Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Salah paham


__ADS_3

Kevin baru saja kembali dari dalam toko, ia bertemu sang pemilik toko yang juga adalah temannya. Ia melihat Khaira sedang melihat-lihat koleksi pakaian yang ada di toko bernama Zulaikha shop. Lantas menghampiri Khaira dan bertanya, “Gimana udah nemu pakaian yang pas?”


Khaira terkejut mendapati Kevin sudah ada di sebelahnya, ia sontak saja menggelengkan kepala.


Kevin heran, padahal tinggal pilih saja. Mana yang gadis itu suka? Tunggu sebentar, apa gadis yang itu takutkan? “Tenang gue yang bayar.”


Khaira terdiam menatap Kevin, ia bermonolog dalam hati, “Ya jelas aja kamu yang harus bayar. Inikan buat pacar kamu! Kalau benar cara berpakaian pacar Mas Kevin model kalem kayak gini. Apa pacarnya seorang calon penghuni surga? Hemm aku memang harus punya rasa malu, dan seharusnya aku membantu Mas Kevin buat balikkan lagi sama pacarnya.”


Khaira menganggukkan kepalanya, ia memang harus punya rasa malu, karena malu mewakili seseorang yang masih mempunyai iman.


Kevin melihat Khaira menganggukkan kepala, ia mengira Khaira mengerti ucapannya. Lalu pergi dari hadapan Khaira dan menuju diantara celana model kulot. Lalu mengambil tiga celana yang sekiranya pas di pakai untuk Khaira yang berhijab dan memang senang berpakaian longgar.


Bukan hanya celana kulot, Kevin juga mengambil baju atasan yang pas juga di tubuh Khaira yang kira-kira memiliki tinggi badan 158 cm. Karena tinggi badan gadis itu hanya setinggi lehernya, yang memiliki tinggi badan 170 cm.


Tak ketinggalan, Kevin juga memilih tiga hijab berwarna kalem yang dapat digunakan Khaira sehari-hari.


“Udah Mas,” Khaira menghampiri Kevin, ia memberikan dua abaya warna dusty pink dan satu abaya warna cokelat susu kepada Kevin.


Kevin memberikan satu stelan pakaian yang dipilihnya kepada Khaira, “Lo coba pakai ini,”


Khaira mengerutkan keningnya heran, melihat pakaian yang disodorkan Kevin, “Apa ini hadiahnya, karena aku sudah memilihkan pakaian untuk pacar Mas Kevin?” ia nampak senang.


Kevin membulatkan matanya menatap Khaira yang nampaknya sudah salah paham akan maksudnya datang ke toko pakaian ini. “Hey-” Kevin menghentikan ucapannya, kala Khaira terlihat sangat senang.


“Makasih Mas Kevin, beneran aku emang nggak nyaman pakai baju punya Mita, Mas Kevin makasih!” Khaira segera melesat ke ruang ganti.


Tak perlu waktu lama, Khaira sudah berganti pakaian yang menurutnya pas ia gunakan. Memang terlihat berbeda dari pakaiannya sendiri yang terbilang sangat sederhana, karena stelan pakaian yang di pilih Kevin cukup simple tapi terlihat elegan.

__ADS_1


Kevin melihat Khaira dari ujung kepala sampai ujung kaki, ia tak berkata apa-apa, tapi cukup membuat seorang Kevin Abimana merasa puas akan pilihannya yang pas di badan Khaira. Kevin pun berjalan menuju kasir guna membayar pakaian.


Tak banyak, tidak sampai sepuluh pakaian wanita. Dan hanya dua paper bag berwarna hitam dengan urusan cukup besar yang di tenteng Khaira. Tak lupa dengan pakaian Mita, ia juga membawanya di paper bag yang terpisah.


Kevin dan Khaira pun kembali melanjutkan perjalanan menuju restauran tempat Khaira bekerja.


Sepanjang perjalanan, Kevin melihat Khaira dari kaca spion. Gadis itu, memang sangat manis dan berseri-seri apalagi saat seperti ini. Tersenyum simpul, terlihat sangat mengamati bangunan yang dilalui. Mentari pagi pun seakan setuju akan pendapatnya terhadap gadis bernama Khaira.


Namun Kevin tak ingin terburu-buru menganggapnya cinta. Karena cinta dan sekedar suka jelas berbeda. Ia juga masih terus mencoba mengecek cctv di pos satpam guna mencari file video yang bisa membuktikan bahwa ia tidak mungkin sengaja berada di kampung Rawa Dengklok.


Akan tetapi Kevin duga ada seseorang yang mendalangi dan sengaja menjebaknya. Agar masuk kedalam perangkap. Tapi siapakah orangnya?


Kevin menyakini, pastilah ada seseorang yang mempermainkannya. Kevin juga tidak ingin gadis di belakangnya menyesal telah terpaksa menikah dengannya. Ia hanya ingin menikah dan hidup bersama dengan seorang wanita yang mau sama-sama ikhlas menerima satu sama lain.


Juga menerima profesinya sebagai seorang Disc Jokey, yang jelas menguras waktu malamnya di tempat hiburan malam. Kevin tidak ingin dikemudian hari ada dusta di dalam pernikahannya. Ia menginginkan kemurnian dari sebuah hubungan yang di sebut pernikahan.


“Untuk apa?” tanya Kevin yang masih stan by di atas motornya.


“Emm... untuk kebaikan Mas Kevin, aku janji, aku pasti mengembalikan uang yang dikasih mas Kevin dan juga pakaian yang aku pakai ini,” ujar Khaira senang.


“Lo tu ngomong apa sih? Gue kasih uang ke elo karena gue yang pengen kasih,” balas Kevin, melihat Khaira.


Khaira masih memasang senyumannya, “Bagaimana pun juga makasih. Aku akan membantu Mas Kevin supaya balikkan lagi sama pacar Mas Kevin yang insya Allah calon penghuni surga, aku mendukung Mas Kevin,”


What's! Balikan lagi sama Sonia! Penghuni surga? Apa yang ada di otak gadis itu? Kevin tercenung mendengar kesalahpahaman yang Khaira utarakan, namun pada saat ia akan menjelaskan. Khaira sudah lebih dulu berkata.


“Udah ya Mas Kevin, aku masuk dulu. Udah waktunya aku bekerja, ini aja udah lumayan telat, sekali lagi makasih,” Khaira memberikan dua paper bag kepada Kevin, “ini pakaian pacar Mas Kevin, aku janji. Aku bakalan bantu Mas Kevin buat balikan lagi, dan aku bakalan balikin uang yang Mas Kevin kasih, sekali lagi makasih,” Khaira segera mengambil tangan Kevin yang masih bertumpu pada setang motor tepat di bagian gas, ia segera menyalami dan mencium tangan Kevin singkat. Persis seperti anak SD.

__ADS_1


Khaira segera berlari-lari kecil, kemudian ia berbalik dan melambaikan tangannya kearah Kevin.


Sementara Kevin masih saja terpaku, bisa di jabarkan ia sedang terbengong bengong melihat Khaira yang sudah semakin menjauhinya lalu masuk kedalam restauran bagian samping.


Kevin melihat punggung tangannya yang baru saja di cium oleh Khaira, ia tersenyum dan mendekatkan tangannya ke bibirnya sendiri. Ia mencium singkat bekas ciuman Khaira di punggung tangannya.


“Dia memang manis dan sangat ceria, terlebih lagi dia adalah gadis yang sangat keras kepala!”


Kevin menyalakan mesin motornya, lalu meninggalkan pelataran parkiran restaurant, membelah jalanan perkotaan dan berbaur dengan pengendara lain.


~


Hari cepat bergulir, Kevin tak langsung pulang ke rumah siang ini ia berada di studionya. Lagipula setiap harinya memang ia jarang pulang, dan lebih memilih ke studio musik DJ miliknya sendiri yang berjarak sekitar tiga puluh menit dari rumah.


Bisa dibilang studio inilah rumah kedua Kevin, sampai-sampai mandi dan makan pun ia lakukan di sini.


Jika tidak di jalanan perkotaan untuk mencari sumber suara yang cukup unik untuk mengaplikasikan gelombang suara yang di perolehnya. Maka Kevin akan menghabiskan waktunya di studio dan diskotik.


Saat ia masih menjalin asmara dengan Sonia. Maka pada hari weekend Kevin akan menyempatkan waktunya untuk mengajak jalan-jalan Sonia. Karena ia memang sangat sibuk dengan pekerjaannya.


Mungkin saja alasan kesibukannya yang memang tidak banyak mempunyai waktu luang untuk Sonia. Penyebab Sonia mencari kesenangan dengan pria lain yang lebih banyak memiliki waktu dan lebih tajir.


Kevin menyadari beberapa bulan terakhir ini, Sonia memang banyak berubah. Penampilan wanita itu lebih glamor dan lebih cetar. Berbeda saat masa-masa kuliah, dan berbeda saat Sonia belum mengenal dunia modeling.



__ADS_1


Bersambung


__ADS_2