
๐๐๐๐๐
"Kau sangat tega Valen.!! aku sudah berharap dan memimpikan keluarga dengan seorang anak, aku tidak minta banyak.!! aku hanya minta satu.!! tidak bisakah kamu kabulkan๐"
terus dan terus Valr bicara dengan emosi dan bentakan-bentakannya yang semakin membuat Valen bertambah gemetaran tidak karuan dengan derai air mata kelemahan dan kerapuhan nya๐ ia berusaha dengan sepenuh kekuatan nya untuk tidak memperdengarkan suara tangisan yang semakin membuatnya pilu.
kacau, bingung, ketakutan dan stres itulah yang ada dipikiran Valr dan Valen saat ini, hasrat dan opsesi untuk segera memiliki keturunan membuat Valr lupa akan daratan janji kesetiaan bersama dalam suka dan duka, tangis dan tawa diatas mezbah kudus dikala pemberkatan nikah.
"Aku tidak mau tau.!! kamu harus hamil bulan ini.!!"
"bagaimana bisa aku memastikan hal itu๐ญ aku bukan Tuhan yang mampu meng Acc kan semua keinginan mu" ucap Valen sesegukan dan penuh dengan ketakutan.
"jika kamu tidak hamil juga hanya karna pil penunda kehamilan.!! kita pisah ranjang, kamu dan aku tetap jadi suami istri namun kamu tidak punya hak atas ku termasuk semua aset ku.!!"
dengan tegas dan lantang tanpa saringan Valr mengucapkan kata-kata itu dengan sangat mulus namun menyayat kalbu.!
detik ini Valr benar-benar membuktikan kekerasan nya dalam berbicara dan ucapan nya berhasil membuat Valen semakin down dan terus menangis hingga terdengar jelas ditelinga Valr isak tangis penuh pilu sang istri.
"kenapa kamu menangis.?" tanya Valr lembut sambil mengusap air mata Valen
"aku ketakutan๐ aku takut dengan mu dan keluarga mu yang tiba-tiba membenciku, umur pernikahan kita baru tiga bulan tapi kasarnya ucapan mama begitu sangat menyakitiku"
suara Valen yang kecil penuh getaran ketakutan berhasil merobohkan pintu pertahanan Valr, ia langsung memeluk dengan lembut tubuh rapuh sang istri dan seketika tangis Valen pecah tidak karuan didalam pelukan sang suami yang sangat ia takuti dan dalam proses untuk ia cintai sepenuhnya.
"jangan menangis, berhenti menangis.! maafkan abang๐ abang hanya mau kamu membuktikan cintamu dengan menghadirkan bayi bukti cinta kita sayang."
ucap Valr dengan lembut yang mendapatkan anggukan berkali-kali dari Valen, dengan erat Valen melingkarkan ke dua tangannya yang masih gemetaran ditubuh sang suami. perlahan dia dan hatinya mulai tenang dan menceritakan semuanya mulai dari awal tentang jamu yang ia minum dan juga memberitau kalau tidak ada pil bentuk apapun yang ia minum kecuali jamu itu.
"iya sayang, tidak masalah jangan ulangi lagi itu bisa membuatmu menjadi mandul"
"maafkan aku sayang, maaf" ucap Valen
"kamu tau saat menikahimu aku sangat bahagia dan berkata dalam hati Bang Yal aku menang, aku menang mendapatkan wanita dengan hati surga, wanita yang tidak pernah berbaur dengan kegelapan dunia"
__ADS_1
Valr bercerita pada Valen dan mulai menjalankan mobil tapi tidak langsung pulang kerumah melainkan ia membawa istrinya ditepi pantai dengan udara yang dingin untuk sekedar membuang penat.
"sayang kamu tau mama dan papa sangat bahagia ketika kamu tiba dirumah dengan pakaian adat yang menandakan kamu sah jadi menantu dirumah kita.! penantian selama lima tahun akhirnya tercapai dan wanitanya tetap kamu"
Valr membuka pembicaraan tentang kedua orang tuanya yang begitu menyayangi Valen.
"saat dimana aku bercerita bahwa kamu takut hamil dua bulan lalu membuat mereka patah semangat dan mama menangis ditelpon, dia sungguh sangat berharap ingin melihat keturunan ku darimu๐ hal itu akhirnya membuat mama membencimu.! maafkan aku, tidak seharusnya aku bercerita seperti itu pada mama"
Valr bercerita dan terus memeluk sang istri dari belakang dengan seragam dinas keduanya tanpa peduli dengan pengunjung yang ada di tepi pantai, terasa damai dan nyaman suasana yang Valr hadirkan saat ini untuk menenangkan Valen.
"sayang apa kamu bahagia selama tiga bulan pernikahan kita.?" tanya Valr sambil memutar tubuh Valen agar menghadap kearahnya
"aku sedang dalam perjalan munuju bahagia sayang" jawab Valen yang mulai tenang dan berani menatap suaminya
"aku paham๐ belajarlah untuk membuka hatimu padaku dengan sepenuhnya dan seiring itu berjalan kita pasti akan menemukan titik kebahagiaan"
"iya sayang" jawab Valen dan menyandarkan kepala didada suaminya.
"kita pasti bahagia dengan caranya Tuhan.! abang yakin jauh diatas sana ia sedang merancang keajaiban untuk kita, sekalipun saat ini dan kedepan kita masih belum dipercayai oleh nya untuk menimang seorang anak. tidak masalah kita ikuti saja caranya Tuhan๐ cara Tuhan jauh lebih nikmat dari cara kita sebagai umatnya."
.
.
.
Sesampainya dirumah Valen lagi-lagi merasa gugup dan takut, Valr yang mengetahui hal itu menggenggam tangan sang istri dan mengatakan semua baik-baik saja.
"kami sudah pulang ma" sapa Valen yang diangguki oleh kedua mertuanya yang sedang duduk santai diteras rumah.
"bagaimana hasil nya ucookk๐คฃ" tanpa merespon omongan Valen, bu Riss langsung saja bertanya pada Valr dengan tatapan nya yang sinis.
"ayo kita masuk dulu ma, pa." ajak Valr yang diangguki dan diikuti keduanya masuk keruang tamu.
__ADS_1
"begini pa, ma kami sudah memeriksakan kandungan Valen, dr. Sim memeriksa hingga berkali-kali dan tidak ada masalah sedikitpun begitu juga denganku dan tidak ada zat atau alat KB didalam tubuhnya.!"
Valr dengan santai menjelaskan hasil pemeriksaan dan sedikit berbohong pada orang tuanya demi melindungi sang istri, ia juga tidak takut jika orang tuanya bertanya pada dr. Sim karna ia sudah kian mengkonfirmasi kepada sang dr untuk tidak menceritakan hasil yang sesungguhnya pada orang tuanya.
mendengar penuturan Valr kedua orang tua itu hanya menghela nafas dan memandang sedih Valen.
"apa kamu baru saja menangis.?" tanya bu Ris pada Valen yang langsung dijawab oleh Valr
"iya dia menangis karna tadi saya sempat menakutinya ma" jawab Valr
"dasar kamu ucok.! sudah mama bilang jangan gegabah, sebelum hasilnya keluar.!! kamu gimana sih"
Bu Ris terus mengoceh tidak jelas mendengar perkataan putranya
"iya ma, kami masuk kekamar dulu aku capek" jawab Valr dan langsung menarik tangan sang istri menuju kamar
"dasar ucokk ini jamnya tidak tepat ucookkkk" teriak bu Ris yang membuat semua tertawa.
dikamar Valr dan Valen sama-sama ganti pakaian terlihat wajah lelah dari keduanya, wajah yang ingin segera terlelap.
"kamu lelah sayang.?" tanya Valen dengan lembut
"iya sangat lelah, aku ingin tidur tapi junior ku tidak mau tidur" jawab Valr๐คฃ
"dasar mesum๐" dengan malu Valen menjawab dan segera naik keranjang nya untuk istrahat karna sudah sangat lelah.
"sepertinya kamu tidak dirindukan jam ini junior maka tidurlah wanitamu lelah" sambung Valen dan untuk kali pertama dalam sejarah ia mencolek junior Valr dan mendapatkan cekikikan jahil dari Valr namun karna lelah ia juga ikut tertidur pulas.
Hallooooo Reader ........
kasih saran, kedepan mau ending seperti apa.?
dan jangan lupa tetap dukung terus karya ini dengan seikhlasnya..
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐