Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Terbongkar


__ADS_3

"Tidakk... ."


Tak hanya stela yang berteriak tetapi mahendra maupun jack berteriak keras ketika melihat safa lepas dari mereka.


"Bukk...."


"Safaaa.... ."


"Safaaa... ."


" Oek..., oek..., oek."


"Cup..., cup..., cup sayang. Jangan takut oma disini!"


Rupanya ine berhasil menangkap safa meskipun ia harus terjatuh saat terpeleset menangkap baby safa.


"Kau..., meskipun kau ayah kandung jack atau kakek safa aku tidak akan memaafkan mu."


Ucap stela geram dengan eksoresi wajah yang sangat menyeramkan.


"Aku tidak butuh maaf mu."


"Safa juga tidak membutuhkan mu sebagai kakek."


Jawaban sinis stela membuat bram sendiri terdiam tak berkutik sedikit pun.


"Safa..., kau tidak apa- apa nak?"


Stela bernafas lega ternyata safa baik- baik saja.


"Ma...., mama tidak apa- apa? Bagaimana lengan mama?"


"Tidak sayang, mama baik- baik saja."


"Lengan mama hanya memar sedikit, jangan khawatir!"


Ucap ine menenangkan stela.


"Kau dengar itu jack! Bahkan istrimu sudah terpengaruh dengan mereka."


Ucapan bram membuat ine geram yang yakin kalau jack mulai terpengaruh pada bram.


Ine memberikan baby safa pada stela geram setelah mendengar ucapan bram.


"Ma."


"Tenanglah, tidak akan terjadi sesuatu pada mama!"


Ucap ine.


"Mulutmu semakin berbisa bram, sebaiknya kau diam agar tak malu di depan anakmu sendiri."


Ucap ine.


"Dan kau dengar baik- baik, jack! Mama tidak akan memberikanmu pada laki- laki itu meskipun dia ayah kandung mu."


Ine mulai menampakkan kemarahan nya setelah sekian tahun berdiam diri demi melindungi jack.


"Dia adalah putraku dan akan menjadi putra ku, kau dengar itu bram! Sudah cukup! jangan lagi pengaruhi anakku dengan kata- kata yang tidak pantas di dengar!"


"Hahahaha..., bagaimana kau bisa percaya diri seperti itu ine? Aku adalah ayah kandung jack."

__ADS_1


"Hah..., ayah kandung? Bagaimana mungkin seorang ayah kandung mencelakai putranya sendiri ysng masih dalam kandungan?"


"Tidak, itu semua adalah kesalahan mu dan semua karena mu.'"


"Baiklah, kita buktikan saja!"


Ine berjalan ke arah jack membuka hem yang dipakai jack. Entah apa yang dicari ine, tetapi ine menarik sebuah kalung yang ada di leher jack. Ine memasangkan kalung itu saat jack mulai mengerti arti benda miliknya.


"Stel..., mana ponselmu?"


" Ini, ma."


Stela memberikan ponsel yang ada di sakam tas tenteng miliknya.


Sementara jack heran bahkan tercengang saat melihat ine menarik kalung dari lehernya, yang memang sangat dijaga oleh jack. Ine selalu berpesan untuk menjaga kalung itu dengan alasan warisan dari kakeknya.


Jack tak menyangka kalau kalung yang selama ini dipakai adalah sebuah flashdisk.


"Lihatlah sendiri, jack! Video ini di rekam sendiri oleh ibu, beberapa jam setelah melahirkan mu."


Jack tersentak kaget melihat wajah yang tidak asing, benar sekali. Seorang wanita yang ada di photo bersama mahendra maupun ine saat mencari bukti di rumah keluarga mahendra.


"Jack anggoro, aku memberimu nama itu. Maafkan ibu yang tidak bisa merawatmu, nak."


"Karena penyakit ibu yang sebenarnya tak boleh mempertahankan mu di rahim ibu, tapi ibu lebih memilih mu daripada nyawa ibu."


"Ibu tahu satu saat ayahmu pasti datang mencarimu, maka dari itu ibu mempersiapkan bukti ini."


"Ayahmu bukan seorang yang baik nak, ia adalah seorang penjahat. Ibu telah tertipu oleh nya, ayahmu juga yang menyebabkan kakek mu meninggal."


"Ibu takut kau mewarisi sifat buruk ayahmu, jadi menitipkan mu pada kakak ipar dan kak hendra. Mereka orang baik, ibu yakin mereka bisa memberikanmu kasih sayang yang tidak bisa ibu berikan padamu."


"Dan juga sebagai permintaan maaf ibu karena ayahmu yang menyebabkan kakak ipar kehilangan janin nya."


"Percayalah, nak! Ayahmu tidak benar- benar sayang padamu. Bagaimana mungkin dia sayang padamu kalau dia sendiri yang menyuruh anak buahnya mencelakai mama?"


"Saat itu kakak ipar dengan warna baju yang sama memakai mobil mama. Jika saat itu ibu yang ada.di dalam mobil itu, mungkin ibu dan kamu tak kan selamat nak."


"Ibu sengaja menyerahkanmu pada kakak ipar demi keselamatan mu, nak. Bahkan jika identitasmu terkuak, kau akan membanggakan ibu."


Melihat perubahan sikap jack dengan sebuah isyarat, bram menyuruh anak buahnya menembak ponsel yang tengah dilihat jack.


Derrr....


Dengan cepat ine menghadang peluru yang terlepas menuju arah jack. Sementara jack sendiri terkejut melihat suara senapan yang tengah dilepaskan entah tertuju pada siapa.


Brukk....


"Maaa.... ."


"Maaa... ."


Ine tergeletak tepat di depan jack yang masih memegang ponsel tersebut bersimpah darah.


"Ma.. ."


Der... der...


Der...der...


Beruntung pihak yang berwajib datang tepat waktu, melumpuhkan pertahanan lawa ln hingga tersisa bram seorang.

__ADS_1


"Ma...., bangun ma!"


"Maafin jack, ma."


"Ma..., mama."


Jack orang yang paling histeris ketika melihat ine jatuh didepan mata nya.


"Angkat tangan! Anda kami tangkap."


Bram terkejut ketika melihat beberapa anggota kepolisian yang ada disana, yang telah menembak melumpuhkan dua anak buahnya. Bram dengan cepat berniat melarikan diri berlari ke tempat stela dan ingin menjadikan stela maupun safa sebagai sandra dengan mengarahkan sebuah senjata ke arah mereka.


"Mundur!! Kalau kalian tak ingin mereka celaka."


Ancaman bram membuat stela semakin muak dengan sikap orang yang ada di depan nya tersebut.


"Kau lihat ini, jack! Bagaimana mungkin bisa di sebut ayah dan juga kakek sementara mengancam istri dan anak mu?"


Ucap stela geram dan meskipun bram membawa senjata tajam yang ditodongkan padanya tapi justru membuat stela membencinya.


Jack yang tengah nenangisi ine yang saat ini terkapar kemah tak berdaya, menoleh ke arah stela.


"Diam! Aku juga tidak sudi mempunyai menantu sepertimu."


"Berikan safa padaku!"


" Tidak."


Aksi berebut kembali terjadi hingga membuat jack naik pitam ketika putrinya dijadikan barang rebutan.


"Diam!!"


Jack seketika berlari ke arah stela maupun bram, yang semula baik bram maupun stela berhenti karena suara teriakan jack.


Darah jack seakan mendidih orang yang disebut orang tuanya menyakiti orang yang disayanginya. Jack berusaha merebut senjata tajam itu, sementara stela berlari menggendong safa ke arah ine. Pihak yang berwajib masih berjaga juga sempat menelepon ambulance.


Stela juga melepaskan ikatan tali pada mahendra yang sengaja dilakukan bram oada papa mertua nya itu.


"Jack..., lepaskan!"


"Tidak."


"Aku adalah ayah kandungmu. Sudah sepantasnya kamu membela ku."


"Tidak. Setelah apa yang kau lakukan pada ibu dan juga mama."


"Jangan bodoh kau jack! Lepaskan! Kita busa terjatuh."


"Akan lebih baik begitu."


"Kau sudah gila, ayah tak mau mati sia- sia."


" Tidak akan sia- sia. Anggap saja demi membalas yang telah anda lakukan pada ibu."


" Tidak."


Aksi saling rebut tak kunjung berakhir meskipun sempat terjadi perseteruan dan entah apa yang di pikirkan jack saat itu, mungkin karena rasa kecewa yang ada di dalam hatinya hingga membuat jack mengakihiri segalanya.


Jack mendorong tubuh bram dan juga tubuhnya sendiri, merasa tak ada pilihan dan juga untuk mengakhiri semuanya.


"Tidakk!!

__ADS_1


"Jack."


Bersambung😊🙏


__ADS_2