
...KEPANIKAN KE DUA...
Sebelum memberi perintah kepada salah satu anggota untuk membuka pintu kamar, Valr memasukkam tangan di saku kiri untuk mengambil bendah pipih yang kecil dan mengetik beberapa kalimat di dalam pesan nya "apa kabar tuan mafia, bagaimana keadaan mu setelah semua klan mafia terhebat mu di lenyapkan.?" itulah kalimat yang di ketik oleh Valr dengan menggunakan nomor yang baru ia beli sewaktu makan tadi, tanpa menunggu lama pesan tersebut ia kirim ke seseorang dengan senyuman mematikan yang mengiringi pengiriman pesan.
Setelah memastikan pesan nya terkirim dan langsung terbaca Valr pun menunda untuk membuka pintu "kita menunggu seseorang dulu" kata Valr, pada semua orang dan pintu yang sudah sedikit terbuka itu di tutup kembali.
Sedangkan di lantai bawah yang paling dasar Valdis yang baru saja menyelesaikan ritual makan nya tiba-tiba di kagetkan dengan sebuah pesan yang mengatakan "apa kabar tuan mafia, bagaimana keadaan mu setelah semua klan mafia terhebat mu di lenyapkan.?" pesan itu spontan membuat mata Valdis membola besar, dan langsung mengecek semua cctv dan ia mengumpat ketika mendapati semua cctv yang ia pasang di gedung tua tempat para klan nya berkumpul tidak bisa dilihat dan panggilan telepon nya terabaikan.
"SIALLLLL.!!" Teriak Valdis dengan penuh emosi, tanpa berfikir panjang ia mengganti pakaian menjadi serba hitam, jam tangan hitam keluaran terbaru dan hanya ada dua di Dunia tidak lupa juga dengan kaca mata hitam nya beserta masker yang berwarna serba hitam sambil terus mengumpat "DASAR BODOH.!! Orang goblok mana yang berani mengusikku.!!" geram Valdis lalu ia berlari kecil menuju lift, hanya beberapa detik saja ia kembali keluar dari lift kemudian menaiki tangga dan sesampainya di sebuah pintu besar datar yang berada tepat di atas kepala, pintu rersebut di buka lalu ia keluar dari lantai kamar nya.
"Kau akan mati hari ini di tangan ku SIALAN.!!" umpat Valdis dengan amarah yang menggebu-gebu, sorot mata nya berubah menjadi tidak terkenali. Harus di akui bahwa ini kali pertama ada yang berhasil mengalahkan klan mafia milik Valdis, sebelum nya satupun dari banyak negara tidak ada yang bisa berhasil mengalahkan Valdis dan klan mafia nomor satu milik nya adalah satu-satu nya yang paling di takuti dan di segani semua orang apa lagi di bisnis gelap dari dunia gelap.
Melihat respon dari sang anak, Valr tersenyum smirk ketika mata nya terus melihat dari layar handphone kalau target ysng merupakan anak dan darah dsging nya sendiri yaitu Valdis telah terpancing dengan chatt dari nomor barusan yang ternyata adalah Valr sendiri, Valr melihat dengan senyuman mematikan nya kalau anak bungsu nya akan segera keluar dari ruang persembunyian nya yang selama ini tidak di ketahui oleh semua keluarga nya.
Valdis sudah berada di dalam kamar nya sekarang, ia berusaha mengatur emosi dan tatapan mata nya yang tajam, semaksimal mungkin diri nya meredam amarah agar tidak terlihat oleh sang kakak Tanaka ketika bertemu diluar kamar. setelah merasa lebih baik, segera pintu kamar Valdis terbuka..
__ADS_1
Ceklekkkk... semua mata tertuju pada Valdis dan Valensia bersyukur karena dua putra nya ia lihat dalam keadaan sehat tanpa ada hal yang mengkhawatirkan menurut nya.
Sedang Valdis yang baru saja menegakkan kepala nya, kaget bukan main melihat ke dua orang tua nya berada di depan mata hingga kembali membuka ksca mata hitam yang sudah terpasang menutupi kedua mata "momy...." Teriak Valdis dengan ke kagetan nya yang begitu luar biasa di tambah lagi ketika kedua mata memandangi sosok sang paman yang memasang wajah dingin dan tatapan membunuh beserta ke dua babysitter nya dan kakak nya dulu sewaktu kecil turut hadir
"Valdis, anakku" Valensia berlari kecil dan langsung memeluk putra bungsu nya itu sedangkan Tanaka masih memilih diam mematung.
"Valdis baik-baik saja, lalu siapa yang ada di dalam kamar ku.?" kata Tanaka dalam hati nya
SRAAAKKKK.!! Semua senjata laras panjang di angkat oleh semua pasukan secara serentak, senjata itu mengarah ke Valdis dan di posisikan pada bagian tubuh nya yang dijamin jika terkena peluru akan langsung berpindah ke alam lain, Vano yang menyaksikan semua nya hanya diam seolah mendukung keputusan adik sepupu nya.
Loren dan Sofia hanya bisa menutup mulut nya, jangan di tanya air mata mereka keluar bersamaan dengan ke kagetan ketika melihat semua pasukan mengarahkan senjata kepada Valdis dan menargetkan seluruh tubuh Valdis, mereka melakukan nya tanpa ragu.
Tanaka tau betul sifat dari sang ayah mustahil ini terjadi kalau adik nya tidak melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tau bahwa semua pasukan yang ada disini adalah para regu penembak jitu dan beberapa di antara nya adalah regu pendukung. Setiap anggota dari kedua regu pilihan sang ayah berasal barak tempat ia di tugaskan, semua nya dibekali seratus enam puluh lima pucuk senjata api laras panjang dengan lima puluh butir peluru tajam dan dua ratus lima puluh butir peluru hampa.
"Papa, ke..ke..ke..kenapa sentaja mereka mengarah pada ku.?" tanya Valdis gugup dan semakin kaget ketika melihat puluhan senjata mematikan mengarah di seluruh tubuh nya bahkan ada ysng menargetkan ke dua bola mata nya beserta kedua lobang hidung nya.
__ADS_1
Mendengar perkataan gemetar putra bungsu nya, Valensia melerai pelukan dan membalikkan tubuh melihat apa yang baru saja di katakan oleh Valensia, betapa kaget nya Valensia hingga tidak mampu berdiri lagi dan dengan sigap Valdis menopang sang ibu. melihat hal itu, Tanaka ingin sekali berlari membantu menopang sang ibu tapi kaki nya serasa tidak mampu untuk di gerakkan untuk hal mulia itu.
"Sayank, apa yang sedang kau lakukan.! turunkan senjata kalian" teriak Valensia panik dan Valdis semakin panik melihat teriakan dan air mata sang ibu, ia hanya terus memeluk erat ibu nya agar tidak pingsan karena gemetaran.
"Perintahkan mereka semua untuk menurunkan senjata.!!" teriak histeris Valensia ketika melihat ada yang menarik pelatuk dan Valdis pun berusaha sadar akan situasi sedangkan Tanaka sudah mulai mengepalkan kedua tangan nya.
"Jika kau masih ingin hidup.!! maka baik nya kau menyingkir dari situ, karena aku sedang menjalan kan misi ku" kata Valr pada Valensia dengan aura dingin yang mencekam, sesuatu yang lama terkubur dalam diri Valr seperti nya telah keluar malam ini dan hal itu membuat Valensia tidak mampu lagi berkata-kata, ia hanya terus menggelengkan kepala nya tanda bahwa diri nya tidak akan lepas dan akan terus melindungi Valdis.
DEG..
DEG..
DEG..
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye
__ADS_1