
...TELEPON DARI LEO...
Sejati nya cinta dan pengharapan beserta semua rencana terbesar dalam hidup pastilah akan terwujud jika rencana Tuhan sesuai dengan apa yang kita rencanakan akan tetapi, di perlukan kesabaran dan hati yang berlapang dada apa bila sesuatu yang di rencanakan Tuhan tidak turut memberikan jawaban.
Harus di mengerti bahwa tidak semua yang kita minta dapat di beri, tidak semua yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan karena semua ada waktu nya, semua ada masa nya, semua ada progres pengerjaan nya dan semua akan terjadi ketika Tuhan sudah berkendak.
Kalau Tuhan bilang rencana mu akan ku acc maka terjadilah seperti hal yang kau inginkan tapi ketika rencana mu masih berjalan ditempat maka bersabarlah, tunggu tanggal main dengan cara baru yang Tuhan mau untuk mu. Seperti Ele yang terus bersabar, bertahan dan berlapang dada walau terkadang harus membuat nya menjadi sosok wanita munafik.
Hari ini sungguh Tanaka ketinggalan banyak informasi mengenai Li Qin karena ia begitu sibuk di pekerjaan nya sebagai alat negara, kadang ia tidak kembali di rumah mewah nya selama berhari hari dan bermalam malam. Terakhir kali ia dan Li Qin bertemu adalah ketika diri nya menceritakan tentang kejadian antara ia dan Ele yang terjebak dalam bercinta.
"Aku mengerti" jawab Tanaka lalu mematikan sepihak panggilan yang terhubung dengan Laura dan ia baru teringat kalau selama ini diri nya tidak lagi menngantar jemput Li Qin jadi, hal yang wajar jika gadis itu tidur di rumah dinas demi keselamatan nya hingga emosi Tanaka yang sudah meluap luap, teredam kembali.
Tanaka juga berfikir bahwa mungkin Li Qin tidak memberitahukan hal ini pada nya karena ia tidak pindah selama nya melainkan sementara demi keselamatan nyawa para pasien yang membutuhkan pertolongan nya dan demi keselamatan nya juga karena akan begitu sangat beresiko bagi anak perempuan dewasa jika pulang larut malam melewati jalanan yang sepi.
Hingga Tanaka memutuskan untuk mengabaikan dan tidak mempermasalahkan hal tersebut juga tidak terlalu mengkhawatirkan Li Qin, ia yakin Li Qin berada di tempat dan area yang aman. Jadi, kalau nanti nya pasien sudah berkurang maka wanita incaran nya itu pasti akan kembali kerumah milik nya seperti semula.
Mengenai Ele, wanita itu tidak jadi di pindahkan oleh Tanaka dari rumah nya ke rumah lain karena mengingat pesan Li Qin pada nya agar jangan memindahkan Ele dari rumah nya saat ini. Semua untuk mewanti wanti apa bila gadis cantik itu melakukan hal hal diluar dugaan atau mewanti waniti gadis itu akan mendapatkan tekanan dari ibu Gotardo kalau mendengar bahwa Ele sudah di pindahkan bagaikan barang.
__ADS_1
Li Qin gadis cantik yang keras kepala berhasil memberi pemahaman dengan begitu bagus pada Tanaka, hingga lelaki itu menjadi penurut karena itu ia mempertimbangkan dan berfikir bahwa ada benar nya juga apa yang di katakan oleh Li Qin dan mengenai teh kiriman dari nyonya Gotardo telah di buang jauh ke dasar jurang dan tidak berani membakar nya karena aroma dari teh itu bisa membangkitkan gairah yang luar biasa bagi orang orang yang menghirup nya.
Sedangkan Laura juga saat ini ekstra menjaga Ele mana tau wanita itu stres karena sudah terlanjur cerita pada nya di tambah lagi Tanaka yang mengaku sudah menceritakan semua kepada Li Qin hingga bertambah malulah Ele akan tetapi, semua perasaan ia pendam sendiri dengan sangat dalam dan hanya perasaan bahagia yang munafik yang di tampilkan nya pada ekpresi wajah.
"Halo" jawab Li Qin setelah menganggkat telepon dari Leo
"Apakah aku mengganggu waktu mu.?" tanya Leo
"Tentu tidak, ini baru saja selesai dengan banyak pasien usus buntu" jawab Li Qin sambil meregangkan otot otot nya yang terasa begitu kaku.
"Ooh.. kamu sudah bekerja keras" puji Leo "Li Qin, kapan kamu bisa membawa ku bertemu dengan Laura.?" tanya Leo setelah basa basi nya.
"Iya, aku menyukai nya" jawab Leo tanpa embel embel "Akan tetapi seperti nya, akan sulit bagiku mendapatkan nya" ucap Leo dengan seringai yang tidak bisa di lihat oleh Li Qin.
"Kau menyukai wajah nya, body nya atau hati nya.?" tanya Li Qin lagi
"Segala nya" jawab Leo mantap
__ADS_1
"huff.. cinta memang buta, bisa datang di waktu yang tidak terduga dan aku curiga itu bukan cinta karena kalian baru pertama bertemu." sanggah Li Qin "Ku rasa kau harus benar benar bisa membedakan antara cinta dan rasa suka" kata Li Qin lagi.
"Aku bukan lelaki yang mendapat waktu untuk hal hal itu, ketika aku suka maka aku akan berusaha ketika aku kurang suka maka aku akan diam tanpa usaha" jelas Leo dan Li Qin diam. "Jadi, kapan kami akan bertemu ?" tanya Leo kembali
"Aku tidak tau kapan kalian bertemu, kenapa kamu tidak janjian saja dengan nya.? bukankah kalian saling berkumonikasi sebelum nya.?" tanya Li Qin dengan alis yang berkerut
"Karena dia mengatakan bahwa ia hanya keluar jika kamu membawa nya untuk keluar" jawab Leo
"Sialan kau, Laura.! bisa bisa nya aku, kamu jadikan alasan penolakan mu" umpat batin Li Qin pada Laura dan saat yang bersamaan Laura menggigit lidah nya.
"Aduhh.. sakit banget lidah ku, tergigit sampai berdarah" ringis Laura dalam kamar nya.
"Jadi, bagaimana Li Qin.?" tanya Leo dari seberang telepon, ia sungguh menanti jawaban dari Li Qin yang sejak tadi seolah mengalihkan pembahasan dan enggan menjawab pertanyaan dari nya.
Li Qin yang tengah berjuang memutar otak nya untuk mencari alasan agar bisa memberikan jawaban yang begitu tepat dan pas kepada Leo dengan tujuan agar lelaki mengerikan menurut nya tidak tersinggung akhir nya menemukan jawaban dengan sedikit nada yang membutuhkan pengasihan.
"Sebetul nya aku tidak begitu paham kenapa Laura menjadikan ku sebagai alasan untuk menjawab ajakan mu pada nya" jawab Li Qin dengan sangat jujur "Dan aku juga bingung harus menjawab apa pada mu, secara aku terkadang tidak di izinkan keluar selain dari bekerja di rumah sakit" lanjut Li Qin dan semaksimal mungkin dengan nada bicara yang seolah penuh ke jujuran.
__ADS_1
Hei.. Leader, habis baca pencet itu jempol 👍 tanda like.! jangan asal baca saja, lupa buat ngelike🙄 cepat like dan itu vote nya sekalian jangan lupa apa lagi sungkan🙄 noh, terakhir jangan lupa VOTE VOTE nya kudu bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ jangan kurang ye.. bye..bye..bye