TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
ALUR DI PERCEPAT 201.


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


"apa kau gila Li Qin, apa yang sedang kau bicarakan.?" tanya Tanaka dan berusaha menenangkan Li Qin dalam pelukan nya.


"kenapa kau mengambil nya, kenapa kau merenggut nya" kata Li Qin dengan histeris.!


"aku belum mengambil apapun dan belum merenggut apa pun dari mu Li Qin, aku sungguh - sungguh" jawab Tanaka dengan serius.


"lalu kenapa kain ini berdarah.? hikss.. hikss.. bukan kah kalau pertama kali melakukan itu, wanita akan pendarahan kecil.? hikss.. hikss...! kau jahat.!" kata Li Qin


"astaga Li Qin, kita bahkan belum membuka pakaian bagian bawah lalu bagaimana cerita nya bisa sampai menembus goa kecil mu yang sempit dengan sekali hentakan.? pastilah akan terasa sangat sakit di awal dan kau pasti terbangun jika itu terjadi sekalipun kamu dalam keadaan ngantuk berar.!" jelas Tanaka dengan tegas sambil menepuk jidat nya, merasa ini hal terkonyol yang di teriaki oleh seorang dokter.


"lalu itu darah apa.?" tanya Li Qin melepaskan diri dari pelukan Tanaka dan mengalihkan perhatian nya di are bawah.


Tanaka yang penasaran dengan noda darah yang banyak dan luas membentuk pulau itu mulai mengendus endus dengan hidung mancung nya dan ia mendapatkan bau amis yang tidak sedap untuk di endus dari hasil mengendus.


perut Li Qin terasa mules dan gejolak dalam perut nya membuat diri nya merasa sangat mual dan pusing, Li Qin sesekali merasakan kalau sekujur tubuh nya terasa kaku juga keram saking sakit nya **** ********** dan perut nya.


"kenapa terasa bau amis.?" tanya Tanaka, sungguh bau yang sangat amis dan menjijikkan.!


"aaaahoo.. sakit, sakit sekali Tan" jerit Li Qin pada Tanaka, ia benar - benar merasakan sakit yang luar biasa, sampai Li Qin memeras tangan Tanaka dengan sangat kuat.


"apa kamu datang bulan.?" tanya Tanaka

__ADS_1


"tidak Tan, aku bahkan dua hari lalu baru saja selesai haid terakhir" jawab Li Qin sambil mengeluh kesakitan dan meyakinkan bahwa ia tidak sedang datang bulan.


"apa yang harus ku lakulan Li Qin.?" kata Tanaka panik setelah mendengar penuturan Li Qin.


"Tan sakit sekali, hiks.. hiks.. sangat sakit sekali Tan.!" Li Qin benar - benar menjerit histeris kesakitan hingga membuat Vini dan Laura mengetok pintu di hari yang masih gelap.


tok.. tok.. tok..


"Li Qin, kamu kenapa menangis.? suara mu sangat mengganggu" kata Laura yang merasa Li Qin suara menggangu nya.


"Laura, masuk lah pintu belum di kunci" teriak Tanaka dan langsung saja Vini dan Laura berhamburan masuk kedalam kamar Li Qin.


"Oh my God, apa yang terjadi.?" tanya Laura yang langsung naik ke atas ranjang.


"bau anyir apa ini, seperti bau darah" kata Vini.


"Li Qin, darah mu keluar sangat banyak.! apa yang terjadi.?" tanya Laura masih tidak mengerti kenapa bisa darah Li Qin keluar begitu banyak.


"apa kalian kebobolan dan sedang berusaha menggugurkan nya.?" tanya Vini dengan nada menyelidik.


Li Qin yang mendengar itu geleng kepala, ia begitu jujur saat membuat gerakan menggelengkan kepala nya, begitu juga dengan Tanaka ia memberikan jawaban yang sama dengan Li Qin.


"Li Qin, aku harus berbuat apa.?" tanya Tanaka yang berusaha membuat Li Qin tenang, ia dengan lembut memeluk dan mengurut perut Li Qin.


sedangkan Laura ikut mengoleskan minyak kayu putih ke perut Li Qin dan Vini yang manja membuatkan teh hangat untuk Li Qin, mereka mengira Li Qin masuk angin hingga menimbulkan pendarahan yang hebat.


"Ahkkkkk.. sakit Tuhan, sakit sekali" rintih Li Qin dengan histeris sampai memanggil - manggil nama Tuhan nya, tangan kiri nya memeluk erat pinggang Tanaka dan enggan sekali melepaskan nya sedangkan tubuh nya masih bersandar di dada Tanaka.


Menangis terus menerus hingga matahari terbit dan bersinar, seluruh penghuni rumah bangun dan di suguhkan dengan kepanikan lantaran darah Li Qin sudah memenuhi seluruh ranjang, bahkan celana Tanaka di mulai dari bokong hingga kaki nya saja sudah di lumuri oleh darah Li Qin.

__ADS_1


Tanaka dengan setia memberikan segala cara yang menurut nya bisa merileks kan Li Qin namun segala hal tidak berhasil untuk membuat nya nyaman, profesor juga sudah meracik obat dalam waktu singkat untuk di berikan pada Li Qin namun hal itu juga tidak berhasil membuat pendarahan berhenti.


Vini dengan segala daya upaya nya sudah memberikan Li Qin sarapan dan teh hangat, semua nya juga sia - sia karena Li Qin memuntahkan semua isi dalam perut nya dan ia masih terus menangis histeris hingga dokter pribadi keluara Tanaka datang memeriksa Li Qin.


"saya sudah memeriksa nya tuan namun, saya tidak mendapatkan gejala penyakit apa pun." tegas dokter setelah pemeriksaan yang memakan waktu satu jam itu.


"apa kau bilang.? kau tidak mendapatkan letak penyakit nya.? apa kau sedang tidak ingin hidup.!" ancam Tanaka pada dokter pribadi nya dengan aura dingin yang mematikan, mungkin dokter itu sudah ia tendang sejak tadi seandai nya Tanaka tidak sedang merangkul Li Qin.


"tenang lah nak Tanaka, ada beberapa penyakit yang tidak bisa di ungkap dalam Dunia medis.!" jawab profesor yang mulai merasa ini bukanlah sesuatu hal yang bisa di sepelekan.


"prof, Li Qin akan ke habisan seluruh darah dalam tubuh nya jika ia tidak segera di obati.! pendarahan nya harus segera di hentikan" tegas Tanaka


"maaf tuan, saya sudah berusaha keras semampun saya untuk memberikan dokter Li Qin obat penenang dan beberapa obat guna menghentikan pendarahan nya namun, semua yang terbaik yang saya berikan tidak berhasil sama sekali." jelas dokter dengan gemetaran karena baru kali ini ia tidak mampu membuat puas Tanaka dengan hasil pengobatan nya.


Apa yang di perlukan Li Qin dalam pengobatan sudah di penuhi secara medis namun, secara medis tidak di temukan apa penyakit bahkan gejala dari pendarahan hebat yang Li Qin alami, selain darah yang terus keluar dari intiman nya.


.


.


.


Gantungan infus yang berisakan cairan dan juga kantong darah telah mengalir ke tubuh nya beberapa kantong karena Li Qin kekurangan banyak darah, kamar yang Li Qin tempati sudah di bersihkan hingga bau anyir darah berkurang walau tidak semua tapi, setidak nya indra penciuman manusia tidak terganggu saat masuk ke dalam kamar.


Li Qin kini sudah di bersihkan oleh istri profesor dan ibu Vini dengan tubuh pucat yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri, Tanaka dengan setia menunggu Li Qin siumam.


dengan kepanikan dalam diri Tanaka, ia seketika merasakan hal yang dulu momy nya pernah rasakan, walaupun tidak mengerti cerita itu dengan jelas namun, ia sudah tau sesakit dan sekhawatir apa momy nya saat itu.


"Apa yang terjadi sebetul nya dengan mu Li Qin.?"

__ADS_1


__ADS_2