TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
VLT 223


__ADS_3

...TENTANG BAHAGIA...


Clara dan Valdis sedang berada di ranjang yang sama, tidak ada aktivitas yang mereka lakukan selain merebahkan tubuh saja dan memandang langit - langit kamar yang berwarna putih "Coba sesekali berikan waktu pada hati mu, apakah kau bahagia selama ini.?" tanya Clara kepada Valdis secara tiba-tiba setelah menikmati kebersamaan dalam diam selama tiga puluh menit.


"Aku tidak bahagia" jawab Valdis dan hal itu di benarkan oleh Clara dengan anggukan nya.


"Ya, kau memang tidak pernah bahagia" Sambung Clara dan Valdis hanya mengangguk bodoh tanpa berniat bertanya. "Kau tau Val, ini adalah suasana perdana kita berdua. Kita merebahkan tubuh tanpa aktivitas **** yang biasa nya membuat suasana menjadi penuh dengan nafsu dan gairah, setiap permainan dan gerakan yang kita mainkan tidak pernah ada ampun. kita sama-sama melakukan semua adegan dengan berlomba-lomba memuaskan satu sama lain, hanya ada aku dan kamu. saat kamu mau dipuaskan ranjang nya selebih nya kita tidak punya interaksi lain lagi." sambung Clara dan Valdis pun setuju dengan pernyataan tersebut tanpa ada niatan untuk membantah semua hal.


Lalu, Clara kembali melanjutkan perkataan nya "Valdis, aku sangat tau kalau aku tidak akan pernah bisa bersanding dengan status yang jelas disisi mu. dan itu adalah hal yang sangat mustahil terjadi, bahkan memikirkan nya pun sangat mustahil bisa terlintas di pikiran ku" Valdis mulai melirik bingung Clara. "Akan tetapi, disisi lain kaulah satu-satu nya orang yang telah menjamah dan menghancurkan masa depan ku." Valdis mengangguk dengan bodoh lagi karena memang pertama kali Valdis melakukan pertemuan se*ks dengan Clara, ia harus dengan sabar mengajari gadis belia itu dalam mengimbangi permianan nya


Valdis juga benar-benar tau, bahwa keseluruhan tentang se*s adalah hal paling perdana bagi Clara melakukan nya. anggaplah Valdis beruntung membeli Clara karena masih pera*an dan belum di jamah oleh siapapun. Setelah diam beberapa saat, Clara kembali lagi berbicara " dan semua yang kita lakukan adalah pertama bagiku dan tidak pernah ku bagi dengan lelaki manapun" kata Clara, semua tidak ada yang salah dari ucapan nya.


"Apa kau menyesal.?" tanya Valdis yang kini angkat bicara.


"Tentu tidak" jawab Clara dengan sangat yakin.


"kenapa, begitu.?" tanya Valdis bingung

__ADS_1


"Karna aku bahagia.!" jawaban Clara singkat namun penuh tanya.


"ck.. gadis bodoh mana yang bahagia ketika ia di jual oleh kedua orang tua anggkat nya, yang hanya membesarkan diri nya karena sebuah tujuan. Bahwa, kelak ketika umur lima belas tahun akan di jual kepada lelaki hidung belang atau kepada lelaki yang butuh penghangat ranjang dan lalu.., di jadikan sebagai budak **** oleh pria yang tidak ia kenal dan masa depan nya hancur.! dan tidak bisa kemana-mana karena di kurung didalam istana ****" Kata Valdis yang sedikit geram.


"Iya, aku paham itu.! tapi, aku tetap tidak menyesali nya" sekali lagi dengan yakin Clara mengatakan bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan nya. ia, sama sekali tidak pernah menyesali nya.


"Kenapa kau tidak menyesal.? bukan kah semua ini telah melukai banyak hal termasuk harga diri mu" Kata Valdis.


"hmm" Clara menyunggingkan senyum terbaik yang bisa ia berikan "Valdis, ini kali pertama selama bertahun - tahun kau berbicara banyak.


Hanya Clara lah yan selalu memulai pembicaraan tanpa mengharap respon, selain Clara tidak akan ada yang mau berbicara di antara mereka berdua.


Valdis seolah tidak mau mengubris perkataan Clara barusan, ia lebih memilih bertanya lagi "Kenapa kau tidak menyesal, sedangkan aku sering bermain kasar pada mu. ya.! walaupun itu hanya di atas ranjang dan bukan kah semua wanita yang di perlakukan seperti itu oleh pria adalah seorang ******.?" pertanyan Valdis kembali terdengar.


Clara benar-benar kurang waras, ia tersenyum lebar kepada Valdi "Sekali lagi ku katakan ini adalah hari yang begitu special dimana kau berbicara banyak pada ku untuk pertama kali" kata Clara, ia kembali melanjutkan ucapan nya "Aku benar-benar tidak pernah menyesal dalam hal apapun Val" Jawab Clara, lalu kembali lagi meneruskan ucapan nya yang sengaja ia hentikan.


"Karena kekerasan dari mu itu hanya berlaku di atas ranjang dan hanya pada saat kamu sedang emosi saja, lalu setelah nya semua baik-baik dan aku memang seperti telah di gariskan untuk mejadi ****** bagi pribadi mu. setelah orang tua angkat ku menjual ku pada mu dan disitu juga harga diri ku sudah tidak ada lagi." jelas Clara, kali ini dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya dan Valdis hanya menjadi pendengar paling setia tanpa mau membantu Clara menyeka air mata di pipi nya.

__ADS_1


Clara terus berbicara "setidak nya, inilah cara ku membalas budi dan kebaikan dari orang tua angkat ku selama menghidupi dan membesarkan ku, dan semua terlepas dari tujuan mereka yang sebenar nya dalam membesarkan ku. Yaitu untuk menjual ku kembali pada orang dan sungguh Valdis, aku sangat beruntung bahwa aku di jual pada mu.! Ini lebih baik dari pada mereka menjual di tempat bordir, itu akan terasa sangat hina karena melayani banyak pria dari muda dan tua hingga paling tua." jelas Clara


"Kenapa kau tidak lari saja waktu itu.? bukan kah aku tidak terlalu menahan mu.?" tanya Valdis yang mengingat waktu pertama kali ia membawa Clara ke apartemen nya, ia sama sekali tidak mengurung Clara dan Clara juga sama sekali tidak berteriak ataupun mengamuk.


"Karena, kalau aku lari saat itu dari mu, nyawaku pasti jadi taruhan dan orang tua angkat pasti terkena masalah" kata Clara.


"Gadis baik yang bodoh" jawab Valdis dan mereka tertawa bersama dengan kebodohan masing-masing. "Lalu, kenapa kau bertanya tentang kebahagiaan ku.?" tanya Valdis


"Karena aku tau kau tidak pernah bahagia" kata Clara


"kenapa begitu ?" tanya Valdis bingung


"Kau memang tidak bahagia, kamu tau tentang kebahagiaan atau kegembiraan.?" tanya Clara, dan tidak ada jawaban dari Valdis "kedua nya adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan dan kau berkecukupan juga bisa bersenang-senang dengan uang mu. tapi untuk cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens dan murni. kau sama sekali tidak memiliki nya bahkan kau tidak bisa bersyukur dan berbuat Ikhlas dengan semua yang terjadi pada mu. padahal itu adalah salah satu cara agar hidup akan terasa lebih tenang dan bahagia" jelas Clara dan Valdis hanya terdiam membisu


"Kau, lebih bodoh dari orang yang paling bodoh" kata Clara dan keduanya hanya bisa tertawa.


Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye

__ADS_1


__ADS_2