
Kevin terkejut mendengar pertanyaan Khaira, "Aku hanya sedang memperhatikanmu, aku nggak menyangka aku sudah mempunyai istri, dan itu kamu. Orang yang sebelumnya nggak ku kenal."
Khaira melihat Kevin, ada rasa sejuk wewangian yang mengusik keras dihatinya mendengar kalimat yang disampaikan Kevin, batinnya berkata, "Walah aku kok koyok ngene, jan atiku gonjang-ganjing!"
Kevin mengalihkan atensinya menatap laptop dan menyalakan lagu dari MP player sound sistem, lagu pun mengalun pelan kali ini dari Dewa 19 Risalah hati.
🎶 Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
Jiwaku berbisik lirih
Ku harus milikimu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa...
Kevin kembali melihat Khaira yang sedang membersihkan kamarnya, ia lantas beranjak dan berniat membantu, "Biar aku bantu," ujarnya lalu mengambil kain lap yang sedang dipegang Khaira.
Khaira terhenyak, namun ia tak menolak. Lagu yang sedang diputar Kevin membuatnya melow.
"Jadi musik apa yang kamu sukai?" tanya Kevin sembari mengelap meja kecil samping tempat tidur.
"Musik apapun aku suka, asal jangan yang sedih-sedih, aku kurang begitu suka juga tentang lagu pengkhianatan? Lebih enjoy kalau musiknya seperti reggae atau DJ mungkin? Tapi aku juga seneng kalau Abah mendengarkan gendhing manchapat Jawa,”jawabnya, sejenak Khaira menghentikan aktivitasnya menyapu, ia mengamati seisi ruangan kamar Kevin yang jika diamati-amati banyak juga piringan hitam legam berbentuk donat. Seperti alat musik DJ.
"Jadi kamu juga suka musik semacam DJ? Aku pikir kamu cuma suka lagu-lagu kosidahan,” ucap Kevin terkejut, Kevin tidak menyangka, gadis yang kini sedang amat memperhatikan seisi kamarnya, yang terlihat sangat kalem ini, suka musik DJ yang notabene adalah jenis musik remix.
“Memang salah jika aku menyukai jenis musik keras? Apa jenis musik yang seharusnya ku dengar beralun pelan dan sedih. Cih, semua orang bebas berekspresi terhadap jenis musik yang disukainya, akulah si anak DJ dan Reggae! Begitulah kira-kira,”tukas Khaira, menatap Kevin memicingkan mata.
“Ya tentu aja boleh, malah kita bisa nge'DJ bareng hehe.” ucap Kevin, dengan kekehan yang tidak jelasnya.
Khaira mengangkat kedua bahunya mendengar ajakan Kevin, ia mengalihkan pembicaraan. Ia berjalan ke arah ranjang, guna membereskan seprei, bantal dan selimut yang berantakan. Diingatnya kembali saat ia dihempaskan Kevin di ke atas ranjang ini. Secepatnya Khaira menggeleng guna mengusir ingatan itu.
Kevin melihat Khaira dengan seksama, ia berspekulasi bahwa gadis yang sedang membenarkan bantalnya yang berantakan nampak terdiam mungkin juga sedang mengingat saat ia menghempaskan Khaira secara brutal ke ranjangnya.
“Apa kamu mengingat dua malam lalu?” Kevin bertanya guna memastikan bahwa Khaira sedang mengingat kejadian dua malam lalu. Saat ia berusaha mengambil mahkota Khaira secara paksa.
Degh... degup jantung Khaira memompa aliran darah lebih cepat, “Ehem!” ia berdehem guna menetralisir degup jantungnya. Lantas mengalihkan pertanyaan Kevin dan menjawab dengan pernyataan lain, “Kenapa kamu bisa betah sih Mas Kevin, tidur di tempat berantakan kayak gini?”
__ADS_1
Kevin tersenyum puas. Yah, jelas saja Khaira mengingatnya, dilihat dari gelagat Khaira yang mengalihkan pertanyaan dengan mengomentari kamarnya yang memang berantakan.
“Yah mau bagaimana lagi, kadang aku juga menyewa jasa cleaning servis dua minggu sekali, kadang bahkan sampai sebulan. Tapi nggak bertahan lama rumah ini berantakan lagi, hehe.” ucap Kevin terkekeh garing.
Hanya bisa menghela nafasnya, Khaira menatap Kevin dengan tatapan malas, “Ih, gimana nggak berantakan lagi coba, masa dua minggu sekali bahkan sebulan ngebersihin rumah ataupun kamar yang setiap hari dipakai. Nanti kalau ada kecoak gimana?”
“Ya, tinggal di semprot aja, pakai pembasmi nyamuk.” jawab Kevin enteng.
Seolah sedang terpanggil jiwa sang kecoa. Hewan berwarna cokelat tua bersayap itu terbang melintasi sang pemilik kamar.
Seketika, kehebohan pun terjadi.
Kevin berteriak geli, kala si kecoa mampir ke kaos yang sedang dipakainya.
“Huwaa.... Kecoak, kecoak, mana tuh semprotan nyamuk, etdah lupa lagi gue tarohnya!” teriak Kevin histeris dan segera mencari keberadaan semprotan nyamuk, yang ia lupa menaruhnya dimana, Kevin merasa geli dengan hewan satu itu.
Tak takut untuk menghadapi begal sadis ataupun preman bengis. Namun Kevin geli terhadap hewan yang menyukai tempat kotor dan lembab dengan hewan satu ini.
“Hahaha...” Khaira tertawa sampai terpingkal-pingkal melihat seorang pria arogan begitu takutnya terhadap kecoa, ia melihat Kevin seperti sedang menari samba. Guna mengusir kecoa merembet ke tubuh Kevin.
Saat Kevin berhasil menghempaskan kecoa di lantai. Seketika!
PLAK!!!
Khaira menggunakan buku majalah tebal guna menggeplak kecoa yang hendak terbang kembali. Seketika kecoa kejer-kejer tidak bisa lagi berkutik, ataupun melarikan diri.
Kevin tergelak hingga permen rasa min yang sedang dihisapnya tertelan begitu mulusnya melewati tenggorokan.
Ia membulatkan matanya menatap kecoa yang sudah skakmat di tangan Khaira. Saking gelinya, Kevin bahkan tak sadar bahwa ia sudah berada di atas meja kerjanya, “Ih-ih jauhin dah tuh kecoa. Bukannya gue takut ama tu kecoa, tapi gue trauma!”
Inilah kesempatan untuk Khaira membalas semua perbuatan Kevin kepadanya, ia akhirnya tahu kelemahan Kevin. Khaira tersenyum licik.
Tak dihiraukannya peringatan Kevin yang takut dengan hewan bersayap ini, Khaira terus mendekatkan kecoa ke kepada Kevin yang terlihat nampak sangat ketakutan.
Khaira menahan tawanya kala melihat Kevin yang nangkring di atas meja berdiameter sekitar satu setengah meter.
Sampai beberapa barang yang ada di atas meja pun jatuh menghantam kerasnya lantai.
“Khaira! Ra jangan bercanda Ra!” Kevin berseru sambil mengibaskan tangannya.
Khaira hanya menggidik pundaknya, “Ingatkah Mas Kevin, betapa takutnya aku ketika baru pertama kalinya masuk ke rumah ini hah? Kamu menghimpit tubuhku tanpa menghiraukan takutnya aku seperti apa terhadap mu?”
Kevin terkejut mendengar pengakuan Khaira, seperti inikah rasa takut Khaira saat ia menyerangnya, “Iya-iya gu-gu eh, aku mi-minta maaf ya Ra, sekarang jauhin tuh kecoa, a-aku benar-benar trauma sama kecoa!”
Khaira menggeleng-gelengkan kepalanya, meskipun Kevin telah meminta maaf dan memohon. Khaira tetap akan melancarkan aksinya untuk menakut-nakuti Kevin dengan kecoa yang ia pegang belalainya.
“Dan ingatkah kamu Mas Kevin dua malam lalu, betapa bejadnya dirimu?” Khaira berkata dengan gigi dikeratkan. Ia menegaskan rahangnya.
__ADS_1
“apa kamu tau, betapa kamu meremehkan ku, betapa nggak berharganya diriku dan betapa aku seperti wanita murahan yang kamu sambangi di apartemen!” spontanitas Khaira mengungkapkan apa yang pernah dilihatnya saat tanpa sengaja melihat Kevin di area mol dan membuatnya mengikuti Kevin sampai ke apartemen.
Ada kilatan sorot kebencian yang Kevin lihat di sorot mata Khaira, sekilas ingatan pun kembali melintas. Saat ia berada di apartemen mewah Sonia.
“Apa dia melihat gue pergi ke apartemen Sonia? Tapi sedang apa dia di apartemen?” monolognya dalam hati, Kevin tergelak membelalakkan mata bersitatap dengan sorot mata gadis yang berada didepannya sedang memegangi belalai kecoa.
“Apa kamu membuntuti ku?” sangka Kevin.
“Nggak!” sentak Khaira menjawab.
Spekulasi tentang Khaira yang meminta talak kembali mencuat, Kevin membuang atensinya ke bingkai foto yang terdapat di meja kecil samping tempat tidur.
“Terus kenapa sampai kamu melihatku di apartemen?”tanyanya, mengoreki keterkaitan Khaira yang melihatnya di apartemen.
Khaira nampak celingusan, ia menelan ludahnya. Namun jawabannya seolah buntu, Khaira pun menjawab seadanya dari apa yang pernah dilihatnya,“Ya pokoknya aku lihat Mas Kevin masuk kedalam kamar dan di sambut oleh seorang wanita cantik berpakaian seksi, tak lama Mas Kevin masuk kedalam kamar bersama dengan wanita cantik itu!” jelasnya.
Kevin tersenyum kecil, “Kamu cemburu?”
Khaira tercenung mendengar pertanyaan Kevin, “Mana ada aku cemburu, aku nggak begitu yah. Memang atas alasan apa aku cemburu melihat Mas Kevin bersama wanita lain,”
“Itukah alasanmu waktu itu meminta ku menjatuhi mu talak?” tanya Kevin bersitatap dengan sorot mata Khaira yang nampak memang sedang tidak bersahabat.
Khaira dleming, ia membuang tatapannya ke arah furniture ornamen DJ.
Nampaknya Khaira lengah, dan hal ini kesempatan yang bisa Kevin pergunakan untuk berbalik menyerang Khaira, ia lompat dari meja dan langsung menghamburkan diri memeluk Khaira yang memang sedang membuang tatapannya.
Terlepasnya kecoa yang berada di tangan Khaira dan melayang terbuang ke lantai. Khaira terkejut dengan tindakan Kevin yang tidak bisa membiarkannya lengah.
Kevin tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ia mendekap tubuh Khaira erat, lalu menghamburkan dirinya dan juga Khaira ke atas ranjang.
Tercengang akan perbuatan Kevin, Khaira memberontak. “Mas Kevin jangan lagi-”
Kevin bergeming, ia tersenyum memandangi wajah cantik alami gadis yang sedang berada dibawahnya, “Diamlah, semakin kamu memberontak, maka kejantanan ku semakin besar. Jadi jangan salahkan aku jikalau sampai menjamah mu, sebagai seorang suami aku berhak atas hak ku pada dirimu,”
Kevin melepaskan pelukannya dari tubuh Khaira, ia merebahkan dirinya di ranjang, "Hahh sangat nyaman bukan?" mengalihkan atensinya dari semula menatap plafond kini menatap Khaira.
Khaira mengerjap-ngerjapkan matanya melihat plafond kamar Kevin, "Mas Kevin, kenapa dunia semakin nampak kejam ketika kita memperontak?"
Kevin kembali menatap plafond kamarnya, "Karena pemberontakan hanya akan membuat kita lelah. Jadi jalani saja prosesnya,"
"Begitukah?" kali ini Khaira mengalihkan atensinya menatap Kevin dari samping.
"Ya, seperti pernikahan kita. Nikmati saja prosesnya, kalaupun nantinya nggak ada cinta di hatimu dalam pernikahan kita, semoga kita berpisah dengan cara baik-baik." tukas Kevin, ia bersitatap dengan manik mata hitam Khaira.
__ADS_1
Bersambung