
...TANAKA MENJUMPAI LI QIN...
Ada penulis yang mengunggah kalimat pada media sosial nya dan nengatakan bahwa "Cinta Pertama Meninggalkan Jejak Pada Otak", Mungkinkah ini sebab nya Tanaka pada malam ini menanyakan keberadaan Li Qin setelah lebih dari enam minggu diri nya tidak pernah mau tau mengenai Li Qin atau Lebih tepat nya, hanya pikiran dan hati nya yang mencari cari dimana Li Qin berada dan hal itu tidak pernah ia perlihatkan dari gerak gerik maupun tutur kata.
Namun malam Ini sangatlah berbeda tidak seperti malam malam sebelum nya dimana Tanaka yang terkesan cuekpun akhir nya mencari dimana Li Qin berada, diri nya mencari gadis yang mungkin saja menjadi cinta pertama nya dan itulah sebab nya dalam kondisi tidak pedulipun membuat pikiran nya akan semakin mengingat Li Qin.
Dan, sejak Tanaka menanyakan keberadaan Li Qin, Ele hanya memilih diam tanpa menyahuti ataupun merespon. Ia terkesan membiarkan Tanaka dengan bebas untuk menanyakan dan mengetahui dimana saja Li Qin berada selama beberapa minggu hingga tidak pernah bertemu dengan nya dan bahkan Ele sangat paham ketika pandangan Laura, prof dan nyonya Alex tertuju pada nya dengan pandangan kesedihan.
"Mami, Papi, Laura. sungguh jangan menatap ku dengan tatapan menyedihkan yang seperti itu karena aku sangat amat baik baik saja" ucap Ele yang mengerti kalau orang orang di hadapan nya ini mengkhawatirkan diri nya hingga, ia dengan tulus hati memberikan senyuman terbaik nya
"Kau memang yang terbaik, Ele" puji Laura dan mereka saling berpelukan satu sama lain, tentu saja semua ini tidak luput dari perhatian prof yang sekarang menjadi bingung apakah ia harus mendukung Li Qin atau justru berbalik mengecewakan Li Qin dan mendukung Eleanor. Tentu saja hal ini mustahil terjadi karena walau bagaimanapun hati prof beserta istri nya pasti lebih besar untuk Li Qin.
"Kurasa Tanaka tidak akan bisa melupakan dengan sempurna sosok Li Qin, apa lagi pengalaman cinta pertama nya dengan jelas di ciptakan dan ada pada Li Qin sekalipun aku memang jelas pacar pertama nya tapi, bukan berarti cinta pertama nya jatuh pada ku. Andaikan saja cinta pertama nya adalah aku, mungkin posisi ku di pikiran dan hati nya akan sangat sulit untuk ia lupakan karena pastilah meninggalkan jejak nama ku pada area sensorik otak nya" ucap Eleanor dalam hati nya yang hanya dia sendiri yang bisa mendengarkan setiap kalimat kalimat nya.
__ADS_1
Terlepas dari kata hati memilukan Eleanor diruang makan yang ada keluarga prof dan Eleanor yang terlihat akrab satu sama lain tanpa rasa canggung, di lantai atas ke dua tepat nya yang ada kamar Li Qin dan kamar Ele, Seorang wanita yang tidak kalah cantik baru saja menyelesaikan makan malam nya secara sendiri di dalam kamar guna menghindari Tanaka, kemudian setelah acara makan malam sendiri itu ia memilih untuk merebahkan seluruh tubuh.
Malam ini Li Qin yang sudah sampai di rumah mewah Tanaka dan sudah makan malam tanpa ada yang menemani, juga diri nya masih tinggal di rumah mewah Tanaka yang masih begitu enggan untuk meninggalkan rumah tempat berteduh nya itu. Saat ini ia sedang berbaring dengan nyaman di kasur empuk milik nya dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di dalam kepala nya yang enggan untuk ia luapkan.
Sungguh diri nya tidak bisa mejelaskan detail dari apa yang ia rasakan malam ini setelah makan, bersamaan dengan tatapan mata nya yang kosong ia memandangi langit langit kamar yang bernuansa gold itu sambil merasakan hati nya yang semakin berat dan detik berikut nya air mata mengalir deras di pipi saking tidak mampu nya ia mengekspresikan dan mengontrol apa yang ada di dalam hati nya dan tidak bisa untuk ia luapkan selain dengan menangis.!
Tentu saja menangis adalah hal paling lumrah untuk para wanita karena menangis adalah senjata terampuh untuk merasakan sesak di dada dan hanya dengan menangis Li Qin mampu meluapkan sedikit demi sedikit rasa yang tidak jelas itu di relung hati nya, Sebuah rasa cinta, rasa sayang, rasa bimbang, rasa ragu, rasa kecewa serta perasaan kesal yang bersatu dalam pikiran nya dan selalu sukses mempermainkan diri nya.
tok.. tok.. tok.. Pintu terus di ketuk dengan suara ketukan yang bermacam macam nada nya.
"Li Qin" panggil Tanaka dan Li Qin yang masih asik dengan pikiran nya sendiri, sama sekali tidak menyadari ada suara yang memanggil nama nya dan tengah mengetuk pintu kamar nya.
"Li Qin.. Li Qin.. Li Qin.. kamu ada di dalam.? tolong buka pintu nya" panggil Tanaka berkali kali dan sama sekalu si putri Li Qin tidak mendengarkan teriakan dari Tanaka karena diri nya masih bengong dan asik dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
Tanaka tentu semakin geram karena ia sama sekali tidak tau kalau Li Qin tengah berada termenung dalam pikiran yang membuat nya melamun, ia justru berfikir kalau Li Qin sengaja melakukan hal itu berhubung hubungan mereka yang tidak bisa di katakan berpacaran itu sedang merenggang dan yang mengawali hal itu adalah Tanaka sendiri.
"Kalau kamu masih tidak mau membuka pintu kamar ini, jangan sesali jika aku akan mendobrak pintu nya dan membuat perhitungan pada mu di dalam sana" Ancam Tanaka yang seperti nya tidak berpengaruh pada manusia yang ada di dalam kamar.
TOK.. TOK.. TOK.. Ketukan pintu sudah tidak tertolong lagi kencang nya hingga, pintu tersebut terasa seperti di gedor gedor dengan sangat kuat dan suara nya memancing Eleanor untuk segera datang karena ia mengira kalau sesuatu kekerasan telah terjadi di arah kamar Li Qin.
"Tanaka, apa yang kamu lakukan.?" tanya Eleanor sambil sedikit berlari.
"Aku yakin dia ada di dalam tapi enggan untuk membuka pintu nya" ucap Tanaka dengan kesal
"Kamu bisa pakai kunci seraf tanpa harus menggedor gedor pintu, hal itu justru menimbulkan trauma pada Li Qin.! kamu sadar tidak kalau Li Qin ada trauma setelah adik kurang ajar mu itu menyekap, menyiksa dan menghancurkan mental nya hingga tiga tahun lebih" teriak Eleanor pada Tanaka dengan sangat kesal
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1