Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Sakinah mawadah warahmah


__ADS_3

Dalam urusan jodoh, kesendirian karena penantian penuh kesabaran jauh lebih baik daripada mendahului berpasangan namun tak halal. ~~



"Kenapa tadi lo mau ke sini nggak bilang dulu ke gue?" Rezki sebenarnya terkejut kala melihat Mita sudah lebih dulu sampai di depan rumah Kevin.



"Lha memang apa urusannya sama Bos, mau gue kemanapun perginya memangnya harus laporan dulu?" sungut Mita, melihat Bos-nya kini berdiri di depannya, ia heran ada urusan apa si Bos ini ke rumah Kevin. Mita menggendikkan pundaknya.



"Lha nih bocah di tanya malah nyolot, maksud gue tuh yah. Kan kita bisa ke sini sama-sama."



"Gimana gue mau nebeng, wong ada cewek yang satu mobil sama Bos, masa iya gue cuma dijadikan obat nyamuk!"



"Mana ada, dia udah gue turunin di jalan tadi," sahut Rezki santai. "terus kalau nggak mau dijadikan obat nyamuk lo mau jadi apaan, pacar gue? Atau bini gue? Ayo dah gue siap kapan gue bisa nikahin lo?"



Mita tergelak, "Lha kenapa bisa di turunin tuh cewek, memangnya kalau duda playboy ya tetap aja playboy! Sok-sokan gagah mau melamar gue?"



"Lha bukan begitu, kan kita sama-sama single daripada hidup kita kagak jelas ngalor-ngidul, ya coba aja kita nikah?" balas Rezki sangat santai berkata.



"Gila! Masa nikah buat coba-coba, nikah tuh ya buat seumur hidup, seiya, sekata. Nggak ada yang lain. Ini orang bener-bener dah gila!" Mita memperagakan tangannya yang menggaris di keningnya.



"Ya udah kalau kagak mau kagak usah ngegas gitu jawabnya, lagian gue cuma bercanda. Hati-hati lho, biasanya benci itu bisa jadi cinta." ujar Rezki sembari menaik-turunkan alisnya.



Mita mendesis ingin segera pergi dari hadapan pria berstatus duda sekaligus bos-nya. Saat akan mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka dengan adanya Kevin yang membuka pintu.



"Ngapain kalian ke sini?" kata Kevin langsung to the point.



"Gila! Bener-bener ya lo, menyambut tamu bukannya basa-basi nyuruh masuk kek, apa kek. Di tawarin minum atau apalah, ini langsung tanya ngapain ke sini." kata Rekzi melayangkan protes, melihat rambut Kevin yang nampak acak-acakan.



"Mana Khaira?" Mita langsung menyingkirkan tubuh Kevin, lalu nyelonong masuk sebelum dipersilahkan oleh penghuni rumah.



Melihat Mita masuk, Rezki ikut menyusul masuk kedalam rumah.



"Hey hey... kalian belum jawab, mau apa kalian kemari dan gue belum mempersilahkan lo pada masuk rumah!" sungut Kevin ikut masuk kedalam rumah membuntuti kedua tamunya. "dasar tamu nggak ada akhlak!" makinya melihat Mita dan Rekzi yang sudah duduk di sofa ruang tamu.



Rezki menjatuhkan undangan pernikahan di atas meja kaca. Bersamaan juga dengan Mita yang menaruh bungkusan makanan di meja.



Manik mata Kevin seperti bola liar melihat undangan pernikahan dan beralih melihat bungkus makanan.



"Apa maksudnya ini?" Kevin duduk di sofa tunggal, ia menuntut jawaban dari kedua manusia yang sedang menatapnya.



"Itu undangan dari Clara dan Anto," ujar Rekzi bersama dengan Mita yang ikut bersuara.



"Makanan itu dari Ibu gue buat Khaira, kalau lo mau makan. Lo cuma dapet bagiannya dikit." ujar Mita menunjuk Kevin dan beralih menunjuk makanan yang ada di kantong plastik warna ungu.



Kevin merasa begah mendengar penjelasan dari Rezki dan Mita secara bersamaan. "Satu-satu dulu."



Tatapan Mita dan Rezki teralihkan kala melihat Khaira datang dari arah dalam rumah. Sampai pada Khaira duduk di sandaran sofa samping Kevin duduk.


__ADS_1


"Ada apa ini? Aku sangat senang kalian akhirnya bisa bersama." kata Khaira lalu tersenyum lebar melihat wajah Mita dan kemudian Rezki.



Mendengar kata 'bersama yang dilontarkan Khaira. Baik Mita maupun Rezki saling bersitatap, tiga detik kemudian kembali melihat Khaira dan juga Kevin.



"Bersama maksud lo apaan Ra?" Mita bertanya melihat raut wajah bahagia yang terpancar dari wajah Khaira.



"Kalian pacaran kan?" celetuk Kevin.



Mita mendelik menatap Kevin, lalu menyanggah tuduhan Kevin padanya. "Enggak, siapa bilang gue pacaran sama dia." Mita menunjuk Rezki yang sepertinya tidak masalah dengan pernyataan Kevin juga Khaira. "Bos, kenapa diam aja, bilang dong kalau kita nggak ada hubungan apa-apa!" sungutnya melihat Rezki malah tersenyum menatapnya.



"Lha buat apa gue menyanggah ucapan Khaira dan Kevin, toh usulan mereka ini memang bagus." Rezki melihat Kevin juga Khaira dan kembali melihat wajah Mita yang nampak kesal. "Ayo dah kita pacaran?" ujarnya mengajukan diri secara terang-terangan.



Mita berdecih. "Ck. Dasar gila!"



Kevin dan Khaira tertawa kecil melihat Mita dan Rezki mulai bereaksi dengan celotehannya.



"Puas kalian ngetawain gue?" sungut Mita melihat Khaira dan Kevin tajam.



Khaira menggeleng sembari mengibaskan tangannya. "Maaf Mita, iya maaf, aku nggak ketawa lagi."



"Oh ya Ki, lo tadi bilang itu undangannya si Clara? Terus apa hubungannya sama gue?" Kevin bertanya kepada Rezki dan sekilas melihat undangan pernikahan berwarna emas dengan corak putih di atas meja.



Rezki mengangguk kecil, "He'em, lo pasti di undang sama Clara kan?"



Kevin mengernyitkan dahinya.




Mita, Rekzi dan Khaira saling bersitatap penuh keanehan.



"Ada apa sama suami lo Ra?" tanya Mita pada Khaira.



Khaira menggelengkan kepala.



Kevin telah kembali dengan membawa kartu undangan pernikahan yang sama seperti persis dibawa oleh Rekzi. Lalu duduk kembali di semula ia duduk. "Gue baru ngeh, kemarin gue sibuk jadi gue taruh begitu aja di tumpukan buku saat Abah bilang ada kartu undangan."



Khaira melihat sampul undangan pernikahan yang sedang dipegang oleh Kevin. Meskipun penasaran ia tidak langsung merebutnya dari tangan sang suami. Namun sesaat kemudian Kevin melemparkan undangan pernikahan ke atas meja. Lalu menariknya dari atas sandaran sofa, dan kini ia duduk di atas pangkuan Kevin.



"Mas Kevin!" Khaira terlonjak kaget, ia mendelikkan matanya menatap Kevin membersamai dengan tangannya menggeplak lengan Kevin.



"Gue kagak mau dateng, biarin aja mereka mau merayakan pernikahan megah kek, apa kek. Sekalian menggelar acara mewah di atas bulan gue juga kagak mau dateng." ujar Kevin sembari memeluk istrinya.



Melihat kelakuan Kevin membuat Rezki maupun Mita eneg.



"Eneg gue lihat kelakuan lo Vin!" cibir Mita, merasa jiwa jomblonya jejeritan melihat romantismenya Kevin dan Khaira. Namun, ia juga senang melihat Khaira nampak sangat bahagia.



"Aish bilang aja jiwa jomblo lo meronta-ronta kan? Noh ada Aa Rezki." balas Kevin menunjuk Rezki dengan dagunya.

__ADS_1



"Mas Kevin, lepasin aku!" Khaira berulang kali menggeplak lengan Kevin, dan untuk kali ini Kevin mengerti ia sedang malu. Khaira segera bangkit dari atas pangkuan Kevin, kala Kevin sudah melepaskan rangkulannya. Lalu berjalan ke dapur untuk membuatkan tamunya minum.



"Tenang aja Mita, Aa Rekzi siap. Kapan lo mau di lamar." kata Rezki membusungkan dada, dan seketika itu juga dadanya mendapatkan tampolan dari tangan Mita.



"Sok gaya! Ingat Bos, wanita yang sebenarnya itu, nggak akan pernah mau di nikahi hanya dijadikan pelampiasan nafsuu. Kalau Bos ini berniat menikah lagi, entah siapa pun wanitanya. Ingat Bos, jangan menikah hanya karena didesak umur. Menikahlah kalau Bos sudah yakin bahwa dengannya surga akan lebih dekat." pungkas Mita seketika itu juga melihat Rezki terdiam membisu.



"Nah kali ini gue setuju sama ucapan Mita, nikah itu buat sekali seumur hidup, Ki. Jangan gosok coba lagi, gosok coba lagi, udah kayak minuman ale-ale aja!" kata Kevin ikut berkomentar atas pernikahan Rezki yang terbilang singkat dan seperti tidak adanya tujuan untuk bersama membangun rumah tangga sakinah mawadah warahmah.



Khaira keluar dari dalam dengan membawa teh hangat lalu menaruhnya di atas meja. Meskipun saat ini sangat lapar, dikarenakan gempuran Kevin yang selalu mengungkungnya seharian ini, namun karena dengan adanya Mita dan Rezki, Khaira menahan rasa laparnya.



"Mas Kevin minuman ale-ale udah nggak ada hologram berhadiah Mas." kata Khaira menarik kursi plastik berwarna biru lalu duduk.



"Gue rasa pernikahan itu memang ibadah, dan selama ini gue salah. Dengan alasan menikah buat menghindari zina lalu berpisah karena nggak cocok membuat gue seperti kadal gurun, nggak ada tujuan untuk berteduh." ujar Rekzi meratapi nasibnya, dan kebenaran atas pernikahannya yang terbilang sangat singkat.



Pernikahan pertama hanya bertahan 3 tahun, dan pernikahan kedua hanya bertahan 1 tahun. Hah benar-benar kadal! Rezki melihat wanita berhijab yang bernama Khaira, gadis itu nampak lebih cantik dari sebelumnya, meskipun tidak memakai make-up. Sesaat kemudian ia melihat wajah Kevin, ia ikut bahagia melihat Kevin kini nampak bahagia setelah menikah dengan Khaira.



"Karena urusan gue di sini udah kelar, ini juga udah malam. Sebaiknya kita pulang Mit, jangan ganggu pasangan suami-isteri, kagak baik." Rezki berdiri menyadari dirinya, tidak bisa lagi terbuai oleh perasaannya yang memang sudah bertepuk sebelah tangan. Ia mengulurkan tangannya kehadapan Mita, gadis berambut sebahu yang pernah juga mencuri perhatiannya, dikarenakan Mita ini sulit ditaklukkan maka jiwa playboy kadalnya membelok ke arah lain.



Mita rasa apa yang dikatakan Rezki benar, tujuannya datang ke sini kan hanya untuk memberikan makanan dari Ibunya kepada Khaira.



"Gue juga pulang, Ra. Gue ikut seneng lo akhirnya bertemu dengan jodoh lo, semoga hubungan kalian langgeng sampai nenek-kakek, atau bila perlu sampai maut memisahkan kalian." ujar Mita ia menyusul Rezki berdiri.



"Makasih Mita, makasih Bos. Aku doakan semoga kalian juga mendapatkan jodoh idaman, atau bila perlu kalian ini berjodoh." balas Khaira memegangi tangan Mita.



"Amin!" seru Rezki mengaminkan doa Khaira, dan mendapatkan tinju pelan di lengannya dari Kevin.



"Biasa aja dong lo bilang amin'nya. Kuping gue kagak tuli." hardik Kevin.



"Lo dateng lha sama Khaira ke nikahannya Clara, nanti gue juga dateng sama Mita." kata Rezki.



"Ih mana ada ya gue ikut, gue kan kagak kenal sama Clara!" balas Mita.



"Ikut, nanti lo ikut gue." skakmat Rezki, lalu merangkul pundak Mita dan berjalan beriringan ke depan rumah Kevin.



Kevin dan Khaira mengantar Rezki dan Mita sampai ke teras rumah. Sampai kedua tamunya itu benar-benar pergi dari depan rumahnya.



"Mas Kevin nanti dateng ke nikahannya Clara?" tanya Khaira, ia hanya melihat Kevin menggidik pundaknya. Lalu membawanya masuk kedalam rumah seraya berbisik.



"Kita lanjutkan lagi." bisik Kevin lalu mengedipkan matanya.



Khaira langsung mendelikkan matanya, "Enggak!"



Kevin tertawa lepas.



"Maksud ku, kita lanjut makan. Katanya kamu lapar?"

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2