Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Story jack


__ADS_3

Sementara jack tengah sibuk dengan urusan pribadinya, hingga sengaja bolak- balik keluar kota.


Jack sengaja membeli rumah baru untuk memboyong stella dan safa ke rumah tersebut setelah mengetahui kebenaran kalau ia memang bukan anak kandung mahendra maupun ine.


Kemarahan yang ada di dalam dirinya mempengaruhi jalan pikiran nya dan juga sifat kekanakan nya. Stella hanya bisa diam, bahkan tak dapat berbuat apa pun ketika hack mengatakan akan mengajaknya pindah rumah ke luar kota.


Tak ingin berdebat lebih panjang tentang alasan juga karena baby safa yang masih beberaoa bulan membutuhkan kasih sayang papa nya. Meskipun stela bersikap ramah mencoba untuk menghangatkan suasana dingin yang jack timbulkan, namun tak banyak berpengaruh pada sikap jack yang semakin dingin.


Bukan hanya itu saja, jack rupanya menyadap ponsel stela kemana dan pada siapa mengirim pesan atau pun melakukan dan menerima panggilan. Stela merasa sedikit curiga ketika dalam satu kesempatan jack menyinggung tentang curahan hatinya pada ibunya ketika melakukan panggilan telepon melalui ponselnya. Seakan sadar kalau jack menggunakan cara itu menyadap telepon nya dan mulai saat itu stela tak menelepon mengirim pesan bahkan membalas pesan yang masuk ke layar ponselnya.


Bahkan stela sengaja menghancurkan ponsel miliknya meskipun harga nya terbilang mahal dan juga limited edition tetapi semua demi melampiaskan kekesalan nya pada jack.


Stela sengaja menyuruh bibi yang bekerja paruh waktu di rumahnya membelikan sebuah handphone dan juga kartu baru tanpa diketahui oleh jack. Stela menggunakan telepon rumah saat merindukan ibu dan ayah nya dan juga mungkin saat memesan barang- barang kebutuhan safa secara online.


Ceklek...


"Stel...., stela..., safa."


Sebuah panggilan ditujukan pada istri dan anaknya saat tak melihat kedua nya di ruang tengah.


"Kemana mereka? Apa mereka sedang pergi?"


"Tidak mungkin. Aku sudah mekarang mereka keluar rumah."


"Lalu....,kemana mereka pergi?"


Gumam jack dalam hati.


"Ada apa den? Aden membutuhkan sesuatu?"


Ucap seorang adisten rumsh tangga yang memang dipekerjakan jack selama ini.


"Bibi..., ngagetin saja."


Javk memegang dadanya dengan satu tangan nya ketika bibi tiba- tiba muncuk bertanya padanya.


"Stela dan safa kemana, bi?"


"Oh..., non stela sedang berendam den. Kalau baby safa tengah tidur."


"Oh..., pantas tak terlihat. Baiklah bi, terima kasih."


Ucap jack yang kemudian melihat baby safa di kamar nya yang masih terlelap tidur. Secara perlahan jack juga melihat istrinya di kamar mandi yang sedang berendam memejamkan mata menikmati aroma rilexsasi.


"Maafkan aku sayang. Aku janji, setelah kita pindah aku akan mengubah sikapku."


Gumam jack di dalam hati yang mengintip melalui pintu.


"Hah...., meskipun aku sangat merindukan mu."


"Dimana ponsel stela? Apa dia mengetahui kalau aku menyadapnya?"


"Tidak, Itu tidak mungkin. Lalu..., kemana? Kenapa tidak aktif ponselnya?"


Gumam jack yang tengah mencari keberadaan nya.

__ADS_1


"Cari apa?"


Stela yang menyidahi acara berendam nya terkejut ketika melihat sang suami seperti sedang mencari sesuatu.


"Tidak, hanya... dimana ponselmu? Aku ingin meminjam nya sebentar."


''Oh..., ponsel ku. Ponsel mu kenapa? Ada masalah?"


Ucap stela yang sedikit dingin bahkan tergolong cuek.


"Tidak ada. Hanya ingin mengambil beberapa kontak saja."


Stela yang masih memakai bathrobe dan juga handuk di kepala nya berjalan menuju meja rias nya mengambil ponsel dari laci meja rias tersebut.


"Nih."


Stela memberikan ponsel tersebut karena enggan berdebat dengan jack , setelah beberapa hari rumah yang semula nyaman dan tenang penuh canda tawa mereka berubah seperti api neraka panas penuh perdebatan


Tak melihat ke arah ponsel, jack tengah fokus pada wajah istrinya yang menurutnya tak seperti biasanya. Jack lalu melihat tangan nya yang mana stela memberikan ponselnya padanya.


"Haa? Kenapa pecah? Bukan nya kemarin baik- baik saja?"


"Darimana kau tahu kemarin tak apa- apa?"


Stela membalikkan kepalanya menatap jack yang tengah menatap ponsel nya. Tak menjawab pertanyaan stela, jack berlalu pergi meninggalkan ponsel stela di meja nakas setelah mencoba beberapa kali membuksnya tetapi tak nyala sama sekali.


Sedangkan stela mengangkat bahunya sendiri kembali melanjutkan rutinitasnya di depan meja rias.


"Biasanya kalau melihat ponsel ku pecah sedikit, kau sudah bingung ingin menggantinya.'


"Tapi sekarang? Hem..., mungkin kau sudah tak memerlukan aku lagi atau mungkin kau telah menemukan yang baru."


"Apa kata cinta yang kau ucapkan sudah luntur? Dan semua janji mu hilang ditelan bumi."


"Kau berbeda dengan kekasihku beberapa tahun yang lalu. Juga suami yang ku kenal selama ini."


"Jika kau telah menemukan yang baru kenapa tidak melepaskan ku dan juga mengembalikan ku pada orang tua ku?"


"Kau membuatku seperti mayat hidup. Hidup tapi tak menikmati kehidupan yang bebas."


"Jika bukan karena baby safa, aku tak kan mau mengikuti semua keinginan mu dan juga bertahan dalam kurungan rumah ini."


"Sudahlah..., aku tak harus memikirkan semuanya. Masih ada ayah dan ibu yang menerimaku kembali, jika kau melakukan hal itu."


Setelahnya stela mengganti bajunya dengan baju rumahan, menghampiri sang putri yang masih tertidur pulas.


"Sayang..., kau masih bobok?"


"Kesayangan mama."


Stela menatap sendu putrinya yang madih berumur beberapa bulan itu merasakan sedikit sakit di jantung hatinya.


"Maafin mama ya nak, jika satu saat nanti mama tak sanggup bertahan dengan papa mu."


Gumam stela mengusap pipi tembem baby safa.

__ADS_1


"Mama tidak tahu bagaimana caranya merubah papa mu kembali seperti semula."


"Rasa nya mama sangat lelah."


Gumam stela lirih tak ingin membangunkan putrinya, stela juga sempat mengusap bulir- bulir air mata yang jatuh di kedua sudut matanya.


Isak tangis stela meskipun tak terdengar namun membangunkan safa yang merasa terganggu dengan ikatan batinnya pada sang mama.


"Aa..., aa."


Suara safa terdengar ketika stela beranjak meninggalkan nya.


"Aa..., putri mama sudah bangun ya?"


"Kesayangan mama, mimik cucu dulu ya."


Stela menggendong baby safa lalu mbawanya ke kamarnya dan juga menyusuinya.


Sementara jack yang tak mengeluarkan suara berlalu pergi ke ruang kerja nya setelah meletakkan ponsel stela di atas nakas.


"Kenapa ponsel stela pecah?"


"Bukan nya kemarin tidak masalah? Aku masih melihatnya pagi itu di atas meja.'"


"Apa stela mengetahui kalau aku menyadap ponselnya?"


"Tidak."


"Tapi..., jika tidak stela tak mungkin berubah seperti itu."


"Hari- hari yang lalu masih biasa saja tapi tidak hari ini."


"Dan ponsel nya...?"


"Hah..., maafkan aku sayang. Aku tak ingin kau berhubungan lagi dengan mereka."


"Aku janji akan membelikan ponsel yang baru setelah kita pindah rumah nanti."


Gumam jack yang berbicara sendiri di ruang kerja nya.


Jack memang banyak pikiran karena mengetahui ternyata jack bukan anak kandung mahendra dan juga ine, hingga pikiran nya tak bisa berpikir jernih. Entah karena kecewa atau karena omongan bram hingga membuat pikiran nya kacau.


"Ya."


"Apaa..., pak bram? Ingin bertemu dengan ku?"


"Tidak. Katakan padanya aku tidak ada dirumah!"


"Terima kasih."


Jack mengakhiri panggilan telepon dari seseorang yang entah dari siapa.


"Meskipun kau ayah kandungku, tapi aku juga belum bisa menerima mu."


Bersambung😊🙏

__ADS_1


__ADS_2