
Flash back.
Jack tak menerima kunjungan dari siapa pun atau pun telepon dari siapa pun. Bahkan mereject setiap telepon yang masuk melalui ponselnya bahkan dari seluruh keluarga mahendra maupun stela.
Jack mengerutkan dahinya setelah melihat sebuah pesan yang masuk membuatnya mengerutkan dahinya.
"Apa- apaan ini, kenapa dia memaksaku?"
" Memangnya siapa dia?"
"Brengsek."
"Tapi..., bagaimana kalau dia benar memberitahu stela?"
"Apa yang harus ku lakukan?"
"Aku tak ingin kehilangan stela dan juga safa. Mereka adalah hidup ku, tidak..., ini tak boleh terjadi."
Jack menyimpan ponselnya ke dalam saku kantong celana, mengambil sebuah jacket lalu pergi begitu saja.
Sementara stela yang melihatnya tampak mengerutkan dahinya, tak ingin pusing memikirkan apa yang telah terjadi.
Namun tetap saja, stela memikirkan pernikahan nya juga nasib putrinya serta kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Perubahan sikap jack membuatnya jengah dan juga sakit hati saat melihatnya.
Tak berapa lama jack kembali lagi, kali ini dengan wajah yang lebih menyeramkan juga terlihat sangat marah. Jack tampak membawa sebuah map ditangan nya lalu pergi begitu saja bahkan dengan membanting pintu.
Jack mengemudikan mobilnya menuju sebuah gedung tanpa mengetahui stela mengikutinya dari belakang memggunakan ojek online.
Jack menghentikan mobilnya di depan lobby sebuah gedung yang mana bram telah menunggu di sana.
"Jack..., akhirnya kau datang juga."
"Ini surat permintaan bapak."
Ucap bram menyerahkan map tersebut pada bram. Namun di luar kendali rupanya bram hanya menggelengkan kepalanya tak menerima map tersebut.
"Ayo, ikutlah dengan ku! Aku akan menunjukkan sesuatu pada mu."
Ucap bram masuk ke dalam mobil jack. Jack mengerutkan dahinya saat melihat bram masuk ke dalam mobilnya.
"Jalan!"
Jack tak menjawab ucapan bram hanya diam namun mengikuti instruksi bram.
"Jack..., papa senang kau mau menemui ayah."
Jack tak bereaksi apapun hanya fokus melihat arah depan mengemudikan mobilnya.
"Papa tak menyangka kau tumbuh sebesar ini."
" Jika tidak karena mahendra, mungkin ibumu masih hidup, nak."
"Perusahaan kakek mu juga akan jatuh ke tangan mu."
" Kita tak kan terpisah puluhan tahun."
" Semua karena mahendra"
" Orang yang membesarkan mu adalah orang yang menyebabkan kedua orang tua mu berpisah, semua karena mahendra.
" Cukup!!"
Sreettt.... bruk.
Seakan tersulut api kemaharahan jack menghentikan mobilnya secara tiba- tiba hingga menyebabkan mobil yang ada di belakang nya menabrak mobilnya.
__ADS_1
Beruntung tidak terjadi kecelakaan yang fatal atau pun cidera. Sementara bram tersentak kaget tanpa adanya persiapan saat jack tiba- tiba menghentikan mobilnya membuatnya tertatap bagian kaca depan.
Tok... tok...tok
Tok... tok... tok.
Semula bram menatap ke arah putranya jack, namun mengalihkan pandangan nya saat beberapa sebuah ketukan pintu membuyarkan pandangan nya.
Bram menurunkan kaca jendelanya yang mana beberapa orang mengetuk kaca mobil jack. Sementara jack terbentur stir kemudi tengah memgusap kepalanya.
"Ada apa?"
"Pak...,bapak harus mengganti rugi atas kerusakan mobil kami."
Ucap salah seorang dari mereka.
"Iya, benar itu. Mobil kami juga rusak karena sopir bapak berhenti secara tiba- tiba."
""Benar itu."
"Enak saja, atas bukti apa? Kalian yang tidak menjaga jarak."
Mungkin sudah menjadi sifat bram yang mau menang sendiri dan juga tidak mau mengalah membuat orang- orang itu kesal dan marah.
"Bukti? Ini buktinya mobil bapak berhenti di depan mobil kami."
"Iya, betul."
"Turun! Bapak harus bertanggung jawab atas semua nya."
Orang- orang itu memaksa bram turun dari mobil, sedangkan jack yang sadar dari lamunan nya bergegas turun dari mobil.
"Maaf, bapak- bapak. Semua atas kecerobohan yang saya lakukan menghentikan mobil secara tiba- tiba."
Ucap jack.
Ucap jack kemudian kembali ke mobil mengambil beberapa lembar kartu nama di dalam mobilnya.
" Ini pak, lakukan perbaikan sesuai prosedur dan bawa kwitansi ke kantor saya! Sekertaris saya akan membawa kalian ke bagian keuangan dan mengganti semua kerusakan dan kerugian."
Ucap jack yang dengan tenang menjelaskan pada para pengemudi yang ada di depan nya.
"Terima kasih dan maafkan atas kecerobohan saya."
"Baiklah, kami akan melakukan sesuai yang bapak minta."
Ucap salah seorang dari pengendaratersebut setelah melakukan sedikit musyawarah dengan korban lain nya.
"Tunggu!"
Secara tiba- tiba dan juga membuat para korban kecelakaan itu menghentikan langkah mereka dan juga membalikkan badan mereka.
"Apa maksud bapak?"
Ucap mereka.
"Tidak perlu membayar ganti rugi. Mobil kita juga rusak, terlebih bukan kesalahan kita. Kalau mereka jaga jarak tak mungkin terjadi seperti ini."
"Apaa..., jadi maksud bapak kami juga melakukan kesalahan sementara mobil bapak menghalamgi mobil kami?"
"Jalan ini hanya satu arah, pak. Sempit dan juga tak ada sisi untuk mendahului, bagaimana mungkin bapak menyalahkan kami?"
Ucap seorang menimpali petkataan bram.
Sementara jack agak sedikit mengerutkan dahinya ketika melihat bram yang dikatakan ayah kandung menyalahkan orang lain atas kesalahan nya, berbed sekali dengan mahendra.
__ADS_1
"Tidak, bapak- bapak. Saya akan mengganti semuanya, jangan khawatir! Ikuti saja prosedur yang saya katakan!"
Ucap jack menengahi perdebatan itu.
"Bagaimana kami bisa percaya sementara kami mendengar tidak ada ganti rugi?"
"Percayalah, bapak- bapak sejalian! Saya adalah pimpinan atau pemilik perusahaan Jk group pantang menelan ludah sendiri.'"
Ucap jack.
Mendengar perkataan jack kalau ia adalah pemilik perusahaan besar di kota itu, mereka akhirnya mempercayainya.
Setelahnya jack kembali ke dalam mobilnya mengemudikan mobilnya agar tak terjafi kemacetan di jalan kecil tersebut. Bram tak menyangka kalau jack akan meninggalkan dirinya ditempat itu, ditengah orang- orang yang berkerumun meminta ganti rugi kareba tindajan jack menghentikan mobilnya secara tiba- tiba.
" Jack..., jack.''
Mencoba mengejar jack yang telah meninggalkan nya namun semua hanya sia- sia saja. Jack tak menghentikan mobilnya tetapi justru memperkencang laju mobilnya.
"Sialan."
"Brengsek."
Bebeberapa orang yang melihat kejadian, yang merupakan korban dari kecelakaan beruntun itu tersenyum penuh ejekan pada bram.
"Pak..., butuh tumpangan?"
Salah seorang dari mereka juga mengejek bram .
" Oh iya ..., mobil saya rusak jadi tak bisa memberi tumpangan."
Ucapnya lagi.
Bram semakin kesal dengan ejekan beberapa orang tersebut menatap tajam hingga matanya melotot.
"Awas kalian!! Aku akan membalasnya."
Beberapa kali mencoba menelepon jack tak mendapat jawaban, akhirnya bram memutuskan menghubungi orang nya untuk segera menjemputnya setelah share location dimana jack meninggalkan nya.
"Tak bisa di biarkan."
" Aku harus mencari cara mengendalikan jack, jika tidak akan sangat berbahaya dengan bisnisku."
Gumam bram berjalan mondar- mandir menunggu sang anak buah. Tak berapa lama anak buah bram datang tepat di depan nya, bram bergegas masuk ke dalam mobilnya setelah merasa sedikit malu beberapa orang melihatnya berdiri di tempat itu.
"Jalan!"
" Kembali ke kantor bos?"
"Tidak."
Anak buah nram melihat dari kaca spion saat mendengar jawaban bram. Merasa diperhatikan anak buahnya, bram memyuruhnya jalan ke pinggiran kota.
"Kita ke pemakaman pinggir kota."
Ucap bram.
" Baik, bos."
"Siapkan penjagaan ketat tanpadi ketetahui siapapun!"
"Baik, bos."
"Kali ini tidak boleh gagal."
" Baik, bos."
__ADS_1
Rupanya bram telah menyiapkan rencana cadangan atau pun lanjutan jika nengalami kegagalan. Dan entah apa yang direncanakan bram pada putranya sendiri.
Bersambung🙏😊