Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Menabung untuk masa depan


__ADS_3

Hari dan pelaksanaan akad nikah sudah di sepakati bersama Abah, Khaira, dan keluarga besar Kevin. Dengan adanya Kevin, yang menghubungi Papa Basuki di Singapura. Tentu saja Papa Basuki sangat syok mendengar kabar ini.


Terlebih Papa Basuki sudah dihubungi oleh teman lamanya yaitu Erik Laksamana yang mengatakan bahwa Erik berkeinginan untuk menikahkan Clara dengan Kevin. Tapi kenapa jadi begini?


Sepekan telah berlalu.. dan hari ini merupakan hati dimana yang di tunggu-tunggu oleh Kevin dan juga Khaira. Tidak adanya hari pingit-pingitan. Tidak adanya acara tradisi Jawa yang seperti digelar pada kebanyakan pernikahan adat Jawa.


Namun, yang paling ditunggu adalah hari sakral dimana Kevin akan kembali mengulang ijab kabul. Karena itu adalah bagian yang dipinta oleh Abah.


Tentu saja disetujui oleh Kevin.


Matahari begitu cerah, menyinari alam jagat raya. Embun-embun pagi masih belum beranjak dari pijakannya, ia masih setia, sampai mentari meninggi berputar di orbitnya.


Berpakaian kemeja putih, yang di padu padankan dengan jas hitam dan celana panjang warna senada. Rambut yang di tata sangat rapih, membuat seorang Pria yang berprofesi Disc Jockey terlihat sangat gagah. Senyumannya merekah, matanya terpancar kebahagiaan, hatinya berseri-seri.


Hari yang di tunggu-tunggu tiba. Kini ia akan menge'sahkan pernikahannya, bukan hanya di mata agama. Akan tetapi, juga di mata hukum negara, di hadapan orang tua tunggal istrinya.


Karena Papa Basuki mengatakan masih sibuk dan kurang sehat. Alhasil Abang Andi yang akan menjadi wali nikah Kevin untuk yang kedua kalinya.


Kevin sudah selesai bersiap, dengan di bantu Brian dan juga Rezki.


"Selamat Bro, akhirnya Lo bakalan nikah." ucap Brian, memberi selamat kepada sahabat kecilnya.


"Apaan, orang dia udah nikah duluan!" julid Rezki, yang duduk di tepian tempat tidur.


"Lo yang senang, gue ikut seneng Vin. Nggak kayak si Rezki." Brian merangkul Kevin, sembari menepuk pelan punggung Kevin.


Senyuman terus menghiasi wajah Kevin hari ini.


"Thanks Bin, Lo selalu memberi nasehat ke gue."


"Itu biasa, asalkan lo jangan minta warisan ke gue, hehe." jawab Brian, terkekeh.


Brian pun beralih menatap Rezki, yang masih terdiam. "Lo Ki, lo masih kagak rela ngelepasin perasaan lo yang jelas-jelas bertepuk sebelah tangan?"


Rezki menggelengkan kepalanya,


"Kagak, bukan begitu, lagian gue terlalu tampan, gue bisa mendapatkan wanita manapun yang gue suka."


Seperti biasanya, Kevin dan Brian merasa jengah dengan celotehan duda dua kali itu, dan mencibir.


"Ck. Bilang aja kalau lo belum nemu umpan!" kata Kevin memberi balasan yang menohok.


"Mana ada gue nyebar umpan, gue kagak ngasih umpan pun tuh cewek-cewek yang ngejar-ngejar sampe kejer-kejer jatuh cinta ama duda pemikat ini." jawab Rezki, yang masih duduk di tepian ranjang Kevin.


"Halah.., basi Lo. Mau sampai kapan lo bakal mainin tuh pernikahan." kata Brian.


"Lha, masih mending gue, udah pernah nikah dan udah ngerasain anu, daripada kalian berdua, yang satu udah nikah tapi belum anu-anu, dan yang satu lagi udah kepala tiga tapi belum kelihatan tuh jodohnya. Saran gue Bin, lo harus lihat dari teropong yang buat lihat hilal, biar lo tau dah, udah keliatan apa belum jodoh lo?" bakas Rezki merasakan dirinya terpojok, namun atas ucapannya barusan ia mendapat hadiah jitakan di kepalanya dari tangan Brian dan Kevin.

__ADS_1


"Duda Cap buaya! Kalau ngomong tuh di pikir dulu, darimana lo tau kalau gue belum anu-anuan?!" kilah Kevin geram.


"Hadoh! Lha kan, berantakan dah nih rambut gue, yang udah gue sisir melipit kayak aktor film Leonardo Dicaprio." gerutu Rezki, seraya mengusap kepalanya dan merapihkan susunan gaya rambutnya.


"Tenang sobat. Jangan hiraukan kadal gurun ini, dia kurang belaian.." balas Brian pada Rezki.


"Asem bat yah lo berdua kompak bener, gue sumpahin lo pada, dapat jodoh setia!" sumpah Rezki yang bukan seperti menyumpahi.


Kevin dan Brian pun serentak mengaminkan sumpahan Rezki, yang malah seperti doa. "Amin."


"Jangan seneng dulu! Gue pengen kalian dapet istri setia bin cerewet!" imbuh Rezki, dan langsung mendapat hadiah jitakan lagi.


"Aduh! Rese banget kalian! Awas nanti gue bales!" umpat Rezki kesal, dan kembali merapihkan susunan rambutnya.


Ketiga Pria dewasa itupun tersentak kala Mita membuka pintu kamar Kevin.


"Halo, cogan-cogan. Udah pada siap apa belum? Tuh si Oneng, eh Khaira maksudnya udah siap, kenape kalian pada lebih ribet dan kelihatan lebih rusuh daripada cewek-cewek pms!" ucap Mita di ambang pintu yang terlihat anggun dengan memakai kebaya, serta rambut yang di sanggul tak lupa bunga mawar merah pink menghiasi sanggulan rambut Mita.


"Dan juga lo Vin, tuh temen-temen lo juga udah pada dateng." sambung Mita, kala mengingat bahwa teman-teman Kevin yang kebanyakan pria-pria tampan, berdatangan.


"Iya, makasih Mit." jawab Kevin.


Rezki dan Brian nampak terpana melihat keanggunan Mita.


"Kamu cantik banget si Mita." ucap Rezki.


Kevin geleng-geleng melihat kedua temannya.


"Cantik banget sih kamu Mit, kalau tau begini udah dari dulu aku kawinin kamu." ucap Rezki, dan menghampiri Mita.


"Idih, Bos playboy!" umpat Mita.


Brian tak mau kalah.


"Gue nggak nyangka, ternyata istri sobat gue, punya sepupu yang cantik begini." kata Brian, ikut merayu Mita.


"Udah ayok akh, ntar kelamaan keburu kantor KUA tutup!" kata Mita, memperingati Kevin agar segera ke kantor urusan agama.


Kevin terkesiap, dan berjalan mendahului Mita, Rezki dan Brian. Menuju kamar Khaira ada dua orang perias pengantin yang sedang membereskan alat make-up. Kevin terkesima melihat Khaira betapa anggun nan cantik bak bidadari surga. Khaira memakai gaun pengantin warna putih berenda serta hijab warna senada dengan memegang hiasan seikat bunga mawar merah.


Khaira melihat Kevin, ia malu-malu untuk melihat dan mengakui betapa tampan nan mempesonanya seorang Kevin Abimana.


Ketika akan melangkah kakinya hendak masuk ke kamar. Abah memperingati Kevin agar menyapa tamu-tamu yang hadir. Karena saat ini rumah dalam keadaan ramai.


Pernikahan yang terbilang sederhana dalam perhitungan waktu yang sangat singkat, dihadiri oleh kedua orang tua Mita, Abang Andi beserta istri dan dua orang anaknya, beberapa warga dari kampung Rawa Dengklok, para tetangga dan teman dekat Kevin. Dan juga rekan kerja Khaira.


(Turut dihadiri pula oleh readers kesayangan yang telah setia membaca perjalanan kisah Kevin dan Khaira.)

__ADS_1


Tamu yang hadir menaiki kendaraannya masing-masing. Akan tetapi ada yang berbeda dari pernikahan Kevin dan Khaira.


Pasangan ini tidak memakai mobil dan hiasan bunga seperti pernikahan pada umumnya. Kevin dan Khaira justru menaiki motor sport Kevin yang mirip seperti body motor Harley yang setiap hari Kevin gunakan untuk menemani aktivitasnya, sebuah ide yang di sarankan oleh istrinya.


Gaun pengantin putih nampak terlihat indah seperti merpati putih yang mengepakkan sayapnya karena tertiup angin.


Karena jarang memakai makeup setiap harinya tamu yang hadir melihat Khaira sangat cantik dan anggun.


~~


Surat-surat yang sudah memenuhi persyaratan, dengan di apit saksi, Andi yang menjadi saksi kedua kalinya, tidak seperti sebelumnya, kali ini Abah lah yang akan menikahkan Kevin dan Khaira, dengan Bapak penghulu yang tidak lain adalah Penghulu yang sudah menikahkan Kevin dan Khaira terlebih dulu.


Pak Tantowi sekaligus ketua RT daerah tempat kosan Mita.


"Sudah siap?" tanya Pak Tantowi, yang bekerja sebagai penghulu di salah satu kantor urusan agama di daerahnya tinggal.


"Siap." ucap para hadirin yang menyaksikan pernikahan Kevin yang digelar dadakan.


Kevin pun mengangguk mantap, dengan mahar yang sudah disiapkan. Sebenarnya tidak harus mengulang ikrar ijab Kabul. Selain permintaan Abah, Kevin ingin lebih merasa afdol, terutama di hadapan Abah, juga sanak kerabat dan teman-teman yang ikut menyaksikan di kantor urusan agama saat ini.


Abah mengulurkan tangannya di atas meja, dan di sambut oleh tangan Kevin.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Ananda Kevin Abimana dengan putri kandung saya, yang bernama Khaira Ningrum binti Ahmad Khoirun dengan maskawin dua puluh dua gram emas di bayar tunai." ucap Abah dengan tegas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Khaira Ningrum binti Ahmad Khoirun dengan maskawin tersebut di bayar tunai." ucap Kevin, mantap dengan sekali tarikan nafas.


"Sah!" ucap Pak Penghulu Tantowi.


"Alhamdulillah." serentak sanak saudara, maupun para hadirin yang hadir ikut menyaksikan akad nikah yang sebenarnya untuk kedua kalinya Kevin mengucapkan ikrar ijab kabul untuk orang yang sama pula.


Seperti biasa, Pak Tantowi membacakan doa setelah ijab, dan tak lupa memberikan selamat serta surat-surat yang perlu Kevin dan Khaira tanda tangani. Kini Kevin dan Khaira sudah benar-benar sah menjadi sepasang suami-istri, bukan hanya di mata agama, akan tetapi juga di dalam buku nikah.


Setelah selesai dengan rangkaian acara, kini kerabat dekat Kevin dan teman yang hadir turut memberikan selamat, dan ada pula yang mengabadikan momen, berfoto bersama dengan teman-teman keduanya.


Sebuah pernikahan yang sederhana, namun penuh dengan kehangatan. Hanya di hadiri kerabat dekat, warga kampung Rawa Dengklok, tetangga Kevin, dan teman-teman terdekat dari Khaira maupun dari Kevin.


Berlanjut ke restauran Rezki yang sudah di boking oleh Kevin, tidak ada gedung yang megah untuk menyelenggarakan resepsi. Khaira meminta untuk di rayakan ala kadarnya saja, tidak perlu berlebihan yang nantinya hanya akan membuang waktu, tenaga dan uang.


"Lebih baik menabung untuk masa depan." kata Khaira.




Bersambung...


__ADS_1


Np. Terimakasih atas apresiasinya sampai detik ini...


__ADS_2