
SURPRISE
Jalan terindah dari kehidupan adalah saat kita mensyukuri apa yang telah kita terima dan temui. mensyukuri apa yang sudah kita miliki dan menantikan apa yang belum kita dapatkan. tidak perlu memaksa untuk mencapai sebuah misi dalam menjalani kehidupan, hanya perlu waktu untuk bersabar dan menjalani hari sesuai kemampuan yang kita punya, jikapun yang kita lalui diawal sangat lah berat untuk dilewati, masa lalu yang penuh dengan air mata. percayalah kedepan kita akan diperlakukan dengan baik oleh masa depan dan menggantikan hari kelammu menjadi penuh bahagia.
Masih terus dengan suasana yang sama dimana kedua insan yang mulai mengibarkan mendera hati sedang menunggu kepulangan Valr dan Valen yang tidak kunjung kembali sembari mereka terus berbagi cerita dan siapapun yang melihat keduanya malam ini pasti mengira mereka adalah pasangan suami istri.
"agar kamu tidak lagi melihat ke belakang, ketika tanganku menepuk pungungmu.
agar kamu terus berjalan maju kedepan tanpa harus melihatku yang terus menepuk punggung belakangmu, berjalanlah tinggalkan masa lalumu.
tepukan punggung ini akan terus kamu rasakan, melangkalah buka hatimu.
kami akan selalu ada menegakkan punggungmu ketika beban masa depanmu membuatmu bungkuk"
Ucapan Ita terus menari - nari dihati dan pikiran Valr dan ia terus dan terus mengingat ucapan yang begitu membuatnya tersentuh.
Sedangkan disisi lain tidak jauh dari lingkungan militer, Valr membawa keluarga kecilnya beserta asisten rumah tangganya kesalah satu kompleks perumahan terelite yang dihuni oleh beberapa pengusaha saja dan tidak ada orang awam yang berani masuk apa lagi menghuni salah satu rumah megah itu. karna harganya sangat fantastis dan tidak bisa dijangkau oleh kalangan biasa.
"sayang, kita mau kemana.?" tanya Valen bingung
"kita mau bertamu sayang" jawab Valr santai
"tengah malam begini, kita bertamu.? memang siapa yang mau menerima kita tengah malam" tanya Valen
"lihat saja nanti" jawab Valr singkat
"bukannya ini komplek perumahan para pengusaha, ya pak" tanya Sonya
"iya suster" jawab Valr tanpa melirik
"apa kamu pernah ketempat ini sus.?" tanya Valen
"pernah Nyonya, kami bertiga pernah mengasuh anak selama tiga tahun disini" jawab Sofia
"oohh, berarti kamu dan Vano ketemu karna, kamu berada dikomplek ini.?" tanya Valr
"iya pak, saat itu kami sedang membawa anak - anak keliling kompleks ini. tapi, sebelum nya kami sudah lebih dulu bertemu" jawab Sofia
"maksudnya sus.?" tanya Valen
"saya dan alm. Vanesa dulu berteman sangat akrab nyonya. tapi, karna profesi akhirnya kami terpisah dan sibuk dengan urusan masing - masing" jelas Sofia
"ooh, begitu. tapi, siapa Vanesa.?" tanya Valen
"Vanesa itu, tunangan tuan Vano yang sekarang sudah tiada" ucap Sofia
"begitukah, aku baru dengar nama wanita itu" ucap Valen
__ADS_1
Mobil yang terus melaju akhirnya berhenti disalah satu pagar yang menjulang tinggi terlihat kemegahan pagar sekalipun dimalam gelap. dua orang penjaga berpakaian militer membuka pagar ketika mendengar suara mobil Valr.
Valen masih tengah bersikap biasa - biasa saja tanpa, ada rasa curiga dan bertanya lagi pada suaminya. kenapa, mereka harus ketempat sekarang.
"ayo turun" ucap Valr dan semua turun.
"Siap komandan" ucap salah satu prajurid memberikan hormat
Tanpa basa basi, Valr langsung berjalan menuju pintu dengan merogok kunci dalam saku celananya. sedangkan yang lain masih diam membisu dengan pikiran antara ya dan tidak.
Ya.. kini mereka berada diteras Rumah mewah, rumah yang menjadi idaman semua orang, tidak hanya rumah para publik figur diseluruh Dunia yang berhak mewah karna hasil manggung dan lainnya. Rumah, yang kini diinjaki oleh Valen dan Valr adalah rumah yang sangat megah bak rumah artis ternama yang keindahan nya hampir menyerupai kastilย disneyย hingga istana negeri dongeng jika, dilihat sekilas..
Rumah yang diluarnya diberikan sentuhan warna yang serba Hijau dan terdapat sentuhan warna putih bergaya klasik bak Istana Kerajaan dan terdapat sedikit konsep mediterania nan mewah bila dilihat dari area luar, begitu sangatlah sesuai jika, dijuluki sebagai rumah yang mirip kastil Disney.
Lampu yang begitu terang menyerupai siang hari membuat mata dapat melihat area taman ditengaj malam yang didominasi warna putih serta hijau dari tanaman dan taman yang membuat halaman rumah ini terlihat natural.
"sayang.? rumah siapa ini.?" tanya Valen bingung karna Valr dengan tidak berdosanya memutar kunci, untuk membuka pintu rumah.
"Lihat saja setelah aku membuka pintu" ucap Valr singkat..
"baiklah" jawab Valen pasrah
"berdoa dulu dalam hati masing - masing saat masuk" perintah Valr dan diangguki oleh yang lain. Ya.. segela sesuatu yang baru saja dimulai harus diawali dengan doa karna, semua yang kita miliki bersal dari anugrah dan pemberian Tuhan.
"cekleckk"
"mari masuk sayang" ajak Valr yang diangguki dengan bodoh oleh Valen dan rombongan
Didalam ruangan terlihat gaya mediterania dari bangunan yang bercampur klasik dengan bangunan kokoh yang mendirikan pilar-pilar besar bak kerajaan, perlahan Valen masuk dan melirik sana sini disertai dengan rasa penasarannya yang sangat besar. saat, memasuki area dalam, kesan klasik vintage pun langsung memanjakan mata Valen serta rombongan. dari sorotan mata Valen terlihat jelas bahwa benar dirinya sangat menyukai rumah yang sekarang ia pijaki.
"ini rumah siapa.?" tanya Valen dan seketika mulut dan matanya terbuka lebar ketika pandangannya tertuju pada foto berukuran raksasa yang mirip dirinya dan sang suami yang tengah mengenakan pakaian kebesaran adat Nias atau pakaian pengantin adat Nias dengan pose yang sangat mesra seakan tidak menunjukkan bahwa saat itu Valen terpaksa
"sayang, ke_ke_kenapa foto kita ada dirumah yang sangat besar seperti ini, apa pemiliknya tidak parah foto kita terpajang diruang utama.?" tanya Valen dengan gugup hingga terbata - bata dan seketika tidak bisa berfikir.
"Selamat datang dirumah baru kita sayang, tidak akan ada yang marah padamu karna foto terpajang diruangan utama. karna, rumah ini milikmu dan atas namamu" ucap Valr dengan hati - hati namun, tetap membuat Valen dan lainnya syock.
Bagaimana bisa sebuah rumah mewah yang hanya layak dihuni oleh para pengusaha. menjadi milik Valen dengan sangat mudah. pikiran itulah yang terus berputar diotak masing - masing orang yang ada disitu termasuk Valen.
"ternyata hidup dengan tidak bergelimang harta dan kemewahan tidak selalu menjadi hambatan untuk mampu mempunyai bangunan rumah yang megah seperti ini, semoga keluargamu selalu terberkati tuan dan nyonya" ucap mbok Inem dalam hatinya yang sepertinya lebih dulu paham dari pada Valen dan ketiga babysitter itu.
masih dengan ekspresi yang tidak percaya Valen terus berjalan keruang tamu yang berwarna serba ungu dengan aksen gold dan terdapat sedikit sentuhan warna cream, dan disebelahnya ada ruangan yang lebih besar dari ruang tamu dipenuhi dengan mainan anak, serta tiga box tempat tidur baby gemeli. ruang yang besar ini dijadikan tempat bermain untuk baby gemelinya dengan nuansa bak hutan dan dindingnya diberi aksen gold yang membuat ruangan itu terlihat berada dialam terbuka dengan kemewahnnya.
"apa mungkin aku sadang bermimpi saat ini.?" tanya Valen, sambil mencubit pipinya dan terasa sakit.
"ini bukan mimpi sayang, rumah ini milikmu dan anak - anak kita. rumah ini adalah sejarah perjalananku selama lebih sepuluh tahun menjadi abdi negara" ucap Valr
"apa ini rumah kenangan.?" tanya Loren
__ADS_1
"iya kenangan dan lebih tepatnya sejarah untuk setiap jerih payahku suster Loren" jawab Valr tanpa menatap Loren.
"maksudnya" tanya Loren penasaran
"satu tahun setelah aku menjadi abdi negara dan ditugaskan disini, aku bertemu dengan salah seorang pengusaha dibidang properti dan lama kami berbincang seputar bisnis properti. akupun tergiur dengan rumah ini dan memberanikan diri untuk menyicil mulai dari nol tanpa bantuan keluarga selama sepuluh tahun dan puji Tuhan. rumah ini kumiliki sepenuhnya bersama anak istriku, sesuai dengan keinginan ku sejak awal bahwa, rumah ini akan ku hadiahkan pada wanita yang menjadikan ku sebagai Papa dan ibu dari anak - anak ku" ucap Valr sambil menatap Valen
"Waoow, suami idaman pak" seloroh Sonya
"apa kita langsung menginap sisini.?" tanya Valen masih dengan ekspresi tidak percaya.
"ini pertama kali tuan kesini, bangunannya sedang proses pembangunan ya pak, atau langsung ditempati git" tanya Sonya
"awal saya lihat rumahnya ini belum jadi total tapi, sudah merasa klik dipandangan pertama. saya merasa pas pertama kesini langsung betah, pokoknya ada fell tersendirilah untuk semua yang ada di sini." jelas Valr
"jadi, rumah ini baru selesai.?" tanya Valen
"iya, rumah ini selesai sejak enam bulan yang lalu. tapi, untuk properti lain dan perabotan baru dua minggu semua rampung dan lengkap" ucap Valr
"waow, sangat luas" puji Sofia
"sayang, ini untukmu" ucap Valr dan menyerahkan seluruh surat - surat serta kunci rumah mewah yang besar bak istana dengan segala kelengkapan perabotan bermerk didalamnya.
"Sayang" ucap Valen dan hanya ikuti kata yang bisa ia ungkapkan dan selebihnya air mata bahagianya yang mengungkapkan betapa ia sangat bangga dan bersyukur atas segala hikmat dari Tuhan serta pemberian terbesar sang suami yang sempat ia tolak dahulu. pelukan erat dari Valen untuk yang tersayang kini, melingkar erat dipinggang atletis Valr..
"uwuu .. romantisnya" gumam Loren
"apa kamu menyukainya.?" tanya Valr pada Valen yang diangguki oleh Valen karna tidak mampu lagi berkata - kata.
Lama mereka menjelajahi seluruh ruangan sambil menunjukkan kamar para asisten rumah tangga juga babysitter, kamar babygemeli dan terakhir kamar pemilik rumah. akhirnya semua penghuni langsung tertidur karna jam sudah menunjukkan pukul 01:00 WITA.
Ada ungkapan yang mengatakan kalau kaya itu bukan ketika kita mampu membeli yang besar tetapi, ketika kita mampu memberi dari yang terkecil hingga paling terbesar sesuai dengan pembelian. sama, seperti Valr yang selama lebih sepuluh tahun berjuang membeli rumah mewah yang besar, bukan hal mudah bagi seorang abdi negara dengan gaji yang seadanya untuk mendapatkan bangunan itu. tentu saja ia harus menahan hasrat untuk bermewah - mewah demi pemberian terbesarnya untuk sang istri.
Wooow๐๐
Selamat untuk Valr dan Valen serta keluarga kecil untuk rumah baru yang besar๐๐ Semoga langgeng,
Hayo Reader, Valen dan Valr tidur dirumah baru. bagaimana dengan Vano.?
mereka masih berdua menunggu dirumah dinas.
Hayoooooooooooooooooo๐๐
Hallo selamat siang Reader๐๐๐๐๐
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan seikhlasnya tanpa paksaan dan bagi yang suka baca jangan lupa like dong beb๐๐
Sembari menunggu Up karya TENTARA PENGGANTI bisakah kalian mampir dinovel baruku yang berjudul JANJI PENGORBANAN.?? ๐๐๐๐๐
__ADS_1