Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
True story


__ADS_3

"Kenapa papa menyembunyikan masalah ini?"


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Apa aku harus bertanya pada papa?"


"Tapi..., tidak. Papa pasti punya alasan sendiri kenapa berbuat demikian."


"Apa mama juga mengetahui nya?"


"Aku harus bagaimana? Laki- laki ini terlalu berbahaya jika dibiarkan begitu saja."


"Setidaknya aku harus memberitahu papa."


"Jika semua benar..., apa mama punya hubungan dengan orang itu?"


"Tidak. Mama tidak mungkin melakukan hal itu."


Ceklek...


"Ian."


"Papa...? Hampir saja ian terkejut."


"Terkejut? Ah..., kau sedang melamun?"


Mahendra yang tiba- tiba muncul di balik pintu membuat bryan sedikit terkejut hingga tersentak kaget saat tak sengaja melamun.


"Papa tahu semua karena istri mu. Apa tidak ada cara lain memulihkan kondisi ane? Kasihan sekali princes papa."


Bryan hanya menggeleng pelan lalu kembali melihat kertas- kertas di atas meja nya.


"Princes? Lalu silla?"


"Bawel?"


"Hah..., masak cemburu dengan kakak ipar nya sendiri?"


Ucap mahendra mengulurkan tangan nya pada putrinya.


"Kenapa kakak terkejut silla disini? Kakak tidak suka silla datang ke rumah?"


"Hah..., bukan seperti itu. Tapi suami mu baru saja pergi menjemput mu."


Ucap bryan menghela nafas panjang nya mendengar pernyataan bawel yang sedikit merajuk.


"Apaa, kak rafa menjemput silla? Alamak..., bisa gawat nih."


Silla berlari keluar ruang kerja bryan mencari dimana meletakkan tas punggung milik nya.


Derr...


Silla membanting pintu secara tak sengaja saat berlari mencari tas punggung miliknya.


"Ian..., ada satu hal yang ingin papa bicarakan? Apa kau punya waktu?"


Ucap mahendra menatap putra nya yang terlihat sibuk dengan beberapa kertas yang ada di depan nya.


"Tentu. Ada masalah apa pa?"


"Kau tidak sibuk?"


"Tidak, pa. Hanya memeriksa berkas saja, jangan khawatir!"


"Sebenarnya..., papa."


Seakan ragu mengatakan pokok permasalahan pada putra nya, mahendra berhenti berbicara lalu menatap putranya kembali.


"Ada apa pa? Kenapa papa berhenti?"


"Hah..., apa kau bisa menerima kakak mu meskipun ia bukan kakak kandungmu?"


"Apaaa..., kak jack bukan kakak kandung kita?"


Baik mahendra maupun bryan terkejut mendengar teriakan silla dan juga menoleh ke arah pintu dimana silla berdiri didepan pintu.


"Bagaimana mungkin?"


Silla berjalan menghampiri papanya yang terlihat bersedih ketika mengatakan semua itu.


"Papa tidak berbohong kan? Lalu..., siapa orang tua kak jack sebenar nya? Dan kenapa papa dan mama mengadopsi kak jack?"

__ADS_1


Silla kembali menutup pintu lalu duduk di sebelah papanya, begitu juga bryan yang meminggalkan kursi kerja nya menghampiri sang papa.


"Tidak, nak. Sebenarnya..., masalah ini yang akan pada bicarakan pada kalian malam itu. Tapi kemalangan terjadi pada istri mu."


"Hah."


Silla menganga tetkejut dengan pembenaran sang papa.


"Sebenarnya jack bukan putra kandung kami, tapi kami sangat menyayanginya layaknya anak kandung tanpa membedakan kalian."


Mahendra mulai bercerita atau menceritakan kisah mulai awal mengadopsi jack.


"Bahkan terkadang menomorsatukan nya mengingat dia tak mendapatkan kasih sayang ayah maupun ibunya."


"Pantas saja."


Gumam silla mencibirkan bibirnya.


"Saat itu ..., mama kalian tengah bersedih karena kehilangan janin nya untuk sekian kali nya. Papa tak tahu harus berbuat apa menghiburnya, hingga saat yang bersamaan sepupu papa tante melaty melahirkan bayi nya dalam keadaan prematur."


Silla dan bryan mendengarkan cerita kisah papa nya dengan seksama.


"Sebelum mama jack meninggal, melaty memberikan jack dalam pengasuhan mama kalian."


"Bayi kecil itu memberi cahaya kembali pada mama kalian yang sudah putus asa beberapa kali keguguran."


"Oh..., jadi begitu. Pantas saja mama sangat menyayangi kakak.."


"Apa kalian keberatan untuk terus menganggapnya layaknya kakak kandung?"


"Tidak."


"Tidak."


Baik silla maupun bryan menjawab dengan serempak dan juga kompak. Mereka tersenyum saling pandang ketika jawaban mereka sama dan bersamaan.


"Hah..., papa lega kalian menerima jack dalam keluarga kita."


"Lalu..., kemana papa nya kak jack? Apa beliau juga meninggal?"


Tanya silla.


"Sayang, berangkat sekarang?"


"Eh..., iya. Baiklah silla pergi dulu, bye papa..., kakak."


" Hem..., hati- hati!"


Ucap bryan.


"Fa..., tak duduk dulu?"


" Tidak, pa. Rafa ada janji mengajaknya nonton."


Jawab rafa memandang istrinya yang berlari kecil menghampirinya.


"Begitu, baiklah. Hati- hati di jalan!"


" Iya, pa."


Mereka menghilang di balik pintu ruang kerja bryan. Sedangkan bryan maupun mahendra diam membisu sejenak memikirkan yang terjadi.


"Lalu..., siapa ayah kak jack pa?"


Tanya bryan.


"Bram..., bram prasetyo. Seorang lelaki yang punya ambisi menguasai dunia bisnis dengan caranya sendiri."


"Bram? Laki- laki ini kah?"


Bryan memberikan sebuah photo pada papa nya.


"Ya, benar. Dia orang nya. Dari mana kau mengetahui nya?"


"Bryan sengaja mencari tahu setelah seorang wanita muncul mengaku bertetangga dengan kita dan juga mengaku pacar masa kecil ian."


"Maksud mu dia dalang di balik semuanya?"


"Ya, benar dugaan papa."


"Hah..., maafkan papa bryan. Semua karena papa."

__ADS_1


Mahendra tampak menyesal dengan semua yang terjadi.


"Maksud papa?"


"Jika bukan karena papa, laki- laki itu tidak akan mempunyai dendam pada keluarga kita."


"Dendam?"


Bryan terperanga dengan apa yang dikatakan papanya membuatnya hampir tak percaya ketika sang papa yang seorang humble mempunyai musuh.


"Saat itu..., papa tak sengaja menemukan adanya penyelundupan barang- barang ilegal di perusahaan tempat papa bekerja yakni anggoro group."


"Masa itu..., papa belum memiliki perusahaan sebesar ini. Paman anggoro menawarkan kerja di perusahaan nya, pada saat yang sama mama jack juga bekerja di perusahaan itu terpesona dengan bujuk rayu bram."


"Hingga akhirnya mereka berpacaran bahkan melaty hamil sebelum menikah dengan nya. Sebenarnya paman anggoro tidak menyukai bram dan menyuruh melaty mencari pria lain."


"Namun melaty yang terbuai api asmara tak mengindahkan peringatan ayahnya hingga saat yang memalukan terjadi padanya."


"Paman anggoro tidak bisa berbuat apa- apa selain menerima permintaan bram karena bram menolak bertanggungjawab atas kehamilan melaty."


"Paman anggoro terkena serangan jantung saat tak sengaja mendengar rencana bram yakni penyelundupan barang- barang ilegal selaku bisnis pribadinya."


"Rupanya bram menggunakan perusahaan anggoro untuk membacking semua bisnis nya selama ini."


"Paman anggoro memberitahu semua rencana bram pada papa dan juga menitipkan melaty yang saat itu hamil enam bulan pada papa."


"Paman anggoro meninggal setelahnya dan melaty yang memegang saham enam puluh persen di paksa memilih oleh para pemegang saham yang rupanya rencana bram untuk memilih dirinya untuk menjabat sebagai direktur."


"Namun pada hari yang sama, seorang perempuan mengaku sebagai pacar bram menemui melaty menceritakan kehamilan nya padanya. Melaty merasa terpukul dan syok hingga memutuskan memilih papa sebagai pimpinan menggantikan paman anggoro."


"Rupanya keputusan melaty membuat bram murka dan mengancam akan menghancurkan semua nya."


"Hingga saat itu..., kemalangan jatuh pada mama mu yang tengah mengandung mengalami kecelakaan atas suruhan bram."


"Tak hanya sampai disana saja melaty juga menjadi korban keganasan bram, melahirkan sebelum waktunya."


"Melaty tak ingin bram mengetahui putranya masih bisa diselamatkan lalu menyuruh seorang perawat membawa bayi mungil itu pada kami. Yang mana mama mu kehilangan janin nya saat itu."


"Karena mengalami pendarahan yang hebat melaty tak dapat diselamatkan. Saat itu bram menyalahkan papa atas kecelakaan melaty meskipun anak buahnya yang membuat semua itu terjadi."


"Dan papa berhasil membongkar bisnis gelapnya hingga ia di hukum belasan tahun."


"Namun..., saat ini bram telah kembali. Dan membuat kekacauan dalam keluarga kita."


Ucap mahendra menundukkan kepala nya merasakan penyesalan yang mendalam.


"Termasuk penculikan silla?"


" Benar."


Jawab mahendra.


"Yang paling papa sesalkan adalah kakak mu, jack. Papa hanya khawatir jack terpengaruh dengan ayahnya."


"Apalagi beberapa hari jack tak datang ke kantor tanpa sepengetahuan istrinya."


Ucap mahendra.


"Beberapa hari yang lalu stela mencoba mengatakan sesuatu namun sambungan terputus. Papa mencoba menghubunginya tapi ponselnya tak aktif sampai sekarang."


" Dan papa mencoba datang ke apartemen nya, namun rupanya jack membatasi kunjungan dan melarang papa mengunjungi mereka."


"Papa tak mencoba menelepon kak jack?"


" Sudah, tetapi tak ada jawaban. Papa hanya khawatir jack akan hancur ditangan ayahnya sendiri."


Ucap mahendra.


" Kenapa papa bicara seperti itu?"


"Orang suruhan papa menemukan satu keanehan dalam perusahaan jack. Sepertinya bram telah mempengaruhi salah satu staf jack."


"Lalu..., apa yang harus kita lakukan pa?"


"Satu- satu nya cara adalah menemukan kakak mu dan menjelaskan semua nya."


Ucap mahendra.


"Baiklah, mari kita coba melakukan yang terbaik untuk kakak."


" Terima kasih, bryan. Papa bangga pada kalian yang memandang teguh persaudaraan meskipun mengetahui hal yang sebenarnya."

__ADS_1


Mahendra memeluk putranya merasa lega karena bryan sama sekali tak berubah. Justru mendukung papanya membantu jack meskipun bukan kakak kandung nya.


Bersambung🙏😊


__ADS_2