
...INI BUKAN KE INGINAN KU...
Kalau saja semua harapan harus menjadi kenyataan hidup mungkin, kita tidak akan pernah bisa mengetahui dan mengerti tentang makna dari kata kecewa. Kita tidak akan pernah tau bagamana rasa sedih dan sakit nya ketika apa yang kita rencanakan semua tidak satupun pernah berjalan sesuai dengan rencana yang sudah tersusun rapi karena itu, ada petua zaman dulu yang selalu mengatakan pada yang muda agar jangan pernah berharap secara berlebihan tentang apa yang di rencanakan karena semua yang berlebihan tidak akan pernah berjalan sesuai rencana.
Seperti Ele dan Tanaka begitu pula Li Qin dan semua orang yang saat ini mengalami kegagalan dimana semua rencana nya gagal berantakan dan tidak sesuai yang di harapkan bahkan tidak satupun dari rencana yang di tetapkan tercapai, lebih ironis nya Ele yang selalu saja tidak bisa membuat rencana karena sang ibu terus menjadi faktor utama yang selalu menyetiri diri nya di tambah lagi diri nya yang selalu saja tidak bisa dan tidak ada keberanian mengutarakan pendapat pada orang lain khusus nya pada Tanaka, hingga lima belas tahun hidup nya ia habiskan untuk terus tunduk pada kemauan Tanaka dan melihat dan menerima ke nyataan pahit bahwa lelaki yang di cintai nya itu menyukai wanita lain.
Masih di waktu yang subuh, di saat Ele dan Laura berbincang tanpa merasakan ngantuk pada mata indah ke dua wanita yang sama sama memiliki standart kecantikan yang begitu tinggi. Kedua nya berbincang hingga membuat Ele begitu shock mendengar kenyataan bahwa diri nya kepergok telah melakukan sesuatu yang salah, ia ketahuan telah berzinah dengan lelaki yang bukan suami nya.
"Ba.. bagaimana kamu bisa tahu hal ini Laura.?" tanya Ele yang benar benar shock hingga sekujur tubuh nya kembali dingin dan gemetaran
"Aku tau karena aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri dan bukan hanya aku, ada Li Qin juga yang melihat adegan kalian hingga akhir permainan tapi, Li Qin tidak melihat hingga akhir karena dia begitu shock dan aku yakin dia juga tidak memperhatikan wajah Tanaka" ucap Laura dengan kepala miring karena memastikan ingatan nya
Merasa tidak bisa membantah dan menutupi segala nya lagi Ele memutuskan untuk terbuka saja "Laura, maaf kan aku karena sudah menyakiti Li Qin.. semua terjadi bukan karena keinginan ku tapi karena ke inginan momy ku dan dialah yang menyuruh mu" ucap Ele setelah shock nya berangsur normal.
"APA..!!! Maksud nya bagaimana Ele.?" kata Laura begitu kaget di tambah lagi ia melihat wajah yang tidak bisa dari Tanaka, seperti wajah orang yang tidak sadarkan diri "Ele coba jelaskan tanpa ada yang kamu tutupi dari ku" desak Laura dan Ele pun bercerita.
__ADS_1
"Jadi begini Laura cerita nya saat itu" kata Ele memasangkan posisi duduk yang bagus, begitu juga dengan Laura langsung memasangkan posisi duduk yang nyaman.
Sementara di kamar Li Qin dengan posisi memeluk Tanaka, akhirnya ia bangkit dan ia langsung duduk di ranjang tersebut dengan Tanaka mengikuti nya untuk duduk juga karena diri nya tidak puas hanya mendengarkan ucapan privasi saja dari Tanaka segera "Aku tidak mau tau Tanaka, terserah itu privasi atau bukan, yang jelas aku mau kamu memberitahukan nya pada ku detik ini juga.!" ucap Li Qin dengan menggebu gebu di sertai dengan emosi nya yang luap luap.
"tidak bisa Li Qin" ucap Tanaka tegas
"Apakah karena kamu sudah menyetubuhi nya.? karena itu kamu bilang privasi.?? benarkah begitu Tanaka.? karena kamu sudah enak menikmati tubuh nya maka nya kamu menjadi berniat menjaga privasi nya, maka nya kamu memutuskan untuk mempertahankan nya.? karena ada benih di dalam perut nya" ucap Li Qin yang sudah tidak tahan dengan cara Tanaka.
DEG
DEG
DEG
"Karena aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dan bukan hanya aku, ada Laura juga yang melihat adegan kalian hingga akhir permainan" ucap Li Qin dengan sorotan tajam.
__ADS_1
"Kamu dan Laura mengetahui nya.? Lalu kenapa kalian diam saja.?" tanya Tanaka
"Karena kami tidak ingin mencampuri permasalahan dan hubungan pribadi kalian" ucap Li Qin lalu kembali mendesak dengan pertanyaan nya.
Sungguh Tanaka tidak menyangka akan ada hari diri nya mendengarkan hal ini dari Li Qin, dimana ia dan Ele ketahun melakukan perzinahan. Tanaka yang terus menerus di desak dan mendengarkan permintaan Li Qin yang penuh tuntutan pun hanya bisa pasrah saja.
"Huff" Tanaka menarik nafas nya panjang dan terasa begitu berat "Baiklah, aku akan bercerita pada mu" ucap Tanaka pasrah "Mungkin memang sudah waktu nya untuk di ceritakan pada mu dan kamu mungkin harus tau, semoga setelah ini tidak ada lagi kesalah pahaman di antara kita" ucap Tanaka pada Li Qin.
Akhir nya di waktu yang bersamaan dalam dua suasana ruangan yang berbeda Ele di lantai dua tepat di kamar nya dan Tanaka di lantai tiga tepat di kamar nya mengucapkan hal yang sama secara bersamaan.
"Percintaan dan bercinta itu bukanlah ke inginan ku Li Qin" kata Tanaka memegang ke dua tangan Li Qin dengan erat karena takut wanita itu akan segera kabur apa lagi kunci ada di nakas dan Li Qin juga masih memilih diam karena memberikan waktu untuk Tanaka berbicara tanpa dia menyela ataupun bertanya.
"Ini bukan ke inginan ku, Laura" ucap Ele dengan air mata nya yang mulai membasahi pipi "Ini semua karena perintah ibu ku" ucap Ele dan Laura sama seperti Li Qin yang memilih diam untuk mendengarkan cerita Ele tanpa menyela.
Ele dan Tanaka terus berbicara dengan penjelasan yang sama tanpa ada yang berbeda kecuali ruangan nya berbeda dan ke duanya seolah sepakat melalui jalur telepati menceritakan beberapa hal nyata karena memang itulah kenyataan nya yang sedang terjadi pada ke dua nya.
__ADS_1
Memang tampak dari ekspresi Ele dan Tanaka, ini terasa begitu sulit untuk di ceritakan dan lebih sulit lagi untuk di rahasiakan pada semua orang paling khusus dan utama nya Li Qin.
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye