen
"iya otak ku, kata dokter memang otakku jenius nyonya" puji Ita sambil menggaruk - garuk kepalanya, merasa akan segera keriput Valen pergi meninggalkan Ita yang sedang berfikir.
HALLO READER
Selamat soreπ sebelumnya thor minta maaf ya, thor tau kalian bakal kecewa karna tidak ada lanjutan untuk Vano dan Ita disini. itu karena Author mau fokus menyelesaikan cerita antara Valen dan Valr kemudian berlanjut pada ketiga anak kembar Valen dan Valr beserta kisah cinta mereka..
DAN JUGAππ
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong bebππ
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul PENGORBANAN KU.πππ
__ADS_1