
...HAMIL...
Memiliki serta menikmati kehidupan yang sukses merupakan tujuan mayoritas banyak orang, Hampir 99,9% orang ingin hidupnya sukses. Namun, untuk mencapai sebuah kesuksesan tidaklah mudah. Perlu kesabaran, ketekunan, semangat juang, sifat pantang menyerah, serta konsistensi dan obtimis.
karna sukses yang sejati tidak bisa didapatkan dengan cara yang instan seperti merebus indomie Abc.
Dalam sebuah perjuangan menuju sukses ada hal yang harus diperjuangkan dan ada hal yang wajib di korbankan, ada orang yang harus di menangkan dan orang yang harus dikalah kan. dua hal itu akan selalu bersama saat melangkah untuk menggapai kesuksesan. Itulah mengapa malam ini Valdi harus tahan uji karena dalam perjalanan nya untuk mendapatkan momen langka seperti saat ini sangatlah susah bahkan membutuhkan waktu puluhan tahun.
"benar kata nenek dalam menggapai kesuksesan, ada kalanya kita menghadapi cobaan dan rintangan berat seperti yang ku rasakan malam ini kesempatan sukses mendapatkan Li Qin, kesempatan yang menyiksa si boy kecil ku" kata Valdi
"Li Qin, apa kamu tau saat aku sedang merasa tertekan, berbeban berat, merasa tak bersemangat dan tak bergairah, aku selalu teringat akan wajah kecil mu dan yakin bahwa apa yang aku perjuangkan saat ini tidak akan mengkhianati ku untuk memiliki mu. aku selalu percaya bahwa usaha dan kerja keras akan mengantarkan ku pada tujuan akhir pencarian ku" kata Li Qin
sedangkan Li Qin semakin menikmati tidur nya yang nyenyak dengan pelukan hangat dari Valdi, perlahan tangan Li Qin menelusuri dada bidang miliknya. tentu saja hal ini membuat sesuatu dibawah sana terbangun karna ulah Li Qin.
"astaga.! Li Qin kamu harus bertanggung jawab karna telah membuat nya terbangun" kata Valdi namun, Li Qin malah semakin mencari posisi enak untuk meletakkan kepalanya hingga keningnya berada dipipi Valdi.
"ku rasa kamu ingin jika aku setiap hari mencium kening mu, baiklah aku akan terus mencium kening mu" kata Valdi.
Valdipun tertidur setelah puas menciumi seluruh wajah milik Li Qin, begitu juga dengan Li Qin yang tampak nyaman tidur dalam pelukan Valdi. hingga ia benar - benar tidak mau tangan Valdi lepas dari tubuh nya bahkan tanpa sadar ia sampai menuntun tangan Valdi untuk memeluk pinggang nya.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 00:00 Wib, Li Qin merasa tenggorokan nya kering dan memilih bangun untuk mengambil air minum. tapi, seketika matanya melotot hampir copot karna meihat dirinya tidur di dada Valdi dan tangan nya terus mengelus dada Valdi.
"TIDAAAAAAAAAAAAK.!" teriak Li Qin karna kaget dengan ulah nya sendiri
__ADS_1
"Ada apa.!" kata Valdi yang terbangun karna kaget mendengar teriakan Li Qin
"ti .. ti .. tidak" jawab Li Qin gemetaran dan memukul tangan nya yang kurang sopan meraba - raba dada Valdi
"kalau begitu tidurlah lagi, ini minumlah" kata Valdi sambil memberikan segelas air pada Li Qin.
"terimakasih" jawab Li Qin sambil ngos - ngosan.
Mendengar teriakan dari kamar Valdi, Laura dan ibunya segera terbangun dan melangkah menuju kamar Valdi. namun, langkah mereka terhenti karna lebih dulu memasang kuping di pintu untuk mendengarkan dua orang yang sedang berbicara di dalam kamar dan dengan senang hati keduanya kembali tidak enak mengganggu tuan rumah dan Li Qin di dalam kamar.
"sepertinya mereka sudah terbiasa tidur bersama bu." kata Laura
"huss.. bicaranya jangan kencang - kencang nanti kedengaran dari dalam, besok ibu akan memberikan teh untuk Li Qin dan Tanaka dan kita bisa menikmati teh bersama di pagi hari. tapi, yang tak ibu sangka kenapa Li Qin bisa secepat itu tidur di samping Tanaka tanpa pernikahan lebih dulu." kata nyonya Minang
"kurasa sekarang bukan jaman ubi kayu dan ubi jalar di pertemukan jadi umbi - umbian bu" jawab Laura asal.
"jaman modern, semua anak muda sukses dalam percintaan" sambung nyonya Minang
"iya juga ya, jika ada kegagalan lagi dan lagi. kita bisa mencobanya kembali." jawab nyonya Minang dan segera meninggalkan ruangan itu.
sedangkan di dalam kamar Valdi, Li Qin benar - benar merasa malu karna tingkah laku nya yang diluar kesadaran yang baru saja terjadi menari - nari di depan mata. rasa malu yang juga merupakan emosi bagi Li Qin karna tidak dapat menyembunyikan diri dari perasaan tidak nyaman saat perbuatannya itu terihat berlebihan dan kurang ajar.
"aku mengetahui dan menyadari apa yang baru saja kamu lakukan" kata Valdi
"a..a..apa.? kamu mengetahui nya atau ada orang lain yang mengetahui nya." tanya Li Qin kurang fokus
"Ada banyak hal yang ku ketahui termasuk hal yang membuat mu menjadi merasa malu, ku anggap perbuatan mu malam ini adalah suatu aib. tapi bukan kesalahan karena kamu melakukan nya sesuai dengan kemauan mu sendiri tanpa, paksaan" kata Valdi
"haisss.. sama saja kamu menyindirku dengan halus" jawab Li Qin.
__ADS_1
"hahaha, baiklah sekarang jika kamu tidak mau orang lain tau. maka tidurlah lagi didada ku ku rasa itu akan sangat membuat mu terlelap" kata Valdi dan Li Qin dengan bodoh nya menuruti perintah Valdi
"Li Qin.?" tanya Valdi
"iya.?" jawab Li Qin
"tidurlah, aku sedang lelah
"baiklah tapi, aku merasa terganggu dengan kaki mu yang tidak tenang" jawab Li Qin sedangkan Valdi sejak tadi berusaha menekan sesuatu yang hidup dibawah sana.
"kenapa kamu semakin bandel.? tapi tunggu, bukankah kaki mu sudah tenang belum bergerak. tapi, kenapa dipahaku terus bergerak" tanya Li Qin dengan polosnya
"itu karna kamu sedang membangunkan dia" jawab Valdi.
"geser kaki mu agar tidak mengganggu nya" kata Valdi lagi dan Li Qin menurutinya.
Tapi entah kenapa ia baru sadar beberapa menit kemudian kalau dia sedang mempermainkan Valdi kecil. menyadari hal itu dengan rasa syock Li Qin kemudian memutuskan untuk perlahan melepaskan kakinya dari tubuh Valdi begitu juga dengan tangan nya. ia masangkan dua bantal di tengah mereka untuk menyelamatkan keperawanan nya.
"kenapa.?" tanya Valdi
"demi menyelamatkan keperawanan ku jangan sampai pecah malam ini tanpa kelopak bunga mawar merah" jawab Li Qin dan langsung membalikkan badan nya membelakangi Valdi.
beberapa jam berlalu lagi Li Qin tidur jadi semakin risih diataa kasur yang bukan miliknya sendiri. ia mencoba Miring kiri, Miring kanan, selalu tidak mendapatkan posisi nyaman. hingga akhirnya dia tidak tahan lagi dan langsung melepaskan bantal guling untuk kembali tidur di dada Valdi.
"sungguh demi apapun Li Qin, malam ini kau terlihat bagai wanita malam yang liar."
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA.?
BUKANKAH INI TERLIHAT MENARIK.?
__ADS_1
IKUTI TERUS TANPA KETINGGALAN UP LAGI DENGAN CARA TEKAN TOMBOL WARNA MERAH BERBENTUK LOVE❤ YANG AKAN MEMBANTUMU MENDAPATKAN PEMBERITAHUAN DIRAK Nt /Mt & JANGAN LUPA UNTUK LIKE, RATE 5 DAN KOMEN.! INGAT YA LIKE JANGAN HANYA DI BACA, WAJIB LIKE🙏