Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Disc Jockey


__ADS_3

Selama satu jam pula lah Kevin menunggu di depan rumahnya, ingin cuek dan langsung pergi ke tempat kerjanya. Namun sayup-sayup mendengar Khaira menangis pilu, menjadikan hatinya tidak tega, untuk pergi begitu saja.



“Apa omongan gue tadi salah ya? Sampai-sampai dia nangis sampai segitunya? Hemm mungkin memang gue yang salah, ya sudahlah gue ngalah aja, dan minta maaf besok.” ucapnya sambil mengetuk-ngetuk dagunya.



Tapi setelah di dengarkan dengan seksama, tangisan Khaira sudah berhenti. Kevin melihat pintu rumah yang tertutup. Ia menghela nafas panjang, “Mungkin dia udah tidur.”



~



Sepanjang perjalanan Kevin terus saja teringat akan Khaira, gadis yang sudah empat hari tinggal di rumahnya. Sampai pada laju motornya ia hentikan di pelataran diskotik tepatnya bekerja.



Kevin memarkirkan motornya lalu melepas helm sport serta menaruhnya di spion motor. Lantas berjalan tanpa menghiraukan sang kupu-kupu malam. Pada saat ia baru saja akan berjalan menuju pintu masuk diskotik. Seseorang memanggilnya.



“Kevin!” dialah Stefan.



Kevin menghentikan langkahnya dan menoleh kearah seorang pria bermata agak sipit. “Oh lo Fan?”



Stefan menunjukkan sebuah kunci motor, “Ni kunci lo,”



Kevin melihat kunci motor yang di pegang oleh temannya, “Thanks, tapi apa lo ada waktu buat nganterin motor gue ke rumah. Soalnya kan gue kagak mungkin bawa dua motor dalam sekali jalan?”



“Oke, no problems.” jawab Stefan atas kesediaannya untuk mengantarkan motor Kevin.



Kevin dan Stefan lantas berjalan beriringan menuju pintu diskotik. Obrolan pun berlanjut sampai keduanya masuk ke dalam area cafe paling bawah dari gedung empat lantai diskotik yang bernamakan *Valencia, karaoke, diskotek*.



“Kenapa si lo sampai ninggalin motor lo di parkiran ini, emangnya lo kemana?” tanya Stefan penasaran, mengapa bisa sampai Kevin menghilang dan meninggalkan motor KLX sports.



Kevin menggelengkan kepala, “Gue juga kagak tau, Fan,”



Stefan tercenung mendengar jawaban Kevin, “Lah gimana lo bisa kagak tau? Apa lo habis kencan buta terus lo sampai lupa apa yang terjadi, juga lupa sama motor lo, kalau ilang kan sayang Vin,”



Kevin menghentikan langkahnya, “Nah itu yang masih gue pikirin, kayaknya gue di jebak, Fan!”



Stefan ikut menghentikan langkahnya dan menatap Kevin dengan mata terbelalak, “Hah! Kok bisa? Maksud lo apa kejebak? Terus siapa yang udah jebak lo?”



Kevin mengedarkan pandangannya menatap tangga menuju lantai dua yang digunakan untuk ajojing disko, “Gue butuh bantuan lo Fan. Buat mengungkap siapa yang udah ngejebak gue? Gue bakal pastiin tuh orang dapat balasannya, karena ada udah menyebabkan seseorang yang nggak bersalah jadi korban permainan licik ini!”



Stefan mengangguk, ialah salah satu teman Kevin yang dapat di percaya selain Brian, “Tenang aja Vin, gue pasti bantu lo. Buat cari tahu apa yang udah terjadi sama lo,”



Kevin menepuk pundak temannya, “Sekali lagi thanks banget Fan,”

__ADS_1



~~



Malam semakin larut, namun tidak bagi para penikmat musik keras. Mereka ajojing riang gembira, untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan yang menurut sebagian orang kejam.



Dalam kelap-kelip lampu sorot diskotik yang berlarian ke sana kemari menghujam kepara pengunjung diskotik yang kebanyakan adalah kaum muda-mudi yang sedang mencari kesenangan saat malam hari.



Seorang DJ yang cukup populer dikalangan para pemilik tempat hiburan malam, sedang memainkan alunan musik dengan ritme cepat. Kevin Abimana, adalah seorang Disc Jockey atau DJ, berusia 27 tahun.



Saat ini ia tengah menghibur para audiens, meskipun kini, ia sedang memikirkan seorang gadis dirumahnya. Namun sebisa mungkin ia tetap harus profesional dalam menjalankan pekerjaannya.



Dengan memakai DJ Headphones di telinga, Kevin dapat mendengar irama musik yang ia putar, sesekali Kevin juga, memainkan turntable dan turntablist serta pelengkap lainnya.



Turntable juga merupakan salah satu peralatan wajib bagi seorang DJ. Turntable adalah peralatan yang biasa digunakan oleh seorang DJ untuk mengganti lagu, memperlambat tempo, serta mengubah pitch.



Meskipun saat ini banyak kemudahan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh seorang DJ untuk mengatur musik. Biasanya jenis musik yang ia putar adalah house, trance, hiphop atau urban music.



Menghibur para penikmat waktu begadang, mencari kesenangan, menghabiskan waktu malam, untuk menikmati musik yang dimainkan oleh sang DJ, sambil meminum beragam sajian minuman beralkohol. Bahkan tak sedikit pula yang bertransaksi dengan membeli pil ekstasi.



Tentu tak ketinggalan wanita-wanita seksi berpakaian mini. Bercinta dan rayuan, adalah hal yang tidak bisa dipisahkan di tempat hiburan malam.




Apa itu DJ?


Seorang DJ atau disc jockey, adalah seorang yang terampil dalam memilih dan memutar rekaman musik untuk para pendengar yang menginginkan.



Seorang Dj adalah seseorang yang hidup dengan memainkan, meracik, memodifikasi, dan menghibur audiensnya dengan memutar lagu-lagu yang diatur sedemikian rupa tanpa putus/continue, sehingga orang yg mendengarnyapun akan senantiasa terhibur.



Seorang DJ adalah individu yang mengerti dan memiliki kreatifitas dalam musik. bukan hanya itu, mereka (DJ) sangatlah terampil dalam menyeleksi lagu-lagu yang disusun secara teratur dalam rangka menciptakan sebuah ‘musical journey’ dimana DJ mencoba untuk membawa para pendengarnya masuk ke dalam sebuah perjalanan musik.



Apa yang dikerjakan seorang DJ?


Pekerjaan seorang DJ bisa diibaratkan seperti operator, dimana DJ bertindak sebagai pengendali dan menyeleksi lagu-lagu yang pas buat di putar sesuai dengan suasana maupun aliran musik yang dia mainkan. Dalam hal menyeleksi lagu ini, seorang DJ akan menggabungkan teknik-teknik skill khusus dengan pengetahuannya di bidang musik untuk membangun sebuah dj set/live show yang spektakuler dan disukai para pendengarnya.



Istilah DJ itu darimana?


Istilah DJ pertama kali digunakan untuk menggambarkan seorang penyiar radio yang akan memperkenalkan dan memainkan rekaman gramophone yang populer atau komersil kepada pendengar lewat radio. Rekaman pada media ini disebut sebagai disc atau juga dikenal sebagai “vinyl/piringan hitam” dimana dalam industri ini dimainkan oleh peyiar-penyiar radio yang mem-broadcast musik lewat gelombang radio. Karena mengandung unsur disc (cakram) makanya disebut sebagai disc jockey dan selanjutnya lebih akrab dikenal sebagai DJ atau deejay.



Itulah sedikit ulasan, tentang profesinya saat ini, karena Kevin merasa masih terus harus belajar dan mendalami tentang berbagai jenis musik, untuk selanjutnya ia gabungkan kedalam musik DJ.



Rasanya, permainan musik yang ia mainkan kali ini, jadi terasa melow. Padahal, sudah ia racik, sedemikian asik, untuk berjoget para pengunjung. Entah, apa yang membuatnya merasa segalau ini.


__ADS_1


Disini, banyak wanita cantik, seksi, yang siap kapan pun, para kaum Adam, menginginkannya untuk memuaskan hasrat.



Akan tetapi, Kevin bekerja di diskotek selama ini, ia mudah tergoda terhadap para wanita-wanita yang datang menggodanya, sekalipun wanita itu telah menunjukkan payudaraa nya, Kevin hanya bergidik dan berkata (No).



Karenanya menurut Kevin, jika ia sudah mencintai satu orang maka akan selamanya tersimpan di lubuk hatinya, kecuali ia dikhianati! Seperti Sonia yang telah mematahkan rasa yang selama ini Kevin jaga dan Kevin simpan rapat-rapat hanya untuk Sonia seorang. Namun dibalas dengan pengkhianatan.



Ya sudahlah ia memang harus menerimanya, mau bagaimana lagi?



“*Ah sial! Kenapa Sonia harus terlintas di pikiran gue saat ini! Profesional Kevin*!” selorohnya dalam hati, jika sudah mengingat Sonia maka yang terbesit hanyalah rasa sengsara.



Sesekali Kevin mencampur instrumen lagu bahasa Inggris. Dan salah satu lagu adalah menggambarkan isi hatinya, At\_My\_Worst, (yang dirilis 17 Juli 2020) dalam album terbarunya The Prelude (2020) oleh Pink Sweat'$.



Tahukah? At\_My\_Worst, menceritakan tentang apa? Ada pesan dan sebuah makna yang sangat mendalam. Menegaskan kesetiaan tertinggi seseorang kepada kekasihnya, dan meminta sang kekasih agar tetap di sisinya dalam keadaan apapun, yang mungkin dalam keadaan terburuknya, kesetiaan akan ia balas dengan kesetiaan yang lebih tinggi.



Seseorang itu begitu yakin akan cinta yang dimilikinya, dan ia mencoba meyakinkan kekasihnya kalau cintanya ini sungguh-sungguh. Walaupun ia amat sangat sadar bahwa ia tidak sempurna namun ada nilai lain dari ketidaksempurnaannya.



Dan mungkin saja sebagian orang-orang juga masih menganggap bar, lounge, pub, diskotek, atau club' adalah lima hal yang tak terlalu berbeda karena sama-sama menjajakan minuman beralkohol, digunakan sebagai tempat hiburan malam, ajojing, dan lain sebagainya.



Namun menurut Kevin, yang sudah terbiasa di tempat hiburan malam, kelima tempat ini ada beberapa hal yang membedakan.



Bar dan Lounge. Mayoritas orang masih beranggapan bar dan lounge merupakan dua hal yang sama, bar dan lounge memiliki perbedaan dari cara penyajian minumannya hingga pelanggannya.



Kevin beranggapan, bar itu mirip seperti cafe, tapi menjual minuman beralkohol, dan disitulah banyak anak-anak muda nongkrong, tamu yang berkunjung ke bar pun, biasanya berpakaian santai dan dapat dengan bebas memesan minumannya sendiri kepada para bartender.



Lain dengan bar, lounge biasanya berada di hotel bintang lima. Konsep lounge lebih elegan, akan ada pelayan yang akan melayani pesanan makan dan minum tamu. Biasanya, lounge digunakan oleh para pekerja dan pebisnis untuk mengadakan pertemuan dan acara lainnya.



Kalau ke lounge itu biasanya tamu pakai bajunya yang rapi, berdandan, karena mau menunggu meeting, semisalnya. Lalu minuman yang dijual, juga biasanya lebih mahal harganya.



Lain halnya dengan Pub dan diskotek. Pub, biasanya itu komunitas yang datang, mereka berkumpul di situ, biasanya harga di Pub itu lebih murah dan enak untuk berdiskusi.



Kalau di diskotek, tamu biasanya menghabiskan waktu malam untuk menikmati musik yang dimainkan oleh seorang Disc Jockey atau DJ sambil meminum beragam sajian minuman beralkohol. Yang paling membedakan pub dan diskotek adalah keberadaan dance floor.



Kalau diskotek itu pengunjung biasanya ajojing, ada dance floor-nya. Kalau di pub adanya live music, kalau memang musiknya asyik biasanya tamu itu lebih memilih berdansa atau berjoget di tempat duduknya,



Club', konsep club itu, memudahkan tamu untuk mendapatkan semua kebutuhannya untuk menghabiskan malam. Biasanya sore hingga malam hari tamu akan mengunjungi cafe di club tersebut untuk makan, kemudian lebih malam lagi mereka akan berkunjung ke karaoke. Setelah lewat tengah malam, mereka akan menyambangi diskotek. Jadi konsepnya itu ada paling tidak tiga layanan dalam satu bangunan.



Hemmm... Itulah sekilas hiburan malam.



Pengunjung pun mulai terasa sepi, waktu dini hari, dan hanya beberapa orang-orang yang sedang teler karena menenggak miras terlalu berlebih. Kevin lantas duduk diantara deretan sofa yang disediakan diskotek. Ia meminum bir tanpa kadar alkohol.

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2