Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Mendengar topik obrolan


__ADS_3

Setelah wawancara kepada pemilik restauran yang bernama Rezki Mananta serta memahami apa yang dijelaskan oleh manajer restauran yang bernama Agung.


Dan juga sudah mengenalkan diri kepada para rekan kerjanya, terkhusus karyawati yang berjumlah tujuh orang yang ditugaskan di bagian waiters.


Khaira juga mendapatkan tugas yang sama. Yaitu di bagian pelayan restauran yang membawa pesanan pelanggan atau biasa dikenal waiters.


Ia merasa kurangnya pengalaman soal membawa nampan berisikan pesanan. Selama setengah jam ia hanya diam sambil mengamati para rekannya dalam mencacat dan mengantar menu pesanan yang dipesan oleh pelanggan.


Belum adanya asupan pagi berupa karbohidrat yang bisa mengganjal perutnya, kini ia merasakan perutnya menabuh drum di jam menjelang siang. Perih dan sedikit sakit. Namun Khaira menahannya, toh kata Mita ada jatah makan siang dan makan malam untuk para pekerja restauran.


Ia hanya harus menahan lapar selama tiga jam lagi. Yah, tiga jam bagi Khaira yang sudah terbiasa diajarkan oleh Abah untuk berpuasa Sunnah, semoga saja bisa membuatnya lebih tabah.


Ia manggut-manggut dalam menanggapi semua gerakan cepat yang dilakukan rekan kerjanya yang sebagian besar adalah wanita muda nan cantik yang dikhususkan untuk menjadi waiters.


Entah mengapa ia ditugaskan di bagian pelayan atau pengantar pesanan. Khaira sendiri tidak merasa cantik-cantik amat seperti rekan kerjanya yang memakai polesan make-up guna menunjang penampilan.


Yah, kodratnya kaum hawa memang cantik dan kodrat pria memang tampan, tapi setiap orang mempunyai penilaian masing-masing dalam menilai karakter kecantikan atau ketampanan wanita maupun pria.


Ia juga sebenarnya tidak merasa keberatan jikalau ia ditempatkan di bagian cuci piring kotor. Atau hanya sebagai tugas kebersihan restauran. Namun, semua pekerjaan itu sudah terisi oleh orang-orang yang berada di bagian tugasnya masing-masing.


Tapi ya sudahlah, toh manajer restauran yang masih terlihat muda dan juga pemilik restauran yang sudah berbaik hati. Telah memberikannya tugas ini, maka Khaira sebagai karyawati juga harus membalas kebaikan atasannya dengan mempelajari dan bekerja semaksimal mungkin.


Guna menggantikan seorang waiters yang telah mengundurkan diri, karena akan menikah.


Setelah dirasa cukup mempelajari dan mengamati dari gerak cepat serta cekatan rekan-rekan kerjanya.


Tepat pukul sebelas siang, kini Khaira telah sibuk dengan pekerjaan barunya, sebagai seorang waiters. Khaira berusaha untuk cekatan, namun masih tahap mode hati-hati dan pelan-pelan. Guna menghadapi pengalaman pertamanya sebagai seorang waiters.

__ADS_1


Ia harus membawa nampan, berisikan pesanan pembeli, dan kembali ke dapur dengan pikiran kotor, eh piring kotor.


Sedangkan Mita bekerja di bagian kasir. Mita memang beruntung mempunyai orang tua lengkap yang menyayanginya. Sehingga Mita bisa lulus kuliah di bagian administrasi itulah sebabnya Mita bekerja di bagian kasir.


Dandanannya pun lebih baik dari para karyawati yang bekerja sebagai waiters. Mita dan seorang temannya lebih cantik dengan polesan make-up agak tebal.


Rasa manusiawi Khaira pun terkadang iri, “Astaghfirullah, maafin hamba Ya Allah, karena membandingkan hidup hamba dengan sesama makhluk ciptaan-Mu.” gumam Khaira, disela kesibukannya.


Ia menyadari bahwa perbandingan hanyalah perusak kebahagiaan. Karena rasa syukur akan didapat, jika tidak membandingkan hidup diri sendiri dan kehidupan orang lain.


Karena belum tentu orang yang dilihatnya senang dan bahagia, bahkan memiliki segalanya. Belum tentu sama seperti pikirannya. Seperti yang Abah katakan, (Hidup itu sawang-sinawang).


Bagi Khaira anggapan Abah memang benar, sawang-sinawang. Melihat apa yang terlihat. Namun belum tentu menggambarkan isi hati seseorang.


Mita melihat kearahnya yang sedang membawa nampan, Khaira hanya membalas dengan senyuman tipis dan anggukan singkat. Dan kembali untuk mengelap meja.


Orang-orang yang sebagian besar memakai pakaian formal hampir memenuhi stand-stand meja yang disediakan oleh restauran. Hanya ada interaksi antar waiters satu ke waiters lain. Dan juga membagi tugas dalam mencatat menu yang di pesan oleh pelanggan dan juga mengantar menu pesanan.


Masih sibuk mengelap meja, tidak sengaja Khaira mendengar tiga wanita cantik sedang bercengkrama ria, terdengar membicarakan berbagai topik serta membicarakan pasangan mereka masing-masing, awalnya obrolan mereka biasa-biasa saja. Seperti pada umumnya.


Terlihat dari ketiga wanita itu, dua diantaranya memakai pakaian formal seperti pegawai kantoran dan seorang wanita cantik memakai pakaian trend fashion style.


Namun, ada yang menarik perhatian telinga Khaira, tatkala mendengar nama (Kevin) di sebut oleh salah satu wanita cantik berambut panjang warna brown yang tergerai indah sepertinya biasa pergi perawatan kecantikan.


“Nagita, Gue sebenarnya masih cinta sama Kevin,” ucap seorang wanita cantik berambut panjang warna brown, sambil memainkan sedotan putih di gelas jus jeruknya. Ia melirik seorang temannya yang duduk tepat disebelahnya.


Seorang teman dengan gaya rambut di ikat satu yang dipanggil Nagita geleng-geleng kepala mendengar pengakuan temannya yang berambut brown, “Sonia, Sonia, kalau lo masih cinta terus kenapa lo selingkuhi Kevin? Iya nggak Putri?”

__ADS_1


Ucapan Nagita pun di anggukan teman sekantornya yang dipanggil Putri, “Iya bener Na,”


Putri mengalihkan atensinya, dari semula menatap Nagita kini menatap Sonia.


“Apa karena dia yang nggak bisa bagi waktu? Apa karena elo'nya yang udah bosen? Perasaan menurut gue, gue lihat perlakuan Kevin ke lo baik dan sayang banget sama lo,” sambung Putri lagi, mengingat akan kebaikan dan perhatian dari pacar Sonia yang bernama Kevin, bukan hanya pacar Sonia. Namun Putri, Sonia dan Kevin merupakan satu angkatan.


Sonia mengalihkan wajahnya menghadap kaca besar restauran dan mengedarkan pandangannya, “Gue masih cinta sama dia, dan gue takut kehilangan dia, pagi tadi gue lihat Kevin boncengan sama cewek. Bukan hanya membonceng, tapi cewek itu juga memeluk Kevin,”


Diingatnya kejadian pagi tadi, disaat Sonia melihat sang pujaan hati berboncengan dengan seorang wanita yang tidak ia lihat wajah wanita itu.


Khaira pun tidak mengetahui lebih lanjut tentang obrolan ketiga wanita kota itu, dan entah berlanjut membicarakan apa? Saat rekan kerjanya memanggil, karena pesanan masih banyak yang harus di catat.


Khaira langsung los dol ke dapur restauran dengan membawa nampan berisi piring kotor. Namun nama seorang pria yang disebut oleh ketiga wanita kota itu terngiang-ngiang di otaknya, “Kevin?” gumamnya lirih. Ia pun menggelengkan kepalanya, “Kan nama Kevin bukan hanya Mas Kevin, ada beribu-ribu orang yang namanya sama!”


Sonia, Putri dan Nagita masih asik mengobrol disela jam makan siangnya.


“Nah salah lo sendiri selingkuhi Kevin, kan lo yang kena batunya!” tukas Nagita.


“Nah betul tuh, gue setuju apa kata Nagita. Ya apa salahnya coba? Lo kan yang udah mempermainkan hubungan lo ama Kevin?” imbuh Putri mengompori Sonia.


Nagita menatap penuh heran kepada Sonia yang saat ini memakai rok mini memperlihatkan paha putih mulus, serta atasan tak berlengan wanita yang mengalihkan jurusan kuliahnya dan beralih berprofesi sebagai model.


“Apa karena lo maunya sama cowok yang tajir?” tanya Nagita dengan sangkaannya.



__ADS_1


Bersambung


__ADS_2