TENTARA PENGGANTI

TENTARA PENGGANTI
ALUR DI PERCEPAT 199


__ADS_3

INGAT YA.!


👉TANAKA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama VALDI.


👉ALANA itu, yang dulu kalian kenal dengan nama LI QIN.


👉Kenapa nama mereka berubah.? jawabannya baca EPISODE 189.!


"jadi karena itu kau bersikap seperti malam ini.?" tanya Tanaka


pertanyaan Tanaka seketika membuat diam Li Qin, entah perasaan seperti apa yang ada dalam hati Li Qin sampai terlalu lama ia membuat perasaan Tanaka menggantung.


"Tanaka, sudah sangat larut malam segeralah tidur.!" tegas Li Qin yang sebetulnya sedang mengalihkan pembicaraan.


"aku akan tidur disini malam ini" tegas Tanaka dan segera membaringkan tubuhnya.


"kamu gila.! bagaimana bisa kamu tidur disini dan aku tidur dimana.?" tanya Li Qin menahan Tanaka


"kau tidur disebelahku saja" jawab Tanaka yang kemudian kembali membaringkan tubuh nya tanpa memperdulikan respon penolakan Li Qin.


"yaakkk.!! tidurlah di tempat mu, akan sangat tidak baik jika kita berdua tidur diranjang yang sama dan lagi kita bukan suami istri" jawab Li Qin dengan kesal dan tegas juga risih.


"kau lupa.? kita pernah tidur diranjang yang sama selama beberapa waktu, juga sudah pernah saling bercumbu diranjang ini dan ranjang ku dengan durasi yang lama.!" jawab Tanaka dengan menutup kedua bola matanya seakan sedang membayangkan saat - saat dirinya dn Li Qin memadu kasih yang tiba - tiba.


"dasar gila, dasar bajingan.! aku bahkan berusaha untuk melupakan nya dan kau mengingatkan nya kembali." teriak Li Qin yang rasanya bercampur malu

__ADS_1


"jangan teriak di depan ada Vini dan Laura yang sedang menonton drama korea, jika kamu berteriak maka mereka akan menerobos pintu kamar ini untuk melihat apa yang sedang terjadi." kata Tanaka


"kau.!!" teriak kecil Li Qin


"tidurlah Li Qin, sudah sangat larut.!" jawab Tanaka malas dan hendak menutup matanya namun ia ditarik paksa oleh Li Qin


"bangun ku bilang dan tidurlah ditempat mu.!" desak Li Qin


"ini rumah ku, kamar ku, milik ku dan kau harusnya menghormatiku sebagai pemilik sah" ketus Tanaka dan hal itu berhasil membuat Li Qin terdiam.


"yasudah tidurlah di kamar dan rumah milik mu.!" ketus Li Qin dan hendak memilih untuk keluar rumah namun, tangan nya ditarik oleh Tanaka


"ini juga bukan hal baru bagi kita berdua untuk tidur dalam ranjang yang sama.!" ketus Tanaka yang membuat Li Qin mengingat akan hal yang hampir ia lupakan itu.


"jika kamu keluar sekarang, maka kedua wanita harimao yang sedang menonton diruang tamu akan melihat mu dan mengintrogasimu dengan jutaan pertanyaan. ingat.! jika mereka bertanya padaku, alu akan menjawab ini bukan hal baru bagi kami" jawab Tanaka


"kau..!!" Li Qin semakin dibuat kesal oleh ucapan Tanaka


"tidurlah, tidak akan ada pilihan untuk mu" kata Tanaka dan memberi tempat untuk Li Qin.


Li Qin sebetulnya memilih untuk tidur di lantai namun, karena kondisinya sejak lama tidak pernah bersahabat setiap kali tidur dilantai membuatnya mau tidak mau untuk tidur disebelah Tanaka.


bukan tidak bisa bagi Li Qin untuk tidur di sofa namun, sofa miliknya hanya mampu membantunya untuk duduk saja. bahkan jika ia memberikan tumpangan pada kedua kakinya diatas sofa itu sekedar untuk bersantai terasa sangat mengganggu, sangat jelas kalau bokongnya akan terjepit saking kecilnya sofa.


"Li Qin" panggil Tanaka

__ADS_1


"Hmm.. katakanlah, aku sudah lelah berdebat dengan mu. aku harus tidur sekarang" Li Qin menjawab dengan asal tanpa melihat sekeliling nya


"Li Qin, boleh kah" tanya Tanaka yang sudah mengangkat setengah badanya dengan satu tangan menopang badan serta kepalanya.


"apanya yang boleh.?" tanya Li Qin namun sepertinya terlambat sudah, Tanaka yang sudah siap siaga menyerang di waktu yang tepat saat Li Qin membuka mulut nya tepat saat serangan itu datang menghampiri bibir nya yang tipis dan ranum.


"mmmm.." Li Qin terkaget hingga kedua matanya melotot, ia berusaha untuk melepaskan sesuatu yang membungkam bibir nya dan lidah nya namun ia juga manusia biasa yang selalu luluh ketika menerima sentuhan paling nikmat, permainan demi permainan dari Tanaka selalu sukses membuatnya terbuai dan melayang kelangit sepuluh malaikat kekar.


Kaki Li Qin perlahan ditekan karena ada dua kaki diatas kakinya, ternyata kaki Tanaka sudah bekerja cepat untuk naik diatas kakinya. namun, beruntungnya seluruh tubuh Tanaka saat berada diatas tidak pernah ditolak oleh musuh yang berada dibawah.


Tanaka masih menikmati permainan yang ia buat sendiri, permainan yang seharusnya menuntut balasan itu masih terus menantikan perlawanan yang tidak kunjung datang menyerang mulut dan lidahnya. hal itu membuat Tanaka memberikan gerakan cerdiknya untuk menyamankan musuh yang membuatnya selalu ingin berada diatas tubuh musuh cantik nya yang juga selalu berhasil berada dibawah tubuhnya.


.


.


.


"apapun tindakan yang ia buat padaku, semua gerakan lembutnya selalu saja menghipnotis ku dan tubuhku tidak pernah mau menolaknya. bahkan jika aku berusaha mati - matian sekalipun.! tubuhku tetap menginginkan nya lagi, lagi dan lagi dengan hasrat yang berlebihan. andaikan saja bercinta diluar pernikahan bukanlah sebuah dosa besar, mungkin aku sudah lama jatuh kedalam sentuhan nya yang selalu melumpuhkan kesadaran ku dan yang bisa ku lakulan saat ini hanyalah berusaha menolak agar ia tidak terlalu bersemangat menyatukan tubuhnya padaku." Li Qin bicara dalam hati sambil memejamkan matanya, dimana ia mulai terbuai dengan perlakuan Tanaka.


"kau boleh saja menolak ku dengan bibir dan ucapan mu Li Qin tapi, tidak dengan tubuh mu.! tubuh mu selalu memberikan reaksi terbalik dari respon bibir mu dan ucapan yang berisikan kata penolakan itu.! bahkan tubuh mu menuntut untuk aku melakukan nya dengan lebih. tapi, aku tidak bisa memberikan mu sesuatu yang lebih hanya karena hasratku dan keinginan ku untuk segera memiliki mu, aku harus menahan nya sampai kau sendiri yang memintaku dan berinisiatif membukanya untuk ku." kata Tanaka dalam hati nya dengan mata yang terpejam dan menikmati betapa lembutnya permainan yang ia ciptakan.


Entah malam apa ini, perlahan kedua tangan Li Qin yang sedari tadi menopang dada Tanaka agar tidak menjepit dan membuat nya sesak karena berada di atas nya malah dengan mudah nya di lepaskan oleh Tanaka.


dengan menuruti keinginan Tanaka, kedua tangan Li Qin sudah berada di atas kepala nya dengan ke dua tangan Tanaka menyatu di jari - jari tangan Li Qin kiri dan kanan. posisi yang sempurna dalam permainan sepak bola telah tercipta dan entah kedua nya masih dalam alam sadar atau justru akan segera mencetak gol dalam gawang, hanya merekalah yang tau.!

__ADS_1


__ADS_2