Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Sang mantan


__ADS_3

Sonia terkejut mendengar suara Frans yang menggelegar, seketika ia merasa takut. Bahkan saat masih menjalin kasih dengan Kevin, sang mantan tidak pernah membentaknya.


Frans tersenyum licik, ia membelai rambut brown Sonia yang lembut, “Tenanglah Sonia, anak buah ku hanya memberikan Kevin sedikit pelajaran. Agar mantan pacar kamu itu mau menutup mulutnya!”


Keempat anak buah Frans telah siap memasang kuda-kuda, mereka membagi tugasnya masing-masing. Ada satu dari belakang, depan, kanan dan kiri.


Namun dapat di baca dengan mudah oleh Kevin, terlihat seorang anak buah Frans maju dari depan dan dengan gerakan cepat melayangkan tinju kepada Kevin.


Kevin segera membalas dengan menghadang tinju dari anak buah Frans yang berada dihadapannya. Ia mencengkram kuat kepalan tangan itu, dan membalas dengan menendang perut pria bertubuh tegap yang memulai perkelahian.


Anak buah Frans dari samping kanan pun ikut maju bersamaan dengan yang dari samping kiri, keduanya melayangkan pukulan dengan tangan yang di kepal.


Dengan gerakan super cepat, Kevin meninju perut pria bertubuh tegap dari samping kiri secara beruntun dan berbalik badan menghajar pria dari samping kirinya. Ia melayangkan kakinya sejajar dengan wajah pria dari kiri yang akan melayangkan pukulan padanya.


Seketika pria dari samping kiri terpelanting ke lantai.


Pria dari belakang pun menendang Kevin, dan tepat mengenai punggung Kevin. Sehingga menyebabkan Kevin jatuh tersungkur.


Kevin merasakan nyeri di bagian otot punggungnya, ia dengan cepat kembali berdiri. Memasang kuda-kuda menghadapi keempat pria sangar di depannya.


Kevin tentu saja langsung melayangkan tendangan jitunya, ia memutar tubuhnya 180 drajat, dan tepat sasaran mengenai pipi salah satu anak buah Frans, dan seorang lagi Kevin menarik lengan pria bertubuh besar dan membantingnya ke lantai begitu saja.


Seorang anak buah Frans menyerang dari belakang Kevin, dengan cara memegangi kedua lengan Kevin. Ketiga anak buah Frans kembali berdiri tegak.


Kevin melihat ketiga anak buah Frans yang berada tepat di hadapannya. Bhukk! Satu pukulan mendarat cukup keras di perut Kevin, membuatnya meringis menahan sakit.


“Brengsek!” seru Kevin.


Dan pukulan kembali diterimanya tepat di bagian pipi Kevin dibagian rahang, dalam sekejap meninggalkan memar di sana. Kevin menegaskan rahangnya, matanya berapi-api melihat ketiga anak buah Frans yang sedang menyerangnya.


Saat kedua anak buah Frans kembali akan melayangkan tinjunya, dengan sigap Kevin melepaskan cekalan tangan seorang anak buah Frans yang sedang memegangi lengannya dari belakang.


Kevin membalikkan tubuhnya, menghantamkan wajah anak buah Frans ke lututnya, bukan hanya sekali Kevin menghantam, ia juga menghantamkan sikutnya tepat mengenai kepala belakang anak buah Frans. Seketika anak buah Frans yang sebelumnya mencekal lengan Kevin jatuh terkapar, dengan hidung yang mengeluarkan darah.

__ADS_1


Ketiga anak buah Frans tidak tinggal diam, mereka menyerang Kevin secara bersamaan.


Kevin dapat membalas pukulan satu ke pukulan dari ketiga anak buah Frans yang sedang menyerangnya. Kakinya ia ayunkan ke atas mensejajarkan ke wajah anak buah Frans.


Dan tepat mengenai wajah salah satu anak buah Frans hingga membuat anak buah Frans jatuh terpelanting ke lantai mewah kamar Sonia.


Kevin kembali melayangkan tinjunya tepat mengenai perut anak buah Frans lainnya, dan kembali melayang jurus tendangannya tepat mengenai lutut dan menghantamkan sikutnya yang lancip menghantam punggung anak buah Frans.


Ke-empat anak buah Frans jatuh terkapar dengan luka lebam, bukan hanya lebam, darah juga membasahi bekas pukulan Kevin yang mencederai wajah kedua anak buah Frans.


Para anak buah Frans kembali berdiri dengan menahan sakit di sekujur tubuh mereka. Namun ketika keempatnya akan kembali menyerang Kevin.


Seruan dari Sonia menghentikan para anak buah Frans agar tidak lagi menyerang pria yang pernah ia cintai, bahkan sampai detik ini pula Sonia masih mencintai Kevin.


“Berhenti!” teriak Sonia lantang, melihat keempat anak buah Frans dan beralih melihat wajah Kevin yang mendapatkan lebam di bagian pipi sebelah kanan.


Kevin berdiri kokoh, sorot matanya nyalang menatap Frans, Sonia dan para anak buah Frans. Ia membuang ludahnya, bukan ludah lebih tepatnya darah ke lantai kamar mewah Sonia. “Cuih... Dasar pecundang! Mainnya keroyokan!”


"Kev-" Sonia menatap Kevin nanar, matanya serasa panas melihat Kevin yang berantakan dan nampak begitu menyedihkan.


Tapi tak mengapa, bagi Kevin hal semacam itu. Sudah biasa dialaminya. Bahkan ia pernah harus dirawat di rumah sakit, saat berhadapan dengan begal sadis di jalanan.


~~


Di kamar apartemen mewah yang diberikan Frans secara cuma-cuma hanya untuk Sonia seorang.


Sonia sedang marah terhadap Frans. Dikarenakan bukan pemukulan rencana awalnya ia mau menghubungi Kevin dengan kebohongan yang sudah di skenariokan oleh Frans.


"Kamu jahat Frans, kamu menyuruhku untuk berbohong tapi apa yang sudah kamu lakukan terhadap Kevin?" marah Sonia berapi-api menatap Frans si pria bongsor sang jutawan.


"Sayang, kamu jangan marah seperti ini. Aku hanya memberikan Kevin sedikit pelajaran. Kamu tahu sendiri, jika sampai bisnisku sampai bocor ke pihak kepolisian, maka habislah riwayat ku, begitu juga dengan fasilitas yang aku berikan ke kamu, sayang," bujuk Frans membelai lembut rambut Sonia.


"Frans enggakkah kamu melihat Kevin terluka, sampai mulutnya berdarah!" balas Sonia tidak sedikit pun melunakkan suaranya.

__ADS_1


"Kamu nggak melihat, anak buah ku. Mereka juga terluka!" jawab Frans menunjuk para anak buahnya yang terluka.


"Tapi Frans, caramu seperti tadi. Membuat Kevin semakin membenciku!" berang Sonia sangat kesal atas sikap Frans yang sudah menyalahi aturan. Bahwa sebelum ia disuruh menghubungi Kevin, Sonia mengutarakan syarat, bahwa tidak sedikit pun Frans melakukan tindak kekerasan terhadap sang mantan tercinta.


"Sudahlah sayang, jangan marah-marah mulu. Sebenarnya kamu masih mencintai Kevin kah? Atau hanya merasa kasihan pada mantanmu itu?" tanya Frans memastikan bahwa memang Sonia telah melepaskan Kevin.


Sonia celingusan, ia tidak dapat menjawab pertanyaan Frans. Sonia melempar tatapan tajam ke arah para anak buah Frans yang lebam-lebam di sudut ruangan apartemennya.


"Suruh mereka keluar!" hardik Sonia pada Frans, agar pria yang memberikan kemewahan padanya menyuruh para anak buah Frans untuk keluar dari apartemen.


Frans memberikan kode kepada para anak buahnya agar keluar dari apartemen Sonia.


Dengan sigap, empat anak buah Frans keluar dari apartemen selingkuhan Bos mereka.


Setelah keempat anak buahnya keluar dari apartemen mewah Sonia, Frans kembali melancarkan aksi liarnya.


Frans memeluk pinggul Sonia dari belakang, lalu dengan sekali hentakan tangan Sonia sudah menghadapnya, seketika kedua gundukan besar Sonia bersentuhan langsung dengan dada Frans.


"Ayo sayang, kita lupakan tentang mantanmu itu. Kita lakukan saja apa yang seharusnya kita lakukan, aku udah nggak tahan," kata Frans dengan suara berat.


"Aku lagi nggak mood, habis kamu menyebalkan," hardik Sonia, ia memanyunkan bibirnya merah meronanya.


Melihat bibir sensual Sonia, Frans langsung melahapnya seperti memakan permen lollipop. Ia tak ingin memikirkan mood atau tidaknya Sonia dalam permainan hasratnya yang sudah sampai di puncak.


Frans mendorong tubuh gemulai Sonia dan menghempaskannya ke atas ranjang empuk. Terpampang jelas bagian lekukan tubuh Sonia.


Tak ingin mengulur waktu lagi, Frans segera mengungkung tubuh Sonia serta melucuti pakaiannya. Dan kemudian secara brutal memasuki rudal ganasnya ke liang goa milik Sonia.


Meskipun pikirannya sedang memikirkan Kevin, namun tak dapat dipungkiri oleh Sonia. Bahwa ia juga menikmati permainan panas yang Frans lakukan terhadapnya.



__ADS_1


Bersambung


__ADS_2