Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Rencana


__ADS_3

Seorang wanita penghuni apartemen mewah lainnya yang baru saja keluar dari salah satu deretan kamar melihat seorang wanita berkerudung sedang bersimpuh dilantai menyadarkan kepala ke dinding.


Lantas ia menghampiri wanita yang berkerudung,“Mbak-mbak, lagi apa mbak di sini?”


Khaira terhentak, ia langsung menoleh kearah wanita yang bertanya. “Aku nggak lagi ngapa-ngapain?” gagapnya.


Wanita tersebut ingin mendekat, dan bertanya lagi, “Apa Mbaknya baik-baik saja?”


“Baik, iya aku baik-baik saja." jawabnya, lantas langsung berdiri. Khaira kembali melihat pintu kamar yang di masuki Kevin, lalu kembali menatap wanita cantik di depannya. Tak berkata apa-apa Khaira langsung saja pergi dari sana.


Dan segera berjalan dengan langkah cepat menuju lift yang kebetulan sedang terbuka karena ada seseorang yang baru saja keluar dari lift.


Wanita dengan kuncir rambut satu, heran melihat gelagat seorang wanita berkerudung yang terlihat sakit dan pergi dari hadapannya begitu saja. Ia menggidik pundaknya tak acuh.


~~


Setelah sampai di bawah lantai dasar apartemen, Khaira berjalan dengan langkah gontai. Ia membayangkan pria itu, pria yang ternyata benar adalah Kevin. Prasangka buruk merajai hatinya kini.


Meskipun Khaira sebenarnya tidak ingin berprasangka buruk terhadap pria yang menikahinya karena terpaksa.


Namun tetap saja prasangka buruk tak terelakkan. Inikah pekerjaan yang Kevin lakukan? Ataukah Kevin memang suka berhubungan terlarang? Ataukah ada alasan lain? Mengapa sangat sulit dicerna, mengapa ia harus ikut Mita ke pusat perbelanjaan? Pertanyaan-pertanyaan memutari otak Khaira kini.


Khaira beranggapan, jika saja ia tidak ikut Mita. Pastilah ia tidak akan melihat Kevin masuk kedalam kamar apartemen bersama seorang wanita cantik nan seksi.


Cemburu kah? Tidak, Khaira merasa tidak cemburu. Ia hanya merasa syok melihat Kevin masuk kedalam kamar yang sudah disambut oleh wanita seksi? Apa yang dilakukan Kevin di kamar itu bersama dengan wanita seksi itu? Apakah....? Khaira menggelengkan kepalanya.


Mungkin kah di kota besar ini, melakukan hubungan terlarang sangat mudah? Entah sudah beberapa kali ia menghela nafas kasar. Khaira seakan-akan sedang berjalan tapi kakinya tidak menapaki lantai.


Sampai-sampai Khaira tak melihat ada seseorang yang berjalan dengan langkah cepat, hingga ia menabrak seseorang itu dan membuatnya terjatuh ke lantai mewah apartemen.


“Awh!” erang Khaira menahan sakit di lengannya.


Begitu juga seorang pria yang menabraknya. “Mbak-mbak nggak pa-pa?”tanyaya Khawatir.


Khaira menggelengkan kepalanya, menandakan ia tidak apa-apa. Tapi mengapa seolah hatinya telah tergores pisau, sangatlah sakit. Hingga membuatnya seolah berdarah, ia berdiri masih dengan pandangan merunduk.


Kelopak matanya serasa memanas dan ada yang seperti menusuk-nusuk matanya.

__ADS_1


Pria yang telah menabrak wanita berkerudung merasa tidak enak hati, “Mbak, apa Mbak benar-benar baik-baik saja?”


Sekali lagi Khaira menggelengkan kepalanya.


Pada saat bersamaan ada seorang pengamanan dari apartemen yang mendekati seorang wanita berkerudung dan seorang pria yang menjadi pemilik salah satu kamar apartemen mewah di sini.


“Ada yang bisa saya bantu Mas Brian dan Mbaknya?” kata satpam bertubuh tegap kepada pria yang disebutnya Brian dan bertanya kepada wanita berkerudung yang sepertinya bukan pemilik apartemen mewah di sini.


Khaira tidak menjawabnya, ia justru menghindar dan berlari kecil pergi dari loby apartemen.


Seorang pria bernama Brian yang menabrak wanita berkerudung dan satpam pun heran dengan tingkah wanita yang ditabraknya itu.


“Sudah Pak, saya nggak pa-pa.” kata Brian kepada satpam.


Satpam pun mengangguk dan pergi dari sana.


~~


Kevin tersenyum sinis, ia tak menyangka Sonia sudah berbohong padanya. Dengan mengatakan bahwa wanita itu telah diabaikan dan dianiaya oleh Frans.


Kevin melihat baik Sonia maupun Frans. Tidak terlihat terjadi sesuatu hal seperti yang Sonia jelaskan saat wanita yang kini sedang memakai gaun tidur terlihat sangat seksi dengan belahan dada dan paha yang terekspos bagai ayam lehor.


Sonia dan Frans bukan hanya terlihat baik-baik saja. Bahkan keduanya sedang duduk berdekatan tanpa rasa malu mempertunjukkan romantismenya kepada Kevin yang masih berstatus kekasih Sonia.


Sonia terhenyak mendengar makian pedas Kevin. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa dibawah kemewahan yang diberikan Frans padanya.


“Jadi apa yang lo maksud? Kalau lo baik-baik aja. Kenapa lo bilang Frans sudah mengabaikan dan menganiaya lo, Sonia?” hardik Kevin bertanya kepada Sonia, tanpa sedikitpun melihat kearah lainnya.


Kendati sekarang ini, Kevin di kelilingi oleh empat anak buah Frans yang jelas bertubuh tegap nan bertampang sangar. Namun tak membuatnya gentar, ia masih menatap Sonia dengan tatapan tajam.


Sonia hanya memasang wajah memelas, “Maafin aku Vin, aku hanya ingin kamu sama Frans berdamai,”


Frans tersenyum licik, tangannya ia sengaja membelai paha mulus Sonia, “E'hem sayang,” satu kecupan ia layangkan di pipi Sonia.


Kevin langsung membuang tatapannya. Cemburu? Oh tidak! Kevin hanya merasa muak dan jijik melihat kedua maniak sekss itu!


“Jadi hanya sekedar itu, lo nelfon gue?” berang Kevin kembali menatap Sonia sinis, “Sonia, kalau lo menganggap diri lo berharga untuk gue pertahanin dan untuk gue tangisi. Lo salah besar! Siapapun pria yang jadi selingkuhan lo, mereka adalah seorang bajingan!” tukas Kevin bersuara dengan gigi dikeratkan.

__ADS_1


Mendengar umpatan Kevin membuat Frans menegaskan rahangnya, ia beranjak dari duduknya. Namun segera di tahan oleh Sonia.


“Sayang, biarkan dia marah. Itu adalah hal yang wajar,” tukas Sonia bersuara mendesahh manja menghentikan Frans.


Frans kembali duduk di samping Sonia, menatap tajam pada Kevin.


“Kagak ada lagi bukan yang mau lo sampaiin?” tanya Kevin, ia tersenyum sinis. Lantas berbalik badan, namun ia melupakan sesuatu untuk disampaikan kepada Sonia, “Dan satu lagi, jangan pernah lo hubungi gue lagi, lo bukan siapa-siapa gue lagi Sonia!” itulah sekiranya peringatan keras dari Kevin, karena ia memang tidak menginginkan lagi meskipun hanya bertegur sapa dengan wanita bernama Sonia.


Ketika Kevin akan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamar apartemen Sonia, keempat anak buah Frans menghadangnya. Kevin cukup terkejut, ia menoleh kearah Frans.


“Apa ini?” Kevin bertanya kesal pada Frans.


Selebar cek dengan nominal fantastis di lemparkan Frans ke atas meja kaca di depannya, “Uang tutup mulut! Siapa tau karena lo sakit hati, karena Sonia lebih sayang sama gue, lo ngelaporin usaha gue ke polisi,”


Kevin melihat selembar kertas kecil memanjang di atas meja kaca bundar di depan Frans dan Sonia, ia tertawa renyah. “Hahaha... lo takut Frans?”


Kevin mengedarkan pandangannya, ia melihat guci kaca kristal yang terlihat sangat mahal di atas meja. Lalu dengan cekatan Kevin mengambil dan membanting guci kristal, hingga membuat guci itu jatuh berserakan di lantai. Prangg!!!


Sonia, Frans dan keempat anak buah Frans nampak terkejut melihat arogannya seorang Kevin, dan beralih menatap guci kristal berserakan di lantai.


“Kevin!!!” teriak Frans.


Kevin memperlihatkan senyuman seringainya, “Seekor singa kagak bakal merasa iba pada hasil buruannya! Singa itu akan mencabik-cabik bahkan sampai hasil buruannya jadi bangkai!” sinisnya bersuara dengan gigi dikeratkan menatap Frans tajam.


Geram akan sikap Kevin yang memang dapat di baca oleh Frans, bahwa dics jokey itu memang keras kepala dan sulit di ajak kompromi. Frans menjentikkan jarinya, pertanda ke-empat anak buahnya bisa menghajar Kevin.


“Hajar dia!” titah Frans pada keempat anak buahnya.


Sonia cukup terkejut mendengar perintah Frans kepada anak buahnya untuk menghajar Kevin, “Sayang, ini bukan rencana kita dari awal!”


"Diamlah" sentak Frans agar Sonia tidak ikut campur.




Bersambung

__ADS_1


__ADS_2