
...PENYUSUP...
Saat ini Ucok tengah celingak celinguk mencari keberadaan Bambang, karena ia tidak mengetahui keberadaan rekan nya itu sejak beberapa jam yang lalu. Tanpa sengaja diri nya melewati depan pintu tim merpati dan mendengar pembicaraan para anggota yang begitu salut dengan power yang dimiliki oleh Tanaka.
"Ekm.. apa kalian sudah selesai dengan cerita masa lalu.?" tanya Ucok dengan gaya bersandar di depan pintu masuk yang tiba-tiba saja berdehem dan mengagetkan tim merpati, para anggota itu ingin berdiri memberi hormat kepada sang atasan. Namun Ucok, menyuruh mereka duduk tetap diam tidak usah berdiri dan ia segera pergi meninggalkan ruangan itu tanpa rasa bersalah karena telah menguping pembicaraan.
"Kemana mahkluk kasar ini berada" ucap Ucok sambil mata nya melihat sekeliling.
Tidak lama kemudian Bambang muncul dari ruangan Tanaka dan melihat Ucok menghampiri nya, "ternyata kau berada disini, aku mencari mu di setiap sudut tapi kau seolah hilang di bawa jin" ucap Ucok.
"Kau kira aku kecoak yang jika di cari tiap sudut ruangan ada.?" ketus Bambang "Lagi pula kemana pergi nya otak jenius mu itu, kau kan bisa menghubungi ku ali-ali mencari ku di setiap sudut ruangan" ucap Bambang semakin ketus walau sebenar nya dia dalam mode bercanda.
"Justru itu aku mencari mu, sejak keluar dari kamar mandi dan membersihkan diri. aku tidak menemukan hp dan carger ku di nakas, padahal jelas aku selalu menaruh nya disitu dan berfikir mungkin kau mengerjai ku malam ini dan membawa alat komunikasi ku" ucap Ucok menceritakan kenapa ia mencari Bambang.
"Carger dan Hp mu.?" tanya Bambang memastikan pendengaran nya dan hal itu di angguki oleh Ucok dengan sangat jelas "Aku tidak melihat hp mu, sungguh" ucap Bambang dengan bingung.
"Kau jangan bercanda terus, aku ingin menghubungi keluarga ku" jawab Ucok, ia seolah tidak percaya dengan omongan Bambang yang kadang suka mengisengi diri nya.
"Sejak kapan kau tidak percaya perkataan ku.?" Tanya Bambang dengan memicingkan mata tapi, masih dengan mode bercanda nya. "dan lagi, kita memang sering usil satu sama lain tapi, kita tidak pernah usil soal hp apa lagi carger. Berhubung itu harus ada dalam kantong agar jika ada kondisi darurat dan meneri panggilan melalui hp, kita bisa langsung mengangkat telepon." jelas Bambang dan itu adalah sebuah kebenaran, Ucok percaya penjelasan dar rekan nya.
__ADS_1
"Begini saja, ketimbang kita capek menerka-nerka pelaku nya. Lebih baik kita periksa saja rekaman cctv yang ada dalam kamar. lagi pula hanya aku, kamu dan Tanaka yang tau kalau di dalam ada cctv tersembunyi. jadi, kalau ada penyusup mereka tidak akan tau dan mengira bahwa aksi nya tidak dapat kita ketahui" jelas Bambang pada Ucok.
"Kamu ada benar nya juga, apakah Tanaka ada di dalam.?" tanya Ucok
"Ada, selagi dia ada masuklah aku akan berjaga di depan pintu ini" jelas Bambang dan itu mengagetkan Ucok.
"Aku hanya meminta bantuan membuka layar monitor cctv, kenapa kau bersikap seolah aku adalah president yang harus kamu jaga ketat" ketus Ucok.
"Kau tidak tau, sekarang kondisi telah berbalik dan dinding dapat berbicara" jelas Bambang berbisik dan sekali penjelasan saja Ucok mampu memahami kalau di kingkungan nya sudah tidak aman dan ada mata-mata yang di tugaskan orang luar.
"Pengkhianat memang sudah pasaran" jawab Ucok dan Bambang hanya menyengir kuda.
"Apakah aku datang di waktu yang tidak tepat.?" ucap Ucok dan itu memecahkan lamunan Tanaka, ia kemudian berbalik dan merespon Ucok.
"Ada apa kau kemari.?" tanya Tanaka
"Bantu cek monitor cctv, aku mencari hp dan carger yang seperti nya telah hilang. Semula aku jelas meletakkan keduanya di atas nakas seperti biasa, lalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa berfikir bahwa hp ku akan hilang dari nakas. Aku bahkan sempat mendengar dari kamar mandi bahwa hp ku berdering dua kali tapi, karena sedang mandi jadi aku mengabaikan nya" jawab Ucok.
"Kemungkinan hp mu berdering dua kali itu karena aku yang menelpon mu tapi, kau tidak mengangkat panggilan dari ku" ucap Tanaka
__ADS_1
"Itu karena aku sedang mandi" jawab Ucok.
Tanaka tidak lagi bertanya kepada rekan nya tentang kemungkinan, rekan nya itu salah meletakkan hp beserta carger. Berhubung Ucok adalah rekan dengan daya ingat paling tinggi melebihi rata-rata jadi, sangat mustahil jika ia salah meletakkan sesuatu. Bahkan pernah barang yang sudah sepuluh tahun berlalu ketika di tanya kembali, ia meletakkan nya dimana. dengan sangat jelas tanpa berfikir panjang Ucok memberitahu dan tidak ada yang salah sama sekali, barang tersebut ada sesuai dengan tempat yang ia katakan. Ucok, benar-benar memiliki daya ingat yang sangat kuat.
Tangan Tanaka menari-menari di atas keyboard menekan beberapa tombol untuk mengulang kejadian dari layar monitor beberapa menit yang lalu, katakanlah kejadian nya sudah satu jam berlalu. Mata kedua nya begitu sangat fokus melihat layar monitor hingga seseorang berbadan tegap yang sangat mereka kenali sebagai bawahan masuk dengan tatapan mata mengintai, ia masuk dengan merundukkan badan dan menegapkan kepala nya yang seperti ulat bulu melirik kesana kemari hingga langkah nya terhenti di depan pintu kamar mandi dan memastikan Ucok sedang mandi.
Dari layar monitor jelas terlihat cahaya yang hidup di hp Ucok karena panggilan dari Tanaka, dan bunyi dari hp itu mengalihkan fokus sang penyusup lalu ia menyentuh hp milik Ucok dan terlihat menekan tombol yang ada di sebelah kanan untuk mendiamkan suara.
"Seperti nya target anak kutu ini adalah hp dan carger milik ku" ucap Ucok yang melihat penyusup mengambil hp beserta carger lalu memasukkan nya dalam saku celana.
"Tunggu dulu, niat nya bukan hanya itu saja" jelas Tanaka dan mata Ucok kembali lebih fokus kelayar monitor dimana Ia memperhatikan sesuatu dari tangan penyusup. Terlihat setelah mengeluarkan tangan di saku celana, di tangan nya ada satu alat kecil dengan cahaya merah yang berkedip-kedip kemudian ia tempelkan tepat di bawah nakas, setelah nya ia segera pergi dari kamar itu selang beberapa menit Ucok juga selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang untuk menutupi tubuh bagian bawah nya.
"Seperti nya dia adalah mata-mata, baru saja kami membahas nya tadi. tidak butuh waktu lama, malah kita mendapatkan dengan cepat pencuri dan penyusup" jelas Tanaka pada Ucok.
"Tikus kecil ini belum ada power sudah berani mengganggu" geram Ucok.
"Baik nya relakan saja hp mu itu, tidak ada gunanya juga kalau sudah di sadap" jelas Tanaka.
"Aku tidak masalah mengenai hp, aku hanya menyayangkan semua file dan data nya " jelas ucok, tidak di pungkiri rasa dan raut wajah kecewa terpampang jelas dari ekspresi nya.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye