
๐WAKTU TUHAN SELALU YANG TERBAIK๐
Habis gelap terbitlah terang.! setiap duka pastilah terselip suka๐ seperti itu lah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan keberuntungan bertubi-tubi yang datang silih berganti pada Valensi dan keluarga nya.
1 bulan berlalu setelah ia mengikuti ujian CPNS keberuntungan datang padanya, ia satu-satunya yang masuk dalam daftar pemenang di bagian kesehatan untuk profesi Ns, entah karna kepintaran dalam menyelesaikan soal ujian atau mungkin karna hanya dia yang mendafatar untuk profesi itu, hanya panitia seleksi CPNS lah yang tau๐๐.
malam itu ponsel Valensia berdering disertai getaran kuat yang dengan cepat ia menekan tombol hijau dan langsung menyapa
"halo, selamat malam bang.?"
"selamat malam dek, selamat ya kamu menang seleksi, wah abang sudah suruh mama beli bakal baju dinas PNS untuk mu"
"abang jangan begitu, nanti aku di sangka matre lo bang.!"
"apa yang matre.? tunangan sendiri, kamu kan tidak minta, insiatif abang sendiri"
"baiklah baiklah bang, aku ikut saja"
"semoga kamu akan di tugaskan di RSUD kota ya dek"
"kenapa bang.?"
"kamu banyak yang pantau kalau disitu, tapi kalau di pedalaman susah mending nggak usah"
"baiklah terserah bapak Kadiskes saja๐๐"
"nanti abang ngomong sama papa ya dek"
"iya bang"
tanpa salam atau lain nya Valrisman langsung mengakhiri sambungan telpon dan membuat Valensia melotot kan mata nya.
"hah.!!!!! gileee ni siap grakkkk.!! gadak sopan sopan nya๐ sudah lagi ngomong kayak patung datar tidak bernot.!! haiissttttt, bagaimana nasib ku kedepan jika menikah dengan nya, jangan-jangan dia sepertii alat berat..๐๐๐๐๐๐"
Valensia terus ngomel-ngomel sendiri sambil keluar dari kamar nya dan terdiam ketika melihat direktur RSUD datang berkunjung kerumah mereka, singkat cerita ia mendapatkan tawaran bekerja di RSUD terbesar di kota nya dengan jabatan kepala ruangan RPB.
Orang tua Valensia langsung menyetujui tawaran itu tanpa menunggu dan menghargai jawaban putri bungsunya, tentu hal itu membuat nya kembali mengingat kejadian bulan lalu yang menjodohkan dirinya dengan Val tanpa meminta jawaban/pendapat darinya.
spontan ia kembali masuk ke dalam kamarnya dan mendiami keluarga nya yang sama sekali tidak bisa mengerti dengan kondisinya.!
"dasar..!!! se'enak jidat kalian saja semuanya memberi keputusan, harus nya kalian bertanya apa aku mampu, apa bisa langsung jadi kepala ruangan.? dasar kalian sangat egois"
"kalian pikir gampang apa jadi kepala ruangan.!! aku bahkan hanya punya pengalaman kerja sa'at praktik, bisa mati aku di semburr perawat senior di ruangan itu๐"
__ADS_1
ia terus menggerutu tidak karuan dalam hatinya tidak lupa ke dua kaki nya menendang-nendang bantal yang ia lempar ke lantai, dengan muka masam yang ia stok setiap sa'at dan selalu ia keluarkan ketika suasana hati nya sedang marah.
akhirnya dengan hasil pikiran bercampur emosi di tambah lagi kesedihan setiap mengingat mantan terindahnya yang sudah menyandang gelar Alm, ia menerima tawaran untuk bekerja di RSUD di tambah lagi ia percaya bahwa calon mertuanya pasti akan menempatkan nya di kota berhubung mertuanya masih kepala dinas.
hari pertama ia bekerja bulan november di perkenalkan langsung oleh direktur sebagai Kepala Ruangan Perawatan Penyakit Bedah dimana banyak nya pasien hingga memakan 4 ruangan besar masing-masing dua lantai, semua lantai dasar berisi 4 ruangan yang di jadikan bangsal (tempat pasien BPJS) yang berisi 75 bad pasien setiap satu ruangan
2 ruangan umum (pasien PNS/membayar tanpa menggunakan kartu apapun) berada di lantai dua dengan 50 kamar dan bad pasien setiap kamar berisikan sofa beserta tv dan di vasilitasikan 1 toilet tiap satu kamar.
2 ruangan VIP (untuk pasien kelas atas) ini berbeda lagi dari ruangan lain, gedung nya besar hanya ada 40 kamar dan sangat luas, setiap kamar berisi 2 bad (1 untuk pasien dan satu untuk keluarga) divasilitasi ac, kulkas, tv, sofa, pelayan setiap dua jam sekali langsung di tangani oleh Dokter specialis dan kepala ruangan..
"astaga..!!!!!! bagaimana bisa aku mengontrol semuanya ini ada 80 pasien VIP dan 100 pasien umum.!! di tambah lagi dengan 300 pasien bangsal astaga setiap hari pasien bertambah dan mati..!!!!"
keluh Valensia di hari pertama ia masuk, setelah mengetahui banyak nya pasien yang harus ia pertanggung jawabkan dan ternyata tidak ada dari seniornya yang mampu menyanggupi untuk duduk di posisi kepala ruangan.!!
dan entah kenapa hari pertama ia bekerja, pasien membeludak hingga full semua ruangan tidak tersisa bahkan ada pasien yang terpaksa di ungsikan di IGD karna ruangan tidak bisa lagi menampung, tentunya hal ini membuat sakit kepala Valensia karna sebentar-sebentar harus menerima laporan.
bersyukurlah ia masuk dengan posisi kepala ruangan setidaknya ia bebas dari senior yang suka merodam junior ditambah lagi di ruangan ia berada hanya dirinya lah yang mendapat gelar Ns dan tentunya sekalipun mereka senior wajib menghormati dirinya.
waktu berlalu SK Valensia keluar, berbagai pelatihan ia jalani hingga kenaikan golongan dan selalu mendapatkan pujian dari Direktur dan anggota lain nya karna ia mampu mensejajarkan anggota dalam ruangan itu dan selalu memberi perhatian penuh pada pasien.
hingga ruangan pengajuan dan informasi tidak lagi di penuhi dengan kotak surat tuntutan pelayanan perawatan di ruangan nya, satu kebangga'an besar untuk seorang kepala ruangan termuda.!
2 tahun berlalu tepatnya di tahun 2018 Valensia masih tetap dengan posisi kepala ruangan dinilai dengan pelayanan A dan B, namun karna pribadinya yang cuek, tidak mau berbagi sebagian menganggapnya sebagai kepala ruangan yang sombong, karna tidak memberi waktu pada tim nya untuk sekedar bercanda.
"OMG,, sudah dua tahun aike kerja disindang tapi belum jua bertemu wanita eike.!"
celoteh Vantosa yang juga bekerja di RSUD dan ruangan yang sama dengan Valen.
"siapa wanitamu.? ku kira kau tidak normal.!"
jawab Ani.
Ani termasuk dari ke tiga teman kecil Valensia, namun Ani jarang gabung dengan mereka karna faktor ekonomi yang membuat ia minder dengan lain nya.
"hei wanita eike ya Valensia la, yei tidak tau apa dia sudah lama tidak bertemu dengan kita."
"ia juga ya, dinas dimana tu anak..!"
tanya Ani berfikir.
tidak lama kemudian Tina datang.
"Valensia sudah berada di Nias dan gol PNS tapi kurang tau di tugaskan dimana"
__ADS_1
sambung Tina.
"Whatt.!! PNS.?? berarti dua tahun dong.?"
"yakk.!! suara jangan kencang-kencang bisa mati pasien mu"
protes Ani.
"aku bingung, sebodoh apa dulu bagian kantor hingga tersesat menggabungkan kita dalam satu raungan.!!"
ucap Tina sambil geleng kepala.
"eee mulut yei ya kalau ngimong, diluar sana banyak yang mau dekat dan nyolek bokong aike saking gemes nya.! eike kasih tau ke yei supaya selagi ada waktu colek eike nanti pas tenar tangan yei bakalan eike tepis"
"astaga, bokong kayak tulang keropos di jadikan kebangga'an, buah dada niiii montok kenyal depan belakang nyangkut bablaassssss pokok eeee"
An ikutan memperkenalkan kemontokan nya๐
"astaga,, inilah kenapa kita tidak boleh sampai dinas pagi atau pun sore.!"
sahut Tina
"hehe itu nama nya Waktu Tuhan selalu yang terbaik untuk kita emangnya kenapa dek.?
tanya Ani yang umurnya lebih tua dari Vantosa, Tina dan Valensia
"waktu Tuhan apa nya kita ancur dinas begini.! kalian belum dengar kepala ruangan kita itu orang nya cuek, judes, tidak mau banyak tingkah, nyaris tidak bersuara bahkan ni ya tiap manggil anggota tim nya dia bilang gini "hei kk kamu kesini sebentar" anggota lain kadang bingung kepala ruangan manggil siapa karna dia hanya nunjuk-nunjuk saja makanya mereka tau kalau kepala ruangan ternyata tidak tau nama anggota tim nya..๐"
jawab Tina yang tau kalau sampai dinas pagi atau sore mereka pasti kena teguran dari kepala ruangan atau ke tua tim.! karna kekonyolan dan kegila'an yang mereka ciptakan.
"salut ya sama kepala ruangan, sampai sekarang kita bahkan tidak tau nama nya dan wajah nya"
sambung Ani.
"bagaimana yei dan yei dan eike dan dan dan tau.?? kita saja tidak mebaca semua surat dan hanya absen aja"
"iya ditambah lagi kitakan dinas di malam hari otomatis tidak bertemu karna kepala ruangan hanya ada mulai jam 07:30-15:00"
sambung Tina.
"iya juga ya, aaa sudalah kerja sana"
mereka bertiga bubar karna baru menyadari cctv memantau๐
__ADS_1