
BERPISAH SESAAT
Cinta sejati itu tidak harus terjalin dengan penyatuan, terkadang dalam suasana yang berbeda cinta sejati itu hidup terpisah, namun tak ada yang berubah untuk takaran cinta yang di miliki oleh hati.
Di dalam kehidupan, cinta tidak selalu berada dalam kondisi yang baik-baik saja. iya juga seperti ombak di tepi pantai akan mengalami pasang surut dalam menaikkan gelombang cintanya agar semakin cinta. seperti Valdi dan Valdis yang mulai menghidupkan sinyal bahwa mereka menyukai satu wanita yang sama.
bagaimana cara kedua nya baik Valdi dan Valdis yang sedang mengalami cobaan dalam meraih cinta pertama nya dan mengatasi persamaan rasa yang mereka miliki terhadap orang yang sama.? dan disisi lain mereka adalah saudara kembar yang saling melindungi dan melengkapi satu sama lain.
"mungkin akan sangat mudah bukan.? jika, menghadapi kondisi yang sulit. tapi, tidak dengan saudara kandung.?" tanya Valaria yang tiba - tiba muncul dan duduk disamping dan merangkul Valdis yang sedang melamun.
"kakak, apa yang kamu lalukan disini.?" tanya Valdis yang kaget dengan keberadaan Valaria disamping nya.
"kakak hanya ingin duduk berdampingan dan melihat dengan lekat wajah mu yang tampan ini" goda Valaria
"aku sudah tampan kak" ucap Valdis
"ooh ya, kakak akan pergi ke Jakarta besok dan begitu juga dengan mu. mari berjuang untuk mengemban tugas baru dan sangat mulia yaitu, membahagiakan orang tua kelak ketika kita kembali" ucap Valaria dengan senyuman dan bulir - bulir bening yang setetes demi setetes berlinang membasahi pipinya.
"siap my Queen" ucap Valdis yang tidak mau menatap wajah sang kakak yang sedang bersedih.
"Bersabarlah dalam segala hal dan mengalah lah untuk menang, mengalah bukan berarti kalah dan kalah tidak harus mencoba agar menang lagi. kadang hal ini harus kamu gunakan dalam satu peperangan, di saat kamu terjerat dalam kisah cinta segitiga secara diam - diam dengan saudara mu. tetapi yang terpenting adalah bersabar dengan mengontrol emosi yang ada di dalam dirimu sendiri dan menjauhkan persaingan antara kamu dan Valdi" ucap Valaria yang mengagetkan Valdis
"kakak.?" ucap Valdis
"kakak sudah tau, tidak apa - apa. utamakan studi mari berjuang, cinta akan datang dengan sendirinya di waktu yang tepat dan tidak dalam keadaan yang salah" ucap Valaria yang sudah tau semua pembicaraan antara Valdi dan Valdis semalam saat ia hendak keluar untuk minum karna merasa haus.
"baik kak" sambung Valdis yang sepertinya sudah lebih fresh atau lebih tepatnya memaksakan diri untuk terlihat fresh.
Pagi haripun tiba tanpa melewati persidangan panjang Valaria, Valdi dan Valdis sudah rapi dengan pakaian dan koper masing - masing begitu juga dengan Valr dan Valen yang pergi bersama mengantarkan Valaria di Jakarta guna memastikan bahwa anak gadisnya sampai dan tinggal ditempat aman.
__ADS_1
"kalian bertiga akan pergi bukan.? ingat pesan momy baik - baik, kalian adalah detak jantung momy, setiap langkah kaki kalian adalah hembusan nafas momy, setiap tatapan mata kalian adalah nyawa momy. di telapak tangan kalian ada tangan yang akan segera keriput menantikan pelukan hangat dari kalian bertiga. jangan pernah mengecewakan momy dan papa, hanya karna keteledoran dan pergaulan kalian yang bebas dikota metropolitan. ingat momy disetiap kalian melakukan pelanggaran ringan dan berat" ucap Valensia yang sudah sesegukan dengan air matanya yang berlinang deras dan tidak jelas bicara apa.
Setelahnya Valdis dan Valaria memeluk erat pak Hul dan bu Ris dengan air matanya, air mata yang berharap agar kakek dan neneknya tetap sehat dan menunggu kepulangan nya ia pun menerima berkat berupa doa dari bu Ris
"semoga kalian diberkati" ucap bu Ris
"pergilah kejar keinginan mu dan jika kamu kembali ingat pesan kakek ada tiga rumah yang sama besar dan luas nya di Nias itu akan jadi rumah mu dan ke dua saudara kembar mu. tapi, rumah yang boleh kamu tempati adalah rumah utama yang dihalaman belakang nya ada makam saudara papa mu. dimana sebelum nya ia meminta kelak rumah itu akan ia wariskan pada anak bungsu Valensia yang sekarang jadi mama mu" ucap pak Hul dan mengagetlan semua orang yang ada disitu pasalnya selama ini yang Valr tau rumah mereka cuma ada satu dan tiba - tiba hari ini ia mendengar dari mulut pak Hul ada tiga rumah.
"Rumah itu dulunya di bangun oleh alm. Yalr yang berkeinginan untuk memiliki tiga anak bersama Valensia diantara ketiga anak itu ia, menginginkan ada satu anak perempuan yang harus di namai Valaria yang sama dengan Valensia. karna itu dulu papa menyuruh mu untuk menamai putri mu dengan nama Valaria." jelas pak Hul yang sudah sangat mengkhawatirkan untuk bertahan lama.
"Pa.?" ucap Valr yang yang heran kenapa orang tuanya membagi warisan kepada cucunya di saat seperti ini. Valr bukan emburu karna warisan bukan atas namanya melainkan Valr, heran dengan ucapan tidak terduga dari pak Hul.
"terimakasih kakek, kami akan menjaga nya" ucap Valdi dan Valdis barengan.
Akhirnya dalam kondisi apapun dan sebanyak apapun waktu di ulur perpisahan antara anak dan orang tua serta cucu dengan kakek dan nenek nya tetaplah terjadi dengan banyak drama yang penuh dengan irisan bawang merah.
"Selamat tinggal rumah masa kecil ku, selamat tinggal rasa pertama ku, aku pergi untuk dia dan aku akan kembali untuk keluarga ku" ucap Valdis dalam hati nya.
"Tuhan, aku pergi bukan karna aku merasa hebat dan bisa. aku, pergi untuk menimba ilmu agar aku bisa menyelamatkan orang yang terkena stroke seperti kakek ku. kek, bertahanlah aku mengambil jurusan ini demi kamu" ucap Valaria membathin
Valr, Valen, Valaria dan Valdi terbang menggunakan pesawat yang sama. karna mereka semua akan lebih dulu mengantarkan Valaria bersama. di bandara yang sama namun pesawat yang berbeda air mata perpisahan terus berlinang membasahi pipi Valen dan Valaria yang merasa berat berpisah dengan orang tua dan anak.
"hati - hati WOIII.!!!" teriak seseorang dari parkiran bandara dan suara khasnya bisa ditebak, terlihat sedang berlari mendekati Valen
"Hais.! itu dia si penyelamat di waktu yang selalu salah, bundaaaaaa" teriak Valdi pada Ita yang membuat Valen kembali menjewer telinganya
"kamu kira ini hutan apa" tegur Valen
"aoo sakit mom, mom ingat ini suatu saat kamu akan merindukan telinga kelinci ku ini" ucap Valdi tersenyum dan segera menghindar saat tangan Valen lemes, ia berlari menghampiri Ita
__ADS_1
"Sampai jumpa sayang, bunda akan selalu menyayangi mu" ucap Ita memeluk Valdi
"benarkah, melebihi dia.?" tanya Valdi sambil menatap lelaki yang baru kembali bertemu.
"iya melebihi dia sayang" ucap Ita
"bundaa.?" panggil Valdis dan Ita pun melepaskan pelukan nya dari Valdi
"I love you beby, sampai jumpa ditahun berikutnya. bunda akan berdoa agar semua yang terbaik tinggal bersamamu" ucap Ita dengan air matanya yang membuat pipi mulusnya basah.
"Selamat berjuang" ucap Vano yang datang tiba - tiba
"papi.? Valdis kira papi tidak datang" ucap Valdis, Valdi dan Valaria barengan
"orang tua mana yang tidak memberikan waktu untuk bertemu anak - anak terjelek nya" goda Vano
"kami kembali percayalah papi akan bertekuk lutut mengagumi ketampanan dan kecantikan kami bertiga" ucap Valdi bangga
"papi suka gaya mu" sambung Vano.
PEMBERITAHUAN
Ada yang minta agar Vano dan Ita di masukkan sedikit dalam cerita๐ mohon maaf reader itu sungguh tidak bisa, karna sebentar lagi kisah Vano dan Ita rilliss.. klo thor tuangkan Ita dan Vano sedikit disini, kalian bisa tau ending Vano dan Ita gimana jadi nggak surprise lagi dong๐. tapi tidak apa - apa nanti thor usahakan agar kesomplakan Ita dan Vano masuk disini ya beb๐
HALLO READER
Aku datang, maaf๐ baru bisa up, kerjaan realku tidak mau berbagi dengan tugas halu ku๐. thor mengerti kalian pasti sangat kecewa, mohon maaf๐๐
dan juga mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb๐๐
__ADS_1
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul AIR MATA CINTA.๐