Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Suatu peristiwa


__ADS_3

Setelah sampai di pelataran rumah sakit, Kevin langsung menuju loby dan menanyakan kepada perawat yang berjaga di pelayanan costumer servis. Dan menanyakan tentang Khaira.


"Suster, saya mencari Khaira," tanya Kevin pada dua orang perawat wanita yang saat ini berjaga.


Tentu saja tidak semudah itu perawat memberikan keterangan pasien kepada sembarang orang.


"Maaf kami tidak bisa memberikan data pasien kepada sembarang orang." jelas salah seorang perawat wanita kepada pria berhidung mancung di depannya yang nampak dengan sangat panik.


"Saya suaminya, saya suami Khaira. Nama lengkapnya Khaira Ningrum. Tolong Sus carikan, saya mohon suster." tukas Kevin menjelaskan secara gamblang bersuara memelas.


Merasa pria muda dihadapannya tidak berbohong, suster akhirnya mencari data pasien. "Khaira Ningrum berada di ruang operasi bedah, ada di lantai dua."


"Terimakasih Suster." Kevin langsung melesat menuju ruang operasi bedah yang berada di lantai dua rumah sakit.


Setelah mencari-cari dimana keberadaan tulisan ruang operasi bedah. Kevin melihat dua orang pria satu berjas putih berhadapan dengan seorang lagi berpakaian kasual.


Kevin langsung menuju kepada Dokter berkacamata yang masih terlihat muda, juga langsung menghujani Dokter tersebut dengan pertanyaan, "Dokter, bagaimana kondisi Khaira dan separah apa lukanya? Mengapa Khaira bisa sampai dibawa ke ruang operasi bedah? Apa saya boleh menemuinya?”


Dokter Sakti menoleh kearah sumber suara, dan melihat seorang pria berhoodie ngos-ngosan seperti baru saja lari maraton. Obrolannya dengan Rezki pun terhenti.


Rezki yang tadinya membelakangi seseorang yang baru saja datang itupun membalikan badan, dan melihat seseorang yang dikenalnya.


"Kevin!" seru Rezki kepada teman sekaligus langganan restaurannya yang selalu memesan lewat apk. Dilihatnya wajah Kevin yang lebam ruam kemerahan, seperti habis berkelahi.


"Rezki!" Kevin melihat wajah seseorang yang ia lihat dari postur badan belakang.


"Lo kok bisa ada di sini? Itu wajah lo kenapa lagi?" Rezki bingung akan keberadaan Kevin dan melihat wajah temannya ini nampak lebam.


"Gue lagi cari Khaira. Tadi seorang pria menjawab ponselnya, dan mengatakan bahwa Khaira mengalami kecelakaan," tukas Kevin menjawabi pertanyaan Rezki. Enggan menjawab perihal wajahnya yang lebam.


"Jadi orang yang sejak tadi nelpon ke hp Khaira tu elo Vin?" kejut Rezki, ia bingung ternyata Khaira dan Kevin seling kenal, "Memang ada hubungan apa lo sama Khaira?"

__ADS_1


"Ceritanya panjang," jawab Kevin singkat.


"Gue kira siapa yang sejak tadi menghubungi Khaira, soalnya bukan nama lo," tukas Rezki.


"Sekarang gimana keadaan Khaira, apa parah? Kecelakaan apa yang sudah terjadi?" Kevin bertanya masih tak lepasnya rasa khawatir dari hatinya.


Rezki yang memang baru tahu kalau ternyata Kevin dan Khaira ternyata saling mengenal, menjelaskan apa yang terjadi pada Khaira.


"Tadi Khaira sempat mau di copet sama berandalan anak pank pas lagi nunggu di halte, dan gue lihat Khaira melawan berandalan itu. Ternyata lumayan juga bela diri Khaira, nah niat gue mau bantuin Khaira melawan tuh berandalan karena halte terlihat sepi, tapi naasnya berandalan itu pakai pisau dan mengenai lengan Khaira cukup parah sampai mengeluarkan banyak darah," ringkas padat dan jelas Rezki dalam menerangkan apa yang terjadi pada Khaira.


Dokter Sakti merasa di kacangi berniat pergi, yang memang notabene tidak mengenal Kevin.


"Ki, gue pergi dulu ya, mau ada operasi lagi, nanti di jam sebelas malem,” ucapnya pada Rezki.


Kevin melupakan pertanyaannya pada Dokter berkacamata, ia lantas bertanya, "Apa keadaan Khaira sudah baik-baik aja Dok?”


"Pasien sudah dalam kondisi normal, denyut nadi yang sempat menurun pun sudah kembali stabil, kita hanya menunggu pasien sadar dari pingsannya, karena sesaat sebelum pasien hendak melakukan tindakan operasi, pasien kehilangan kesadaran.”tukas Dokter Sakti menjelaskan dengan sejelas-jelasnya tentang kondisi pasiennya.


"Lalu, kapan dia akan sadar dokter?" Kevin bertanya memastikan.


Namun, Kevin agaknya tidak merasa puas akan jawaban dari sang Dokter muda itu, dan seperti meragukan kemampuan si Dokter berkacamata.


Kevin berjalan kearah kaca yang memperlihatkan kedalam ruang operasi bedah. Ia mendapati Khaira berada di atas brankar dengan mata terpejam.


Terlihat juga seorang perawat wanita sedang membereskan peralatan medis yang mungkin baru saja di gunakan.


Dokter muda berkacamata kembali menjelaskan kepada pria yang ia ketahui bernama Kevin yang terlihat nampak khawatir dan cemas.


"Pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat."


Kevin menoleh sekilas kearah Dokter berkacamata, dan kembali melihat Khaira yang wajahnya tidak terlalu jelas dari luar kaca. Karena kaca di depannya juga tidak terlalu lebar.

__ADS_1


Tak lupa Kevin mengucapkan kata terima kasih kepada Dokter berkacamata yang telah menangani istrinya, “Terimakasih Dok,”


Dokter Sakti mengangguk sekilas,


"Sama-sama, semoga pasien lekas sembuh."


"Ki, gue pergi dulu.” ucap Sakti kepada Rezki yang masih berdiri di depan pintu ruang operasi.


"Thanks Sob.” jawab Rezki.


Dokter Sakti berlalu dan menghilang dibalik dinding, menuju ruangan lain yang berada di rumah sakit.


Rezki pun mengalihkan pandangannya, kearah Kevin, yang masih dengan seksama melihat kedalam ruang operasi. Rezki bertanya-tanya dalam hatinya, ada hubungan apa? Antara Khaira dan Kevin. Seorang teman, pelanggan sekaligus orang yang menanam saham di restorannya.


Meskipun Kevin terlihat, seperti Pria yang tidak punya pekerjaan lain, selain menjadi Disc Jockey di tempat hiburan malam. Akan tetapi Rezki cukup tahu, bahwa Kevin adalah orang yang sangat memperhitungkan keuangan, agar bisa berkembang di masa depan. Dengan menanam saham dan investasi di kalangan para pengusaha seperti dirinya.


Rezki pun menghampiri Kevin, dan hendak menanyakan perihal ada hubungan apa? Dan bagaimana Kevin bisa mengenal Khaira, saudara sepupu Mita, yang Rezki baru tahu juga dari Mita, bahwa Khaira belum lama tinggal di Kota.


Namun, seorang perawat wanita dan perawat laki-laki memasuki ruang operasi, Rezki pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.


Tak berselang lama, Khaira sudah dibawa keluar dari dalam ruang operasi dan sudah berganti brankar ruang rawat, akan tetapi Khaira masih belum sadarkan diri.


Kevin yang melihat Khaira akan dibawa keruang rawat lantas bertanya kepada perawat wanita yang dilihatnya di dalam ruang operasi bedah, "Suster, apa dia baik-baik saja Sus?”


"Pasien, baik-baik saja." jawab perawat.


"Tapi kenapa dia masih belum membuka mata, Suster?" tanya Kevin masih dengan kekhawatirannya, yang melihat Khaira tidak kunjung membuka mata.


"Biasanya pasien yang mengalami hal semacam ini, dia sudah bisa mendengar, akan tetapi masih berada dibawah alam sadarnya, mungkin karena suatu peristiwa atau pasien mengalami trauma di masa lalu, mengenai rumah sakit atau para medis. Sehingga alam bawah sadarnya, kembali mengingatkan pasien tentang ketakutannya.”jelas perawat yang sudah berpengalaman menangani para pasien.


__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2