TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
V & V 55


__ADS_3

JURAGAN MAUT


_Brakk!!_


Meja kaca hancur karna satu tumbukan dari Valr yang kini berdiri dihadapan Direktur RSUD yang membuat seluruh kesabaran nya habis, anehnya tangan Valr tidak mengeluarkan darah hanya saja tergores sedikit dan membuat seluruh staf yang berada dekat dengan kantor Direk berhamburan didepan pintu masuk karna mendengar suara pecahan gelas.


"bagaimana bisa kau membiarkan seorang perawat perempuan menangani pasien depresi seorang diri dan menerima kekerasan fisik" bentak Valr langsung didepan Direktur


"maaf pak anda siapa.?" tanya Direktur


"saya tunangan Valensia perawat yang mengalami kekerasan fisik dari pasien depresi" tegas Valr dengan tatapan yang tajam


"saya mohon maaf atas ketidak nyamanan nya pak.! secara pribadi saya sangat menyesal atas insiden ini namun saya juga tidak tau kalau semalam bu kepru hanya seorang diri diruangan RC"


"apa kau bilang, kau tidak tau.!! apa gunamu sebagai direktur.!! bagaimana jika semalam ia diperkosa dan dibunuh apa kau akan bilang tidak tau.!! apa kau akan bertanggung jawab menjadikan nya istri keduamu.!!"


Valr semakin menjadi jadi ketika menggeluarkan bisanya menyerang Direktur dengan ganas semua petugas hanya bisa melihat dan berbisik-bisik tanpa berani melerai termasuk tim keamanan karna mereka tau lelaki gagah berseragam lengkap dihadapan mereka bukanlah orang yang bisa dijinakkan.


sedangkan disisi lain dengan tergesa-gesa Vantosa tengah berlari kencang menuju ruangan mess untuk memanggil Valen


"celeha yaouloh celeheeeeeeeeee eh salah celeha.!" teriak Vantosa


"apasih aku mau istrahat tangan ku sakit bang" keluh Valen menunjukkan tangan nya yang dijahit semalam terlihat bengkak karna tiga jam ia gunakan dengan paksa untuk membersihkan jenazah


"astoge ini wiu wiu sikon nya celeha yaouloh"


"apasih bang, ngomong yang benar"


"gini, tadi pas yei kekamar jenazah siapp grakk elu dateng ke ruangan kite nah eike cerita kejadian smalam satu set full beserta luka yei sudah gitu siap grakk wajah nya merah seperti sedang membuka pintu neraka dan segala api nya" jelas Vantosa


"lalu" jawab Valen singkat karna dia tidak menyangka Valr sedang mengeluarkan larva dari mulutnya😂


"astauge bangun deh pigi sono ke ruang Direktur yei lihat dah kekacauan yang siapp grakk timbulkan.!" ucap Vantosa sambil mendorong kuat Valen agar keluar dari mess


dengan terpaksa Valen mengikuti juga Vantosa menceritakan semua kejadian secara rincin kenapa bisa Valr murka berawal dari penuturan Vantosa hingga tambahan bumbu dari petugas farmasi yang merincikan dan melebihkan cerita ketika kepala Valen dibanting pasien dan banyak kuah gulai lainnya yang berhasil mengeluarkan erosi dan polusi gunung merapi dari siap graak tanpa pikir panjang ia datang menendang pintu direktur dan menumbuk meja dengan gagah nya kejadian itu terjadi tiga jam setelah kunjungan.


"astaga bang Vantosa kamu ya harus nya mulut dijaga" tegur Valen yang mulai takut dengan aksi siapp grakk yang ia kenal tegas dan garang

__ADS_1


"maaf celehaa eike kan cuma nemani siap grakk nungguin yei keluar kamar mayat" jelas Vantosa yang memang hari ini mereka bebas keluar


"kalau begini bisa kacau masalahnya.! abang sulung bisa tau kasus ini🤦🤦" Valen semakin bingung dan panik rasa sakit diseluruh tubuhnya tidak bisa mangalahkan kepanikan dan ketakutan nya.


"astougee gimenong dong celehe.!! au ahhh gelap" ucap Vantosa ngeperrr


"sudah abang balik aja nanti bisa runyam perkara" ucap Valen dan di angguki oleh Vantosa


Valen tiba dilantai atas tepatnya ruangan para staf dan Direktur semua mata tertuju kearah Valen yang terlihat jelas dari wajahnya kepanikan, kegugupan dan pucat sungguh ia benar-benar merasa disambar petir dan dihujani durian runtuh berduri tajam matanya membulat sempurna seakan ingin keluar saat melihat kehancuran dikantor Direktur dan wajah juragan maut yang memancarkan kegelapan neraka serta larva yang meluap-luap.!


"bang Valr.? ucap Valensia lembut namun dengan suara yang gemetaran


"sedang apa kau disini" teriak Valr dan berhasil membuat Valen skot jantung


"apa yang sedang abang lakukan disini.?" tanya Valen berusaha menenangkan diri


"berani kau balikkan pertanyaan ku.!!" ucap Valr yang juga berhasil memberikan tatapan tajamnya


"bu-bu-bukan bang, tolong tenang dulu.!"


"apa kau bilang.!" bentak Valr lagi lagi dan lagi


"apa kau tau siapa aku Valensia.!!" tegas Valr semakin dingin dan mencengkram kuat tangan Valen


"sakit bang" rintih Valen dan mendapat tatapan iba dari Direktur


"keluae kau dari sini.!!" usir Valr


"tidak.! ayo kita keluar bersama" ajak Valen dan memutuskan untuk memberanikan diri menarik paksa Valr keluar dan menjauh dari ruangan menuju lorong namun sebelum nya ia meminta maaf atas kelancangan Valr dan mendapatkan senyum termanis dari Direktur yang sudah pucat pasi untung saja Valr nurut dengan tarikan nya.


"aku tau siapa abang, tolong jangan bersikap keras seperti ini bang" keluh Valen


"sekarang jawab baik-baik pertanyaan ku Valensia"


"tadi pagi aku berusaha menghubungi mu namun kau tidak mengangkatnya.!" geram Valr dan benar ia berusaha menghubungi Valen berkali-kali namun tidak diangkat


"maaf tadi aku mandi dan ponsel sedang aku carger dan aku juga tidak bisa menghubungi balik karna pulsa ku nol" jelas Valen jujur

__ADS_1


"mana ponsel mu.!" tanya Valr tanpa basa basi dan menunggu jawaban ia langsung mengambil paksa ponsel milik Valen dari saku baju dinas nya dan


_braaakkkkkkk!!_


dirinya yang dikuasai emosi tanpa penjelasan lebih, membanting dengan kuat ponsel apple milik tunangan nya hingga ponsel yang mencapai angka lebih dari delapan belas juta itu hancur membentuk huruf C dan pecah tidak berbentuk lagi.!


kali ini Valensia benar-benar gemetaran dan ketakutan hingga tidak ada lagi tenaga untuk menopang tubuhnya berdiri dan langsung memegang pinggang Valr air matanya setetes demi setetes membasahi pipi mulus tanpa jerawat juga tangan nya yang baru dijahit mengeluarkan darah segar.


"mulai sekarang kau berhenti dari pekerjaan mu.!" tegas Valr penuh penekanan dan kembali mencengkram kuat tangan Valen


//#deeeggggg#


jantung Valensia berdetak seluruh ototnya semakin bertambah lemas dan gemetaran tiada tara yang terjadi hari ini tidak pernah ia alami tentu saja ia shock


"itu tidak mungkin bang" tolak Valen


"kau berani membantah ku.!" tegas Valr dan mencengkram lebih kuat tangan Valen yang terluka dan menariknya dengan kasar


"ti-ti-tidak bang maaf" berusaha melepaskan tarikan dan cengkraman tangan Valr


"ikut aku dan jangan membantah jika kau masih sayang dengan tubuh mu.!!" ancam Valr dan membuat Valen tunduk tidak berkutik


saat ini Valensia berusaha keras agar air matanya tidak lagi mengalir deras dan terpaksa mengikuti tarikan tangan Valr yang sudah mencengkram pergelangan tangannya dengan sangat kuat ia berusaha mengalah dengan perlakuan kasar Valr agar tidak mengeluarkan larva nya.


dengan wajah dingin dan tatapan merah padam Valr membawa Valensia menuju IGD dan menyuruh perawat untuk kembali mengobati luka nya bagaikan apes luka ditangannya kembali dijahit karna semakin menganga dan tanpa sengaja Valr menyentuh kuat daun telinga Valen dan spontan ia meringis sakit karna telinganya juga lebam hal itu diketahui Valr dan semakin geram.


"maafkan aku bang, tolong jangan marah lagi" ucap Valen yang tau emosi Valr kembali memuncak


"tolong siapkan kamar rawat inap VIP untuk nya.!" perintah Valr kepada perawat agar Valensia mendapat perawatan dan istrahat


"abang jaga.?" tanya Valen sengaja untuk mengalihkan pemikiran Valr yang sepertinya akan kembali menuntut pihak RSUD


"kamu mau abang yang jaga.?" jawab Valr mulai lembut


"iya Valen nggak mau kalau mama bikin repot" sengaja Valen padahal disini juga dia bakal dijagain sahabatnya tidak perlu Valr atau keluarganya


"yasudah abang yang jaga" sambung Valr dan segera Valen diover keruangan VIP

__ADS_1


namanya tanggung jawab harus dilakukan dengan sepenuh hati sejijik dan serendah apapun dan dalam kondisi apapun harus dilaksanakan karna itu sebuah kewajiban sama seperti yang dilakukan Valen namun naas berakhir buruk.


__ADS_2