
"Aku tidak akan melepaskan wanita yang sudah masuk kedalam kamarku, sebelum kamu benar-benar memuaskan birahiku. Maka kamu tidak boleh keluar." Hengki berkata santai namun penuh penekanan. Melihat Khaira yang nampak tidak berdaya di atas ranjang, ia segera ingin mengungkungnya.
Setengah dari tenaga dan kesadarannya, Khaira tidak tinggal diam tatkala pria berperut buncit itu akan menindihnya. Khaira melayangkan tendangan secara acak dan sepertinya mengenai perut buncit dan melihat pria itu terhempas.
Merasa ada kesempatan untuk lari, Khaira segera bergegas turun dari ranjang. Mengumpulkan segenap tenaganya yang masih tersisa meskipun untuk berjalan saja Khaira merasa lunglai, namu ia tidak mau terperangkap bersama dengan pria bejad.
Hengki terhempas dan hampir saja jatuh ke lantai saat mendapatkan tendangan dari Khaira. Ia kembali menyeimbangkan tubuhnya untuk kembali berdiri tegak.
Hengki melihat Khaira sudah turun dari ranjang, maniknya melihat Khaira berjalan sempoyongan. Hengki kembali mendekati Khaira dan menarik tangannya.
"Mau kemana kamu hah?!" dengan sangat cepat, Hengki kembali menarik tangan Khaira hingga membuat Khaira masuk dalam pelukannya.
Khaira memberontak, lalu menginjak kaki pria asing ini.
Hengki terperanjat kala kakinya mendapat injakan sangat keras dari Khaira, ia secara refleks melepaskan mangsanya. Hengki melihat Khaira mengacungkan jari telunjuk kearahnya.
"Jangan pernah sentuh aku, biadab!" Khaira berkata dengan gigi dikeratkan dan diakhiri dengan suara setengah berteriak lantang.
Hengki menatap nyalang pada Khaira. Ia tidak menyangka, Khaira adalah wanita yang bisa menahan hawa panas dari pengaruh obat kuat dengan dosis tinggi.
Hengki melihat Khaira yang seperti macam betina, membuat kejantanannya semakin tertantang. Hengki tertawa melihat Khaira yang sekuat tenaga menahan diri agar tidak terjatuh.
"Hahaha... kita permudah saja Khaira, aku akan melakukannya sangat lembut, dan akan membuatmu bahagia setelah ini." kata Hengki bersuara berat menahan hasrat. Ia kembali mendekati Khaira.
Sayup-sayup Khaira melihat pria asing itu kembali mendekat. Ia melayangkan tamparan dan tepat mendarat di pipi kala pria gemuk itu mencoba meraih tengkuk leher dan akan menciumnya.
Plak... Hengki merasakan tamparan di pipinya. Meskipun tidak menyakitkan, namun membuat Hengki geram dengan penolakan Khaira. Hengki naik pitam, ia menarik tangan Khaira dan menampar Khaira sangat kuat. Hingga Khaira jatuh tersungkur ke lantai.
"Aaahhh..." erang Khaira merasakan sakit di pipinya.
Hengki mendekat dan menjambak rambut Khaira hingga membuat target nafsuunya mendongak keatas. Bukan hanya itu, Hengki menekan kedua pipi Khaira sangat kuat. "Dasar wanita jal*ng! Berani sekali kamu menamparku! Rasakan akibatnya!"
Tangan Hengki yang semula mencengkram kuat kedua pipi Khaira, kini turun ke leher dan sedikit menekannya, dilihatnya Khaira kesusahan untuk bernafas.
Khaira bernafas tersengal-sengal, seolah ia sedang menghadapi kematiannya. Ia mencengkram lengan pria asing yang sedang menjambak serta mencekik lehernya. Khaira bahkan mencakar lengan pria asing ini. Namun, semakin kuat saja pria ini mencengkram lehernya.
BRAK!!!
Hengki terperanjat mendengar pintu kamar hotelnya di dobrak. Ia menoleh dan melepaskan Khaira dari cengkeraman tangannya. Maniknya melihat seorang pemuda yang berdiri di ambang pintu masuk kamar.
"Hehh siapa lo?!" teriak Hengki masih dalam posisi jongkok di depan Khaira yang bernafas tersengal-sengal.
Kevin lah yang telah mendobrak pintu, maniknya melihat seorang pria yang hanya memakai CD hitam sedang berjongkok. Kelopak matanya membelalak sempurna manakala melihat Khaira sedang terbatuk-batuk dan bersimpuh di lantai.
__ADS_1
Hengki berdiri tegak dan kembali berteriak pada pemuda yang masih berdiri di tengah-tengah pintu kamar hotelnya. "Lo budeg ya? Siapa lo? Masuk kamar orang sembarangan!"
Kevin menegaskan rahangnya, tangannya terkepal kuat-kuat. Ia berjalan dengan langkah jenjang menghampiri pria berperut buncit dan langsung melayangkan tendangan kepada pria yang diduga kuat bernama Hengki.
"Biadab!" teriak Kevin garang.
Hengki jatuh terpental cukup jauh, hingga punggungnya terpentok lemari sangat kuat. "Aaarrrhh..." erang Hengki merasakan sakit di perut juga punggungnya.
"My Delf.." Kevin melihat Khaira yang tergeletak dilantai, ia mendekati istrinya yang sudah tidak memakai hijab namun masih memakai gamisnya. Terperangah kala maniknya melihat pipi Khaira tercetak bekas tangan berwarna merah keunguan seperti bekas tamparan serta bibir Khaira yang mengeluarkan darah.
"M-mas Ke-vin.." kata Khaira terbata sangat lirih, saat melihat wajah suaminya terlihat di depannya.
Kevin mengusap darah yang keluar dari sudut kiri bibir istrinya. Marah, ia sangat marah, emosinya tersulut membara. Lalu menoleh kearah pria yang sedang mencoba untuk berdiri. Kevin kembali mendekati pria gemuk yang ia duga adalah Hengki.
Bugh...
Tanpa aba-aba, Hengki kembali merasakan hantaman serta bogemen dari seorang pemuda yang tidak dikenalnya.
"Aaarhhh.. Dasar brengsek, siapa lo sebenarnya?" teriak Hengki menatap nyalang sembari memegangi wajahnya yang mendapatkan tinju sangat keras. Rasa-rasanya sekujur tubuh dan wajahnya sangat panas dan sakit.
Kevin mencengkram kuat pundak pria didepannya.
"Lo Hengki, kan?" teriak Kevin garang, ia menampar keras pipi kanan pria gemuk yang sudah tersudut di bawah lemari.
Bugh..
"Bangsat!" Kevin kembali meninju perut buncit Hengki. Dan kembali mencengkram kuat pundak Hengki, tidak dibiarkannya pria brengsek seperti Hengki lepas. "siapa yang nyuruh lo melakukan hal biadab terhadap istri gue, hah? Ngaku lo?! Siapa orangnya?" teriaknya menggelegar.
"Cla-clara." jawab Hengki tidak bisa berkutik lagi, tenaganya benar-benar terkuras. Pengaruh dari obat penguat juga membuat suhu tubuhnya memanas, ia merasa sangat lemas.
"Lagi-lagi Clara!" Kevin berang, ia melepaskan cengkeramannya dari pundak Hengki. Lalu mengambil pakaian pria yang berserakan di lantai. "Pakai ini!" titahnya menggelegar.
"Elo sebenarnya siapa?" Hengki bertekuk lutut di depan lemari.
Kevin sedikit membungkukkan punggungnya, lalu mendekati wajah Hengki yang sudah babak belur lalu berkata. "Gue Kevin, dan gue suami Khaira!" lantas menarik rambut Hengki, hingga pria gemuk yang hanya memakai CD mendongakkan kepala. "dan lo sudah berani membuat istri gue terluka? Lo harus merasakan akibatnya!"
Hengki membelalak sempurna menatap pemuda yang mengaku bernama Kevin. "Gue kagak salah apa-apa! Gue cuma disuruh untuk menyetubuhinya, gue kagak salah apa-apa."
Kevin merasa telinganya berdengung mendengar pengakuan Hengki. Kevin memukuli Hengki secara membabi buta.
Rezki dan Mita masuk kedalam kamar salah satu hotel yang pintunya terbuka lebar. Baik Mita maupun Rezki mendengar suara Kevin yang terdengar sampai keluar kamar hotel ini.
Mita membulatkan matanya tatkala melihat Khaira tergeletak di lantai. "Khaira!" Mita menghampiri sepupunya, dan melihat Kevin sedang menghajar seorang pria berperut buncit.
__ADS_1
Begitu juga dengan Rezki, ia terperangah melihat keadaan Khaira yang nampak terlihat memprihatinkan, meskipun masih memakai gamis putih, namun Khaira sudah tidak memakai hijab serta wajah Khaira lebam. Maniknya melihat Kevin, lalu menghampiri temannya yang sedang memukuli seorang pria yang hanya memakai CD hitam.
"Vin sudah Vin!" Rezki menangkap tangan Kevin yang akan memukuli pria gemuk.
"Si pria brengsek ini adalah suruhan Clara!" seru Kevin mengusap dahinya yang berkeringat lalu menunjuk Hengki. Ia mengatur nafasnya yang terengah-engah, memukul juga menguras tenaga serta emosi.
Rezki maupun Mita terkejut mendengar perkataan Kevin.
"Apa, Clara?" seru Rezki dan Mita bersamaan.
"Biar gue yang urus, lo urus aja Khaira. Dia terlihat nggak baik-baik aja Vin." ujar Rezki.
Kevin melihat istrinya yang bersandar di bahu Mita. "Mita, tolong bawa Khaira turun." Mita terlihat mengangguki ucapannya.
Kevin kembali menatap Rezki.
"Kagak, kali ini biar gue yang seret pria bejad ini kehadapan Clara biar dia tahu, gue juga bisa marah dan membalas perbuatan jahatnya!" berang Kevin. Maniknya menatap Hengki yang sudah babak belur tajam. "Pakai pakaian lo!" titahnya.
"Tapi Vin, Clara sekarang sedang menggelar resepsi pernikahannya, dan ada banyak orang." Rezki mencoba untuk menghentikan rencana Kevin.
Kevin menatap Rezki tajam. "Gue kagak perduli!"
Jika sudah melihat singa marah keluar dalam diri Kevin, maka tidak ada yang bisa dilakukan Rezki.
Hengki menuruti perkataan Kevin, ia memakai pakaiannya kembali. Hengki terkejut, kala Kevin kembali mencengkram kuat kemeja yang dipakainya.
"Gue mau di bawa kemana?" ucapnya takut, kala Kevin menyeretnya untuk keluar dari dalam kamar hotelnya.
Kevin bergeming, ia terus menarik kerah kemeja yang dipakai Hengki dan menghempaskan Hengki untuk masuk kedalam lift.
Rezki membantu Mita untuk memapah Khaira yang terlihat tidak bertenaga. Lalu menyusul Kevin dengan memasuki lift lain.
Sampai pada ruangan yang dijadikan sebagai acara pernikahan Clara dan Anto. Kevin terus menarik kerah kemeja yang dipakai Hengki sampai di tengah-tengah ruangan megah yang dijadikan sebagai pesta dansa.
Bugh...
Semua para tamu undangan terkesiap melihat seorang pemuda yang menghempaskan seorang pria gemuk yang tidak berdaya.
Begitupun juga dengan Erik, Margaretha, Anto dan terutama Clara. Terperangah melihat Kevin nampak sangat garang. Menghempaskan Hengki.
__ADS_1
Bersambung