
...SESUATU YANG TERKUAK...
Menjadi bohong dan jujur itu adalah sebuah pilihan tanpa paksaan selama tidak mengorbankan kepercayaan orang lain maka semua akan terlihat baik walau tidak benar, Semua orang juga tentu sangat bisa melakukan kesalahan hingga berulang kali akan tetapi tidak semua orang di Bumi mau memaafkan kesalahan yang berulang ulang kali.
Tapi berbeda dengen Ele pada episode ini, yang akan berkata jujur pada Laura dan Tanaka yang akan bercerita jujur pada Li Qin. Walau sebenar nya ini adalah hal zinah yang memalukan namun mau di kata apa lagi semua telah terjadi bahkan sudah berlalu hingga hampir dua bulan berjalan.
Sementara Laura tengah berfikir, Li Qin juga mendesak Tanaka dengan banyak pertanyaan dari pembahasan yang sama sejak tadi.
"Lalu, kenapa kamu mempertahankan nya Tanaka.?" tanya Li Qin dengan sedikit meninggikan suara nya, petanda bahwa emosi nya kembali meluap tapi, masih dengan posisi memeluk tubuh Tanaka.
"Teramat panjang untuk ku ceritakan pada mu yang sesungguh nya terjadi" ucap Tanaka dan hal itu membuat Li Qin mengerutkan kening nya, dari ucapan Tanaka tersirat beberapa hal yang di sembunyikan dan hal itu seolah sangat enggan untuk di bagikan pada Li Qin.
"Teramat panjang bagaimana.? kau bisa marah dengan panjang lebar menggunakan mulut mu dan bertindak sesuka hati mu tapi bercerita bermodalkan bibir dan pita suara mu saja dengan lidah mu yang bergerak kau tidak bisa" ketus Li Qin yang sungguh sangat kesal dengan jawaban Tanaka.
"Bukan kah kalau aku berkata seperti itu artinya sesuatu tidak bisa ku jelaskan pada mu dan kamu harus mengerti ketika aku menjaga privasi Ele." ucap Tanaka dengan santai
"privasi.? kamu bilang privasi.?" ucap Li Qin berulang ulang dan hal yang sama juga di lakukan oleh Tanaka yaitu mengangguk berulang ulang.
"Iya, privasi" ucap Tanaka
Beralih dari kamar Tanaka ke kamar Ele yang kini ada Laura, di ruangan mewah itu ada Ele yang berusaha sekuat tenaga dan pikiran mendesak Laura agar mau bercerita pada nya.
__ADS_1
"ooh ayolaah, jangan membuat ku seolah merasakan kalau kamu tidak mempercayai diri ku dan tidak menganggapku saudara perempuan sekaligus sahabat mu" desak Ele pada Laura dengan wajah mengemis.
Mendengar ucapan Ele, Laura merasa bersalah karena membiarkan Ele merasa tidak di percayai oleh nya "Huff, baiklah Ele kalau begitu aku harus berfikir dari mana mulai nya untuk menceritakan hal ini" ucap Laura sambil berfikir.
"Baiklah, aku akan duduk manis mendengarkan cerita dari mu" ucap Ele penuh dengan antusias
"Tapi Ele, kita belum tidur semalaman apa tidak bisa besok lusa saja" ucap Laura, kedua nya memang meronda semalaman karena pikiran Laura yang berkelana ke ke jadian yang hampir dua bulan berlalu itu.
"TIDAK.!! Aku bisa mati gelantungan kalau harus menunggu lebih lama lagi" tolak Ele dengan tegas
"ehm.. begitu ya" kata Laura lemas "baiklah, dengarkan dan pasang telinga mu baik baik agar kamu bisa merekam dengan jelas waktu malam itu sekitar satu bulan atau menjelang dua bulan yang lalu" ucap Laura dan Ele mengangguk bodoh mengikuti nada tinggi rendah Laura.
"Aku dan Li Qin mendengarkan suara suara yang aneh dari dalam kamar ini lalu kami berjalan menunduk nunduk mana tau ada maling menyusup" ucap Laura dan Ele masih dengan setia mendengarkan.
"Lalu kami mencari asal suara gila tersebut dan mendapatkan pintu kamar mu yang tidak terkunci rapat" kata Laura jujur "Apakah kamu masih mau mendengarkan ceritaku.? kamu yakin cerita ini ku lanjutkan.?" tanya Laura memastikan.
"Iya, lanjutkan saja tanpa bertanya" jawab Ele, ia sama sekali tidak terfikir bahwa cerita Laura akan menjatuhkan dan mencabik harga diri nya.
"Kami sampai di depan pintu kamar mu yang tidak tertutup rapat juga tidak di kunci, saat itu suara aneh itu terdengar begitu jelas dari dalam kamar ini, suara nya begitu menggema dan mengerikan hingga kami hanya berani mengintip dari pintu saja" jelas Laura
"Lalu, setelah sampai di pintu suara apa yang kalian dapatkan.? kenapa aku tidak mendengar nya.?" tanya Ele penasaran.
__ADS_1
"Suara itu membuat kami merinding bukan main, kami juga begitu shock setelah melihat langsung dengan mata kepala kami" jelas Laura
"Laura, jangan basa basi yang bertele tele lekas beritau suara apa itu di dalam kamar ku ini" kata Ele
"Itu suara ******* mu, gadis bodoh" ucap Laura yang akhir nya menyentil kepala Ele dengan kuat hingga dahi Ele memerah.
"APA.. ******* KU..??" ucap Ele dengan suara yang besar dan itu membuat Laura hampir tuli, Ele sungguh tidak percaya dan belum sadar kalau yang di maksudkan Laura adalah ketika ia dan Tanak berhubungan badan.
"Iya, itu suara ******* mu.! dan kamu lupa menutup pintu kala itu, ketika kamu dan Tanaka berhubungan badan. Dan aku menyaksikan pergulatan itu dengan seksama hingga akhir tapi kenapa seperti nya saat itu Tanaka seperti oran yang tidak sadarkan diri ya.?" ucap Laura dan bertanya di akhir kalimat nya.
DEG
DEG
DEG
Ele sungguh shock hingga mata nya membola bersamaan dengan mulut nya yang menganga, seluruh badan nya terasa kaku bersamaan dengan gemetaran pada jari jari tangan nya. Ini hal yang memalukan dan membuat dia semakin rendah dimata orang termasuk dimata Laura.
"Tenang saja kamu tidak usah sekaget dan se shock itu karena kami tidak akan menertawai mu dan lagi itu adalah KDM KEBUTUHAN DASAR MANUSIA mu jadi, tidak perlu malu untuk semua hal yang telah berlalu" ucap Laura dan hal itu justru membuat Ele semakin shock apa lagi diri nya sempat mengetahui kalau Li Qin juga ikut melihat.
"Ba.. bagaimana kamu bisa tahu hal ini Laura.?" tanya Ele yang benar benar shock hingga sekujur tubuh nya kembali dingin dan gemetaran
__ADS_1
"Aku tau karena aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri dan bukan hanya aku, ada Li Qin juga yang melihat adegan kalian hingga akhir permainan tapi, Li Qin tidak melihat hingga akhir karena dia begitu shock dan aku yakin dia juga tidak memperhatikan wajah Tanaka" ucap Laura dengan kepala miring karena memastikan ingatan nya.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye