
INGAT YA.!
👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.
👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.
👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!
Jatuh cinta adalah sebuah rasa seperti pencuri baik dalam mencuri hatimu dan mencuri perhatian targetmu, jatuh cinta juga didalamnya datang perasaan yang paling membahagiakan, bahkan sulit untuk menggambarkan kebahagiaan dari rasa itu.
Namun semua akan berbeda ketika kamu mencintai seseorang sejak lama tapi cinta tersebut malah mendatangkan kebingungan dimana orang yang kita sukai justru membuang rasa itu dan memberikannya pada orang yang dia sayangi, selain didalam drama kejadian serupa juga terjadi dalam kehidupan nyata hingga banyak perempuan harus menghadapi kisah cinta tak berbalas.
Seperti Alana yang dengan setia menantikan Valdis, tidak ada tanda kelelahan dalam jiwanya juga cinta untuk menunggu balasan setelah ingatannya yang dulu pulih. tapi sampai kini Valdis bahkan tidak pernah memberi tanda - tanda atau bahkan berusaha mengghubungi Alana padahal jelas ia ketahui bahwa Alana tinggal dirumah kakek dan neneknya yang telah diwarisi pada Valdis.
Pagi itu semua penghuni rumah berkumpul dimeja makan untuk sarapan, satu per satu datang mengisi bangku kosong untuk diduduki. dengan kondisi manusianya ada yang baru bangun dan ada juga yang sudah bersiap - siap untuk bekerja.
"hooaaaam.. pagi" Vini menguap
"hm" Tanaka
"pagi" Alana
"morning" Laura
"hoaaaaaam" Vini kembali menguap dengan mulut yang terlalu terbuka lebar
"kakak, itu imut sekali" kata Bambang dan hal itu menuai cibiran dari Laura yang juga selalu ikut makan bersama.
"terimakasih Babang tamvan" kata Vini sambil kembali menguap
"astaga Vini, kamu ini menguap terus nafasmu bau tau" ketus Laura dan hal ini selalu saja terjadi antara Laura dan Vini namun, mereka selalu kompak
"Kak Laura, kamu sudah mandi belum.?" tanya Vini dengan wajah polosnya
"belum" jawab Laura
"pantes bau" ketus Vini
"ppffftt" Bambang tertawa kecil sambil menutup mulut
"yaaaaak.!! Vini, akan kulempar kau dipengasingan" kata Laura
"hufff" Alana menghela nafas kasar dan dengan cepat menghabiskan makanannya
"sudah - sudah kalian makan yang banyak agar hari ini berenergi" kata ibu Vini sambil mengelus kepala Tanaka
"ckk.. mami salah orang, itu bukan anakmu tapi aku jelas anak kandungmu" ketus Vini protes
"tenanglah Vini, tunjukkan sikap menghargai didepan calon mu" kata ibu Vini dan spontan Alana terbatuk - batuk mendengar jawaban ibunya Vini.
"uhukk.. uhukk.." Alana
__ADS_1
"minumlah dulu" kata Tanaka yang refleks menyodorkan gelas yang sudah ia minum sedikit ke Alana, dan Alana tanpa berfikir panjang meminum air digelas yang sama.
"itu saja kaget, belum lagi kalau dengar aku akan hamil" lanjut Vini dan hal itu berhasil membuat Laura dan Alana terbatuk - batuk
"uhukkkkkk. uhukkkkk" Alana
"minum lagi" kata Tanaka, sambil mengelus punggung Alana
"eheeeekkkkk... eheeeeekkk, hais anak ingusan satu ini" kata Laura dan Vini hanya menyengir kuda
"ayoo jeng, kita makan diruangan bawah saja dari pada menyaksikan bocah - bocah ini berdebat disepanjang makannya" kata nyonya Minang pada ibu Vini yang selalu tidak mau gabung dengan para anak muda, karena anak muda dimeja makan itu selalu berakhir dengan perdebatan dan banyak lagi.
"ayo, jeng" kata ibu Vini dan merekapun berlalu pergi keruang sebelah
"terimakasih" kata Alana
"hm" jawab Tanaka
"haciiiiih.. huaaaachii..." Vini kembali bersin dan hal itu mengenai makanan Alana
"Vini.!" tegas Tanaka
"upsss.. im sorry sister Alana" kata Vini dan Alanapun merapikan sendoknya tanpa mau menjawab lagi.
"aku pergi dulu" kata Alana
"hati - hati bebkuh, yah padahal kamu lahap sekali makannya" kata Laura sambil mencium pipi Alana ysng telah berdiri dan pamit
"tidak masalah aku pergi dulu, Vini jangan lupa tugasmu ya bereskan kamarku" kata Alana mengingatkan Vini.
"ckk.. kutu satu ini gak merasa bersalah" sindir Laura pada Vini
"Tanaka, aku duluan ya.. Bambang makan yang banyak" kata Alana
"siap kakak cantik yang banyak sabar" jawab Bambang
Beberapa menit kemudian Alana sudah keluar dari rumah setelah berpamitan pada profesor dan istrinya serta ibu Vini yang juga berada didalam rumah itu dan tersirat ada rasa kesal diwajah Alana, namun hal itu tidak pernah ia tampakan demi menjaga agar tidak ada slek diantara gadis - gadis itu dirumah.
"huuufff.. padahal aku masih lapar sekali" kata Alana sambil memegang perutnya yang lapar
Sedangkan didalam rumah kegaduhan kecil terjadi diruang makan, dimana dentingan sentok saling beradu dari mulai suara nyaring hingga suara besar karna Vini dan Bambang memainkan sendok dengan nada genderang..
"Ya, Tuhann" kata Laura
"aku sudah selesai, aku pergi dulu" kata Tanaka
"ini hari minggu pergi kemana" kata Laura, Vini juga Bambang bertanya dengan serentak dan seketika langkah Tanaka tertahan mendengar mereka yang seakan mengintrogasi Tanaka
"mengejar cinta" jawab Tanaka cuek
"mengejar cinta.?? cinta bisa dikejar.?" tanya Bambang
__ADS_1
"ck, bodoh.! bahkan cinta bisa diikat" jawab Vini
Diperjalanan Alana sambil menyetir mobil dengan pelan, ia melirik kiri kanan untuk mencari penjual makan pinggiran untuk melengkapi rasa lapar yang tidak sempurna.
"aaaah, ini dia bakso" kata Alana yang kemudian memarkir mobilnya dan turun untuk memesan bakso.
"bakso satu ya buk biar pedes kerupuk tolong dipisah" kata Alana dan dijawab dengan bail oleh ibu penjual bakso hingga beberapa menit kemudian Alana bisa menyantap baksonya dengan penuh kedamaian
"buk, bakso satu" terdengar suara laki - laki yang dikenal oleh Alana hingga membuatnya menoleh karena laki - laki itu duduk tepat didepannya
"Makan dipagi hari minggu yang cerah dengan kerapiaan berpakaian seperti sedsng menggoda apa itu namanya kalau yei tidak pergi berkencan" kata Santo seorang Direktur rumah sakit tapi ketika berada diluar kelakian - lakiannya dipertanyakan.
"jangan mengganggu sarapan pagiku yang tertunda" kata Alana
"apa yei terganggu lagi sarapannya dirumah.?" tanya Santo sambil mencuri satu bakso milik Alana
"ckk,, taktik pencuri" ketus Alana
"tapi ngomong - ngomong kamu mau kemana.?" tanya Santo
"aku lupa kalau hari ini minggu, ku kira ini hari kerja" kata Alana
"hahahahaha dasar yei, selain lupa ingatan ternyata lupa hari juga" kata Santo
"ck" Alana
Waktu berlalu tanpa kejadian dan kesedihan atau apapun itu, berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang special untuk dikenang hingga malam tiba dan semua berada dikegiatan masing - masing.
"cekleeekkk.." pintu kamar Tanaka terbuka
"ada apa.?" tanya Tanaka yang sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon ketika melihat Alana masuk
"aaah, maaf mengganggu lanjutkan" kata Alana dan langsung duduk dikursi yang Tanaka duduki karna ia dipersilahkan duduk
"tunggu sebentar" kata Tanaka pada seorang lawan bicaranya ditelepon
"lanjutkan saja Tanaka, aku menunggu" kata Alana
"ada apa Alana.? apa kamu sedang kangen padaku.?" tanya Tanaka
"hahahaha, iya aku kangen pada wajahmu tapi bukan namamu" jawab Alana tanpa dosa dengan polos
"aaaah, Valdis maksudmu.?" tanya Tanaka dan seketika wajahnya berubah dari baik kegeram, iapun meletakkan ponselnya diatas meja tanpa mematikan. artinya seseorang itu juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka.
"Alana kamu jangan percaya terlalu banyak, jangan juga mencintai terlalu banyak dan terakhir jangan berharap terlalu banyak.! sebab terlalu banyak rasa yang kah simpan akan melukai hatimu dengan begitu banyak.
Hayoo.. kenapa bisa Tanaka berkata demikian.??
ikuti terus ya kisahnya semoga hari ini bisa Up lagi
Hallo pembaca novel kesayanganku😘😘
__ADS_1
Masih bingung bukan.?
saya paham itu jadi tolong kasih saya waktu agar bisa Up banyak, saya rasa dengan Up banyak akan membantu mengurangi kebingungan dan alur yang terlupakan.