
Bukan hanya Madam Mali dan Clara yang menyapa Kevin, ada beberapa wanita menor yang sudah mengenal Kevin pun turut serta menyapa dan mencoba menarik simpatik sang DJ muda nan tampan.
Tidak ramah, tidak juga jutek. Kevin menanggapi wanita-wanita cantik yang menyapanya hanya sekedar membalas senyuman hambar.
“Hay Kevin, aku kemarin malam nungguin kamu tampil ngeDJ di diskotik lho, tapi kamu nya nggak muncul-muncul, karena nggak ada kamu, jadinya kan nggak asik tau,” kata seorang wanita bernama Marisa. Salah seorang pelanggan VIP dari diskotik tempat Kevin bekerja sebagai seorang DJ tetap.
“Oh yah?” tanggapan Kevin datar.
Madam Mali semakin kesal, bukan hanya Clara yang menyerobot percakapannya dengan Kevin, kini giliran Marisa, “Ratu Markisa, Madam sedang bicara sama si ganteng Kevin. Kenapa elo menyela pembicaraan kami?”
Wanita cantik yang memakai dress terbuka menampilkan belahan dadanya yang nampak berisi ini pun menatap Madam Mali, “Sebentar ya Madam Mali, ratu Marisa ingin berbicara sejenak sama Kevin,” Marisa menggidik pundaknya yang putih mulus kepada waria itu, “Oh iya Madam, namaku Marisa, bukan Markisa. Apalagi kalau sampai ada embel-embel Sirup, please yah Madam, aku sudah manis. Nanti kalau ditambahkan sirup bisa jadi aku malahan diabetes!”
Marisa menyugar rambutnya yang sepanjang bahu berwarna keunguan.
Kevin menatap Madam Mali dan menganggukkan kepalanya, tanda memberinya waktu untuk berbicara dengan Marisa, “Sorry Madam.”
“Oke, tapi ingat cuma sebentar!” Madam Mali kesal, tapi ia kemudian di sapa oleh seseorang.
Kevin tersenyum kepada Madam Mali dan mengangguk singkat.
Seperti biasa, Marisa akan selalu mencoba menggoda pria jangkung dengan model rambut tidak panjang tidak juga terlalu cepak, serta berhidung mancung,“Ah Kevin, kapan-kapan temani aku minum yah?” manjanya berbicara dengan sedikit mendesah.
“Minum aja noh air sungai Ciliwung biar kota ini bebas banjir!” seloroh Kevin dalam hati.
Kevin malas untuk menanggapi Marisa, ia menggenggam tangan Marisa yang sedang menggerayangi dadanya, dan melepaskannya begitu saja, “Lain kali oke Marisa. Sekarang gue harus kerja. Kenapa banyak sekali wanita-wanita berada di sini, termasuk lo, Sa?”
“Lagi-lagi jawabanmu tetap sama, lain kali ya Marisa gue sibuk! Lain kali ya Marisa gue bla-bla-bla, banyak banget alesan kamu buat nolak aku Kevin,” Marisa memanyunkan bibir seksi nya yang diberi warna merah merona, “Aku berada di sini karena di undang Sabrina ke acara ulang tahunnya,”
“Oh!” Kevin menyadari bahwa Marisa adalah anak konglomerat dan pertemanannya pun pasti berasal dari kalangan konglomerat pula.
“Sebenarnya aku malas datang kesini? Tapi karena Sabrina kolega bisnis ku ya aku datang, dan juga aku nggak suka sama dia, karena si Sabrina bener-bener songong orangnya!” bisik Marisa dengan berjinjit hendak mendekati telinga Kevin.
“Pendusta!” selorohnya dalam hati. Kevin menatap Marisa, dan berkata dingin, “Yah sebenarnya, nggak menyukai seseorang itu gampang! Karena untuk membenci seseorang nggak perlu alasan! Dan menyukai seseorang pun nggak perlu alasan juga!”
Marisa mengangkat bahunya acuh, dan kembali bertingkah manja. Ia mengalungkan lengannya di lengan Kevin yang dibalut Hoodie, “Akan lebih baik kalau aku bisa kencan sama kamu di kamar hotel milikku, kita akan bebas bersenang-senang. Tapi kapan? Setiap kali aku ajak kamu minum aja, kamu nggak pernah mau, dan selalu jawab lain kali ya Marisa!”
__ADS_1
Kevin memutar bola matanya jengah melihat sikap Marisa yang sok-sokan bersikap manja, padahal tanpa sepengetahuan Marisa. Kevin pernah melihat wanita cantik ini tengah meneriaki serta memaki salah seorang pegawai hotel hanya karena masalah yang sangat sepele. Yaitu hanya karena si pegawai hotel menolak untuk membelikannya kon and the dom!
Kevin melepas tangan Marisa yang bermanja sedang bergelayut mesra, “Sorry Marisa! Gue pergi dulu!”ucapnya tegas, tanpa menunggu jawaban Marisa, ia lantas melenggang pergi dan menghampiri Madam Mali.
“Madam!” sapa Kevin.
Madam Mali tersenyum lebar, “Halo Kevin, apa obrolan mu dengan ratu Markisa sudah selesai?” ia melihat kebelakang Kevin, matanya menyipit menatap raut wajah Marisa yang nampak sedang kesal, siapa lagi yang berani membuat Marisa marah kalau bukan Kevin yang berkali-kali sudah menolak ajakan kencan si ratu glamor itu, Madam Mali kembali menatap Kevin.
Kevin hanya menjawabnya dengan mengangkat bahunya tak acuh.
“Lo kemarin kemana aja si Vin, gue cari-cari loh, sampai-sampai gue mau membatalkan kerjasama kita. Tapi sekarang gue cukup lega, karena sudah melihat lo disini, hihi,”
“Sorry Madam! Gue ada sedikit masalah kemarin malam,” jawab Kevin.
Madam Mali terkejut, “Oh ada masalah apa sayang, pantas saja ponsel mu nggak bisa di hubungi,”
Enggan menjelaskan lebih lanjut, Kevin lebih memilih segera melakukan pekerjaannya, “Madam, bukankah ini sudah waktunya untuk membuat para audiens itu menari?”
“Oh iya tentu saja Kevin sayang.” jawab Madam Mali mempersilahkan Kevin untuk masuk kedalam ruangan besar.
“Seperti yang udah gue bilang, acara malam ini akan di meriahkan oleh seorang DJ terkenal yang kemampuan DJ nya, memang nggak perlu diragukan lagi. Dialah Kevin Abimana sang DJ!”suara MC menggema di tengah-tengah padatnya muda-mudi yang berpesta.
Sorak-sorai memenuhi ruangan besar ini. Kevin berjalan ke atas panggung, sedikit menyapa berbasa-basi saja kepada sang pemilik acara juga kepada para tamu undangan yang hadir tak perlu berlama-lama. Kevin pun memulai memainkan alat DJ yang ada di hadapannya.
Dalam setiap penampilannya di atas panggung DJ. Kevin selalu memakai masker hitam, Hoodie berwarna dominan gelap dan tak ketinggalan tudung Hoodie yang selalu menutupi kepalanya. Hanya sesekali saja ia membuka maskernya.
Seperti kali ini, para pengunjung memintanya untuk melepaskan masker. Mau tidak mau, Kevin akhirnya melepaskan maskernya dan gemuruh sorak sorai tamu undangan bertalu bersamaan dengan alunan musik DJ yang sedang diputarnya.
Suasana sangat riuh, tepuk tangan, berjoget ria, tak jarang ada yang berciuman serta mendekap mesra. Serta minuman beralkohol dengan kadar alkohol dari yang rendah sampai level tertinggi pun tersedia.
Tepat pukul 03:00 dini hari, Kevin telah usai menjalani pekerjaannya selama lebih dari dua jam. Setelah beberapa saat bercengkrama dengan para teman-temannya di rooftop gedung, Kevin berinisiatif untuk pulang.
“Vin ingat apa kata gue, Sonia nggak baik buat lo yang udah setia. Setia lo ini percuma!” ujar Agung, sebelum Kevin turun.
Kevin hanya mengangguk singkat, entah ke berapa kalinya, Agung mengingatkannya untuk meninggalkan Sonia yang tidak setia.
__ADS_1
Tapi bagi Kevin, sebelum ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Sonia telah berselingkuh, maka apapun yang dikatakan orang lain tentang Sonia, tidak sepenuhnya Kevin percayai, karena sekarang ini marak penyebar Hoax yang seharusnya diwaspadai, sebelum menerima begitu saja berita yang belum pasti!
Pada saat akan menggunakan lift, sialnya lift mengalami kemacetan. Ia pun terpaksa menuruni anak tangga. Pada saat ia melewati ruangan yang menggabungkan dengan beberapa stand kamar di club yang pada awalnya hanyalah ruangan karaoke.
Akan tetapi sang pemilik club' menggantinya dengan kamar siap pakai bagi siapa saja yang berniat bermalam di club' bersama pasangannya. Bisa dibilang, penginapan tersembunyi agar pihak dari aparat penegak hukum terkecoh dengan berdalih kamar karaoke club'.
Langkah Kevin terhenti, ia nampak mengamati seorang wanita yang tidak asing sedang bercumbu mesra dengan seorang pria bertubuh bongsor, di depan sebuah pintu masuk kamar club', dari jarak lima meter Kevin berdiri untuk menuruni anak tangga.
Sebelumnya Kevin tak pernah setertarik ini melihat adegan penuh birahii itu. Ia hanya penasaran saja. Dan memastikannya, bahwa wanita itu bukanlah seseorang yang ia kenal.
Kevin lantas menghampiri kedua pasangan mesum di depan kamar club' lantas menarik secara paksa tangan seorang pria yang tengah mencumbui seorang wanita cantik.
Kevin tergelak, ia membelalakkan matanya melihat kekasihnya telah bercumbu mesra dengan seorang pria, “Sonia!”
Wanita cantik, berpakaian seksi, rambut panjang warna brown agak bergelombang ini terkejut melihat pria yang sudah dipacari selama dua tahun, “Kevin!”
Pria bongsor ini terkejut, kala tangannya ditarik oleh seseorang yang hingga membuatnya terhempas ke dinding sebrang kamar, ia lantas berteriak lantang,“Hey siapa lo?!”
Kevin bergeming, ia menatap Sonia tajam.
Sonia bingung dengan situasi seperti ini, ia menatap Frans yang menjadi selingkuhannya berdiri dibelakang Kevin, lalu kembali melihat Kevin yang berdiri tepat dihadapannya.
Frans si pria bongsor ini tidak terima atas perbuatan pria yang telah menariknya secara paksa. “Kurangajar! Mau cari gara-gara lo ma gua?!” berangnya.
Kevin membalikkan tubuhnya menghadap Frans.
“Diam!” bentak Kevin sambil mengacungkan telunjuknya tepat didepan wajah pria bongsor yang telah berciuman penuh birahii dengan Sonia.
Sontak saja Frans sangat murka, ada kilatan petir di matanya menatap Kevin. Ia merasa sudah diremehkan. Frans mengepalkan tangannya, hendak membalas perbuatan Kevin.
Bersambung
__ADS_1